Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Kajian Ketepatan dan Kepatuhan Penggunaan Masker Bagi Pembeli di Pasar Tradisional Surakarta: Compliance and Accuracy of the Use of Face Masks by Buyers in Surakarta Traditional Market Hartono Hartono; Prashinta Nita Damayanti; Muhammad Saiful Amin
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 3 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.946 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i3.1436

Abstract

Latar Belakang: Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya dalam pemutusan rantai penularan Covid-19 melalui berbagai strategi dan kebijakan yang dikeluarkannya. Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan penerapan protokol kesehatan, salah satunya adalah kewajiban penggunaan masker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan dan ketepatan penggunaan masker bagi pembeli di 5 pasar tradisional kota Surakarta sebagai upaya pencegahan penyakit Covid-19. Metode: Penelitian ini dilakukan menggunakan survey deskriptif kualitatif terhadap 5 pasar tradisional di kota Surakarta meliputi pasar Gede, Nusukan, Jongke, Kadipolo, dan pasar Sidodadi. Sampel penelitian diambil dengan random sampling sebanyak 500 responden pembeli di 5 pasar tradisional Surakarta. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan pembeli yang berinteraksi dan melakukan transaksi di 5 pasar tradisional di Kota Surakarta sudah baik, karena 94,2 % pembeli taat menggunakan masker sebagai protokol kesehatan untuk mencegah penularan dan penyebaran virus Covid-19. Namun tingkat ketepatan penggunaan masker masih kurang baik, karena dari 471 pembeli yang memakai masker hanya 43,3% yang menggunakan masker dengan tepat. Kesimpulan: Tingkat kepatuhan penggunaan masker oleh pembeli di 5 pasar tradisional di Kota Surakarta masuk dalam kategori patuh, namun tingkat ketepatan penggunaan masker masih kurang baik.
Peningkatan Kompetensi Guru IPA SMP melalui Pelatihan Teknik Isolasi DNA Sederhana Serafica Btari Christiyani Kusumaningrum; Shefa Dwijayanti Ramadani; Prashinta Nita Damayanti; Iga Metri Astuti; Safira Putri Salsabila
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2026): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i2.11041

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru IPA SMP yang tergabung dalam MGMP IPA Kabupaten Temanggung dalam teknik biologi molekuler terkini dan penerapannya pada pembelajaran berbasis STEM untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka dengan pendekatan deep learning. Guru IPA SMP dituntut mampu menyajikan pembelajaran yang integratif dan aplikatif, namun pada praktiknya masih banyak pembelajaran yang bersifat teoritis akibat keterbatasan fasilitas laboratorium dan kurangnya keterampilan dalam merancang eksperimen sederhana. Metode pelaksanaan menggunakan model Participatory Rural Appraisal dengan empat tahap: persiapan dan koordinasi dengan mitra (MGMP IPA Temanggung dan Laboratorium Biologi Molekuler UNS), pembuatan materi pelatihan isolasi DNA sederhana , pelaksanaan kegiatan yang meliputi paparan materi dan praktik mandiri isolasi DNA tumbuhan , serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan eksperimen sains sederhana mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis eksperimen yang mudah direplikasi di kelas. Selain itu, kegiatan ini memberikan gambaran konkret mengenai integrasi pendekatan STEM dalam pembelajaran IPA SMP melalui aktivitas praktikum yang kontekstual dan menarik. Sehingga guru mampu memberikan pembelajaran yang lebih kontekstual dan sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka dan pendekatan deep learning. Sebagai rekomendasi, pelatihan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan pengembangan variasi eksperimen sederhana lainnya yang relevan dengan materi IPA SMP, serta dukungan sekolah dalam penyediaan sarana praktikum sederhana untuk menunjang pembelajaran yang lebih bermakna.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN BALSAM AROMATERAPI KOMBINASI MINYAK ATSIRI RIMPANG DLINGO (Acorus calamus) DAN RIMPANG BANGLE (Zingiber purpureum) Damayanti, Prashinta Nita; Luhurningtyas, Fania Putri; Pujiastuti, Anasthasia; Izzah, Arizul Nurma; Salsabila, Elysa
Jurnal Farmasi Kryonaut Vol 5 No 2 (2026): JFK
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59969/jfk.v5i2.205

Abstract

Stress and anxiety are mental disorders that can reduce quality of life. Aromatherapy using essential oils is an alternative non-pharmacological therapy to help reduce stress and anxiety. Essential oils from dlingo rhizome (Acorus calamus L.) and bangle rhizome (Zingiber purpureum Roxb.) are known to have relaxing activity, so they have the potential to be developed into aromatherapy balm preparations. This study aims to formulate and evaluate the physical characteristics of aromatherapy balm combined with dlingo rhizome and bangle rhizome essential oils. The preparation was made in five formulas with varying total concentrations of essential oil combinations of 0%, 5%, 10%, 15%, and 20%. Physical evaluation included organoleptic tests, pH, homogeneity, spreadability, and adhesiveness. The results showed that all formulas produced semi-solid, homogeneous preparations, with a white to yellowish color and a distinctive aroma of essential oils that became stronger with increasing concentration. The pH value of all formulas was in the range of 6.13-6.45. The adhesive strength values ​​of Formulas A, B, C, D, and E were 5.00; 2.00; 1.74; 1.37; and 0.66 seconds, while the spreadability values ​​were 2.82; 2.83; 2.94; 2.59; and 2.64 cm. Based on the results of the physical evaluation, all formulas met the organoleptic, homogeneity, and pH requirements. Based on the results of the adhesion test, only Formula A met the adhesive strength requirements for topical preparations (>4 seconds). Based on the results of the spreadability test, all formulas did not meet the reference spreadability for topical preparations used in the study.