Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENERAPAN APLIKASI PODA SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN DIGITAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SISWA Mahrani, Mahrani; Samosir, Khairunnisa; Harahap, Rosni; Karlina, Rina; Handayani, Mira
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36199

Abstract

Abstrak: Kegiatan ini penting dilakukan karena mampu menjembatani kesenjangan literasi dengan menyediakan media belajar yang lebih menarik, mudah diakses, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari melalui inovasi berbasis digital aplikasi belajar “PODA”. Aplikasi ini dikembangkan sebagai media pembelajaran interaktif yang mengintegrasikan nilai budaya dalam literasi digital anak sekolah dasar. latar belakang rendahnya minat baca dan terbatasnya media pembelajaran kontekstual menjadi. Metode pelaksanaan kegiatan PKM dilakukan tiga tahapan, yaitu: (1) sosialisasi dan pelatihan penggunaan aplikasi PODA kepada guru dan siswa, (2) pendampingan penggunaan aplikasi dalam kegiatan belajar membaca dan menulis berakar budaya lokal, dan (3) evaluasi efektivitas penggunaan aplikasi terhadap peningkatan literasi siswa. Peserta pelatihan terdiri atas 12 guru dan 50 siswa SD Negeri di Pintupadang. Hasil menunjukkan adanya peningkatan keterampilan literasi siswa 25,7% yang ditunjukkan melalui peningkatan minat baca, kemampuan memahami teks, serta kemampuan menulis kreatif berbasis nilai budaya. Kemampuan guru memanfaatkan media pembelajaran teknologi digital meningkat. Kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan karakter dan literasi budaya anak sejak dini.Abstract: This activity is important because because it can britge the literacy gap by providing learning media that are more interesting, easily accessible, and relevant to everyday life through digital-based innovation in the learning application "PODA". It was developed as an interactive learning medium that integrates cultural values into the digital literacy of elementary students. The background of this activity stems from the low reading interest and the limited availability of contextual learning media. The are three stages: (1) socialization and training on the use of the PODA application for teachers and students, (2) mentoring in the implementation of the application during reading and writing activities, and (3) evaluation of the application’s effectiveness. The were 12 teachers and 50 students from SD Negeri in Pintu Padang. The results showed an increase in students’ literacy skills 25,7 %, reflected in their growing reading interest, text comprehension ability, and creative writing skills based on cultural values. Teachers also improved ability to utilize digital technology as a learning medium. This activity contributes to strengthening character education and cultural literacy among children.
PEMBELAJARAN BAHASA RESPONSIF BUDAYA: DAMPAKNYA TERHADAP HASIL BELAJAR DAN LITERASI BUDAYA MAHASISWA Robiyatul Adawiyah; Rosni Harahap
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 1 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i1.244-151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembelajaran bahasa responsif budaya terhadap hasil belajar dan literasi budaya mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen Pretest–Posttest Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 30 mahasiswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing terdiri atas 15 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, angket literasi budaya, dan lembar observasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, independent sample t-test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh rata-rata posttest hasil belajar sebesar 85,27, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 74,13. Literasi budaya mahasiswa juga mengalami peningkatan signifikan dengan skor rata-rata 88,40 pada kelompok eksperimen dan 76,13 pada kelompok kontrol. Nilai N-Gain kelompok eksperimen berada pada kategori sedang–tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa responsif budaya efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan literasi budaya mahasiswa.
Sudut Baca Inovatif Terintegrasi Budaya Di SD Negeri 100206 Pintupadang Mahrani; Rosni Harahap; Robiyatul Adawiyah Lubis
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2026): Juli
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/kalandra.v5i4.674

Abstract

Rendahnya minat baca peserta didik serta belum optimalnya pemanfaatan budaya lokal sebagai sumber belajar menjadi permasalahan yang dihadapi SD Negeri 100206 Pintupadang dalam mengembangkan budaya literasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun sudut baca inovatif yang terintegrasi dengan budaya lokal sebagai media literasi yang menarik, kontekstual, dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan observasi kebutuhan, perancangan dan penataan sudut baca, penyediaan bahan bacaan berbasis budaya lokal, pelatihan guru mengenai pengelolaan sudut baca, pendampingan implementasi kegiatan literasi, serta evaluasi program. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa sudut baca yang dikembangkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan menarik, meningkatkan partisipasi peserta didik dalam kegiatan membaca, memperkuat keterlibatan guru dalam mengintegrasikan budaya lokal ke dalam pembelajaran, serta menumbuhkan apresiasi peserta didik terhadap nilai-nilai budaya daerah. Selain itu, sekolah memperoleh model pengelolaan sudut baca yang mudah diterapkan dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari Gerakan Literasi Sekolah. Dengan demikian, pengembangan sudut baca inovatif terintegrasi budaya terbukti menjadi strategi yang efektif dalam memperkuat budaya literasi sekaligus melestarikan kearifan lokal di lingkungan sekolah dasar.
Beyond Compliance: Washback Dynamics of Embedded Assessment Practices in Flipped Learning Environments Among EFL Undergraduates Tinur Rahmawati Harahap; Yulia Rizki Ramadhani; Tinur Rahmawati Harahap; Yulia Rizki Ramadhani; Rosni Harahap
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 6 No. 10 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v6.i10.2026.12

Abstract

Flipped learning has transformed higher education through frequent embedded assessment; however, limited research has examined its washback effects on students’ learning behavior. This study investigated positive and negative washback perceptions among undergraduate students in a flipped English as a Foreign Language (EFL) program and introduced the concept of a high-density washback environment (HDWE). A sequential explanatory mixed-methods design was employed. Quantitative data were collected from 60 undergraduate students at a public university in North Sumatra, Indonesia, using a validated 14-item Washback Perception Questionnaire and analyzed through descriptive statistics, paired-samples t-tests, and PLS-SEM confirmatory composite analysis. Qualitative data were obtained through semi-structured interviews and one focus group discussion involving six participants and analyzed using Reflexive Thematic Analysis. Positive washback was perceived at a high level and significantly exceeded moderate negative washback. Three qualitative themes emerged: self-regulated learning through pre-class assessment, cumulative assessment burden, and strategic compliance as ambivalent washback. The findings indicate that flipped learning assessment generally promotes positive learning behavior, although some responses reflect peer-mediated surface preparation rather than deep independent learning. The study proposes ambivalent washback as a distinct theoretical category and highlights assessment scheduling and instructional transparency as key factors influencing washback quality.