Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pemberian Makanan Tambahan Pada Balita Berisiko Stunting Di Desa Rerang Kecamatan Dampelas Jamaluddin; Jaya I. Madina; Nur Saida; Ega Ayu Andari; Nurul Mujahida; Nur Fahmi; Rosmala Nur; Pitriani
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.043 KB) | DOI: 10.56303/jppmi.v1i2.51

Abstract

Stunting merupakan kegagalan tumbuh kembang anak yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi, infeksi berulang dan stimulasi psikososial yang tidak mencukupi yang ditandai dengan tinggi badan berada dibawah standar deviasi pada kurva tinggi menurut usia. salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting yaitu asupan nutrisi. Anak dengan pemberian nutrisi yang kurang secara terus menerus dapat memicu kekurangan gizi kronis yang berakibat balita menjadi pendek. kegiatan ini bertujuan untuk ikut berkontribusi dalam percepatan penurunan angka kejadian stunting serta membantu meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terutama ibu rumah tangga mengenai pentingnya komponen asupan nutrisi dalam pertumbuhan anak. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu metode observasi, studi dokumen dan metode dokumentasi. Hasil dari data yang didapatkan menunjukkan adanya perbedaan berat badan dan tinggi badan yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian makanan tambahan pada balita yang berisiko terkena stunting. Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai asupan gizi mengakibatkan kurangnya asupan nutrinya yang didapatkan oleh balita. Pemberian makanan tambahan menjadi salah satu cara dalam pencegahan stunting yang cukup efisien agar dapat menurunkan angka stunting di Indonesia khususnya di Desa Rerang Kecamatan Dampelas
Implementation of the Multi-Objective Optimization Method based on Ratio Analysis (MOORA) in the Decision Support System for Determining the Beneficiary of BPJS Health Contribution Assistance (Case Study: Loru Village, Sigi Regency) Hajra Rasmita Ngemba; Rudy Reynold Richardo; Rosmala Nur; Muhammad Rusydi; Christian Lopo; Mayin Nu; Annisa Putri Febrina
Tadulako Science and Technology Journal Vol. 2 No. 1 (2021): TADULAKO SCIENCE AND TECHNOLOGY JOURNAL
Publisher : LPPM Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/sciencetech.v2i1.15577

Abstract

Introduction: This study aims to build an application that can carry out the selection process for prospective recipients of contribution assistance so that it is easier and becomes an alternative choice for the Village Government in determining eligible residents for BPJS Health contribution assistance in Loru Village, Sigi Regency. Methods: This decision support system application is web-based using the Hypertext Prepocessor (PHP) programming language with the Multi Objective Optimization method On The Basis Of The Ratio Analysis (MOORA), using sublime text 3 software and also MySQL as the database. In this study, 444 households were used as data for heads of households. With the system, orders will be carried out objectively and in detail. To determine which residents are truly entitled to receive assistance, this is done by compiling citizen data by considering the value of the MOORA method formula for each of the specified criteria. Result: The results that have been carried out by this author are a solution to determine the recipients of BPJS Health contribution assistance in Loru Village, Sigi Regency, so that the selection process can be more effective in terms of time and operation. Conclutions: Based on manual calculations as a comparison with the calculation of the system built, the same results were obtained. This shows that the system built can process the selection of potential recipients of contribution assistance. The result of the system process using the MOORA method is the ranking of PBI candidates with the highest rank to the lowest rank.
Comparison of Machine Learning Algorithms for Predicting Stunting Prevalence in Indonesia Pratama, Moh. Asry Eka; Hendra, Syaiful; Ngemba, Hajra Rasmita; Nur, Rosmala; Azhar, Ryfial; Laila, Rahmah
Jurnal Sisfokom (Sistem Informasi dan Komputer) Vol 13, No 2 (2024): JULY
Publisher : ISB Atma Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32736/sisfokom.v13i2.2097

Abstract

Stunting is a serious public health problem, especially among under-fives, which can cause serious short- and long-term impacts. Efforts to tackle stunting in Indonesia involve national strategies and development priorities. Therefore, this study aims to compare the performance of machine learning regression algorithms in predicting stunting prevalence in Indonesia. The data collected is secondary data. The data collection was done carefully, taking explicit details regarding the source, scope, extent, and analysis of the dataset, and using a careful sampling methodology. The model evaluation results show that the Random Forest Regression algorithm has the best performance, with a success rate of 90.537%. The application of this model to the new dataset shows that East Nusa Tenggara province has the highest percentage of stunting at 31.85%, while Bali has the lowest percentage at 12.07%. Visualization of the dashboard using Tableau provides a clear picture of the distribution of stunting in Indonesia. In conclusion, this research contributes to the development of science, especially in the field of machine learning and public health, and provides policy recommendations for tackling stunting in Indonesia.
Pemberian Makanan Tambahan Pada Balita Berisiko Stunting Di Desa Rerang Kecamatan Dampelas Jamaluddin; Madina, Jaya I.; Saida, Nur; Andari, Ega Ayu; Mujahida, Nurul; Fahmi, Nur; Nur, Rosmala; Pitriani
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v1i2.51

Abstract

Stunting merupakan kegagalan tumbuh kembang anak yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi, infeksi berulang dan stimulasi psikososial yang tidak mencukupi yang ditandai dengan tinggi badan berada dibawah standar deviasi pada kurva tinggi menurut usia. salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting yaitu asupan nutrisi. Anak dengan pemberian nutrisi yang kurang secara terus menerus dapat memicu kekurangan gizi kronis yang berakibat balita menjadi pendek. kegiatan ini bertujuan untuk ikut berkontribusi dalam percepatan penurunan angka kejadian stunting serta membantu meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terutama ibu rumah tangga mengenai pentingnya komponen asupan nutrisi dalam pertumbuhan anak. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu metode observasi, studi dokumen dan metode dokumentasi. Hasil dari data yang didapatkan menunjukkan adanya perbedaan berat badan dan tinggi badan yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian makanan tambahan pada balita yang berisiko terkena stunting. Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai asupan gizi mengakibatkan kurangnya asupan nutrinya yang didapatkan oleh balita. Pemberian makanan tambahan menjadi salah satu cara dalam pencegahan stunting yang cukup efisien agar dapat menurunkan angka stunting di Indonesia khususnya di Desa Rerang Kecamatan Dampelas
Comparison of Machine Learning Algorithms for Predicting Stunting Prevalence in Indonesia Pratama, Moh. Asry Eka; Hendra, Syaiful; Ngemba, Hajra Rasmita; Nur, Rosmala; Azhar, Ryfial; Laila, Rahmah
Jurnal Sisfokom (Sistem Informasi dan Komputer) Vol. 13 No. 2 (2024): JULY
Publisher : ISB Atma Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32736/sisfokom.v13i2.2097

Abstract

Stunting is a serious public health problem, especially among under-fives, which can cause serious short- and long-term impacts. Efforts to tackle stunting in Indonesia involve national strategies and development priorities. Therefore, this study aims to compare the performance of machine learning regression algorithms in predicting stunting prevalence in Indonesia. The data collected is secondary data. The data collection was done carefully, taking explicit details regarding the source, scope, extent, and analysis of the dataset, and using a careful sampling methodology. The model evaluation results show that the Random Forest Regression algorithm has the best performance, with a success rate of 90.537%. The application of this model to the new dataset shows that East Nusa Tenggara province has the highest percentage of stunting at 31.85%, while Bali has the lowest percentage at 12.07%. Visualization of the dashboard using Tableau provides a clear picture of the distribution of stunting in Indonesia. In conclusion, this research contributes to the development of science, especially in the field of machine learning and public health, and provides policy recommendations for tackling stunting in Indonesia.
ANALISIS FORECASTING KASUS DIARE PADA WILAYAH RAWAN BANJIR DI KABUPATEN DONGGALA Larasati, Rahma Dwi; Nur, Rosmala; Marselina, Marselina; Syam, Sadly
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 2 (2025): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i2.27735

Abstract

Peristiwa banjir merupakan bencana alam yang paling sering terjadi dan merusak lingkungan. Intensitas dan frekuensi banjir meningkat dikarenakan perubahan iklim dan curah hujan serta naiknya permukaan laut. Banjir dapat menyebabkan masalah kesehatan, salah satu penyakit yang ditimbulkan pasca kejadian banjir yaitu Diare. Peramalan dengan model statistik bertujuan untuk memprediksi pola musiman di wilayah yang belum pernah dilakukan studi peramalan sebelumnya. Kebaruan penelitian ini karena meneliti tentang peramalan kasus diare pada wilayah rawan banjir. Tujuan penelitian yaitu untuk meramalkan atau memprediksi kasus diare pada tahun 2024 s/d 2025 di Wilayah Rawan Banjir di Kabupaten Donggala. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan teknik peramalan time series menggunakan model ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average). Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh data jumlah kasus diare di Wilayah Rawan Banjir Kabupaten Donggala dalam kurun waktu antara 2022-2023. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah rawan banjir yaitu di UPTD (Unit Pelayanan Terpadu) Puskesmas Punggava Tompe Kabupaten Donggala. Penelitian akan dilaksanakan dari pada bulan April s/d bulan Mei 2024. Hasil penelitian menunjukkan model ARIMA terbaik yaitu (3,1,1) dengan nilai AIC sebesar 349.94 dan kasus diare yang mengalami flusktuasi setiap bulannya.  Kesimpulan yaitu hasil peramalan kasus diare di desa Tompe tahun 2024 mendatang berada dikisaran angka kurang dari 100 dan akan mengalami fluktuasi.
Voluntary Counseling and Testing (VCT) Application for HIVDS Counselors hendra, syaiful; Ngemba, Hajra Rasmita; Dodu , Albertch Yordanus Erwin; Nur, Rosmala; P. Dominggo, Nenita; Rantung, Vivi; Lintine, Gabriella Bamba Ratih; Tanaem, Penidas Fiodinggo; Putra Ramadhan, Adjie
Tadulako Science and Technology Journal Vol. 1 No. 1 (2020): TADULAKO SCIENCE AND TECHNOLOGY JOURNAL
Publisher : LPPM Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/sciencetech.v1i1.15179

Abstract

program (unreached population) such as clients who visit independent practice health services, clients who seek treatment themselves with alternative medicine or buy drugs at pharmacies that are not in accordance. This study aims to design a model that can help the government in HIV case through counsellors aiming to reduce the spread of the infectious diseases. Methods: The type of research conducted is applied research. This research designed and built a model to help counsellors and clients during the treatment period. The study was conducted in Palu City with a number of samples scattered in 8 Voluntary Counselling and Testing (VCT) clinics . Results: The model developed resulted in an Electronic HIV Control and Counselling Care (E-HC3) application that can help counsellors dealing with large numbers of clients and are private. Applications built have three levels, in which the first level is as a super admin (government), the second level is an admin (counsellor) and level three is the client . Conclusion This app is very helpful for counseling HIV-AIDS counselors and clients based on application testing. It is known that the E-VCT application counselor's assessment of the total percentage value of the five variables tested was 80.10% with a very good acceptance rate from the user of the E-VCT Application.
Risk Factors of Cervical Cancer Among Women of Reproductive Age at Undata General Hospital Province Central Sulawesi Prawati, Elis; Nur, Rosmala; Devi, Ratna; Rahman, Abd; Fauzan, Fauzan
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 5 No 2 (2025): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v5i2.490

Abstract

Introduction: Based on medical record data from Undata Regional General Hospital (RSUD Undata) Palu, 120 cervical cancer (Ca cervix) cases received examination and medical treatment in 2023. This high number indicates that cervical cancer remains a major public health problem in Central Sulawesi. Objective: To analyze the risk factors associated with cervical cancer among women of reproductive age at RSUD Undata, Central Sulawesi Province, in 2024. Method: This quantitative study applied a cross-sectional design and was conducted at RSUD Undata Palu. The sample comprised 69 respondents selected through proportionate stratified random sampling. Data were analyzed using univariate (frequency distribution) and multivariate (multiple linear regression) analyses. Results and Discussion: The analysis revealed that number of marriages (p=0.009), age at first pregnancy (p=0.035), number of children (p=0.000), smoking history (p=0.016), and clinical symptoms (p=0.018) significantly influenced cervical cancer risk. Conversely, age (p=0.727), body weight (p=0.850), ethnicity (p=0.103), menarche (p=0.786), and occupational history (p=0.596) showed no significant association. A greater number of children increased risk due to repeated cervical trauma and hormonal changes during pregnancy that facilitate persistent viral infection. Conclusion: The number of children, clinical symptoms, marital frequency, and smoking history had dominant effects on cervical cancer risk, while age and body weight had no direct influence. The regression model explained 43% of the variation in cervical cancer risk.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT UMUM ANUTAPURA PALU Nur, Rosmala; Arifuddin, Adhar; Novilia, Redita
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2016)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v7i1.74

Abstract

Berat badan lahir rendah sangat menentukan kesehatan di masa dewasa bayi yang dilahirkan dengan Berat badan kurang dari 2500 gram berkorelasi erat dengan penyakit degeneratif di usia dewasa. Provinsi sulawesi tengah menjadi provinsi yang paling tinggi kejadian BBLR pada tahun 2013. Prevalensi BBLR di Sulawesi Tengah tertinggi terjadi di Kota Palu Sebesar 231 Kasus (3,2%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian BBLR Di RSU Anutapura Palu. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan case control. Sampel kasus adalah ibu yang melahirkan BBLR dan sampel kontrol adalah ibu yang melahirkan normal dengan perbandingan 1 : 2 dengan macthing umur. Data dianalisis dengan uji OR pada batas kemaknaan (alfa 5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa paritas (OR = 1,703 pada 95%, CI 0,862-3,363), jarak kehamilan (OR = 3,231pada 95% CI 1,633-6,391) cakupan penimbangan berat badan (OR = 2,519 pada 95% CI 1,261-5,031), cakupan pemeriksaan tekanan darah (OR = 2,692 pada 95% CI 1,397-5,184), dan cakupan pemeriksaan kadar Hb (OR = 3,154 pada 95% CI 1,451-6,855), merupakan faktor risiko terhadap BBLR. Disarankan kepada ibu hamil agar lebih memerhatikan kondisi kesehatan janinnya, dan rutin melakukan kunjungan antenatal care sehingga bayi yang dilahirkan tidak mengalami BBLR.
Aktivitas Fisik, Kualitas Tidur Dan Stress Dengan Kejadian Hipertensi Pasca Bencana Di Puskesmas Kamonji Kota Palu Tahun 2019 (Cross Sectional Study) Seftafiani, Wiwik; Herawanto, Herawanto; Nur, Rosmala; Marselina, Marselina
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2021): Volume 12 No.1 (2021)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v12i1.299

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Salah satu penyakit tidak menular yang menyerang masyarakat saat ini adalah penyakit hipertensi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah puskesmas yang memiliki jumlah kasus hipertensi peringkat pertama pasca bencana hingga bulan Desember yaitu puskesmas Kamonji sebanyak 568 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik, kualitas tidur, dan stress dengan kejadian hipertensi pasca bencana di Puskesmas Kamonji. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 8812 orang, setelah menggunakan rumus Lameshow didapatkan sampel sebanyak 79 orang yang yang diambil secara purposive sampling. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan nilai α<0,05. Hasil penelitian menunjukkan variabel aktivitas fisik (ρ=0,002), kualitas tidur (ρ=0,013), dan stress (ρ=0,007) berhubungan dengan kejadian hipertensi pasa bencana di Puskesmas Kamonji Kota Palu. Ada hubungan antara aktivitas fisik, kualitas tidur, dan stress dengan kejadian hipertensi pasca bencana di Puskesmas Kamonji Kota Palu. Responden diharapkan melakukan tindakan pencegahan hipertensi dengan melakukan aktivitas fisik minimal 3 kali dalam seminggu, istirahat yang cukup dengan 8 jam per hari, dan menghindari stress dengan meluangkan waktu untuk membicarakan keluhan dengan seseorang yang dapat dipercaya.