Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Pemuda Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, dalam Mendukung Terwujudnya Desa Tangguh Bencana Putra, Paksitya Purnama; Sukarmawati, Yuliana; Hassan, Fahir; Saifurridzal, Saifurridzal
Journal Of Khairun Community Services Vol 4, No 2 (2024): Journal Of Khairun Community Services
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jkc.v4i2.8602

Abstract

Desa Pace, khususnya Dusun Curahwungkal, memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana longsor dan banjir akibat kondisi topografi berbukit serta pemukiman yang berdekatan dengan bantaran sungai. Faktor seperti kemiringan lereng yang curam, minimnya vegetasi, dan tanah gembur memperburuk risiko bencana ini. Untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, pelatihan bagi warga dan pemuda desa sangat penting, termasuk tentang identifikasi potensi bencana dan teknik pengendalian. Universitas Jember berperan dalam program pengabdian masyarakat untuk mengedukasi warga mengenai mitigasi bencana. Hasil diskusi menyoroti perlunya menjaga drainase dan kesiapan masyarakat menghadapi bencana. Kegiatan pendampingan yang dilakukan mencakup pembuatan peta dan jalur evakuasi serta penentuan titik kumpul evakuasi, yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan masyarakat dalam situasi darurat.
Effects of Land Use Change on Land Erosion and Land Critical Level Using GIS in the Mayang Watershed Mohamad Andhika Rafif; Wiwik Yunarni Widiarti; Entin Hidayah; Saifurridzal Saifurridzal; Mokhammad Farid Ma'ruf
Geosfera Indonesia Vol. 9 No. 2 (2024): GEOSFERA INDONESIA
Publisher : Department of Geography Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/geosi.v9i2.39670

Abstract

The increasing population in an area often triggers heightened development, leading to diminished land availability and subsequent land conversion. This transformation, predominantly observed in agricultural and plantation lands, is driven by the need for residential areas. However, continuous land use changes contribute to erosion, a natural process wherein soil is transported, leading to sedimentation and eventual flooding. This study aims to identify critical areas prone to erosion and land degradation. To address this, we used the Universal Soil Loss Equation (USLE) method for erosion prediction, leveraging its simplicity and accuracy. This study focuses on the Mayang watershed in East Java, utilizing a combination of USLE, spectral index modeling, and Geographic Information System (GIS) techniques to estimate soil erosion and land criticality. By integrating methodologies and analyzing data spanning from 2011 to 2021, the study reveals shifts in erosion danger levels and land use patterns. While regions with low erosion remained stable, areas with medium to high erosion declined, yet those with very high erosion exhibited a worrisome increase. Changes in land use, including forest loss and urban expansion, underscore the ecological shifts exacerbating erosion hazards. The study emphasizing the necessity for targeted conservation strategies and comprehensive land management plans to mitigate erosion risks and preserve environmental sustainability.
Potensi Kulit Kopi Robusta (Coffea Canephora) Dan Arabika (Coffea Arabica) Menjadi Teh Cascara Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat di Desa Harjomulyo Saifurridzal, Saifurridzal; Awaliyah, Firdaussul; Gita Melynia Caroline; Lilik Munawaroh; Mega Pusvita Wulandari
PEKAT: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/pekat.v4i2.70

Abstract

Desa Harjomulyo di Jember memiliki potensi perkebunan kopi yang signifikan, namun menghadapi permasalahan limbah kulit kopi yang belum termanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Menanggapi kondisi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Kolaboratif pada Juni-Agustus 2024 ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui inovasi pengolahan limbah kulit kopi menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, yaitu teh cascara. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan secara intensif dengan sasaran utama para ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai buruh harian lepas. Kegiatan ini berhasil diikuti oleh 20 peserta yang mendapatkan bimbingan menyeluruh, mulai dari teknik pemilihan bahan baku, pengeringan, penggilingan, hingga strategi pengemasan produk yang higienis dan menarik. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan yang sangat positif, di mana seluruh peserta mampu menguasai keterampilan baru dan berhasil menciptakan produk teh cascara yang siap dipasarkan. Keberhasilan ini dibuktikan dengan dipamerkannya produk dalam bazar tingkat kabupaten, yang membuka peluang usaha alternatif bagi masyarakat. Secara keseluruhan, program ini tidak hanya memberikan solusi praktis terhadap masalah lingkungan, tetapi juga berhasil meningkatkan keterampilan dan potensi ekonomi kelompok perempuan di Desa Harjomulyo.
Peningkatan Pemahaman Kemaritiman melalui Sosialisasi pada Santri MA Unggulan Al Anwari, Banyuwangi Sakinah, Wazirotus; Saifurridzal, Saifurridzal; Nurdiansari, Nindya; Rizky, Selvarian Wahyu Dwi; Sutrisno, Ilham Eka Saputra; Diah Pahlevi, Anita
AKSILAR: Akselerasi Luaran Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Volume 3 Nomor 1, 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/aksilar.v3i1.6366

Abstract

Kegiatan sosialisasi pentingnya pendidikan lingkungan maritim dilaksanakan di Madrasah Aliyah (MA) Unggulan Al-Anwari, Desa Kertosari, Banyuwangi. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman santri tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir melalui penyediaan materi pembelajaran yang terstruktur. Kegiatan ini merupakan salah satu jalan yang dapat membantu memberikan solusi dari masalah yang ada, dimana program lifeskill kemaritiman yang masih dalam tahap awal pengembangan, belum terintegrasi secara sistematis dalam kurikulum utama, serta keterbatasan sarana penunjang seperti laboratorium IPA sehingga pengalaman belajar santri belum optimal. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu penyusunan dan pemberian materi untuk pembelajaran kelas, diskusi, serta pemberian booklet panduan observasi. Hasil dari kegiatan menunjukkan hasil bahwa santri dapat memahami konsep dasar dari ekosistem laut , dampak dari pencemaran, dan strategi konservsai sederhana yang dapat dilakukan secara berkelanjutan. Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para santri dapat menjadi agen perubahan yang peduli terhadap lingkungan pesisir. Selain itu, kegiatan ini akan memperkuat sifat pendidikan maritim berbasis pesantren.
Pemodelan Reduksi Gelombang Terhadap Hutan Mangrove Menggunakan Software Delft3D pada Pantai Bama Situbondo: Wave Reduction Modeling of Mangrove Forest Using DELFT3D Software on Bama Beach Situbondo Prihartami, Sabrina; Agung Wiyono, Retno Utami; Saifurridzal
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v9i1.53711

Abstract

Bama Beach is a beach located in Baluran National Park, Sumberwaru, Banyuputih, Situbondo. This beach has a mangrove forest ecosystem that servers to protect waves coming from the deep sea to the shallow sea with the concept of Building with Nature (BWN). The propagation of these waves produces high and wave energy. The height and energy of this wave should decrease as the wave approaches shallow sea. This is so that erosion does not occur. Therefore, to model the waves that occur on Bama Beach requires software. One of the software that can be used is Delf3D. The sea waves reviewed are waves with the dominant wind direction at the location, that is from east. This modeling was made 2 schemes. Each scheme has 3 observation points. Assumed the distance between mangroves is 2 meters. The wave height reduction result at observation points A, B and C were 22.48%, 25.76% and 35.12% for the first scheme and 23.37%, 28.54% and 37.18% for the second scheme. The result of wave energy reduction at observation points A, B and C were 45.49%, 54.31% and 68.29% for the first scheme and 46.73%, 57.67% and 70.27% for the second scheme. AbstrakPantai Bama adalah pantai yang berlokasi di Taman Nasional Baluran, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo. Pantai ini memiliki ekosistem hutan mangrove yang berfungsi untuk melindungi gelombang yang datang dari laut dalam menuju laut dangkal dengan kosep Building with Nature (BWN). Perambatan gelombang ini menghasilkan tinggi dan energi gelombang. Tinggi dan energi gelombang ini harus berkurang apabila gelombang mendekati laut dangkal. Hal ini agar tidak terjadi erosi. Oleh sebab itu, untuk memodelkan gelombang yang terjadi pada Pantai Bama diperlukan bantuan perangkat lunak. Salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan adalah Delft3D. Gelombang laut yang ditinjau adalah gelombang dengan arah angin dominan di lokasi penelitian yaitu dari arah timur. Pemodelan ini dibuat 2 skema dengan asumsi jarak antar mangrove adalah 2 meter. Tiap skema terdapat 3 titik observasi. Hasil reduksi tinggi gelombang pada titik observasi A, B dan C berturut-turut sebesar 22,48%, 25,76% dan 35,12% untuk skema pertama dan 23,37%, 28,54% dan 37,18% untuk skema kedua. Hasil reduksi energi gelombang pada titik observasi A, B dan C berturut-turut sebesar 45,49%, 54,31% dan 68,29% untuk skema pertama dan 46,73%, 57,67% dan 70,27% untuk skema kedua.
Edukasi Tentang Pengelolaan Sampah Sebagai Upaya Konservasi Sumber Daya Air di Perumahan Mojopahit Sweet Home, Kabupaten Jember Saifurridzal, Saifurridzal; Haeruddin, Haeruddin; Putra, Paksitya Purnama; Firman, Firman
Journal Of Khairun Community Services Vol 4, No 1 (2024): Journal Of Khairun Community Services
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jkc.v4i1.7948

Abstract

Perumahan Mojopahit Sweet Home Kabupaten Jember memiliki permasalahan pada sumberdaya air dan pengelolaan sampah. Kondisi air tanah di perumahan ini kurang jernih dan mengandung logam berat (warna kecoklatan). Pengelolaan sampah juga masih kurang baik dengan masih banyak ditemukan perilaku warga yang membuang sampah dan membakarnya secara sembarangan. Dengan demikian, perlu dilakukan suatu usaha guna peningkatan pengetahuan dan ketersediaan sarana terkait pengelolaan sampah yang baik sebagai langkah awal konservasi sumberdaya air yang berwawassan lingkungan dan berkelanjutan agar permasalahan di lokasi perumahan dapat teratasi dengan baik. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan tahapan diskusi dan observasi pra-pengabdian, penyuluhan pengelolaan sampah  dan pentingnya konservasi sumberdaya air, serta swadaya pembuatan gerobak sampah oleh masyarakat. Hasil pelaksanaan membuat masyarakat memahami dampak membuang sampah sembarangan dan akibat tidak mengelola sampah secara baik dan benar. Selain itu juga, masyarakat dapat mempraktekan proses pemilahan sampah berdasarkan kriteria jenis sampah dan pemanfaatan sampah. Para sasaran di Perumahan Mojopahit Sweet Home pada pengabdian ini dibuatkan gerobak sampah sebagai sarana pengelolaan sampah agar dapat berjalan secara optimal dan masyarakat perumahan cukup antusias terkait pembuatan ekobrik serta penerapan sistem bank sampah.
Peningkatan Kapasitas Pemuda Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, dalam Mendukung Terwujudnya Desa Tangguh Bencana Putra, Paksitya Purnama; Sukarmawati, Yuliana; Hassan, Fahir; Saifurridzal, Saifurridzal
Journal Of Khairun Community Services Vol 4, No 2 (2024): Journal Of Khairun Community Services
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jkc.v4i2.8602

Abstract

Desa Pace, khususnya Dusun Curahwungkal, memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana longsor dan banjir akibat kondisi topografi berbukit serta pemukiman yang berdekatan dengan bantaran sungai. Faktor seperti kemiringan lereng yang curam, minimnya vegetasi, dan tanah gembur memperburuk risiko bencana ini. Untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, pelatihan bagi warga dan pemuda desa sangat penting, termasuk tentang identifikasi potensi bencana dan teknik pengendalian. Universitas Jember berperan dalam program pengabdian masyarakat untuk mengedukasi warga mengenai mitigasi bencana. Hasil diskusi menyoroti perlunya menjaga drainase dan kesiapan masyarakat menghadapi bencana. Kegiatan pendampingan yang dilakukan mencakup pembuatan peta dan jalur evakuasi serta penentuan titik kumpul evakuasi, yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan masyarakat dalam situasi darurat.
Analisis Potensi Penerapan Sistem Rainwater Harvesting di Daerah Aliran Sungai Bedadung Kabupaten Jember Hidayah, Entin; Putri, Art Palupi Pranoto; Saifurridzal, Saifurridzal
Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2023.30.2.11

Abstract

Abstrak DAS Bedadung merupakan salah satu DAS terbesar di Kabupaten Jember yang didominasi oleh sawah irigasi dan sering mengalami bencana banjir. Salah satu cara untuk mengurangi banjir dengan melakukan peningkatan resapan air menggunakan teknologi rainwater harvesting. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi lokasi yang berpotensi untuk diterapkannya 4 tipe rainwater harvesting di DAS Bedadung. Tahapan penelitian ini dibagi menjadi 4 tahap utama, yaitu: analisis dan reklasifikasi kriteria lokasi rainwater harvesting, uji multikolinearitas untuk menemukan korelasi antar kriteria, analisis pembobotan menggunakan metode AHP, dan pemetaan potensi lokasi rainwater harvesting. Berdasarkan hasil uji multikolinearitas, delapan kriteria dapat digunakan untuk analisis lokasi. Bobot terbesar ada pada kriteria elevasi dan bobot terkecil ada pada tutupan lahan. Lokasi yang berpotensi untuk penerapan guludan kontur, pemanenan air hujan dari atap dan kolam pertanian adalah Kecamatan Kaliwates, sedangkan tipe embung berpotensi di Kecamatan Ambulu. Kata-kata Kunci: AHP, DAS bedadung, mitigasi banjir, GIS, rainwater harvesting
Identifikasi Jenis Fouling Organisme Wilayah Bahari Lestari di Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember Rifki, Ahmad; Prasasti, Arindana Dwi; D, Adelia Septhiana; Syahputra, Ardian; Sakinah, Wazirotus; Saifurridzal, Saifurridzal; Pahlewi, Anita Diah
Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut Vol 2 No 01 (2024): Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut
Publisher : Program Studi Teknik Kelautan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mapel.v2i01.4579

Abstract

this research to identify fouling organism types that can impact the sustainability of the Lestari marine region. In efforts to preserve the environment and support water resource management, the study aims to develop a comprehensive understanding of the dominant fouling organisms in this area and their potential impacts. Through this identification, it is hoped that suitable prevention and mitigation strategies can be developed to maintain the balance of the coastal ecosystem. The method used is sampling in the form of pictures and direct descriptive exploration, while identification of attached biota and mangrove types is carried out using descriptive information. The research results showed that the dominant biota came from bivalves with the type Saccostrea cucullata from the genus Ostreidae. Mangrove species are growing naturally or through replanting efforts in Mayangan Village, Gumukmas District, Jember Regency
Model Hujan-Aliran Terdistribusi Berbasis Analisis Dan Interpretasi Parameter Fisik DAS (Studi Kasus DAS Kali Belik Hulu, Daerah Istimewa Yogyakarta) Saifurridzal, Rachmad Jayadi, Joko Sujono
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limpasan hujan pada studi kasus DAS Kali Belik Hulu D.I. Yogyakarta lebih mengarah kepada proses dan mekanisme limpasan permukaan (surface runoff) apabila dilihat dari kondisi fisik DAS tersebut (urban) yang didominasi oleh kawasan terbangun (perumahan) kedap air (impervious) dan aliran air lebih banyak terjadi di atas permukaan lahan/tanah (overland flow) sebagai komponen penyusun limpasan. Analisis model limpasan permukaan DAS urban (event) menerapkan metode Hidrograf (lumped/black-box) dan ModClark (distributed/grey-box)dengan parameter masukan un-tuk struktur modelnya dari hasil analisis parameter fisik DAS seperti data geometri (luas, panjang, le-bar, keliling) DAS, kemiringan lereng (slope) DAS, luas klasifikasi tata guna lahan dan jenis tanah. Prinsip fisik yang berlaku dalam sistem seperti kontinuitas dan konservasi massa (konsep determinis-tic) ikut diperhitungkan untuk kedua model tersebut. Hidrograf limpasan langsung dari hasil analisis kedua model dengan data RSS dan proses pengerjaan GIS di softwareWMS menunjukkan kesamaan yang cukup ideal dan identik terhadap hasil interpretasi secara langsung terkait pola dan sifat limpa-sannya dari data parameter fisik DAS seperti bentuk radial dari pola aliran (alur sungai) dan bentuk DAS, indeks nilai kerapatan sungai dari alur sungai dan sistemnya (orde), serta aspek kajian daerah resapan DAS. Hasil analisis dan interpretasi tersebut memperlihatkan pola dan sifat limpasan dengan reaksi yang cepat (jarak antara waktu turunnya hujan menjadi limpasan hampir bersamaan) hingga mencapai debit puncak, waktu konsentrasi (waktu yang dibutuhkan untuk air hujan mengalir dari lo-kasi terjauh dalam DAS menuju ke titik outlet) cepat dan singkat dengan bentuk hidrograf runcing/lancip serta waktu berlangsungnya limpasan (time base) cukup pendek (durasi kejadiannya singkat).Limpasan hujan pada studi kasus DAS Kali Belik Hulu D.I. Yogyakarta lebih mengarah kepada proses dan mekanisme limpasan permukaan (surface runoff) apabila dilihat dari kondisi fisik DAS tersebut (urban) yang didominasi oleh kawasan terbangun (perumahan) kedap air (impervious) dan aliran air lebih banyak terjadi di atas permukaan lahan/tanah (overland flow) sebagai komponen penyusun limpasan. Analisis model limpasan permukaan DAS urban (event) menerapkan metode Hidrograf (lumped/black-box) dan ModClark (distributed/grey-box)dengan parameter masukan un-tuk struktur modelnya dari hasil analisis parameter fisik DAS seperti data geometri (luas, panjang, le-bar, keliling) DAS, kemiringan lereng (slope) DAS, luas klasifikasi tata guna lahan dan jenis tanah. Prinsip fisik yang berlaku dalam sistem seperti kontinuitas dan konservasi massa (konsep determinis-tic) ikut diperhitungkan untuk kedua model tersebut. Hidrograf limpasan langsung dari hasil analisis kedua model dengan data RSS dan proses pengerjaan GIS di softwareWMS menunjukkan kesamaan yang cukup ideal dan identik terhadap hasil interpretasi secara langsung terkait pola dan sifat limpa-sannya dari data parameter fisik DAS seperti bentuk radial dari pola aliran (alur sungai) dan bentuk DAS, indeks nilai kerapatan sungai dari alur sungai dan sistemnya (orde), serta aspek kajian daerah resapan DAS. Hasil analisis dan interpretasi tersebut memperlihatkan pola dan sifat limpasan dengan reaksi yang cepat (jarak antara waktu turunnya hujan menjadi limpasan hampir bersamaan) hingga mencapai debit puncak, waktu konsentrasi (waktu yang dibutuhkan untuk air hujan mengalir dari lo-kasi terjauh dalam DAS menuju ke titik outlet) cepat dan singkat dengan bentuk hidrograf runcing/lancip serta waktu berlangsungnya limpasan (time base) cukup pendek (durasi kejadiannya singkat).Limpasan hujan pada studi kasus DAS Kali Belik Hulu D.I. Yogyakarta lebih mengarah kepada proses dan mekanisme limpasan permukaan (surface runoff) apabila dilihat dari kondisi fisik DAS tersebut (urban) yang didominasi oleh kawasan terbangun (perumahan) kedap air (impervious) dan aliran air lebih banyak terjadi di atas permukaan lahan/tanah (overland flow) sebagai komponen penyusun limpasan. Analisis model limpasan permukaan DAS urban (event) menerapkan metode Hidrograf (lumped/black-box) dan ModClark (distributed/grey-box)dengan parameter masukan un-tuk struktur modelnya dari hasil analisis parameter fisik DAS seperti data geometri (luas, panjang, le-bar, keliling) DAS, kemiringan lereng (slope) DAS, luas klasifikasi tata guna lahan dan jenis tanah. Prinsip fisik yang berlaku dalam sistem seperti kontinuitas dan konservasi massa (konsep determinis-tic) ikut diperhitungkan untuk kedua model tersebut. Hidrograf limpasan langsung dari hasil analisis kedua model dengan data RSS dan proses pengerjaan GIS di softwareWMS menunjukkan kesamaan yang cukup ideal dan identik terhadap hasil interpretasi secara langsung terkait pola dan sifat limpa-sannya dari data parameter fisik DAS seperti bentuk radial dari pola aliran (alur sungai) dan bentuk DAS, indeks nilai kerapatan sungai dari alur sungai dan sistemnya (orde), serta aspek kajian daerah resapan DAS. Hasil analisis dan interpretasi tersebut memperlihatkan pola dan sifat limpasan dengan reaksi yang cepat (jarak antara waktu turunnya hujan menjadi limpasan hampir bersamaan) hingga mencapai debit puncak, waktu konsentrasi (waktu yang dibutuhkan untuk air hujan mengalir dari lo-kasi terjauh dalam DAS menuju ke titik outlet) cepat dan singkat dengan bentuk hidrograf runcing/lancip serta waktu berlangsungnya limpasan (time base) cukup pendek (durasi kejadiannya singkat).