Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Penafsiran Surat Al Qadar Dengan Corak Al Adabiy Wal Ijtma'iy Muhammad Aulia; Kadar M. Yusuf; Afrizal Nur
Journal of Islamic Law El Madani Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Yayasan Marwah Madani Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55438/jile.v2i2.94

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui; 1) Untuk mengetahui Penafsiran Surat Al Qadar dengan Corak Al Adabiy Wal Ijtima’iy; 2) Untuk mengetahui relevansi Penafsiran Surat Al Qadar dengan Corak Al Adabiy Wal Ijtima’iy pada masa kini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang didesain dalam bentuk penelitian kepustakaan atau Library research. Objek penelitian ini adalah Al-Qur’an. Sejalan dengan itu, maka metode penelitian yang digunakan adalah metode tafsir Maudu'i . Sumber primer adalah Al-qur’an dan sumber-skundernya adalah tulisan yang berhubungan dengan penelitian penulis. Sedangkan teknik analis datanya yang digunakan adalah, Pertama, memilih istilah-istilah kunci (key terms) dari vocabulary Al-Qur’an dalam menjelaskan tentang potensi manusia. Kedua, menentukan makna pokok (basic meaning) dan makna nasabi (relational meaning), Ketiga, menyimpulkan dan menyatukan konsep-konsep itu ke dalam satu konsep umum. Adapun hasil penelitian ini yaitu; 1) Penafsiran Surat Al Qadar dengan Corak Al Adabiy Wal Ijtima’iy adalah Pertama, penetapan. Malam al-Qadr adalah malam penetapan Allah atas perjalanan hidup makhluk selama setahun. Kedua, pengaturan. Yakni pada malam turunnya al-Qur’an, Allah Swt mengatur khittah atau strategi bagi Nabi-Nya Muhammad Saw guna mengajak manusia kepada kebijakan. Ketiga, kemuliaan. Bahwa sesungguhnya Allah telah menurunkan al-Qur’an pada malam yang mulia. Malam tersebut menjadi mulia, karena kemuliaan al-Qur’an. Sebagaimana Nabi Muhammad Saw mendapat kemulian dengan wahyu yang beliau terima. Keempat, sempit. Yakni pada malam turunnya al-Qur’an malaikat begitu banyak yang turun sehingga bumi menjadi penuh sesak bagaikan sempit. 2) Adapun relevansi Penafsiran Surat Al Qadar dengan Corak Al Adabiy Wal Ijtima’iy yaitu dalam bentuk ibadah dan memperbanyak amalan kebaikan seperti, Iktikaf, Perbanyak membaca al-Quran, Menunaikan Shalat malam, Bersedekah, Berdoa, Perbanyak Taubat.
Implementasi Nagham dalam Seni Tilawah Al-Qur’an di Pesantren Al-Muhsinin Kec. Rimba Melintang Fatimah, Fatimah; Nur, Afrizal
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v4i1.5168

Abstract

Latar belakang penelitian ini muncul dari kebutuhan untuk mengembangkan metode efektif dalam pembelajaran seni tilawah Al-Qur'an, terutama penggunaan nagham sebagai teknik memperindah bacaan. Di Pesantren Al-Muhsinin, kegiatan seni tilawah menjadi salah satu program unggulan yang tidak hanya ditujukan untuk kompetisi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ), tetapi juga sebagai sarana mendekatkan santri dengan Al-Qur'an secara spiritual dan emosional. Namun, sebagian santri masih mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan nagham, terutama pemula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran nagham serta bagaimana implementasinya dalam praktik tilawah Al-Qur'an di pondok pesantren tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui teknik pengumpulan data observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode halaqah sangat efektif dalam mengajarkan seni tilawah. Metode ini memperkuat hubungan antara guru dan santri, mempermudah penyampaian materi, dan menciptakan lingkungan belajar yang harmonis. Implementasi nagham terbukti meningkatkan kualitas bacaan, kepercayaan diri, serta semangat santri dalam berlatih. Selain itu, pembelajaran nagham juga memberikan dampak sosial positif, di mana santri yang mahir menjadi teladan di masyarakat dan berperan sebagai pengajar tilawah di lingkungannya. Keseluruhan proses ini menunjukkan bahwa pembelajaran seni tilawah berbasis nagham dapat dijadikan model pembinaan keagamaan yang efektif.
Islam dan Kepemimpinan Perempuan: Prototipe Leadership Ratu Balqis Perspektif Tafsir Al-Azhar Setiawati, Poppy; Nur, Afrizal; Khairiah, Khairiah; Amin, Saidul
Al-Qudwah Vol 2, No 2 (2024): December
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/alqudwah.v2i2.27172

Abstract

Women's leadership remains a subject of debate within the Islamic world, leading to various movements advocating for women's rights to be equal to men's. On the other hand, the perception that women prioritize emotions over logic has contributed to the notion that women are unsuitable for leadership roles. However, in reality, many women have proven themselves capable of leading institutions, organizations, and even nations. The Qur'an narrates a story of female leadership through the figure of Queen Balqis, who ruled the kingdom of Saba'. The purpose of this article is to explore the leadership prototype of Queen Balqis as depicted in Buya Hamka's Tafsir Al-Azhar. This research is a library-based study, with the primary data source being the Tafsir Al-Azhar, as well as secondary sources, including books and articles relevant to the research. The results of this study reveal that, from Hamka's perspective, Queen Balqis' leadership prototype embodies several key characteristics that are both relevant and valuable in the context of modern leadership. Analysis of Hamka's works, particularly Tafsir Al-Azhar, reveals that Queen Balqis possessed the following leadership qualities: first, wisdom and democracy. Hamka highlights how Queen Balqis demonstrated intelligence and wisdom in leading her people. Her decision to test the wisdom of Prophet Solomon by sending gifts reflects her ability to think democratically. Second, a diplomatic and peace-loving leader, Hamka, emphasizes that diplomacy is evident when a leader skillfully influences their followers to accept desired agreements and negotiations. Third, an intelligent and meticulous leader: Queen Balqis is portrayed as a smart, quick-thinking, cautious, and meticulous leader in making decisions. These three qualities in Queen Balqis make her a worthy role model for female leaders today.Abstrak: Kepemimpinan wanita masih menjadi suatu perdebatan dalam dunia Islam, akibatnya banyak timbul gerakan-gerakan yang menjunjung hak-hak wanita agar bisa disetarakan dengan laki-laki. Di sisi lain karakter wanita yang mengedepankan rasa dari pada logika membuat wanita seakan tidak layak menjadi pemimpin. Padahal kenyataannya banyak perempuan mampu menjadi pemimpin di suatu lembaga, organisasi bahkan negara. Di dalam Al-Qur’an terdapat kisah tentang kepemimpinan wanita yaitu kepemimpinan Ratu Balqis yang memimpin sebuah negeri bernama Saba’. Tujuan artikel ini untuk mengetahui prototipe leadership Ratu Balqis dalam Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pustaka, data primer dalam penelitian ini adalah kitab Tafsir Al-Azhar, sedangkan data sekunder adalah buku-buku dan artikel yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prototipe kepemimpinan Ratu Balqis dalam perspektif Hamka mencerminkan beberapa karakteristik utama yang relevan dan berharga dalam konteks kepemimpinan modern. Analisis terhadap karya-karya Hamka, terutama tafsir Al-Azhar, mengungkapkan bahwa Ratu Balqis memiliki sifat-sifat kepemimpinan berikut: pertama, kebijaksanaan dan demokratis: Hamka menyoroti bagaimana Ratu Balqis menunjukkan kecerdasan dan kebijaksanaan dalam memimpin rakyatnya. Keputusan Balqis untuk menguji kebijaksanaan Nabi Sulaiman dengan mengirimkan hadiah menunjukkan kemampuannya untuk berpikir demokratis. Kedua, pemimpin yang diplomatis dan cinta damai, diplomasi seorang pemimpin dapat dilihat ketika ia pandai mempengaruhi orang-orang yang dipimpin supaya bisa menerima suatu kesepakatan dan perundingan yang diinginkan. Ketiga, pemimpin yang cerdas dan teliti, Ratu Balqis adalah pemimpin yang cerdas, berpikir cepat, bersikap hati-hati dan teliti dalam memutuskan suatu perkara. Tiga kriteria tersebut ada dalam diri Ratu Balqis yang layak dijadikan role model oleh para pemimpin perempuan saat ini.
Pembinaan Spiritual Terhadap Imigran dalam Konteks Moderasi Agama Terhadap Imigran di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kota Pekanbaru Nur, Afrizal; Hermanto, Edi; Syafiuddin, Fauzan Azima
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 5 No. 2 Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v5i2.5384

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat bertema pembinaan spiritual terhadap imigran dalam konteks moderasi agama terhadap imigran di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) kota Pekanbaru. pelaksanaan program pengabdian berbasis metode Participatory Action Research (PAR) dalam berbagai konteks, seperti pemberdayaan masyarakat, pelatihan pendidik, dan penguatan tradisi keagamaan. Fokus utama adalah memberikan solusi aplikatif dalam konteks moderasi beragama, pembinaan spiritual menjadi salah satu upaya penting untuk menjaga keseimbangan pemahaman keagamaan yang inklusif dan toleran. Pengabdian ini dilaksanakan selama 2 hari, kegiatan ini diikuti oleh 27 peserta dari berbagai elemen. Pembinaan spiritual terhadap imigran di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kota Pekanbaru dalam konteks moderasi agama memiliki dampak yang signifikan bagi para peserta. Melalui kegiatan pembinaan ini, para imigran tidak hanya memperoleh pemahaman yang lebih dalam mengenai moderasi agama, tetapi juga belajar untuk mengelola perbedaan agama dan budaya secara konstruktif. Moderasi agama yang mengedepankan toleransi, keseimbangan, dan penghormatan terhadap keberagaman, terbukti mampu menciptakan suasana yang lebih harmonis di antara para penghuni Rudenim. Selain itu, pembinaan ini juga memberikan dukungan psikologis dan spiritual yang sangat dibutuhkan oleh para imigran, yang sering kali menghadapi tekanan emosional akibat ketidakpastian nasib mereka.
EKOLOGI ISLAM DAN PERUBAHAN IKLIM: TINJAUAN KRITIS TERHADAP PRAKTIK PERKEBUNAN SAWIT DI RIAU Adi Sunarya; M. Ridwan Hasbi; Afrizal Nur
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 5 (2024): OKTOBER-NOVEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The oil palm plantation has been a major concern in discussions on climate change in Riau. The rapid development of the palm oil industry has had serious impacts on the environment, including climate change. Therefore, this study aims to analyze the impact of oil palm plantations on climate change in Riau, as well as to examine the perspective of the Qur’an on climate change. The research aims to explore the environmental impacts of oil palm land expansion, analyze the contribution of oil palm plantations to climate change in Riau, and examine the relevant Qur’anic verses on climate change in this context. This study uses a secondary data analysis approach from scientific literature, field observation data, and a study of Qur’anic verses related to climate change. The results show that the expansion of oil palm plantations has significantly contributed to climate change in Riau. Its impacts include deforestation, increased greenhouse gas emissions, and overall environmental degradation. In addition, the analysis of Qur’anic verses also provides interesting insights into the relationship between humans and nature.
Nature Contemplation Toward the Essentialization of Sustainable Green Training (A Study of kitab al-Lama'at by Sa'id Nursi) Muhammad Raffin Althafullayya; Abdul Samee Jessar; Saifullah; Chandra, Agus Firdaus; Nur, Afrizal
Journal of Islamic Management Vol. 6 No. 2 (2026): July
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jim.v6i2.2694

Abstract

the global ecological crisis has exposed the limitations of the conventional Green Training which often relies on mechanistic and compliance based approach the global that fail to foster long-term intrinsic motivation. this study aims to formulate a spiritually essentialized green training model by integrating Badiusman Said Nursi ecotheology from Kitab al-Lamaat. using a qualitative library research explores the transformative potential of tafakkur alam (nature contemplation). Findings reveal that essentializing training through be concepts of tajalli (divine manifestation) and ubudiyyah iqlimiyyah (ecological servitude) shifts employee motivation drom external pressure to theocentric commitment. the study concludes thats viewing nature as a mirror of divine names provides a stronger ontological foundation than secular models. implications suggest that HRD praactitioners should incorporate reflective-spiritual practices, such as contemplation journals, into corporate curricula. this paradigm shift not only promotes sustainable pro-enviromental behavior beyond the workplace but also addresses the root cause of moral dissengagement in enviromental management.
Manajemen Waktu dalam QS Al-'Asr dan Relevansinya dengan Slow Living Suhada, Aminsyah; alwizar, Alwizar; Nur, Afrizal; adynata, Adynata; agustiar, Agustiar
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/dfd73n93

Abstract

Penelitian ini mengkaji kandungan QS Al-'Asr sebagai landasan teologis manajemen waktu dan menganalisis relevansinya dengan gerakan slow living yang berkembang di era kontemporer. Persoalan utama yang melatari kajian ini ialah kecenderungan masyarakat modern yang terjebak dalam pola hidup serba cepat (fast living) sehingga kehilangan keseimbangan antara produktivitas, spiritualitas, dan kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tafsir tematik (maudhu'i) dan analisis hermeneutika kontemporer. Sumber data primer meliputi kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur slow living dan kajian manajemen waktu berbasis nilai Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS Al-'Asr tidak semata-mata membicarakan kerugian manusia dalam dimensi waktu, melainkan menawarkan empat pilar penyelamatan yang secara substansial selaras dengan filosofi slow living, yakni: (1) kesadaran penuh terhadap nilai waktu (mindful time awareness), (2) orientasi amal yang berkualitas, bukan kuantitas, (3) penguatan nilai spiritual melalui iman, dan (4) saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran sebagai bentuk social well-being. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Al-'Asr mengandung pesan manajemen waktu yang holistik dan melampaui sekadar efisiensi produktif, serta secara epistemologis memperkuat fondasi slow living dengan dimensi transendental yang tidak ditemukan dalam pendekatan sekuler.
Rekonsilisasi Praktik Sholat: Muhammadiyah dan Nahdhotul Ulama dalam Dinamika Nusantara Khoirul Rozi; Ridwan Hasbi; Afrizal Nur; Annur Wahid
Jurnal An-Nur Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal An-Nur Juni 2024
Publisher : UIN SUSKA RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umat Islam di nusantara terkenal dengan kemajmukannya dalam banyak aspek, persoalan agama bukan persoalan biasa tapi berkaitan dengan sebuah praktik yang dapat memicu disharmonis. Tulisan ini  merupakan sebuah studi pustaka yang berdasarkan pada observasi dan literatur rivew. Demi terwujudnya kerukunan dalam praktik ibadah tanpa sikut menyikut suatu kelompok terhadap kelompok lainya . rekonsilisasi antara dua muhammadiyah dan nahdhotul ulama (NU) merupakan dorongan dari cinta terhadap sesama berlandaskan ungkapan alquran bahwa korelasi sesama mukmin adalah ukhuwwah.