Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Kecerdasan Interpersonal dan Kecerdasan Matematis-Logis Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Lely Santika Putri; Syahrul Azmi; Nilza Humaira Salsabila; Nurul Hikmah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2b (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2b.411

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis menjadi salah satu kemampuan matematika yang wajib dimiliki siswa. Salah satu faktor yang  dapat mempengaruhi kemampuan komunikasi matematis siswa adalah kecerdasan, diantaraya kecerdasan interpersonal dan kecerdasan matematis-logis. Kecerdasan interpersonal dibutuhkan untuk dapat memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Sedangkan kecerdasan matematis-logis dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan matematis dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kecerdasan interpersonal dan kecerdasan matematis-logis terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Praya baik secara parsial maupun simultan. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan metode kuantitatif. Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Praya tahun ajaran 2021/2022. Pengambilan sampel ditentukan menggunakan simple random sampling sehingga diperoleh sampel penelitian yaitu siswa kelas VIII.2 dan VIII.5. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana dan analisis regresi ganda. Sebelum melakukan uji hipotesis, peneliti terlebih dahulu melakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas dan uji heteroskedastisitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) kecerdasan interpersonal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa dengan kontribusi sebesar 9,3%; 2) kecerdasan matematis-logis memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa dengan kontribusi sebesar 15,1%; 3) kecerdasan interpersonal dan kecerdasan matematis-logis memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa dengan kontribusi sebesar 16,7%.  Sehingga dapat disimpulkan bahwa kecerdasan interpersonal dan kecerdasan matematis-logis memiliki pengaruh posistif dan signifikan terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Praya tahun ajaran 2021/2022 baik secara parsial maupun simultan.
Pengaruh Motivasi Belajar Siswa terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Pada Materi Barisan dan Deret Dian Endang Lestari; Amrullah Amrullah; Nani Kurniati; Syahrul Azmi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3.719

Abstract

Kemampuan memecahkan masalah merupakan salah satu keterampilan yang dibutuhkan sumber daya manusia sebagai tolak ukur pelatihan pola pikir. Selain itu, jika ada kemauan untuk belajar maka hasil belajar akan optimal. Semakin siswa termotivasi, semakin tinggi hasil belajar yang akan mereka capai. Kenyataannya, di SMAN 7 Mataram  prestasi masih kurang yang diduga diakibatkan oleh keterampilan pemecahan masalah yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika pada materi MIPA Kelas XI SMAN7 Mataram.  Penelitian Ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XIMIPA SMAN 7 Mataram yang menggunakan teknik purfosive sampling sebanyak 67 subjek yang terdiri dari dua kelas yaitu XI MIPA1 dan XI MIPA3. Teknik pengumpulan data adalah angket (kuisioner), soal tes, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil model persamaan regresi Ŷ = 25,130 + 0,598 X dan hasil perhitungan memberikan nilai = 12,133> 3,99 dan nilai = 3,483 >  = 1,999. Hal ini berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa dalam memecahkan masalah matematika kelas XI MIPA SMAN 7 Mataram. Dari model regresi dapat ditegaskan bahwa untuk setiap kenaikan 1% nilai motivasi belajar maka nilai kemampuan bertambah 0,598 untuk menyelesaikan masalah. Selain itu, dilakukan analisis koefisien determinasi untuk mengetahui besarnya pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika, dan kontribusi motivasi belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika yaitu sebesar 15,7%.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 6 Mataram Tahun Pelajaran 2020/2021 Baiq Yuspita Halilianti; Sripatmi Sripatmi; Syahrul Azmi; Nyoman Sridana
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 2 No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v2i2.186

Abstract

This study aimed to describe the mathematical problem solving ability of eighth grade students of SMPN 6 Mataram in terms of visual, auditory and kinesthetic student learning styles. In this study, the writer used design of qualitative-descriptive with a quantitative approach. The instruments used are student learning style questionnaires, problem-solving ability test questions, and interview guidelines. The results of filling out the questionnaire via google form, there are 191 eighth grade students who fill out a questionnaire with details of visual, auditory, and kinesthetic learning styles sequentially are 84, 70, 37. Afterwards, with purposive sampling technique, one class is selected to work on the test questions and 2 students from each learning style to be interviewed. The results of this study are students with visual learning styles have higher problem solving abilities than students with auditory and kinesthetic learning styles at each stage of problem solving. Students with visual learning styles are very good at understanding problems, good at planning, sufficient in the stage of carrying out solutions, and less in the stage of looking back. Students with an auditory learning style are good at understanding problems, sufficient at the stage of planning and implementing solutions, but very less in the stage of looking back. Meanwhile, students with a kinesthetic learning style are very good at understanding the problem, sufficient at the stage of implementing the plan, but very less at the stage of making plans and looking back.
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Artikulasi terhadap Hasil Belajar Matematika Kelas VIII SMP Ahmad Surya Wijaksono; Sri Subarinah; Nurul Hikmah; Syahrul Azmi
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 2 No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v2i2.187

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the articulation type cooperative learning model on the mathematics learning outcomes of eighth grade junior high school students. The research design used was a quasi-experimental design with a post-test only control group design, namely the experimental subjects in the control class and the experimental class were not chosen randomly and the experimental class was given treatment using an articulation type cooperative learning model while the control class was not given any treatment. The population in this study were all eighth grade students of SMP Negeri 19 Mataram in the 2018/2019 academic year. The number of students in this population is 188 students spread over 6 classes. The sample was selected using purposive sampling technique and selected class VIII-A as the experimental class and VIII-B as the control class. The instruments used to obtain the data are student activity observation sheets and test questions used to obtain learning outcomes data. Statistical analysis of the data was carried out using the t-test at an error rate of 5%. The data obtained showed that the experimental class learning outcomes increased by 20.67% (from 54.2 to 74.87) while the control class learning outcomes increased by 16.34% (from 51.47 to 67.81). Statistical analysis of student learning outcomes obtained is 2.01 > 1.99. The results of the statistical analysis are supported by an increase in student activity at each meeting, namely in each meeting the students in the experimental class apply the articulation type cooperative learning model so that students are actively involved during the learning process.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Berbasis ASSURE Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Ariska Amalia Wulandari; Syahrul Azmi; Tabita Wahyu Triutami; Ketut Sarjana
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 2 No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v2i2.191

Abstract

This is experimental research. This research aims to examine the effect of cooperative learning based on ASSURE model on mathematic learning outcomes in class XI of MAN 2 Mataram. The population is entire students in class XI MAN 2 Mataram with XI Science-5 as experiment class and XI Science-4 as control class which is decided by cluster random sampling. The experiment class was divided into learning teams based on their learning style. The hypothesis test uses a separated variance t-test. Based on the hypothesis test we got that (1) There is a difference in the average of student’s learning outcomes that cooperative learning based on ASSURE model gets a higher score than direct method learning, and (2) cooperative learning model based on ASSURE takes significant effect on learning outcome that class with this model get higher gain-score category than direct method learning.
Workshop Pembuatan Video Pembelajaran Kreatif Bagi Guru Matematika SMP Se-Kota Mataram Syahrul Azmi; Ketut Sarjana; Junaidi Junaidi; Ratna Yulis Tyaningsih; Wahidaturrahmi Wahidaturrahmi
Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.324 KB) | DOI: 10.29303/rengganis.v1i2.99

Abstract

This community service activity aims to improve teachers’ abilities to create video lessons that could be used either on online learning or in person. The activity's strategy was a workshop that mainly focused on working and creating video lessons after giving a brief explanation on how to produce the video. The workshop also involves pre and post-test to assess the improvement of participants’ competence. This activity resulted in video lessons uploaded on the Youtube channel, and participants’ assessment scores improved from 65,8 to 76,9. Therefore, teachers involved in this social service admitted that they benefit from joining the workshop as they are now able to create exciting video lessons that might raise students’ enthusiasm and motivation in the learning process.
Pengaruh Kecerdasan Logis Matematis dan Kecerdasan Linguistik Siswa terhadap Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Nunung Indaswari; Syahrul Azmi; Dwi Novitasari; Ketut Sarjana
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v6i4.329

Abstract

Kecerdasan logis matematis dan kecerdasan linguistik merupakan dua kecerdasan yang menjadi modal penting dalam penyelesaian soal cerita matematika. Kecerdasan linguistik dibutuhkan untuk memahami dan mengartikan maksud soal. Sedangkan kecerdasan logis matematis dibutuhkan untuk menyelesaikan perhitungan dalam soal cerita dengan langkah dan jawaban yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kecerdasan logis matematis dan kecerdasan linguistik terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita pada siswa kelas XI MIA SMA Negeri 1 Batukliang Utara baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian ex-post facto (kausal komparatif). Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Batukliang Utara pada kelas XI MIA sebanyak 47 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan tes berupa pilihan ganda dan soal uraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kecerdasan logis matematis memiliki hubungan yang kuat (0,786) dan memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita materi program linear sebesar 61,7%. 2) Kecerdasan linguistik memiliki hubungan yang kuat (0,753) dan memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita materi program linear sebesar   , 3) Kecerdasan logis matematis dan kecerdasan linguistik memiliki hubungan yang sangat kuat (0,810) dan memberikan pengaruh yang positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita materi program linear sebesar . Sehingga dapat disimpulkan bahwa kecerdasan logis matematis dan kecerdasan linguistik memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita pada siswa kelas XI MIA SMA Negeri 1 Batukliang Utara baik secara parsial maupun simultan.
Analisis Kemampuan Pemahaman Matematis Ditinjau dari Teori SKEMP Materi Segi Empat Suci Fatmala Sari; Amrullah Amrullah; Nani Kurniati; Syahrul Azmi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.873

Abstract

Kemampuan memahami matematika merupakan hal yang penting dan harus dikuasai oleh siswa. Namun, banyak siswa kesulitan untuk memahami dan memecahkan masalah. Pemahaman matematis yang dapat digunakan guru untuk memastikan pemahaman siswa dan untuk mengidentifikasi siswa yang benar-benar paham  atau tidak adalah teori Skemp. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pemahaman matematis siswa ditinjau dari teori Skemp materi segi empat pada siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Mataram. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Instrument yang digunakan adalah tes kemampuan pemahaman matematis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan pemahaman tinggi memenuhi semua indikator pemahaman matematis, mampu menjelaskan, dan masuk ke dalam pemahaman relasional. Siswa dengan pemahaman matematis  sedang memenuhi 6 dari 7 indikator pemahaman matematis, mampu menjelaskan dan masuk ke dalam pemahaman relasional. Siswa dengan pemahaman matematis rendah memenuhi 4 dari 7 indikator pemahaman matematis, tidak mampu menjelaskan dan masuk ke pemahaman instrumental. Dengan demikian, siswa dengan pemahaman matematis  tinggi dan sedang memiliki pemahaman relasional. Sedangkan, siswa dengan pemahaman matematis rendah memiliki pemahaman instrumental.
Analisis Kesulitan dalam Memecahkan Masalah Soal Cerita Matematika dan Bentuk Scaffolding yang Diberikan Pada Peserta Didik Kelas X SMA Al Ma’arif NU Sinah Pengembur Tahun Ajaran 2021/2022 Baiq Nopiana Lombasari; Sri Subarinah; Syahrul Azmi; Nani Kurniati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesulitan yang dialami peserta didik, bentuk scaffolding yang diberikan, dan kemampuan peserta didik setelah diberikan scaffolding dalam memecahkan masalah soal cerita matematika. Materi yang digunakan adalah sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV). Penelitian ini dilakukan di kelas X SMA Al Ma’arif NU Sinah Pengembur pada semester ganjil tahun ajaran 2021/2022 dengan subjek yang terdiri dari 15 peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan berupa hasil tes diagnosis, hasil wawancara, proses scaffolding, dan tes kemampuan memecahkan masalah. Kesulitan yang dialami peserta didik diantaranya: 1) memahami masalah (menentukan apa yang diketahui dan ditanyakan pada soal); 2) merencanakan penyelesaian (membuat model matematika); 3) menyelesaikan permasalahan (mengoperasikan model matematika); 4) memeriksa kembali (memeriksa kebenaran jawaban termasuk menarik kesimpulan). Ditinjau dari tahapan pemecahan masalah menurut Polya scaffolding yang diberikan disesuaikan dengan letak kesulitan dalam memecahkan masalah soal cerita yaitu; pada tahap memahami masalah scaffolding yang diberikan ialah explaining, reviewing dan restructuring), pada tahap merencanakan penyelesaian dan menyelesaikan permasalahan yaitu reviewing dan restructuring. Sedangkan pada tahap memeriksa kembali scaffolding yang diberikan ialah explaining, reviewing, restructuring, dan developing conseptual thingking. Berdasarkan hasil analisis tes kemampuan memecahkan masalah kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah soal cerita matematika setelah diberikan scaffolding rata-rata nilainya adalah 73,75 yang termasuk dalam kategori baik.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Berdasarkan Kemampuan Awal Matematika Siswa Khairatun Nafisah; Muh. Turmuzi; Tabita Wahyu Triutami; Syahrul Azmi
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 2 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v2i3.213

Abstract

This study aims to describe the mathematical problem-solving ability of the flat-sided geometry based on the initial mathematical abilities of the IX grade students of SMPN 6 Mataram. This type of research is descriptive qualitative. The research subjects of this study consisted of two students in the categories of high, medium, and low mathematics early abilities. Data collection techniques using test and interview methods. Data analysis techniques are data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed (1) 2 students with high early mathematical abilities were able to fulfill the three stages of Polya’s indicators, namely understanding the problem, planning problem solving and implementing problem solving plans. So students’ mathematical problem solving abilities are in a good category. (2) 2 students with moderate early mathematics abilities are only able to meet the indicators of understanding the problem. So that students’ mathematical problem solving abilities are in the less category. (3) 2 students with low early mathematics abilities are only able to fulfill the indicators of understanding the problem. So students’ mathematical problem solving abilities are in the very poor category.