Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

SOSIALISASI PANDUAN KESEHATAN SELAMA PANDEMI PADA DAYA TARIK WISATA DI DESA SEMBALUN LAWANG Mahacita Andanalusia; Anna Pradiningsih; Baiq Leny Nopitasari; Nurul Qiyaam; Alvi Kusuma Wardani; Legis Ocktaviana Saputri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i1.6631

Abstract

ABSTRAKPandemi COVID-19 memberikan tantangan bagi berbagai pihak, salah satunya adalah pada sektor wisata. Adanya pembatasan pengunjung di daerah wisata dan juga masalah sanitasi dan higienis menjadi faktor yang membuat perekonomian di daerah wisata menurun. Desa Sembalun Lawang sebagai salah satu destinasi wisata di Nusa Tenggara Barat juga terkena dampak penurunan pariwisata. Salah satu upaya perbaikan untuk meningkatkan pengunjung adalah dengan melaksanakan protokol kesehatan sebagai bagian dari CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental). Dengan membuat panduan kesehatan yang dapat diterapkan oleh pengelola wisata dan pengunjung di Desa Sembalun Lawang, diharapkan pengelola wisata dapat mendapat sertifikat CHSE, sehingga wisatawan akan merasa aman untuk berkunjung dan perekonomian di Desa Sembalun Lawang dapat pulih. Pembuatan panduan kesehatan menggunakan media poster untuk membantu pengelola wisata memahami sekaligus mengimplementasikan penerapannya. Kata kunci: covid-19; panduan kesehatan; desa wisata; sembalun lawang. ABSTRACTThe COVID-19 pandemic poses challenges for various parties, one of them is the tourism sector. The restrictions on visitors in tourist areas as well as sanitation and hygiene problems are factors that make the economy in tourist areas decrease. Sembalun Lawang Village as one of the tourist destinations in West Nusa Tenggara has also been affected by the decrease in tourism. One of the improvement efforts to increase visitors is to implement health protocols as part of CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental). By making a health guideline that can be applied by tourism managers and visitors in Sembalun Lawang Village, it is hoped that tourism managers can get a CHSE certificate, so that tourists will feel safe to visit and the economy in Sembalun Lawang Village can recover. Poster as the media was used to help tourism managers’ understanding and implementation. Keywords: covid-19; health guideline; tourism village; sembalun lawang.
PENGARUH PEMBERIAN LAYANAN PESAN SINGKAT SEBAGAI PENGINGAT DAN MOTIVASI TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN TERAPI ANTIDIABETIK ORAL Baiq Leny Nopitasari; Wirawan Adikusuma; GJ Rahma Dewi Asamuni
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.656 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i1.133

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia (tingginya kadar gula dalam darah). Kualitas hidup merupakan salah satu sasaran terapi manajemen DM sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian layanan pesan singkat sebagai pengingat dan motivasi terhadap kualitas hidup dalam menunjang keberhasilan terapi pasien DM Tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan mengambil data pasien secara prospektif  selama periode Juli - Agustus 2017. Subyek penelitian ini sebanyak 60 pasien DM tipe 2 dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol sejumlah 30 pasien dan kelompok perlakuan sejumlah 30 pasien. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara serta pengisian kuesioner SF-36 untuk mengukur kualitas hidup. Kuisioner SF 36 memiliki 8 domain dimana semua domain memiliki perbedaan yang signifikan (P<0,05) sebelum dan sesudah perlakuan. Kualitas hidup pasien pada kelompok kontrol maupun perlakuan memiliki perbedaan yang sigifikan (P<0,05), dimana kualitas hidup pasien pada kelompok perlakuan lebih baik dibandingkan kualitas hidup pada kelompok kontrol. Dengan demikian pemberian layanan pesan singkat sebagai pengingat dan motivasi dapat meningkatkan kulitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2.
Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Gagal Jantung Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Baiq Leny Nopitasari; Baiq Nurbaety; Hafni Zuhroh
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 1, No 2 (2020): JULI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.936 KB) | DOI: 10.31764/lf.v1i2.2542

Abstract

ABSTRAKGagal jantung adalah ketidakmampuan jantung memompa darah guna memenuhi kebutuhan oksigen serta memberikan nutrisi jaringan tubuh. Gagal jantung biasanya disebabkan oleh kelainan sekunder dari abnormalitas struktur jantung atau fungsi yang merusak kemampuan ventrikel kiri untuk mengisi atau mengeluarkan darah. Keberhasilan penanganan secara medis tapi juga ditentukan oleh ketepatan dalam penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan pengobatan antihipertensi pada pasien gagal jantung di poli jantung RSUD Provinsi NTB pada bulan April-Mei tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan terhadap 49 catatan rekam medis pasien yang mendapatkan terapi antihipertensi dengan gagal jantung. Hasilnya menunjukan bahwa ketepatan penggunaan obat antihipertensi pada pasien gagal jantung di RSUD Provinsi NTB tahun 2019 yaitu tepat indikasi sebesar 100%, tepat pasien sebesar 100%, tepat obat sebesar 100%, tepat dosis sebesar 73,54% dan tepat frekuensi sebesar 100%.Kata kunci: Evaluasi Penggunaan Obat; Antihipertensi; Gagal Jantung.ABSTRACTHeart failure is the inability of the heart to pump blood to meet oxygen needs and provide nutrition for body tissues. Heart failure is usually caused by a secondary disorder of abnormal heart structure or function that damages the ability of the left ventricle to fill or bleed. Medical treatment success but also determined by the accuracy in the use of drugs. This study aims to evaluate the accuracy of antihypertensive treatment in heart failure patients in the heart poly of the NTB Provincial Hospital in April-May 2019. This study used a descriptive method with a cross sectional approach. The study was conducted on 49 medical record records of patients receiving antihypertensive therapy with heart failure. The results showed that the accuracy of the use of antihypertensive drugs in heart failure patients in the NTB Provincial Hospital in 2019 was seen based on the exact indication of 100%, the right patient at 100%, the exact drug at 100%, the right dose of 73,54% and the exact frequency of 100%.Keywords: Evaluation of drug use; antihypertensive; heart failure.
Profil Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Demam Tifoid Di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB Anna Pradiningsih; Baiq Leny Nopitasari; Monita Sari
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 2, No 2 (2021): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v2i2.5495

Abstract

ABSTRAKDemam tifoid merupakan infeksi akut pada usus halus dengan gejala demam lebih dari satu minggu, mengakibatkan gangguan pencernaan dan dapat menurunkan tingkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik pada terapi pasien demam tifoid di RSUD Provinsi NTB. Desain penelitian ini adalah observasional deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif, Pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu meneliti kebelakang dengan meneliti data skunder. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan distribusi jenis kelamin periode Juni 2019 adalah perempuan sebanyak 14 pasien (46%) dan laki-laki 16 pasien (54%) dari 30 pasien. Bedasarkan kelompok umur 12-16 tahun dengan presentase 23%, kedua kelompok umur 17-25 dengan presentase 16 %, kemudian kelompok umur 6-11 tahun dengan presentase 10% dan kelompok umur 46-55, 56-65 dan >60 dengan presentase 5%. Berdasarkan peresepan antibiotik yang paling banyak diresepkan pada periode Mei – Juni 2019 adalah golongan sefalosporin sebanyak 23 resep (76,3%) yang terdiri dari Cefixime 3 resep (10%), Ceftriaxone 19 resep (63%), Cefatokxim (3,31 resep%), golongan quinolone sebanyak 6 resep (20%) yang terdiri dari Levoploxacin 6 resep (20%), dan Golongan klorampenicol sebanyak 1 resep (3,3%). Berdasarkan bentuk sediaan, antibiotik yang paling banyak diresepkan periode Mei- juni 2019 adalah bentuk sediaan injeksi sebanyak 26 resep (81%), bentuk sediaan sirup sebanyak 2 resep (6%) sedangkan dalam bentuk tablet sebanyak 4 resep (13%). Kata kunci: Antibiotik; Demam Tifoid.ABSTRACTTyphoid fever is an acute infection of the small intestine with symptoms of fever for more than one week, resulting in indigestion and can reduce levels. This study aims to determine the profile of the use of antibiotics in the treatment of typhoid fever patients in Mataram Province Hospital. The design of this research is descriptive observational, that is research that aims to get a picture or description of a situation objectively, data retrieval is done retrospectively by examining the backward by examining secondary data. The results showed that based on sex distribution in the June 2019 period were 14 patients (46%) and 16 patients (54%) of 30 patients. Based on the age group of 12-16 years with a percentage of 23%, the second group of ages 17-25 with a percentage of 16%, then the age group of 6-11 years with a percentage of 10% and the age group of 46-55, 56-65 and > 60 with a percentage of 3%. Based on prescription of antibiotics most prescribed from May to June 2019 are cephalosporins with 23 prescriptions (76.3%) consisting of Cefixime 3 prescriptions (10%), Ceftriaxone 19 prescriptions (63%), Cefatokxim (3.31 prescription% ), quinolone group as many as 6 recipes (20%) consisting of Levoploxacin 6 recipes (20%), and chlorampenicol group as much as 1 recipe (3.3%). Based on dosage forms, the most prescribed antibiotics in the May-June 2019 period were 26 prescription injection forms (81%), syrup dosage forms were 2 prescriptions (6%) while in tablet form were 4 prescriptions (13%). Keyword: Antibiotic; Typhoid fever.
Gambaran Kualitas Hidup Pasien COVID-19 Di Provinsi Nusa Tenggara Barat Mahacita Andanalusia; Zulyadaen Zulyadaen; Nurul Qiyaam; Baiq Leny Nopitasari; Anna Pradiningsih
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 3, No 1 (2022): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v3i1.7160

Abstract

ABSTRAKCOVID-19 merupakan penyakit yang menjadi pandemi di seluruh dunia sejak Desember 2019. Di Nusa Tenggara Barat, prevalensi COVID-19 terus meningkat hingga tahun 2021. Selain kondisi klinis, COVID-19 juga memberikan dampak pada kualitas hidup pasien COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasien COVID-19 di provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah cross sectional menggunakan kuesioner SF-36 yang didistribusikan secara online. Responden yang digunakan sebagai subyek penelitian adalah pasien yang terdiagnosa COVID-19 dengan kategori ringan dan sedang di provinsi Nusa Tenggara Barat, berusia 12-55 tahun, dan bersedia menjadi responden. Hasil yang didapatkan dari 93 responden menunjukkan bahwa nilai fungsi fisik sebesar 64,35 ±11,54, keterbatasan fisik sebesar 47,58 ± 6,98, nyeri tubuh sebesar 68,79 ± 1,17, kesehatan secara umum sebesar 61,51 ± 6,43, vitalitas sebesar 56,82 ± 14,52, fungsi sosial sebesar 58,87 ± 14,44, keterbatasan emosional sebesar 45,16 ± 6,71, dan kesehatan mental sebesar 58,27 ± 8,15. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pasien COVID-19 memiliki gambaran aspek kualitas hidup yang baik (57,67 ± 7,96). Terdapat 2 aspek yang mengalami perburukan yaitu keterbatasan fisik (47,58 ± 6,98) dan keterbatasan emosional (45,16 ± 6,71). Kata kunci : COVID-19; Kualitas hidup; Pasien.ABSTRACTCOVID-19 is a disease that has become a worldwide pandemic since December 2019. The prevalence of COVID-19 continues to increase until 2021 in West Nusa Tenggara. Aside clinical conditions, COVID-19 also has an impact on the quality of life of COVID-19 patients. This study aims to describe the quality of life of COVID-19 patients in the province of West Nusa Tenggara. The method used in the study was cross sectional using SF-36 questionnaire which was distributed online. Respondents used as subjects were patients diagnosed with COVID-19 with mild and moderate categories in West Nusa Tenggara, aged 12-55 years, and agreed to be respondent. The results obtained from 93 respondents showed that the value of physical function was 64.35 ± 11.54, physical limitation was 47.58 ± 6.98, body pain was 68.79 ± 1.17, general health was 61.51 ± 6.43, vitality was 56.82 ± 14.52, social function was 58.87 ± 14.44, emotional limitation was 45.16 ± 6.71, and mental health was 58.27 ± 8.15. Based on the results obtained, most of the COVID-19 patients have a good quality of life (57.67 ± 7.96). Two aspects that have worsened were physical limitations (47.58 ± 6.98) and emotional limitations (45.16 ± 6.71).Keywords : COVID-19; Patient; Quality of life.
Tingkat Kualitas Hidup Pasien Hipertensi di Puskesmas Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat Baiq Leny Nopitasari; Cyntiya Rahmawati; Baiq Mitasari
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 2, No 1 (2021): JANUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v2i1.3825

Abstract

ABSTRAKHipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Status kesehatan yang buruk menunjukan kualitas hidup yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup penderita hipertensi di Puskesmas Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Desain penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Responden dalam penelitian ini adalah penduduk usia 40-75 tahun. Pengambilan sampel dilakukan di Puskesmas Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Teknik sampling yang digunakanadalahpurposive samplingpada 69 responden yang menderita hipertensi di Puskesmas Gunungsari. Teknik pengumpulandata menggunakan kuesioner SF-36. Data hasil penelitian dianalisa secara deskriptif dengan menentukan persentase sempurna, tinggi, sedang, dan rendah. Domain fungsi fisik berada pada kategori sempurna yaitu 26 orang (37.68%), keterbatasan fisik berada pada kategori sempurna yaitu 64 orang (92.75%), nyeri tubuh berada pada kategori sedang yaitu 38 orang (55.07%), kesehatan secara umum berada pada kategori sedang yaitu 46 orang (66.66%), vitalitas/energi berada pada kategori tinggi yaitu 39 orang (56.52%), fungsi sosial berada pada kategori tinggi yaitu 51 orang (73.91%), keterbatasan emosional berada  pada kategori rendah yaitu 53 orang (76.81%), kesehatan mental berada pada kategori sempurna yaitu 28 orang (40.57%). Rata-rata nilai kualitas hidup dari 69 responden adalah 73.73 dengan kategori kualitas hidup sedang.Kata kunci : Kualitas hidup; Hipertensi; SF-36; Puskesmas.ABSTRACTHypertension is a condition of increased systolic blood pressure of more than 140 mmHg and diastolic blood pressure of more than 90 mmHg. Poor health status indicates poor quality of life. This study aims to determine the quality of life of hypertensi on sufferers in Gunungsari Public Health Center, West Lombok Regency. The design of this study was an observational study with a cross-sectional approach. Respondents in this study were residents aged 40-75 years. Sampling was conducted at the Gunungsari Public Health Center in West Lombok Regency. The sampling technique used was purposive sampling of 69 respondents suffering from hypertension at the Gunungsari Community Health Center. Data collection technique susing the SF-36 questionnaire. The research data were analyzed descriptively by determining the percentage of perfect, high, medium, and low. Domains of physical function are in the perfect category that is 26 people (37.68%), physical limitations are in the perfect category that is 64 people (92.75%), body pain is in the moderate category thatis 38 people (55.07%), general health is in the moderate category namely 46 people (66.66%), vitality / energy are in the high category that is 39 people (56.52%), social functions are in the high category thatis 51 people (73.91%), emotional limitations are in the low category that is 53 people (76.81%) , mental health is in the perfect categoryof 28 people (40.57%). The average quality of live value of 69 respondents was 73.73 with the category of medium quality of life.Keywords : Quality of life; Hypertension; SF-36; Public health center.
Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Dalam Pemanfaatan Tanaman Sebagai Obat Tradisional Oleh Masyarakat Di Desa Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur Baiq Dwigita Wahyu Izzati; Baiq Nurbaety; Baiq Leny Nopitasari; Agus Suprianto
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 3, No 1 (2022): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v3i1.6357

Abstract

ABSTRAKMasyarakat Desa Pringgabaya merupakan salah satu masyarakat di Indonesia yang masih menggunakan tanaman sebagai obat tradisional. Pengetahuan masyarakat Desa Pringgabaya tentang tanaman obat ini masih terpelihara karena merupakan tradisi secara turun temurun dari nenek moyang mereka. Pengetahuan tentang pemanfaatan tanaman obat hanya diwariskan secara lisan, sehingga kemungkinan lama kelamaan pengetahuan tersebut akan hilang atau resepnya menjadi tidak komplit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat dalam pemanfaatan tanaman sebagai obat tradisional di Desa Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian ini menggunakan observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berusia 20 sampai 60 tahun yang bertempat tinggal di Desa Pringgabaya Kecamatan Lombok Timur yang berjumlah 7.339 orang dan didapat sampel sebanyak 379 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan responden berjenis kelamin perempuan lebih banyak yaitu 193 responden (50,9%) dibandingkan dengan laki-laki dengan jumlah 186 responden (49,1%) dan mayoritas responden berusia 20-40 tahun yaitu sebanyak 279 responden (73,6%), variabel sikap kategori baik berjumlah 237 responden (62,5%), dan variabel tindakan kategori baik berjumlah 154 responden (40,0%). Simpulan penelitian ini adalah tingkat pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan tanaman obat termasuk kategori pengetahuan baik (76,0%), sikap masyarakat tentang pemanfaatan tanaman obat termasuk kategori sikap baik (79,5%), dan tindakan masyarakat tentang pemanfaatan tanaman obat termasuk kategori tindakan cukup baik (65,7%). Kata kunci : Tingkat Pengetahuan; Sikap; Tindakan; Tanaman Obat; Desa Pringgabaya.ABSTRACTPringgabaya Village community is one of the people in Indonesia who still use medicinal plants as traditional medicine. Public knowledge about medicinal plants is still preserved because it is a tradition that has been passed down from generation to generation from the ancestors. The knowledge about the use of medicinal plants is only passed down orally, so it is possible that over time this knowledge will disappear or the recipe will not be complete. This study aims to determine the level of knowledge, attitudes, and actions of the community in the use of plants as traditional medicine in Pringgabaya Village, East Lombok Regency. This research method uses descriptive observation with a cross sectional approach with purposive sampling technique. The population in this study were people aged 20 to 60 years who lived in Pringgabaya Village, East Lombok District, amounting to 7,339 people and a sample of 379 people was obtained. The results of this study indicate that the level of knowledge of female respondents is more, namely 193 respondents (50.9%) compared to men with a total of 186 respondents (49.1%) and the majority of respondents aged 20-40 years, as many as 279 respondents (73.6%), the attitude variable in the good category is 237 respondents (62.5%), and the action variable in the good category is 154 respondents (40.0%). The conclusion of this study is that the level of public knowledge about the use of medicinal plants is included in the category of good knowledge (76.0%), public attitudes about the use of medicinal plants are included in the category of good attitude (79.5%), and community actions regarding the use of medicinal plants are included in the category of adequate action good (65.7%).Keywords : Level Of Knowledge; Attitude; Action Medicinal Plants; Pringgabaya Village.
Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Anna Pradiningsih; Baiq Leny Nopitasari; Nur Furqani; Esi Wahyuningsih
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 1, No 2 (2020): JULI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.237 KB) | DOI: 10.31764/lf.v1i2.2515

Abstract

ABSTRAKGagal ginjal kronik merupakan penurunan fungsi ginjal progresif yang  irreversible ketika ginjal tidak mampu mempertahankan keseimbangan metabolik. Gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB memasuki daftar 10 penyakit terbanyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien gagal ginjal kronik rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini merupakan  penelitian observasional deskriptif dengan mengambil data secara cross sectional, sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 43 orang. Evaluasi penggunaan obat dalam penelitian ini meliputi tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat indikasi dan tepat frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan ketepatan penggunaan obat antihipertensi pada pasien gagal ginjal kronik yaitu 100% tepat pasien, 100% tepat obat, 100% tepat indikasi, 100% tepat dosis, 88,37% dan tepat frekuensi 27,91%.Kata kunci: Gagal ginjal kronik; Antihipertensi; Evaluasi penggunaan obat. ABSTRACTChronic kidney failure is a decrease in progressive kidney function which is irregular when the kidneys are unable to maintain metabolic balance. Chronic kidney failure at the NTB Provincial General Hospital enters the list of the 10 most diseases. This study aimed to evaluate the use of antihypertensive drugs in patients with chronic renal failure hospitalization at the Regional General Hospital of West Nusa Tenggara Province. The study was a descriptive observational study by taking cross sectional data, samples that met the inclusion criteria were 43 people. Evaluation of drug use in this study included the exact patient, the right medication, the right dose, the right indication and the right frequency. The results showed the accuracy of the use of antihypertensive drugs in patients with chronic renal failure, namely 100% right patients, 100% exact drugs, 100% exact indications, 100% exact dosages, 88.37% and exact frequency 27,91%.Keywords: Chronic Kidney Failure; Antihypertension; Evaluation of drug use.
Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram Terhadap Penyakit Menular Seksual Tahun 2019 Baiq Leny Nopitasari; Abdul Rahman Wahid; Baharudin Baharudin
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 1, No 1 (2020): JANUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.46 KB) | DOI: 10.31764/lf.v1i1.1662

Abstract

ABSTRAKPada tahun 2017 jumlah kasus HIV/AIDS yang ditemukan di NTB mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2016. Jumlah kasus yang ditemukan tahun 2016 adalah 62 kasus HIV dan 87 kasus AIDS, sedangkan tahun 2017 ditemukan 98 kasus HIV, dan 111 kasus AIDS. Jumlah kematian karena AIDS di Provinsi NTB tahun 2016 sebanyak 9 kasus, mengalami peningkatan menjadi 22 kasus tahun 2017. Kota/Kabupaten yang terinfeksi HIV/AIDS paling tinggi yaitu Kota Mataram (39 kasus). Berdasarkan kelompok umur jumlah kasus HIV/AIDS tertinggi yaitu kasus HIV antara 20 – 29 tahun (40,91 %) dan AIDS antara umur 30 – 39 tahun (31,82 %). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa Universitas Muhamadiyah Mataram tentang PMS. Metode penelitian ini adalah observasional deskriptif, dengan pendekatan cross sectional. jumlah sampel dihitung mengunakan rumus slovin, Sampel yang diambil sebanyak 99 sampel yang tersebar di 7 fakultas. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa Universitas Muhamadiyah Mataram terhadap PMS berada di kategori cukup sebanyak 63 orang (64%) kategori baik sebanyak 27 orang (27%), dan kategori kurang sebanyak 9 orang (9%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat pegetahuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram terhadap PMS berada di kategori cukup. Kata kunci : HIV/AIDS; Pengetahuan Mahasiswa; PMS; ABSTRACTIn 2017 the number of cases of HIV / AIDS found in NTB increased compared to 2016. The number of cases found in 2016 was 62 cases of HIV and 87 cases of AIDS, while in 2017 there were 98 cases of HIV, and 111 cases of AIDS. The number of deaths due to AIDS in NTB Province in 2016 was 9 cases, increasing to 22 cases in 2017. The city / regency infected with HIV / AIDS was the highest, Mataram (39 cases). Based on age group, the highest number of HIV / AIDS cases were HIV cases between 20 – 29 years (40.91%) and AIDS between 30 – 39 years (31.82%). This study aims to determine the level of knowledge of students of the University of Muhamadiyah Mataram about STD. This research method is descriptive observational, with cross sectional approach. The number of samples is calculated using the Slovin formula. Samples taken as many as 99 samples spread across 7 faculties. The results showed that the level of knowledge of students of the Muhamadiyah University of Mataram on STD was in the quite category as many as 63 people (64%) in the good category as many as 27 people (27%), and in the less category as many as 9 people (9%). The conclusion of this study is the level of knowledge of students of the University of Muhammadiyah Mataram against STD is in the sufficient category Keywords : HIV/AIDS; Students Knowledge; STD.
Identifikasi Senyawa Hidrokuinon Dan Merkuri Pada Sediaan Whitening Body Lotion Yang Beredar Di Klinik Kecantikan Anna Pradiningsih; Baiq Leny Nopitasari; Alvi Kusuma Wardani; Cyntiya Rahmawati; Emy Darwati
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 3, No 1 (2022): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v3i1.7023

Abstract

ABSTRAKLotion adalah sediaan kosmetik golongan emolien (pelembut) yang mengandung air lebih banyak. Sediaan ini memiliki beberapa sifat, yaitu sebagai sumber pelembab bagi kulit, memiliki lapisan minyak yang hampir sama dengan sebum. Hidroquinon (Hq) termasuk golongan senyawa fenol yang bersifat larut dalam air Senyawa ini digunakan sebagai bahan pemutih dan pencegahan pigmentasi yang bekerja menghambat enzim tirosinase yang berperan dalam penggelapan kulit, Merkuri adalah Merkuri (Hg) / air raksa termasuk logam berat berbahaya  yang biasanya merkuri terdapat pada kosmetik yang digunakan untuk memucatkan flek pada kulit. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan apakah terdapat senyawa hidroquinon dan mekuri pada sediaan whitening body lotion di klinik kecantikan Kota Mataram dengan menggunakan metode uji reaksi warna dan metode titrasi sirimetri, setelah dilakukannya penelitian didapatkan hasil bahwa kosmetik khususnya whitening body lotion di klinik kecantikan Kota Mataram mengandung hidroquinon dan merkuri, namun untuk kadar hidroquinon masih di bawah batas tertentu yaitu dibawah 2 %. Setelah dilakukannya penelitian dapat disimpulkan bahwa sediaan whitening body lotion yang didapakan dari beberapa klinik kecantikan di Kota Mataram dengan 3 macam sampel 1 sampel dianataranya positif mengandung hidroquinon dan 2 sampel lainnya positif mengandung merkuri. Kata kunci : Hidroquinon; Merkuri; Whitening Body Lotion; Titrasi sirimetri.ABSTRACTLotions are cosmetic preparations of the emollient group (softeners) that contain more water. This preparation has several properties, namely as a source of moisturizer for the skin, has almost the same oil layer as sebum. Hydroquinone (Hq) belongs to the class of phenol compounds that are soluble in the water This compound is used as a bleaching and pigmentation prevention that works to inhibit the enzyme tyrosinase that plays a role in skin darkening, Mercury is Mercury (Hg) / mercury including harmful heavy metals that are usually mercury found in cosmetics used to pronounce spots on the skin. This study was conducted to determine whether there are hydroquinone and mercury compounds in whitening body lotion preparations in Mataram city beauty clinics using color reaction test methods and perimetric titration methods after the study obtained results that cosmetics, especially whitening body lotion in Mataram city beauty clinics contain hydroquinone and mercury, but for hydroquinone, levels are still below a certain limit of below 2%. After the study, it can be concluded that the preparation of whitening body lotion obtained from several beauty clinics in Mataram City with 3 kinds of samples 1 sample of which is positive contains hydroquinone and 2 other samples positive contains mercury.Keywords : Hydroquinone; Mercury; Whitening Body Lotion; Sirimetric titration.