Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Representasi Nilai Pendidikan dalam Novel Api Tauhid: Cahaya Keagungan Cinta Sang Mujaddid Karya “Habiburrahman El-Shirazy” Syafrizal; Cut Nabilla Kesha; Siti Jahria Sitompul; Desi Marlizar
Indonesian Journal of Teaching and Teacher Education Volume 3, No 1 (2023) January - June
Publisher : Pencerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58835/ijtte.v3i1.188

Abstract

This research is based on a theoretical concept that views literature as a medium for realizing educational values ​​for every community group. The research objective is to describe the educational values ​​contained in the novel. This research uses a structural approach with a descriptive research type. Data collection uses documentary techniques. Data analysis was carried out with the following steps: (1) carefully reading the novel which was the object of research; (2) noting the parts of the novel in the form of words, phrases, sentences, expressions and statements that contain educational values; (3) classifying the data based on the types of educational values ​​contained in the novels read; and (4) describe educational values. The results of the study show that the educational values ​​contained in the novel Api Tauhid: Cahaya Keagungan Cinta Sang Mujaddid are (1) the value of honesty, (2) love of peace, (3) the spirit of nationalism, and (4) the value of appreciating achievement. These four values ​​are categorized as educational values ​​because they contain teachings that form the basis of the ideals of the Indonesian nation in general which are integrated through various educational institutions, both formal and non-formal, as well as various literary works such as novels.
EDUKASI MASYARAKAT TENTANG DIDACTIVE LEARNING: PENDEKATAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS MELALUI PENDAMPINGAN KELUARGA Veni Nella Syahputri; Cut Nabilla Kesha; Muntaha Mardhatillah; Siti Jahria Sitompul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.20775

Abstract

Edukasi berperan penting terhadap kesuksesan anak dimasa depan. Orang tua dituntut untuk menjadi pendamping di rumah dalam menanamkan nilai dan cara-cara edukasi bahasa inggris yang mearik dan kreatif sehingga anak akan menyenangi belajar bahasa inggris. Salah satu metode pembelajaran bahasa inggris yang dapat diterapkan oleh orang tua dalam mengarahkan anak-anaknya untuk mampu memahami bahasa inggris dengan baik adalah Didactive Learning. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan edukasi dan memberdayakan orang tua sebagai madrasah pertama untuk mengajarkan bahasa inggris. Metode pengabdian terdiri dari persiapan, pelaksanan, dan evaluasi. Terdapat 20 khalayak sasaran yang terdiri dari ibu rumah tangga yang berpartipasi dalam pengabdian ini dan bertempat di Ujong Tanjong Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat. Hasil pengabdian menunjukan bahwa 85% ibu-ibu rumah tangga mengaku bahwa setelah menerapkan metode serta langkah-langkah pembejaran melalui didactive learning, anak terbukti lebih menyukai bahasa Inggris dari sbelumnya. Oleh karena itu, ibu rumah tangga disarankan untuk memberikan perhatian penuh dalam melakukan pendampingan belajar bahasa Inggris karena dapat meningkatkan motivasi dan semangat belajar siswa di rumah.
Penyimpangan Maksim Kesantunan Berbahasa Mahasiswa pada Dosen dalam Interaksi WhatsApp Group Cut Nabilla Kesha; Siti Jahria Sitompul; Veni Nella Syahputri; Syafrizal Syafrizal; Desi Marlizar; Nurhaslita Sari
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jbs.v11i3.125643

Abstract

Language politeness is the key to good communication, including in communication in student WhatsApp groups. However, violations of the principle of language politeness often occur among students, especially in WhatsApp course groups. This study aims to discuss violations of the principle of language politeness among students in Indonesian language course class groups. This study uses a qualitative method with research data in the form of WhatsApp message media. The results showed that there were four violations of the maxim of wisdom, one violation of the maxim of sympathy, five violations of the maxim of generosity, and one violation of the maxim of humility. These violations occur because students think that WhatsApp groups tend to be informal and pay less attention to language politeness. The results of this study are expected to increase students' awareness of the importance of language politeness in communication, especially in WhatsApp groups.
DISEMINASI BUKU PANDUAN MAGANG KEPADA MAHASISWA DALAM MENUNJANG KEBIJAKAN MBKM KEMDIKBUDRISTEK Al Zuhri; Riezky Purnama Sari; Giovanni Oktavinanda; Siti Jahria Sitompul; Mirza Anggriawin; Agus Pratama
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2: Mei 2022
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v2i2.1550

Abstract

Kebijakan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM) merupakan manifestasi konsep baru di dunia perguruan tinggi yang memberikan keleluasaan kepada mahasiswa untuk belajar selama tiga semester di luar program studinya. Tren belajar seperti ini dianggap lebih fleksibel, otonom, dan relevan di zaman sekarang. Ini dianut dengan maksud membantu mahasiswa agar lebih mantap dalam ancang-ancang memasuki dunia kerja. Namun begitu, kebijakan yang tergolong baru ini memunculkan banyak polemik dalam benak mahasiswa, terutama bersinggungan dengan prasyarat, prosedur, dan benefit mengikutinya. Adapun magang atau praktik kerja merupakan salah satu item dari kebijakan MBKM tersebut yang menjadi bahasan khusus dalam artikel ini. Berakar dari masalah yang telah diuraikan, maka penulis memandang krusial untuk mengadakan pengabdian ini. Tujuan pelaksanaannya adalah membantu mahasiswa khususnya Prodi Ilmu Komunikasi, Univesitas Teuku Umar untuk lebih paham secara totalitas menyangkut berbagai ihwal yang masih mengganjal. Diseminasi dan dialog interaktif menjadi metode utama dalam pelaksanaan pengabdian ini, sehingga diperoleh hasil sebagai berikut: (1). Minat dan keingintahuan mahasiswa terhadap magang tinggi; dan (2). Banyak mahasiswa masih minim pengetahuan tentang prasyarat, prosedur, dan benefit magang, sehingga banyak dari mereka sangsi antara lebih baik memilih magang atau tidak. Merespons temuan ini, maka para pembicara menjelaskan secara detail tentang apa yang dianggap penting dan apa yang ingin diketahui oleh peserta diseminasi dengan mengacu pada buku panduan. Selanjutnya, alternatif tambahan untuk mewanti-wanti jika masih ada hal urgen yang belum tuntas tersampaikan, maka pembicara mengarahkan mahasiswa untuk mencari jawabannya melalui buku panduan yang telah disusun dan diunggah di web Prodi yang dapat diakses siapa saja, kapan saja, dan dimana saja.
Pendekatan Komunikasi Efektif dalam Pencegahan Perilaku Bullying di Lingkungan Sekolah Aripin, Nurasma; Pratama, Agus; Sari, Nurhaslita; Sitompul, Siti Jahria; Marlizar, Desi; Sandela, Ilka
Lok Seva: Journal of Contemporary Community Service Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/lokseva.v3i1.9727

Abstract

Effective communication carried out by parents and teachers can be an approach to prevent bullying behavior that occurs in the school environment. Law No. 35 of 2014 concerning Child Protection Article 76 C which states that everyone is prohibited from placed, allowing, doing, instructing or participating in violence against children expressly affirms that bullying behavior experienced by children is protected by law. This awareness underlies this community service activity with socialization methods and discussions on how effective communication can prevent bullying behavior in the school environment. The service activities carried out have the purpose of providing understanding to students and teachers that good communication between students and parents, parents and the school, teachers and students can increase the sense of security and comfort to everyone who is pursuing education. The sense of security and comfort felt by the students will keep them respectful and respectful of each other. The results of PKM activities are expected to make parents, teachers, schools, school committees, and the general public in the future pay more attention to building communication with children or students and schools will always establish partnerships with other schools, the government and other institutions that focus on child development.
PENGUATAN KAPASITAS PETANI MELENIAL MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN Nurhaslita Sari; Sri Wahyu Handayani; Cut Asmaul Husna; Siti Jahria Sitompul; Ilham Mirza Saputra; Zulfikar
PROFICIO Vol. 5 No. 2 (2024): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v5i2.3623

Abstract

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa minat generasi milenial terhadap pekerjaan di bidang pertanian dilihat dari persepsi, keterlibatan, perhatian, dan motivasi. Persepsi terbagi menjadi persepsi positif dan persepsi negatif, persepsi positif meliputi persepsi positif terhadap profesionalitas petani, persepsi positif terhadap kepuasan kerja petani, dan persepsi positif terhadap pengembangan karier. Persepsi negatif meliputi persepsi negatif terhadap profesionalitas petani, persepsi negatif terhadap pendapatan di bidang pertanian, persepsi negatif terhadap status sosial petani, persepsi positif terhadap jaminan hari tua petani, dan persepsi negatif terhadap lapangan pekerjaan pertanian. Keterlibatan generasi milenial di bidang pertanian meliputi budidaya tanaman di pekarangan rumah, keterlibatan di lahan pertanian, dan keterlibatan sebagai mahasiswa bidang pertanian. Perhatian generasi milenial di bidang pertanian meliputi keinginan dalam mencari informasi pertanian, keinginan untuk mempelajari bidang pertanian, dan keinginan untuk terlibat dalam bidang pertanian. Motivasi generasi milenial di bidang pertanian meliputi keinginan untuk menambah wawasan di bidang pertanian, keinginan untuk wirausaha di bidang pertanian, dan keinginan untuk regenerasi pertanian keluarga. Faktor yang mempengaruhi minat generasi milenial ada dua, yaitu faktor pendorong dan faktor penghambat. Faktor pendorong diantaranya adalah adanya pewarisan lahan pertanian, adanya pengenalan bidang pertanian oleh orang tua, adanya berbagi pengetahuan tentang pertanian oleh orang tua, sumber daya alam yang mendukung, adanya dorongan dari pemerintah, dan dapat membuka lapangan pekerjaan di bidang pertanian. Faktor penghambat diantaranya adalah sempitnya lahan pertanian, pekerjaan di bidang non pertanian, status sosial yang rendah, tidak memiliki ketertarikan di bidang pertanian, tidak menempuh pendidikan formal di bidang pertanian, dan kurangnya pendapatan keluarga di bidang pertanian. Tidak terdapat perbedaan minat generasi milenial terhadap pekerjaan di bidang pertanian pada dua latar belakang yang berbeda.
PENGUATAN PARTISIPASI GENERASI MUDA DALAM BERKONTRIBUSI TERHADAP PEMBAGUNAN DAERAH Mardhatillah, Muntaha; Kesha, Cut Nabilla; Marlizar, Desi; Rismawati; Sitompul, Siti Jahria
PROFICIO Vol. 5 No. 2 (2024): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v5i2.3637

Abstract

Partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah menjadi krusial dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan dan inklusif. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat partisipasi generasi muda dalam berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Melalui serangkaian kegiatan sosialisasi, generasi muda dibekali dengan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi untuk terlibat secara aktif dalam pembangunan lokal. Metode sosialisasi digunakan sebagai pendekatan utama, memungkinkan interaksi langsung antara peserta dan fasilitator, serta memfasilitasi pertukaran gagasan dan pengalaman. Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa generasi muda merespons secara positif terhadap program ini, meningkatkan keterlibatan mereka dalam inisiatif pembangunan, serta menciptakan jaringan kerjasama yang kuat antar mereka. Hasilnya, terlihat adanya partisipasi aktif mereka dalam berdiskusi dan rencana awal untuk ikut berkontribusi terhadap pembangunan daerah, seperti dalam mengikuti kegiatan musrembang di tingkat desa. Kesimpulannya, penguatan partisipasi generasi muda merupakan langkah penting dalam mencapai pembangunan daerah yang berkelanjutan dan inklusif.