Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemberdayaan Kelompok Tani melalui Pelatihan Mesin Pencetak Briket Berbasis Limbah Pertanian di Desa Sesait Kabupaten Lombok Utara Ahmad Akromul Huda; Rasyid Ridha; Baiq Harly Widayanti; Syarif Hidayatullah; Suteja Suteja
Jurnal Indonesia Mengabdi Vol. 8 No. 1 (2026): June Edition
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/x0z23r98

Abstract

Desa Sesait memiliki potensi limbah biomassa yang melimpah, namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber energi alternatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengolahan limbah biomassa menjadi briket melalui penerapan mesin pencetak briket. Kebaruan kegiatan ini terletak pada integrasi teknologi mesin pencetak briket dengan pemberdayaan berbasis kelompok yang menghasilkan produk energi terukur serta meningkatkan kapasitas masyarakat. Program ini mendukung pengelolaan limbah biomassa berkelanjutan dan penguatan ekonomi desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi kebutuhan, pelatihan teknis, dan evaluasi. Pelatihan melibatkan 30 peserta dari kelompok tani dan pemuda desa dengan materi proses pirolisis, pengolahan arang, pencampuran, pencetakan, dan pengeringan briket. Evaluasi menggunakan pretest dan posttest dianalisis dengan paired sample t-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan, dari rata-rata 45,00 menjadi 96,00 (p = 0,000 < 0,05). Uji kualitas briket menunjukkan nilai kalor 4780 cal/gram, kadar air 7,5%, kadar abu 7,6%, dan waktu pembakaran 64,1 menit.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN URINE SAPI MELALUI PELATIHAN PRODUKSI PUPUK ORGANIK CAIR DI DESA SESAIT Ahmad Akromul Huda; Baiq Harly Widayanti; Rasyid Ridha
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v6i2.37035

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani Desa Sesait dalam memanfaatkan limbah urin sapi menjadi pupuk organik cair melalui proses fermentasi. Metode pengabdian yang digunakan adalah metode pelatihan, yang meliputi observasi lapangan, penyampaian materi di TPS3R, serta praktik langsung di lokasi kandang. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest yang dianalisis dengan Paired Sample t-test. Hasil observasi menunjukkan potensi urin sapi mencapai sekitar 2.400 liter per hari, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Pelatihan mencakup teknik pengumpulan urin, proses degassing, fermentasi menggunakan EM4 dan molase, hingga penyimpanan hasil fermentasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan dari 38,67 menjadi 91,33 (kenaikan 52,67%), serta seluruh peserta (100%) mampu melakukan proses pembuatan pupuk organik cair secara mandiri. Program ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif dalam mendorong pemanfaatan limbah ternak menjadi produk bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.
PEMANFAATAN NETWORK ANALYSIS DAN INVERSE DISTANCE WEIGHTING (IDW) UNTUK PEMODELAN SPASIAL PROTEKSI KEBAKARAN KAWASAN PERMUKIMAN DI KOTA MATARAM Agus Kurniawan; Rasyid Ridha; Ardi Yuniarman; Dara Cipta Ningtyas
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.30883

Abstract

Abstrak: Kota Mataram menghadapi tantangan serius akibat pertumbuhan penduduk dan perkembangan permukiman padat yang meningkatkan risiko kebakaran. Pada tahun 2023, tercatat 38 kasus kebakaran, dengan 67% disebabkan oleh korsleting listrik. Permasalahan diperparah oleh akses jalan sempit dan minimnya fasilitas hidran, menyebabkan waktu respons pemadam kebakaran rata-rata mencapai 12 menit, melebihi standar ideal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemodelan spasial proteksi kebakaran kawasan permukiman di kota mataram dengan memanfaatkan metode Network Analysis dan Inverse Distance Weighting (IDW). Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar pusat kota, seperti Kecamatan Mataram, Cakranegara, dan Selaparang, telah tercakup layanan dalam radius 1500–3000 meter, sedangkan Ampenan, Sekarbela, dan Sandubaya masih memerlukan perhatian lebih karena cakupan di atas 6000 meter. Lokasi strategis seperti Location 1, 4, dan 3 memiliki cakupan layanan luas dan harus menjadi prioritas dalam alokasi sumber daya. Sementara Location 7 dan 5 menunjukkan kebutuhan layanan lebih rendah. Temuan ini memberikan rekomendasi penting untuk perencanaan distribusi pos dan penguatan kapasitas proteksi kebakaran di Kota Mataram, guna meningkatkan efisiensi dan kecepatan layanan darurat. Abstract:   Mataram City faces serious challenges due to population growth and dense residential developments that increase the risk of fire. In 2023, 38 fires were recorded, with 67% being caused by electrical short circuits. The problem is exacerbated by narrow road access and a lack of fire hydrant facilities, resulting in an average fire department response time of 12 minutes, exceeding the ideal standard. This study aims to determine the spatial modeling of fire protection in residential areas in Mataram City using Network Analysis and Inverse Distance Weighting (IDW) methods. The analysis results show that most of the city center, such as Mataram, Cakranegara, and Selaparang Districts, have service coverage within a radius of 1500–3000 meters, while Ampenan, Sekarbela, and Sandubaya still require more attention because the coverage is above 6000 meters. Strategic locations such as Locations 1, 4, and 3 have extensive service coverage and should be prioritized in resource allocation. Meanwhile, Locations 7 and 5 show lower service needs. These findings provide important recommendations for post distribution planning and strengthening fire protection capacity in Mataram City, in order to improve the efficiency and speed of emergency services.