Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Sosialisasi Pernikahan Dini sebagai Upaya Penanggulangan Stunting di Desa Tammerodo Utara Aco, Nisya Auliyah; Arrun, Rastia; Nurhatinah, Nurhatinah; Rusli, Magfirah; Nurfiana, Nurfiana; Wahyuddin, Wahyuddin; Dermawan, Dermawan; Yana, Muhhammad Saiful
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 3 No. 2 Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v3i2.2148

Abstract

Stunting dan pernikahan usia dini merupakan salah satu masalah yang cukup krusial di Indonesia seperti yang terjadi di desa Tammerodo Utara. Stunting dan pernikahan dini merupakan masalah yang harus segera ditangani oleh berbagai elemen masyarakat, karena akan berakibat pada sumber daya manusia yang tidak unggul. Oleh karena itu, sangat diperlukan kesadaran masyarakat mengenai untuk menanggulagi masalah stunting dan pernikahan dini melalui program kerja sosialisasi pernikahan dini yang diadakan oleh mahasiswa KKN STAIN Majene. Tujuan Kegiatan Kegiatan ini dilakukan untuk melaksanakan program pengabdian terhadap masyarakat, yakni menjadi penyelenggara untuk memfasilitasi masyarakat terutama remaja mengenai pernikahan dini.  Adapun metode pengabdian yang digunakan yaitu 1) melakukan observasi, 2) Pemgamatan, 3) Pendekatan, 4) Analisis masalah yang ditemukan, kemudian membuat program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat seperti sosialsasi perniakahan usia dini. Hal yang perlu kita pahami bahwa pernikahan dini adalah pernikahan di bawah usia 21 tahun bagi perempuan dan di bawah 25 tahun bagi laki-laki. penyebab pernikahan dini adalah ekonomi, pendidikan, orang tua, pergaulan bebas, internet, Hamil di luar nikah. Dampak pernikahan dini adalah perceraian, kerusakan rahim, bayi berisiko terhambatnya pertumbuhan, kematian ibu dan anak, bayi lahir prematur. Pernikahan usia dini merupakan hal yang sangat mendesak untuk diselesaikan supaya dapat menanggulagi masalah stunting.
Sosialisasi Teknologi Smart Farming Kepada Kelompok Tani UB. Berkah Agro Setyawan, Dodi Yudo; Nurfiana, Nurfiana; Rosmalia, Lia; Handayani, Retno Dwi; Nurjoko, Nurjoko
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3: September-Desember 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i3.3606

Abstract

Kegiatan sosialisasi kepada masyarakat yang dilakukan untuk memperkenalkan teknologi Smart Farming berbasis IoT kepada Kelompok Tani UB Berkah Agro di Pekalongan, Lampung Timur. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman dan efisiensi serta produktivitas pertanian dengan mengganti metode konvensional melalui penggunaan sensor tanah, sistem irigasi otomatis, dan aplikasi manajemen data pertanian. Kegiatan ini mencakup sosialisasi dan diskusi mengenai teknologi Smart Farming. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petani tentang teknologi Smart Farming serta penerapan awal pada proses pembibitan palawija. Walaupun terdapat tantangan terkait akses teknologi dan pemahaman teknis, program ini berhasil mendorong perubahan pola pikir petani menuju metode pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Pelatihan dan Implementasi Vertical Farming berbasis Internet of Things (IoT) Bagi Siswa dan Siswi di Emer Islamic Boarding School (EIBOS) Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Setyawan, Dodi Yudo; Nurfiana, Nurfiana; Setiawati, Melia Gripin; Rosmalia, Lia; Nurjoko, Nurjoko
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 3 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i3.925

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan literasi digital dan keterampilan praktis siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) melalui penerapan teknologi IoT pada vertical farming, sejalan dengan tuntutan Revolusi Industri 4.0. Metode pelaksanaan dimulai dengan identifikasi masalah melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama siswa terkait kendala pengelolaan lahan, pemantauan lingkungan, serta literasi teknologi. Berdasarkan hasil FGD, disusun modul komprehensif yang mencakup pengenalan konsep IoT (sensor, mikrokontroler, jaringan, aplikasi monitoring) dan prinsip vertical farming, dilengkapi peralatan pendukung seperti sensor suhu, kelembaban, pompa air, serta mobile apps. Pelatihan berjalan interaktif, siswa merakit perangkat IoT, mengintegrasikannya ke sistem monitoring berbasis cloud, dan berlatih troubleshooting koneksi. Setelah instalasi di rooftop EIBOS School, sistem memantau suhu (20–35 °C) dan kelembaban (40–80 %) tanaman kangkung, lalu secara otomatis mengatur suplai air. Pendampingan teknis rutin setiap dua minggu memastikan kemandirian operasional dan peningkatan kemampuan troubleshooting. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman siswa yang signifikan, terbukti dari kemampuan merakit, mengoperasikan aplikasi monitoring, dan mempresentasikan proyek. Secara teknis, sistem berfungsi andal dengan akurasi sensor tinggi dan efisiensi penggunaan air, sementara aspek soft skill kerja sama tim, komunikasi ilmiah, problem solving terasah melalui kegiatan partisipatif. Satu tim siswa berhasil lolos final Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) tingkat nasional, menegaskan efektivitas program dalam mempersiapkan kompetensi ilmiah dan teknis. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan literasi IoT dan produktivitas urban farming, tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan serta kesiapan generasi muda menghadapi tantangan era digital.
Perancangan Hydroponic Vertical Farming System (HVFS) Berbasis Internet of Things (IoT) Setyawan, Dodi Yudo; Nurfiana, Nurfiana; Astrini, Levya Dewi; Azzahra, Annisa Diva; Amelia, Zahra Dewi
TEKNIKA Vol. 19 No. 2 (2025): Teknika Mei 2025
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15549803

Abstract

Ketahanan pangan di Indonesia terancam oleh keterbatasan lahan dan ketidakpastian iklim, sehingga diperlukan solusi budidaya yang efisien dan otomatis. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun Hydroponic Vertical Farming System (HVFS) berbasis Internet of Things (IoT) untuk mengotomasi pemantauan suhu, kelembapan, aliran air, dan distribusi nutrisi tanaman kangkung. Metode yang digunakan meliputi desain mekanik vertikal, integrasi sensor DHT11, water level, dan water flow pada mikrokontroler ESP8266, serta pengembangan antarmuka mobile melalui cloud. Sistem diuji dalam jangka waktu 1–2 bulan untuk mengevaluasi akurasi sensor dan kinerja otomatisasi pompa air. Hasil menunjukkan rentang suhu 20 °C–38 °C dan kelembapan 55 %–98 %, dengan distribusi air dan nutrisi yang tepat sesuai data sensor. Tanaman tumbuh rata-rata 1–1,5 cm per hari tanpa intervensi manual. Implikasi penelitian ini adalah penyediaan model pertanian cerdas yang hemat lahan dan sumber daya, serta dapat diperluas untuk berbagai komoditas hortikultura.
Community Knowledge and Attitudes about the Health Protocols Implementation during the COVID-19 Pandemic in North Birobuli Village Fadjriah, Rasyika Nurul; Rau, Muhammad Jusman; Syam, Sadli; Firmansyah, Firmansyah; Nurfiana, Nurfiana
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v1i2.34

Abstract

The purpose of the study was to determine the knowledge and attitudes of the community about implementing health protocols during the COVID-19 pandemic in North Birobuli Village. The research method used was qualitative with a case study approach. The number of informants in the study was 12 people obtained through purposive sampling. The results showed that the predisposing factors for knowledge related to COVID-19, symptoms of COVID-19, the transmission of COVID-19, how to prevent COVID-19, and health protocols could be mentioned well by informants. However, the public still had a negative attitude towards COVID-19, who thought that COVID-19 does not exist and did not believe; in this attitude predisposing factor, the informant also explained that he was starting to feel tired of implementing health protocols. Our finding concludes that the community already has fairly good knowledge regarding health protocols during the covid 19 pandemic, and the community's attitude is showing negative attitudes related to covid and feeling tired regarding applying the health protocol.
Brain Tumor Detection On Magnetic Resonance Imaging Using Deep Neural Network Sutedi, Sutedi; Maulana, Muh Royan Fauzi; Agarina, Melda; Karim, Arman Suryadi; Nurfiana, Nurfiana
International Journal of Artificial Intelligence Research Vol 7, No 1.1 (2023)
Publisher : Universitas Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29099/ijair.v7i2.1061

Abstract

Cancer is a heterogeneous disease that can attack all parts of the body. Cancer is caused by the abnormal and uncontrolled growth of body cells, resulting in damage to body tissue and the potential to cause death. Cancer is a type of malignant tumor that attacks the body, one of which is the brain. Every year there are 300 brain tumor patients in Indonesia, both adults and children. Generally, doctors use two methods to diagnose these tumors, namely: biopsy and magnetic resonance imaging (MRI). Although the use of biopsy is quite accurate in identifying brain tumors, the time required is relatively long, reaching 15 days. While using MRI is relatively fast, the resulting accuracy is low and depends on the experience of medical personnel. This research aims to develop a method for diagnosing brain tumors using MRI images to make it faster and more accurate. The method used in this research was a deep neural network with a convolutional neural network (CNN) architecture layer. This method was chosen because deep learning has the advantage of pattern recognition with a high level of accuracy and is directly proportional to the number of datasets. This study used a dataset of 300 MRI images with two-dimensional (2D) axial imaging. The metrics used as a basis for the performance of the deep neural network model are accuracy, sensitivity, specificity, precision, and dice similarity coefficient with the results of each metric, namely: 99.3%, 98.6%, 98%, 98%, 98.3%. The research results showed that a deep neural network can speed up the diagnosis of brain tumors with high accuracy within 0.2 seconds.Â
SOSIALISASI PENGGUNAAN APLIKASI CANVA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA DI SMP NEGERI 4 BAUBAU Wa Ode Husniah; Susiana, Susiana; Nikmat, Atun; Nurfiana, Nurfiana; Al Zawari, Rafikal; Nur Hasan, Rezkiani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 3 No 03 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v3i03.1048

Abstract

In this era of globalization, technology has a huge impact on various aspects of life, including aspects of education. Systems, tools, and all things related to the realm of education are increasingly tied to the name technology. Education also plays an increasingly large role in educational progress, including ease of access to materials, technology-based education systems, effective and efficient teaching tools and media, and others. Apart from that, technological developments have introduced many applications that make it easier for educators and students to receive and disseminate information, as well as in assignments. Canva is an online application that really helps all parties, including beginners from various backgrounds and fields, to provide facilities in designing information media and assignments in an interesting way so that the process of disseminating information and assignment results is more aesthetic and effective.
Analisis Perbandingan dan Karakterisasi Sensor Kelembaban Tanah Jenis Kapasitif dengan Jenis Resistif pada Objek Penginderaan yang Sama Setyawan, Dodi Yudo; Nurfiana, Nurfiana; Rosmalia, Lia; Setiawati, Melia Gripin
TEKNIKA Vol. 18 No. 1 (2024): Teknika Januari - Juni 2024
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10563066

Abstract

Tanaman pangan jenis hortikultura baik sayur dan buah-buahan sangat memerlukan kelembaban tanah yang tepat dalam proses pertumbuhannya. Pada sistem pertanian cerdas proses penyiraman media tanam yang dilakukan secara otomatis berdasarkan data sensor kelembaban tanah sehingga diperlukan data kelembaban tanah yang tepat. Setidaknya ada dua jenis sensor kelembaban tanah yakni sensor kelembaban tanah jenis kapasitif dan jenis resistif yang sering digunakan para peneliti dalam pertanian cerdas namun belum ada yang membandingkan keduanya sehingga diperoleh karakteristik jelas dari keduanya perihal kestabilan dan keakuratan data. Ada tiga langkah pada penelitian ini yakni sampling data sensor dengan media udara, air dan tanah. Hasil penelitian menunjukkan sensor kelembaban tanah jenis resistif datanya lebih stabil dibanding dengan jenis kapasitif jika berada di media air dan udara sedangkan jenis kapasitif lebih stabil jika berada pada media tanah. Tingkat akurasi jenis resistif lebih baik dari jenis kapasitif jika berada di media air dan udara namun sangat kurang ketika berada pada media tanah dengan selisih data rata-rata 31,49.