Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Optimasi formula dan karakterisasi dodol buah salak dengan tepung singkong termodifikasi sebagai bahan pengisi Santi Dwi Astuti; Indah Nuraeni; Bela Iji Pamungkas; Nur Wijayanti; Warsono El Kiyat
AGROINTEK Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v17i1.11766

Abstract

Snake fruit is generally consumed in the form of fresh fruit, but if it is left too ripe, cracked skin can be seen, making it less attractive. Alternative processing of salak fruit is to process it into salak lunkhead. Dodol is generally produced using glutinous rice flour. In this study, another alternative was found, namely the use of modified cassava flour as a substitute for glutinous rice flour. This study used a response surface method with an experimental design using CCD (Central Composite Design) with two factors, namely salak puree and modified cassava flour. The results of this study were the optimum dodol salak formula with the highest desirability value of 0.663 in the 15.73 % salak fruit formula and 11.3 5% modified cassava flour. The results of the sensory test for salak dodol show that an increase in the proportion of pure zalacca fruit causes an increase in the flavor response of the salak and causes a decrease in response to chewiness, stickiness, hardness, white color and preferences. The increase in the proportion of modified cassava flour causes an increase in chewiness, stickiness, hardness, white color, and liking. It causes a decrease in response to the salak flavor. The average chemical test results, the optimum product has a higher difference in value for water content, namely 7.15 %, ash content 0.42 %, protein content 0.28 %, fat content 2.02 %, and energy 8.4 % than with control products. Meanwhile, carbohydrate content has a lower value difference of 2.73 % compared to the control product.
HUBUNGAN TINGKAT KEPUASAN MUTU HIDANGAN DENGAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN MAKRONUTRIEN PADA REMAJA DI BPSAA PAGADEN SUBANG gina sela; Indah Nuraeni; Friska Citra Agustia
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 1 No 01 (2017): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.878 KB) | DOI: 10.20884/1.jgps.2017.1.01.342

Abstract

ABSTRACT To examine the association between the level of food quality satisfaction with energy and macronutrient intake in adolescents at Balai Perlindungan Sosial Anak (BPSAA) Pagaden Subang. This was a cross sectional study included 45 respondents selected by simple random sampling. Respondents fill the questionare of the level of food quality satisfaction and recall 24 hours. Bivariate analysis used Rank-Spearman test. Most of respondents were satisfied with food appeareance (95.2%), food flavor (95.7%) and a food variation (93.3%). The average intake of energy and macronutrients of respondents are lower than normal value (energy = 1207.15 kcal; Protein = 42.97 g; Fat = 56.4 g; KH = 131.90 g). The results of the bivariate analysis showed no relationship between the level of food quality satisfaction with energy and macronutrient intake (p> 0.05). There was no association between level of food appearance, food flavor and food variation with energy and macronutrient intake in adolescents at BPSAA Pagaden Subang. Keywords : Food Satisfaction Level, Energy intake, Macronutrient intake, Adolescence, Ophranage ABSTRAK Penyelenggaraan makanan di panti asuhan melayani anak asuh yang masih berada dalam masa pertumbuhan. Remaja memerlukan energi dan zat gizi yang lebih banyak karena pada masa tersebut merupakan masa dimana percepatan pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Tingkat konsumsi energi dan zat gizi salah satunya ditentukan oleh kuantitas dan kualitas hidangan. Mengetahui hubungan antara tingkat kepuasan mutu hidangan sebagai salah satu output dari penyelenggaraan makanan dengan tingkat konsumsi energi dan makronutrien pada remaja di BPSAA Pagaden Subang. Desain penelitian cross sectional. Sampel sebanyak 45 remaja yang diambil secara random sampling mengisi kuesioner tingkat kepuasan mutu hidangan dan recall 24 jam. Data dianalisis menggunakan uji Rank-Spearman. Hampir seluruh responden merasa puas dengan penampilan makanan (95,2%), cita rasa makanan (95,7%) dan variasi makanan (93,3%). Rata-rata asupan energi dan makronutrien responden tergolong kurang (energi = 1207,15 Kkal; Protein = 42,97 gr; Lemak = 56,4 gr; KH = 131,90 gr). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat kepuasan mutu hidangan dengan tingkat konsumsi energi dan makronutrien (p > 0,05). Tidak terdapat hubungan antara tingkat kepuasan penampilan makanan, cita rasa makanan dan variasi makanan dengan tingkat konsumsi energi dan makronutrien pada remaja di BPSAA Pagaden Subang. Kata Kunci : Tingkat Kepuasan Mutu Hidangan, Tingkat Konsumsi Energi, Tingkat Konsumsi Makronutien, Remaja, Panti Asuhan
KEBIASAAN MENGONSUMSI JAJAN TERHADAP STATUSGIZI PADAANAK SEKOLAH PENGGUNA KATERING DAN NONKATERING (KASUS DI SD UMP PURWOKERTO DAN SDN 2 DUKUHWALUH) iken rahma; indah nuraeni; Hidayah Dwiyanti
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 1 No 01 (2017): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.409 KB) | DOI: 10.20884/1.jgps.2017.1.01.345

Abstract

ABSTRACT This research aims to know the difference between snacking habit and nutritional status of catering and non-catering food consumer in SD-UMP Purwokerto and SDN 2 Dukuhwaluh as well as knowing the corelation between snacking habit and nutritional status in SD UMP Purwokerto and SDN 2 Dukuhwaluh. This research used cross sectional design with thirty eight respondents were collected by Simple Random Sampling method. Snacking habit was obtained by using FFQ. The data were analyzed by using Chi-Square and Mann Whitney analysis. Univariate analysis showed that the snacking habit on catering food consumers was 28.5%, whereas on non-catering food consumers was 76.5%. Bivariate analysis result showed the difference between snacking (p= 0.004) and nutritional status ( p= 0.044) on catering and non-catering food consumers in SD UMP Purwokerto and SDN 2 Dukuhwaluh. There was no corelation between snacking habit and the nutritional status in SD UMP Purwokerto and SDN 2 Dukuhwaluh (p= 0,117) and ( p=0,142). There was difference in snacking habit and nutritional status on students who were catering and non-catering consumers in SD UMP Purwokerto and SDN 2 Dukuhwaluh and there was no corelation between snacking habit and nutritional status in SD UMP Purwokerto and SDN 2 Dukuhwaluh. Key words: Snacking habit, Nutritional status, catering food, non-catering food. ABSTRAK Kebiasaan mengonsumsi jajan dapat mempengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kebiasaan jajan dan status gizi anak sekolah pengguna katering dan non-katering serta mengetahui hubungan kebiasaan jajan terhadap status gizi di SD UMP Purwokerto dan SDN 2 Dukuhwaluh. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional dengan 38 responden dengan metode Simple Random Sampling. Kebiasaan konsumsi jajan diperoleh menggunakan FFQ. Data di analisis menggunakan uji Chi-Square dan uji Mann Whitney. Hasil uji univariat menunjukkan bahwa pada anak sekolah pengguna katering kebiasaan jajan yaitu sebesar 28,5% sedangkan anak sekolah yang non-katering sebesar 76,5%. Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat perbedaan kebiasaan jajan ( p = 0,004) dan status gizi ( p= 0,044) pada anak sekolah pengguna katering dan non-katering di SD UMP Purwokerto dan SDN 2 Dukuhwaluh serta tidak terdapat hubungan antara kebiasaan jajan terhadap status gizi di SD UMP Purwokerto dan SDN 2 Dukuhwaluh (p= 0,117) dan (p= 0,142). Terdapat perbedaan kebiasaan konsumsi jajan dan status gizi pada anak sekolah pengguna katering dan non-katering di SD UMP Purwokerto dan SDN 2 Dukuhwaluh serta tidak terdapat hubungan antara kebiasaan mengonsumsi jajan terhadap status gizi di SD UMP Purwokerto dan di SDN 2 Dukuhwaluh. Kata Kunci: Kebiasaan jajan, Status Gizi, katering, non-katering.
UPAYA PENINGKATAN NILAI GIZI PANGAN MELALUI OPTIMALISASI POTENSI TEPUNG KULIT PISANG RAJA, PISANG KEPOK, DAN PISANG AMBON atikah proverawati; indah nuraeni; budi sustriawan
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 3 No 1 (2019): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.648 KB) | DOI: 10.20884/1.jgps.2019.3.1.1525

Abstract

Banana of Kapok, Ambon and Plantain are widely used by the community, but their peels have not been utilized. Vitamins and minerals from banana peels are very high, so it need to increase the nutritional value of their food. This study aimed to analyze the physical and chemical characteristics of banana peel flour produced from three different banana varieties namely Plantain, Kapok and Ambon banana. This study used a factorial experimental with a completely randomized design (CRD) design, with different treatments of banana peel and soaking time varieties. Analysis of yield, color, water content, gel strength and stickiness, kamba density, solubility, water holding capacity, oil absorption, swelling power, moisture content, ash, protein, fat, carbohydrate, pectin levels, were carried out on banana peel flour. The results showed that the highest water content contained in the Ambon banana peels; the highest levels of ash, fat, protein and carbohydrate are in plantain peels; the highest crude fiber content are in Ambon banana peel, and the average pectin level of the three types of banana peels was 1.08%. Different types of banana peels and soaking time had a significant effect on water content, fiber content and banana flour pectin content.
Hubungan Pengetahuan Label Halal dan Kesadaran Kesehatan dengan Keputusan pembelian Makanan Kemasan Halal pada Santri Pondok Pesantren Al-quran Al-amin Pabuwaran, Purwokerto: The Relationship Between Halal Label Knowledge and Health Awareness with Halal Food Purchasing Decisions on Santri Pesantren Al-Quran Al-amin Pabuwaran, Purwokerto Tsaniyah, Nafa Shifa; Nuraeni, Indah; Munasib; Atikah Proverawati; Wahyurin, Izka Sofiyya
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v16i1.478

Abstract

Many packaged foods in Indonesia do not have halal product assurance. Therefore, it is important for the Muslim population in Indonesia to have knowledge of halal labeling so that they can carefully distinguish food that is safe to buy. People who have health awareness will prefer to buy halal packaged food because it has health guarantees. This study aims to determine the relationship between halal labeling knowledge and health awareness with the decision to purchase halal packaged food. The research method used analytic observations with a cross-sectional design. The population were all students of Pondok Pesantren Al-quran Al-amin Pabuwaran, Purwokerto, Central Java. The sample was selected using purposive sampling technique. Data was collected using a questionnaire which was analyzed using the chi-square test. Descriptive data is presented in the form of a frequency distribution table. The results showed that students' halal labeling knowledge was not related to students' halal packaged food purchasing decisions, and students' health awareness was related to students' halal packaged food purchasing decisions.   ABSTRAK Banyak makanan kemasan di Indonesia yang belum memiliki jaminan produk halal. Oleh karena itu, penting bagi penduduk muslim di Indonesia memiliki pengetahuan label halal agar dapat membedakan makanan yang aman untuk dibeli. Masyarakat yang memiliki kesadaran kesehatan, akan lebih memilih membeli makanan kemasan halal karena memiliki jaminan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan label halal dan kesadaran kesehatan dengan keputusan pembelian makanan kemasan halal. metode penelitian menggunakan observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh santri Pondok Pesantren Al-quran Al-amin Pabuwaran, Purwokerto, Jawa Tengah. Sampel penelitian sebanyak 52 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Data deskriptif disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa pengetahuan label halal santri tidak berhubungan dengan keputusan pembelian makanan kemasan halal santri dan kesadaran kesehatan santri berhubungan dengan keputusan pembelian makanan kemasan halal santri.
Analisis Kualitas Makanan dan Pelayanan terhadap Tingkat Kepuasan Karyawan pada Penyelenggaraan Makan Siang di PT.Arteria Daya Mulia Cirebon Nur`'ain, Cherlynda; Nuraeni, Indah; Nur Khoiriani, Izzati
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 6 No 01 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v6i02.1561

Abstract

Latar Belakang: Penyelenggaraan makanan karyawan pada industri dapat mempengaruhi produktivitas kerja. Keberhasilan penyelenggaraan makanan di perusahaan dapat dilihat dari kepuasan karyawan terhadap kualitas makanan dan pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas makanan dan pelayanan terhadap tingkat kepuasan karyawan pada penyelenggaraan makan siang di PT Arteria Daya Mulia. Metode: Desain penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel 94 responden diambil secara purposive sampling. Kualitas makanan, kualitas pelayanan dan kepuasan karyawan diukur dengan kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitas. Hasil Penelitian: PT Arteria Daya Mulia memiliki kantin yang menyediakan makanan untuk karyawannya yang dikelola oleh perusahaannya sendiri. Sebanyak 72,3% responden berjenis kelamin laki-laki, 34% responden berusia 40-49 tahun, 79,8% responden memiliki pendidikan terakhir SMA/SMK, dan 53,2% responden bekerja <10 tahun. Sebanyak 55,3% responden menilai kualitas makanan yang disajikan baik, 72,3% responden menilai kualitas pelayanan yang diberikan baik dan 78,7% responden merasa puas. Hasil uji Chi Square menunjukkan ada hubungan kualitas makanan(p=0,000) dan kualitas pelayanan(p=0,000) terhadap tingkat kepuasan karyawan pada penyelenggaraan makan siang di PT Arteria Daya Mulia Cirebon. Kesimpulan: Terdapat hubungan kualitas makanan dan kualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasan karyawan pada penyelenggaraan makan siang.
PENGARUH TINGKAT PERTUMBUHAN UMKM DENGAN PEREKONOMIAN Mufidah, Aliyah; Pratanti, Lusita; Nuraeni, Indah; Sena, Steven; Ginting, Sakti
Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 9 No. 2 (2024): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8734/musytari.v9i2.6254

Abstract

Pertumbuhan ekonomi sangat berguna bagi suatu bangsa. Apabila pertumbuhan ekonomi semakin luas, maka kesejahteraan sosial akan semakin meningkat. Perekonomian juga merupakan faktor paling penting untuk meningkatkan kualitas hidup. UMKM mulai menunjukan potensinya sebagai salah satu cara memperbaiki perekonomian. Pemerintah dalam usahanya, memulai dengan serius untuk menjadikan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah) sebagai wadah untuk pembangunan ekonomi. UMKM memiliki peran untuk meningkatkan Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Peranan UMKM terhadap kesejahteraan masyarakat dapat meliputi, pengurangan kemiskinan dan kesenjangan sosial, mendorong pemberdayaan ekonomi di masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan meningkatkan permintaan akan bahan baku, produk dan jasa lokal, serta meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat. Pengaruh penambahan jumlah usaha UMKM akan terus berdampak pada pendapatan ekonomi.
The Relationship Between Perception of Halal Certification and Purchase Decision of Contemporary Drinks among Students of Jenderal Soedirman University Junita, Sukma; Nuraeni, Indah; Munasib, Munasib; Proverawati, Atikah; Ramadhan, Gumintang Ratna
Matan : Journal of Islam and Muslim Society Vol 7 No 1 (2025): Matan: Journal of Islam and Muslim Society Vol 7 (No 1) 2025
Publisher : Institute of Research and Public Service Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.matan.2025.7.1.14696

Abstract

The development of the food industry in Indonesia has given rise to various kinds of innovative and popular contemporary foods and beverages. Although contemporary drinks are currently popular with consumers in Indonesia, many contemporary drinks do not have halal certification. Muslim consumers must be aware of the halalness of the ingredients and the manufacturing process. This study aims to determine the relationship between the perception of halal certification and the decision to purchase contemporary drinks among students of Jenderal Soedirman University. This study is an explanatory research type with a cross-sectional design. A sample of 106 students of Jenderal Soedirman University was taken using a purposive sampling technique. Data were analyzed using the Spearman Rank test. The results of the study showed that there was a significant relationship between the perception of halal certification and the decision to purchase contemporary drinks among students of Jenderal Soedirman University with the strength of the relationship between variables being quite strong and in the same direction (p = 0.000, correlation coefficient = 0.583).
ANALISIS KEBUTUHAN PENILAIAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA SHIFANI DIVA ANGGRAENI; LUSSY ANGGRAINI; INDAH NURAENI; SITI LAILA PUTRI RAHMAWATI; NADIA ROOSNA ALYYANI; VISIGINA BECERIA BENU
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 2 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v2i1.311

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah mendorong penggunaan media pembelajaran dan penilaian berbasis digital dalam pendidikan, termasuk pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan guru dan siswa terhadap media pembelajaran dan penilaian digital pada materi pecahan di kelas V SD Negeri Kraton. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan desain Concurrent Triangulation. Data kuantitatif diperoleh melalui angket yang diisi oleh siswa, sementara data kualitatif didapatkan dari wawancara guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran digital dinilai lebih efektif dibandingkan metode tradisional dalam meningkatkan minat belajar siswa, meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan akses dan kurangnya perangkat teknologi. Sebagian besar siswa telah terbiasa menggunakan media digital untuk belajar, tetapi mereka masih membutuhkan pelatihan untuk mengoptimalkan penggunaannya. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan media pembelajaran digital yang lebih interaktif dan relevan untuk memfasilitasi pembelajaran materi pecahan, serta penguatan infrastruktur teknologi di sekolah.
Digital Marketing untuk Pengembangan UKM di Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas Widianingsih, Rini; Bawono, Icuk Rangga; Nuraeni, Indah; Suparlinah, Irianing; Sunarmo, Agus
Jurnal Pengabdian Bisnis dan Akuntansi Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Bisnis dan Akuntansi
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32424/1.jpba.2025.4.1.16773

Abstract

Lumbir Subdistrict in Banyumas Regency, Central Java, holds significant economic potential through various Small and Medium Enterprises (SMEs) sectors, including traditional food industries, handicrafts, garment production, as well as service and retail trade. However, the majority of SME actors still rely on conventional marketing methods and possess low levels of digital literacy, which limits the market reach of their products. This community engagement activity aims to enhance the capacity of SME actors in utilizing digital marketing through intensive training and mentoring. The methods employed include needs assessment, training in digital content creation, the use of social media platforms (Instagram, Facebook, TikTok), e-commerce platforms (Shopee, Tokopedia, and local marketplaces), as well as branding strategy implementation. The results of the program indicate increased awareness among SME participants regarding the importance of digital marketing, a higher number of SMEs actively marketing their products online, and improved interaction and engagement on digital platforms. Digital marketing assistance has proven effective in strengthening SME competitiveness and expanding market access, particularly for business actors in semi-rural areas such as Lumbir Subdistrict.