Afrizal Nur Afrizal Nur
Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Ushuluddin

MENGUAK DIMENSI SUFISTIK DALAM INTERPRETASI AL-QUR’AN Afrizal Nur, Afrizal Nur
Jurnal Ushuluddin Vol 16, No 2 (2013): Juli - Desember 2013
Publisher : Jurnal Ushuluddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada awalnya Islam tidak mengenal ilmu dan gerakan mistik atau batin, Nabi Muhammad membawa al-Qur’an yang mengajarkan bahwa Allah itu pembuat undang-undang dan memerintahkan manusia untuk melaksanakan aturan perundangg-undangan tersebut. Seiring dengan meluasnya Ekpansi Islam dan pemeluknya semakin lama semakin banyak sehingga terjadi pengaruh-pengaruh luar salah satunya adalah mistik. Dinamika aliran mistik (tasawuf) selalu mengalami pasang surut dalam tradisi pengkajian al-Qur’an seiring perkembangan dan kemajuan zaman pada saat sekarang ini, namun keberadaannya tetap menjadi kewaspadaan kita bersama karena aliran ini selalu berusaha mencari tempat berpijaknya yaitu teks ayat-ayat al-Qur’an yang dijadikan sebagai landasan utama dari ajarannya. Pengikut aliran ini seringkali menjadikan al-Qur’an sebagai al-Makhtutat atau dasar pijakan yang akan mereka tempuh. Mereka berpikir bahwa disamping dalil berupa teks lahir ayat terkandung substansi makna yang lebih dalam lagi yaitu makna batin yang tersembunyi disebalik teks tersebut. Tulisan yang sederhana ini mengajak kita kembali menumpukan perhatian kita untuk tetap serius mewaspadai keberadaan interpretasi al-Qur’an dengan pola sufistik yang menyimpang
INFILTRATION of SHIA: SEGMENTATION of AL-DAKHIIL in INTREPRETATION of AL-MISHBAH Nur, Afrizal
Jurnal Ushuluddin Vol 23, No 1 (2015): Januari - Juni
Publisher : Jurnal Ushuluddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

M.Quraish Shihab is the Indonesian contemporary Muffassir, since he is capable and too bold to convey the message of the Qur’an that’s contextualized with the current situation which makes him popular, but at the same time his popularity started dropping as his pro-Shia views and interpretation, this has caused controversy among public. Shia infiltration is a segmentation of al-Dakhiil in the interpretation of the Koran, which is about the following issues: the cult of the Prophet Muhammad’s daughter (Fatima ra), Ali bin Abi Talib ra is First People who substitute the Prophet, believer in verse 105 of al-Tawbah letter are special people and Ahlul Bait. Among criticisms, there were always directed to the professor in Qur’an Tafseer at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta is a rational interpretation in some cases above, because it is so memorable to his figures of contemporary Shi’ism. Hopefully, this article is as an effort to repair and may contribute to restore al-tafseer book of Mishbah commentary be dignified and highvalue tafseer equivalent to the works of previous commentary of Indonesian Mufassir
Menguak Dimensi Sufistik dalam Interpretasi Al-Qur'an Afrizal Nur
Jurnal Ushuluddin Vol 20, No 2 (2013): July - December
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jush.v20i2.926

Abstract

Pada awalnya Islam tidak mengenal ilmu dan gerakan mistik atau batin, Nabi Muhammad membawa al-Qur'an yang mengajarkan bahwa Allah itu pembuat undang-undang dan memerintahkan manusia untuk melaksanakan aturan perundangg-undangan tersebut. Seiring dengan meluasnya Ekpansi Islam dan pemeluknya semakin lama semakin banyak sehingga terjadi pengaruh-pengaruh luar salah satunya adalah mistik. Dinamika a/iran mistik (tasawuf) selalu mengalami pasang surut dalam tradisi pengkajian ai­ Qur'an seiring perkembangan dan kemajuan zaman pada saat sekarang ini, namun keberadaannya tetap menjadi kewaspadaan kita bersama karena a/iran ini selalu berusaha mencari tempat berpijaknya yaitu teks ayat-ayat al-Our'an yang dijadikan sebagai landasan utama dari ajarannya. Pengikut a/iran ini seringkali menjadikan al-Our'an sebagai ai-Makhtutat atau dasar pijakan yang akan mereka tempuh. Mereka berpikir bahwa disamping dalil berupa teks lahir ayat terkandung substansi makna yang lebih dalam lagi yaitu makna batin yang tersembunyi disebalik teks tersebut Tulisan yang sederhana ini mengajak kita kembali menumpukan perhatian kita untuk tetap serius mewaspadai kebetadaan interpretasi al­ Qur 'an dengan pola sufistik yang menyimpang