Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan Dan Perilaku Masyarakat Kelurahan Pagesangan Lingkungan Bebidas Tentang Covid-19 Baiq Leny Nopitasari; Baiq Nurbaety; Anna Pradiningsih; Nur Fauziah
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 3, No 1 (2022): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v3i1.6655

Abstract

ABSTRAKCoronavirus Disease-19 (COVID-19) menjadi peristiwa yang mengancam kesehatan masyarakat secara umum dan telah menarik perhatian dunia. Pengetahuan masyarakat mengenai pandemi COVID-19 yang baik dan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya mencegah penularan COVID-19 penting untuk diterapkan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat kelurahan Pagesangan lingkungan Bebidas tentang COVID-19. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif teknik consecutive sampling dengan menggunakan pendekatan  cross sectional. Penelitian ini menggunakan kuesioner dan sampel yang didapatkan berjumlah 100 responden di kelurahan Pagesangan lingkungan Bebidas. Hasil penelitian masyarakat yang pengetahuannya baik sebanyak 66%, cukup sebanyak 28% dan pengetahuan kurang sebanyak 6% dan masyarakat yang perilakunya baik sebanyak 66%, cukup sebanyak 31% dan perilaku buruk sebanyak 3%. Kesimpulannya menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang COVID-19 ada pada kategori baik dengan rata-rata 82% dan perilaku masyarakat tentang COVID-19 ada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 81,17%. Kata kunci : Pengetahuan; Perilaku; COVID-19; Masyarakat; Pagesangan.ABSTRACTCoronavirus Disease-19 (COVID-19) is a worldwide event that poses a hazard to public health. In order to prevent the spread of COVID-19, it is critical to increase public awareness about the pandemic as well as clean and healthy living habits. The goal of the study was to establish the community's degree of knowledge and behavior towards COVID-19 in the Pagesangan, Bebidas area. This is a descriptive observational study that uses a cross sectional method and uses a successive sampling technique. The sample for this study was 100 people from Pagesangan village in the Bebidas neighborhood, and the method employed was a questionnaire. According to the findings, persons with good knowledge account for 66%, adequate knowledge for 28%, and lack of knowledge for 6%, whereas those with good behavior account for 66%, adequate knowledge for 31%, and bad behavior account for 3%. The results demonstrate that public awareness of COVID-19 is good, with an average score of 82%, and public behavior toward COVID-19 is also positive, with an average score of 81.17%.Keywords : Knowledge; Behavior; COVID-19; Society; Pagesangan.
Pembuatan Video Edukasi Vaksinasi Covid-19 Pada Civitas Akademika Universitas Muhammadiyah Mataram Anna Pradiningsih; Mahacita Andanalusia; Baiq Leny Nopitasari; Baiq Nurbaety; Alvi Kusuma Wardani; Cyntiya Rahmawati
Jurnal Surya Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.4.1.2021.97-103

Abstract

Vaccine is a biological product that used to stimulate the production of antibodies and provide immunity against infectious disease.  In he beginning of 2021, Indonesia has started vaccination program for COVID-19. The main purpose of the program is to prevent the massive spread of corona virus, which has caused pandemic since December2019. There are some steps of vaccination program based on the community target. Muhammadiyah University of Mataram as a formal educational institution that gives public service to society is included in the second step of vaccination. However, the variety of field at the institution causes the knowledge differences about vaccine. Therefore, education to help civitas academics to understand more about vaccine was needed. Education was done by audio visual method or video. The videos were made with two language, Indonesian and English. Some contents that included in the video were vaccine definition, type of vaccine, vaccine’s mechanism of action, vaccine’s benefit, COVID-19 vaccine, the possible effects after getting COVID-19 vaccine and how to overcome them. The videos was uploaded in the internet and distributed online to che civitas academics. Through this video, it is hoped that the civitas academics can understand the importance of their participation in COVID-19 vaccine.
Studi Penggunaan Obat Pada Pasien Osteoarthritis Usia Lanjut di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB Periode 2019 Baiq Leny Nopitasari
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 3, No 2 (2022): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v3i2.9117

Abstract

ABSTRAKOsteoarthritis (OA) merupakan penyakit degeneratif pada sendi yang bisa terjadi pada bagian pinggang dan lutut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien osteoarthtritis, profil pengobatan dan untuk menyesuaikan tata laksana pengobatan apakah sudah sesuai dengan pedoman yang ada yaitu American College of Rheumatollogy (ACR). Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan jenis penelitian deskriptif kategorik. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif pada rekam medik pasien menggunakan lembar pengumpulan data. Hasil penelitan menunjukkan bahwa osteoarthtritis lebih banyak terdapat pada wanita dengan usia lanjut pertengahan (60-74) tahun, dimana 43,83% pasien termasuk kategori obesitas. Osteoarthtritis paling banyak terjadi pada ibu rumah tangga dimana osteoarthtritis paling sering menyerang lutut dikarenakan beban pada lutut yang berat. Pengobatan paling banyak menggunakan NSAID oral meloxicam 49,31%. Pengobatan mengunakan meloxicam sudah sesuai dengan pedoman ACR dimana meloxicam merupakan salah satu obat pilihan utama pasien osteoarthtritis dikarenakan efek samping terhadap saluran cerna paling sedikit dibandingkan dengan NSAID yang lain.Kata kunci : Osteoarthtritis; Studi Penggunaan Obat; American College of Rheumatology.ABSTRACTOsteoarthritis (OA) is a degenerative disease in the joints that can occur in the waist and knees. This study aims to determine the profile of osteoarthritis patients, therapeutic profiles and to regulate therapeutic management in accordance with existing guidelines, namely the American College of Rheumatollogy (ACR). This research uses observational method with categorical descriptive research type. Data collection was performed retrospectively on the patient's medical records using a data collection sheet. The results showed more osteoarthritis in women with elderly (60-74) years, of which 43.83% of patients were categorized as obese. Osteoarthritis is most common in housewives where osteoarthritis is most common in the knees due to heavy. The most common treatment using NSAIDs is oral meloxicam 49.31%. Treatment using meloxicam is in accordance with ACR guidelines while meloxicam is one of the main drugs for osteoarthritis due to the least side effects on the gastrointestinal tract compared with other NSAIDs.Keywords : Osteoarthritis; Drug Use Studies; American College of Rheumatology.
PEMBUATAN VIDEO EDUKASI : BERANTAS HOAKS SEPUTAR VAKSIN COVID-19 DI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM Cyntiya Rahmawati; Baiq Leny Nopitasari; Alvi Kusuma Wardani; Baiq Nurbaety; Melati Permata Hati; Baiq Lenysia Puspita Anjani; Nur Furqani; Abdul Rahman Wahid
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.7086

Abstract

ABSTRAKProgram vaksinasi COVID-19 kini telah menyasar masyarakat umum, termasuk anak-anak usia 12 tahun ke atas, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia. Pada awal 2021 telah tersedia berbagai vaksin untuk COVID-19 di Indonesia, yaitu vaksin buatan Sinovac (CoronaVac), AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, dan Pfizer. Berdasarkan hasil Survei Penerimaan Vaksin COVID-19 di Indonesia, di Kepulauan Nusa Tenggara ada 65–70% responden yang mengetahui rencana Pemerintah untuk melaksanakan vaksinasi COVID-19 dan hanya 58% yang bersedia menerima Vaksin COVID-19. Adanya hoaks seputar Vaksin COVID-19 dapat menurunkan minat masyarakat atau menimbulkan keraguan untuk melakukan vaksinasi COVID-19. Sehingga pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan sebagai upaya edukasi terkait hoaks dan fakta seputar Vaksin COVID-19 untuk meningkatkan capaian vaksin COVID-19 di masyarakat. Metode yang dilakukan yaitu pembuatan video edukasi hoaks dan fakta seputar Vaksin COVID-19, dan disebarkan melalui media sosial kanal YouTube FIK UMMAT. Target yang diharapkan dapat meningkatkan ketercapaian 100% vaksinasi COVID-19 di Indonesia khususnya di Nusa Tenggara Barat dan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Mataram, guna mempercepat tercapainya herd immunity. Kata kunci: hoaks; fakta; vaksin covid-19 ABSTRACTThe COVID-19 vaccination program has now targeted the general public, including children aged 12 years and over, pregnant women, breastfeeding mothers, and the elderly. In early 2021, various vaccines for COVID-19 were available in Indonesia, namely vaccines made by Sinovac (CoronaVac), AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, and Pfizer. Based on the results of the COVID-19 Vaccine Acceptance Survey in Indonesia, in the Nusa Tenggara Islands there were 65–70% of respondents who are aware of the Government's plan to carry out the COVID-19 vaccination and only 58% were willing to receive the COVID-19 Vaccine. The existence of hoaxes about the COVID-19 vaccine can reduce public interest or raise doubts about vaccinating COVID-19. So that this community service is carried out with the aim of being an educational effort related to hoaxes and facts about the COVID-19 vaccine to increase the achievement of the COVID-19 vaccine in the community. The method used is making educational videos of hoaxes and facts about the COVID-19 vaccine, and distributed through social media on the FIK UMMAT YouTube channel. The target is expected to increase the 100% achievement of COVID-19 vaccination in Indonesia, especially in West Nusa Tenggara and at the University of Muhammadiyah Mataram, in order to accelerate the achievement of herd immunity. Keywords: hoax; facts; covid-19 vaccine
PENYULUHAN PENINGKATAN PENGETAHUAN KEAMANAN PENGGUNAAN OBAT PADA IBU MENYUSUI DI DESA PENGENGAT LOMBOK TENGAH Anna Pradiningsih; Baiq Leny Nopitasari; Nurul Qiyaam; Alvi Kusuma Wardani; Irmatika Hendriyani; Cyntiya Rahmawati; Baiq Lenysia Pupita Anjani; Safwan Safwan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.10048

Abstract

ABSTRAKTingkat pengetahuan tentang keamanan penggunaan obat pada ibu menyusui masih kurang. Hal ini digambarkan oleh pola penggunaan obat saat menyusui di Desa Pengengat Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pada saat seorang ibu memberikan ASI eksklusif pada bayi, seorang ibu dapat mengalami berbagai gangguan Kesehatan. Pada beberapa kasus gangguan Kesehatan, gejala yang timbul hanya dapaat dikurangi atau dihilangkan dengan penggunaan obat. Sebagian besar obat yang dikonsumsi oleh ibu menyusui akan terdeteksi dalam ASI dengan jumlah yang variative. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatan pengetahuan keamanan penggunaan obat pada ibu menyusui di Desa Pengengat Lombok Tengah. Kegiatan dilakukan dengan memberikan edukasi melalui media leaflet pada target sasaran yang telah ditentukan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Selasa, 28 Juni 2022. Peserta yang hadir berjumlah 22 orang ibu menyusui yang sedang berpartisipasi dalam kegiatan posyandu. Pihak desa secara langsung melakukan instruksi kepada Bidan Desa agar dapat mengkoordinasikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dalam agenda Posyandu Desa. Penyuluhan tentang Peningkatan Pengetahuan Keamanan Penggunaan Obat Pada Ibu Menyusui Di Desa Pengengat Lombok Tengah. Pihak  desa memfasilitasi kegiatan ini dengan mensosialisasikan kegiatan ini kepada ibu menyusui setelah kegiatan posyandu. Kata kunci: keamanan; obat; ibu menyusui ABSTRACTThe level of knowledge about the safety of drug use in nursing mothers is still lacking. This is illustrated by the pattern of drug use during breastfeeding in Pengengat Village, Pujut District, Central Lombok Regency. When a mother gives exclusive breastfeeding to the baby, a mother can experience various health disorders. In some cases of health disorders, the symptoms that arise can only be reduced or eliminated by the use of drugs. Most of the drugs taken by nursing mothers will be detected in breast milk with varying amounts. This community service activity aims to increase knowledge of the safety of drug use in breastfeeding mothers in Pengengat Village, Central Lombok. Activities are carried out by providing education through leaflet media on predetermined targets. This activity was held on Tuesday, June 28, 2022. The participants who attended were 22 breastfeeding mothers who were participating in posyandu activities. The village directly instructs the Village Midwife to be able to coordinate this community service activity in the village posyandu agenda. Counseling on Increasing Knowledge on the Safety of Drug Use in Breastfeeding Mothers in Pengengat Village, Central Lombok. The village facilitates this activity by socializing this activity with breastfeeding mothers after posyandu activities. Keywords: safety; medicine; nursing mothers
EDUKASI MENCEGAH PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA MASYARAKAT LINGKUNGAN DASAN SARI AMPENAN Cyntiya Rahmawati; Baiq Leny Nopitasari; Alvi Kusuma Wardani; Baiq Nurbaety; Baiq Lenysia Puspita Anjani; Melati Permata Hati; Nur Furqani; Abdul Rahman Wahid; Safwan Safwan; Irmatika Hendriyani; Anna Pradiningsih; Yuli Fitriana; Dzun Haryadi Ittiqo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.9688

Abstract

ABSTRAKDemam berdarah dengue (DBD) saat ini masih menjadi masalah kesehatan yang massif di Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB) dimana NTB termasuk dalam 10 provinsi dengan temuan incidence rate DBD tertinggi pada 2022. Kota Mataram menjadi  salah satu kota yang dengan jumlah kasus terbanyak mencapai 536 kasus dengan kasus kematian sebanyak 2 orang setiap tahun. Berdasarkan latar masalah dan tingginya kasus DBD tersebut, kegiatan ini bertujian untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam memberikan edukasi kepada masyarakat di Lingkungan Dasan Sari RT.08 Ampenan untuk pencegahan terjadinya DBD dengan melakukan 3M Plus. Metode edukasi yang dilakukan adalah ceramah dengan presentasi yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, serta pemberian poster edukasi. Sebelum dan sesudah edukasi, peserta diminta untuk mengisi kuesiner pengetahuan dan perilaku terkait DBD. Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penyakit DBD setelah dilakukan edukasi yaitu dengan nilai rata-rata postest yaitu 99,5% (sebelum edukasi = 96.8 %) yang masuk dalam kategori pengetahuan baik. Kemudian tingkat perilaku masyarakat mengenai pencegahan penyakit DBD memperoleh nilai rata-rata 91,1% yang termasuk dalam kategori perilaku baik. Kata kunci: edukasi; Demam Berdarah Dengue (DBD); Nusa Tenggara Barat (NTB); peningkatan pengetahuan   ABSTRACT Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is still a massive health problem in Indonesia, including in the province of West Nusa Tenggara, which of the top ten highest DHF incidence rates. Based on the DFT problem, this report aims to provide education about the prevention of dengue fever by 3M programs in the Dasan Sari Environment RT.08 Ampenan. The provided education was performed through a presentation and discussion panel followed by distributing educational posters to event participants. The level of knowledge and behavior about DHF was assessed before and after the education activity by giving participants an assessable questionnaire. Based on the questionnaire analysis, the level of knowledge and behavior were reported to be increased after education was carried out, with the level of knowledge post-test average value of 99.5% (base of 96.8 %) and the level of behavior average value of 91.1%. Keywords: education; dengue; Dengue Hemorrhagic Fever (DHF); West Nusa Tenggara; level of knowledge
Evaluasi Interaksi Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB Tahun 2021 Baiq Leny Nopitasari
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.12045

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Komplikasi DM merupakan kasus yang sering muncul pada penderita DM hingga menimbulkan kematian. Pasien yang mengalami komplikasi DM berpotensi mendapatkan resep dengan berbagai macam obat. Peresepan obat dalam jumlah banyak dapat menimbulkan resiko terjadinya interaksi obat. Semakin banyak penggunaan obat kemungkinan efek samping yang terjadi atau terjadi interaksi obat yang tidak dikehendaki semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya interaksi obat DM Tipe 2 pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif, dengan pendekatan penelitian bersifat retrospektif. Data didapatkan dari rekam medis pasien DM tipe 2 di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam kurun waktu Januari-Maret 2022. Jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 75 sampel. Penelusuran potensi interaksi obat ditelaah melalui aplikasi Medscape. Hasil penelitian memperoleh data potensi interaksi obat dengan potensi Terjadi Interaksi sebanyak 58,70% dan potensi Tidak Terjadi Interaksi sebanyak 41,30%. Berdasarkan parameter mekanisme interaksi obat didapatkan hasil mekanisme interaksi Farmakodinamika sebanyak 61,80% dan mekanisme interaksi Farmakokinetika sebanyak 38,20%. Berdasarkan tingkat keparahan interaksi obat, didapatkan hasil tingkat keparahan Mayor sebanyak 7,80%, tingkat keparahan Moderate sebanyak 91,20%, sedangkan tingkat keparahan Minor sebanyak 1%.
MEMASYARAKATKAN TANYA LIMA O DI TAMAN UDAYANA KOTA MATARAM Baiq Leny Nopitasari; Nurul Qiyaam; Anna Pradiningsih; Cyntiya Rahmawati; Baiq Lenysia Puspita Anjani; Safwan Safwan; Wirawan Adikusuma
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.14541

Abstract

ABSTRAK“Tanya Lima O” merupakan salah satu program dari Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota yaitu GeMa CerMat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat). Melalui tagline ini diharapkan masyarakat dapat lebih aktif lagi dalam mencari informasi tentang obat, tidak hanya pada tenaga kesehatan, namun juga dapat diperoleh dari sumber lain yang valid dan dapat dipercaya. Demi tercapainya penggunaan obat yang bermutu dan aman, keterlibatan masyarakat secara aktif sangat diharapkan. Pada kegiatan ini yang menjadi target sasaran adalah masyarakat yang sedang mengikuti kegiatan car free day di Taman Udayana Mataram. Metodenya berupa penyuluhan interaktif dengan para peserta, diskusi dan tanya jawab dibantu dengan kuesioner. Rata-rata pengetahuan masyarakat yang didapatkan setelah dilakukan pengukuran sebesar 69,21% yang termasuk kategori tingkat pengetahuan cukup. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan masih harus sering dilakukan karena penyuluhan yang dilakukan terbukti efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat. Setelah kegiatan program pengabdian kepada masyarakat pada masyarakat ini terlaksana, masyarakat menjadi mengerti dan paham tentang penggunaan obat sejak dini (Tanya Lima O) dengan metode demonstrasi dan tanya jawab. Penting untuk disadari bahwa obat merupakan substansi yang tidak hanya dapat memberikan manfaat, tetapi juga bahaya. Obat hanya akan memberikan manfaat jika digunakan dalam cara pakai yang benar. Dengan pengetahuan yang benar, masyarakat akan dapat memperoleh manfaat maksimal dari obat dan dapat meminimalkan segala hal yang tidak diinginkan yang dapat terjadi akibat pemakaian suatu obat. Kata kunci: Tanya Lima O; GeMa CerMat; masyarakat; pengetahuan.  ABSTRACT“Tanya Lima O” is one of the programs of the Indonesian Ministry of Health and the Provincial and City Health Offices, namely GeMa CerMat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat). Through this tagline, it is hoped that the public will be more active in seeking information about drugs, not only from health workers, but also from other valid and reliable sources. In order to achieve the use of quality and safe medicines, active community involvement is highly expected. In this activity the target audience is the community who are participating in car free day activities at Taman Udayana Mataram. The method is in the form of interactive counseling with participants, discussions and questions and answers assisted by questionnaires. The average knowledge of the community that was obtained after measurements were 69.21% which was included in the category of sufficient level of knowledge. This shows that counseling must still be carried out frequently because the counseling that has been carried out has proven to be effective in increasing public knowledge. After the community service program activities for the community were carried out, the community became aware and understood about the use of drugs from an early age (Tanya Lima O) with demonstration and question and answer methods. It is important to realize that medication is a substance that can not only provide benefits, but also harm. Drugs will only provide benefits if used in the correct way of use. With the right knowledge, the public will be able to get the maximum benefit from the drug and can minimize all unwanted things that can occur due to the use of a drug. Keywords: Tanya Lima O; GeMa CerMat; public; knowledge.
EDUKASI BIJAK MENGGUNAKAN ANTIBIOTIK PADA MASYARAKAT DI PASAR BAMBU BUNJERUK Cyntiya Rahmawati; Baiq Leny Nopitasari; Baiq Nurbaety; Baiq Lenysia Puspita Anjani; Safwan Safwan; Anna Pradiningsih; Nur Furqani; Iche Rahma Saputri; Ida Ayu Tiara Dita; Indah Rahmawati; Indri Natasari; Intan Sahira; Isti Aulia Febrianti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14588

Abstract

ABSTRAKSwamedikasi oleh masyarakat seringkali pada obat keras, termasuk antibiotik yang seharusnya didapatkan dengan resep dokter. Berdasarkan hasil riset di Indonesia menyatakan bahwa proporsi masyarakat yang menyimpan obat keras tanpa resep cukup tinggi, di antaranya termasuk antibiotik. Penggunaan antibiotik tanpa resep dokter dapat menyebabkan masalah kesehatan, yaitu tujuan pengobatan tidak tercapai bahkan terjadi resistensi bakteri. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada masyarakat di Pasar Bambu Bunjeruk menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat masih kurang tentang penggunaan antibiotik. Sehingga perlu dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk edukasi Bijak menggunakan antibiotik pada masyarakat di Pasar Bambu Bunjeruk dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penggunaan antibiotik yang benar. Metode yang digunakan adalah metode interaktif melalui CBIA (Cara Belajar Insan Aktif), yang dilakukan dengan ceramah dan memberikan brosur BIJAK menggunakan antibiotik. Sebelum dan sesudah edukasi, peserta diminta untuk mengisi kuesioner pengetahuan dan sikap terkait penggunaan antibiotik. Didapatkan hasil bahwa terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang Bijak menggunakan antibiotik dari pengetahuan kurang menjadi pengetahuan baik. Selain itu, terjadi peningkatan sikap masyarakat tentang Bijak menggunakan antibiotik dari sikap cukup menjadi sikap baik. Kata kunci: edukasi; antibiotik; bijak; peningkatan pengetahuan; pasar bambu bunjeruk ABSTRACTSelf-medication by the community is often on strong drugs, including antibiotics that should be obtained with a doctor's prescription. Based on the results of research in Indonesia, it is stated that the proportion of people who store strong drugs without a prescription is quite high, including antibiotics. The use of antibiotics without a doctor's prescription can cause health problems, namely, the goal of treatment is not achieved and even bacterial resistance occurs. Based on the results of observations made on the community at the Bunjeruk Bamboo Market, shows that the level of public knowledge is still lacking about the use of antibiotics. So it is necessary to carry out community service activities in the form of education on the wise use of antibiotics in the community at the Bunjeruk Bamboo Market to increase people's knowledge and attitudes toward the correct use of drugs. The method used is an interactive method through CBIA (Active Human Learning Method), which is carried out with lectures and giving BIJAK brochures using antibiotics. Before and after education, participants were asked to fill out a knowledge and attitude questionnaire regarding the use of antibiotics. The results showed that there was an increase in public knowledge about the wise use of antibiotics from less knowledge to good knowledge. In addition, there has been an increase in people's attitudes about the wise use of antibiotics from a moderate attitude to a good attitude. Keywords: education; antibiotics; wisdom; increase in knowledge; bunjeruk bamboo market
EDUKASI INTERAKSI OBAT PADA WALI MURID TK CAHAYA KARTINI, LOMBOK TENGAH Baiq Lenysia Puspita Anjani; Cyntiya Rahmawati; Wirawan Adikusuma; Safwan Safwan; Nurul Hidayatullah; Putu Gede Suriya Gunawan; Baiq Leny Nopitasari; Anna Pradiningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14582

Abstract

ABSTRAKInteraksi obat merupakan interaksi yang dapat terjadi apabila efek obat diubah oleh obat lain, makanan, atau minuman. Interaksi obat ini dapat menyebabkan beberapa masalah antara lain penurunan efek terapi, peningkatan toksisitas, atau efek farmakologis yang tidak diharapkan. Rendahnya pemahaman dan kesadaran Wali Murid mengenai interaksi obat dengan makanan dan interaksi obat dengan obat lain, ditambah dengan banyaknya informasi kurang tepat yang beredar melalui media sosial merupakan tantangan baru bagi tenaga kefarmasian untuk melakukan edukasi interaksi obat dalam penggunaan obat pada anak-anak yang diberikan pada Wali Murid di Sekolah. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi kepada Wali Murid tentang interaksi obat. Pelaksanaan pra kegiatan meliputi survei lokasi kegiatan di TK Cahaya Kartini, Lombok Tengah, proses pembuatan dan pencetakan leaflet. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada hari Jumat tanggal 17 Maret 2023 bertempat di TK Cahaya Kartini. Leaflet yang telah disiapkan didistribusikan kepada peserta kegiatan. Pada tahap pasca kegiatan dilakukan evaluasi hasil dengan tanya jawab dan pengisian pertanyaan pre-intervensi dan post-intervensi tentang interaksi obat oleh Wali Murid. Edukasi interaksi obat ini menunjukkan hasil yang baik terlihat dari adanya kenaikan nilai pada post-intervensi dibandingkan dengan pra-intervensi. Edukasi interaksi obat ini membuka wawasan Wali Murid TK Cahaya Kartini untuk lebih berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya interaksi obat dan melaporkan jika terjadi kejadian akibat interaksi obat pada fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk meminimalisir kejadian yang lebih berbahaya. Kata kunci: interaksi obat; edukasi; TK cahaya kartini ABSTRACT Drug interactions are interactions that can occur when the effects of drugs are altered by other drugs, foods, or drinks. These drug interactions can cause several problems including decreased therapeutic effects, increased toxicity, or unexpected pharmacological effects. The low understanding and awareness of parents regarding drug interactions with food and drug interactions with other drugs, coupled with the large amount of incorrect information circulating through social media is a new challenge for pharmaceutical personnel to educate drug interactions in the use of drugs in children given to parents at school. The purpose of this activity is to educate parents about drug interactions. The pre-activity implementation includes a survey of the location of activities at TK Cahaya Kartini, Central Lombok, and the process of making and printing leaflets. The activity will be held on Friday, March 17, 2023, at TK Cahaya Kartini. The prepared leaflets were distributed to the participants of the activity. In the post-activity stage, results were evaluated with questions and answers and filled in pre-intervention and post-intervention questions about drug interactions by parents. This drug interaction education showed good results as seen from the increase in post-intervention scores compared to pre-intervention. This drug interaction education opens the insight of Guardians of Cahaya Kartini Kindergarten Students to be more careful of the possibility of drug interactions and report if there is an incident due to drug interactions at the nearest healthcare facility to minimize more dangerous events. Keywords: drug interactions; education; TK cahaya kartini