Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Efektivitas Pelatihan dengan Media Phantom dalam Meningkatkan Pengetahuan Perawatan Payudara dan Asi Ekslusif pada Ibu Hamil Nurrizka, Rahmah Hida; Wenny, Dwi Mutia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 3 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 3, Agustus 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i3.83

Abstract

Latar Belakang: Dalam meningkatkan pemberian ASI pada bayi, Ibu menyusui membutuhkan bantuan dan informasi serta dukungan dalam perawatan payudara pada saat hamil untuk mempersiapkan pemberian ASI. Penelitian ini menganalisis sejauh mana pelatihan perawatan payudara dengan menggunakan media phantom memberikan efektivitas terhadap perubahan pengetahuan Ibu menyusui. Metode: Penelitian menggunakan desain stusi preeksperimental dengan rancangan one group pretest posttest. Penelitian dilakukan pada Ibu Hamil yang berkunjung di Puskesmas Pondok cabe Ilir. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan yang signifikan terhadap pengetahuan ibu setelah dilakukan pelatihan dengan media phantom (nilai sig < 0.05). Kesimpulan: Pelatihan dengan penggunaan media phantom Imenunjukkan efektivitas yang baik sebagai media pelatihan kepada ibu menyusui. Oleh sebab itu, pelatihan dengan media phantom perlu terus dilakukan agar pemberian ASI ekslusif dapat meningkat. Effectiveness of Training with Phantom Media as Treatment of Breastfeeding Success Abstract Background: Pregnant and nursing mothers need information on breast care to prepare for breastfeeding. This study analyzes the extent to which breast care training using phantom media provides effectiveness in changing the knowledge for pregnant mother. Methods: This study was pre-experimental design which one group pretest and posttest design. It conducted on pregnant women who visited the Pondok Cabe Ilir health center during September 2019. Data were analyzed using t dependent test. Result: The results showed a significant change in the mother's knowledge after training with phantom media (sig <0,05). Conclution: The training with phantom media showed good effectiveness as a training medium in pregnant women. Therefore, training with phantom media needs to be carried out so that exclusive breastfeeding runs well.
ANALISIS FAKTOR PREDIKTOR MEROKOK PADA REMAJA DI KOTA DEPOK TAHUN 2019 ANALYSIS OF PREDICTORS OF SMOKING IN ADOLESCENTS IN DEPOK CITY IN 2019 Fitriani, Nur Laela; Nurrizka, Rahmah Hida
Journal of Religion and Public Health Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Journal of Religion and Public Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jrph.v2i2.28751

Abstract

Smoking is a public health concern because it leads to a variety of illnesses and even death. The number of smokers in Indonesia from year to year tends to increase. In addition, age started smoking in Indonesia is relatively young. The aims of the present study were to determine the prevalence of smoking action in adolescents of Depok. This study uses a quantitative method with a cross sectional study design with a sample of 415 students. Samples were taken at purposive and the sample size for each school is determined in proportion. The results of this study found that there are gender (p-value 0,001; OR=9,22; 95% CI=3,49-24,34), psychological reasons; want to try smoking (p-value 0,001; OR= 5,67; 95% CI= 2,23-14,38), affordability of access to cigarettes (p-value 0,001; OR= 45,15; 95% CI= 14,77-138,01), and the influence of cigarette advertising (p-value 0,001; OR= 18,59; 95% CI= 4,83-71,53). The best predictors of this study are affordability of access to cigarettes and the influence of cigarette advertising. Based on the results of research to protect adolescents, it is recommended to include the smoking hazard curriculum in counseling guidance lessons and optimize the smoke-free area regulations in the school environment by giving sanctions if the rules are violated.AbstrakMerokok merupakan masalah kesehatan masyarakat karena menyebabkan berbagai penyakit dan bahkan kematian. Jumlah perokok di Indonesia dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Selain itu, usia mulai merokok di Indonesia relatif masih muda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi tindakan merokok pada remaja Depok. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dengan sampel sebanyak 415 siswa. Sampel diambil secara purposive dan besar sampel untuk setiap sekolah ditentukan secara proporsional. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa ada jenis kelamin (p-value 0,001; OR=9,22; 95% CI=3,49-24,34), alasan psikologis; ingin mencoba merokok (p-value 0,001; OR= 5,67; CI 95%= 2,23-14,38), keterjangkauan akses terhadap rokok (p-value 0,001; OR= 45,15; CI 95%= 14,77-138.01), dan pengaruh iklan rokok (p-value 0,001; OR= 18,59; 95% CI= 4,83-71,53). Prediktor terbaik dari penelitian ini adalah keterjangkauan akses terhadap rokok dan pengaruh iklan rokok. Berdasarkan hasil penelitian untuk melindungi remaja, disarankan untuk memasukkan kurikulum bahaya merokok dalam pelajaran bimbingan konseling dan mengoptimalkan peraturan kawasan bebas rokok di lingkungan sekolah dengan memberikan sanksi jika peraturan dilanggar.
Hubungan Kualitas Tidur Dengan Kecerdasan Emosional Selama Masa Pandemi Covid-19 Di Tahun 2021 Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Natanel, Handro Steve; Pasiak, Taufiq Fredrik; Prabowo, Imam; Makkiyah, Feda Anisah; Nurrizka, Rahmah Hida
Journal of Religion and Public Health Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Journal of Religion and Public Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jrph.v4i1.28830

Abstract

Sleep quality may affect many important things in life. Medical students are one of the groups at risk of experiencing poor sleep quality, especially during the COVID-19 pandemic. Various stressors to medical students might cause poor sleep quality and affect emotional intelligence which is an important indicator of social functioning. The purpose of this study was to determine the relationship between sleep quality and emotional intelligence during the COVID-19 pandemic in medical students. This research is a cross-sectional study. Data collection was done by a simple random sampling technique with a total sample of 120 respondents. Data based on the characteristics of respondents, univariate analysis, and bivariate analysis using the Spearman correlation test. The instruments used are the Pittsburgh Sleep Quality Index and the Schutte Emotional Intelligence Scale. The results of the bivariate analysis showed a p-value of 0.000 < 0.05 (α) and a calculated r-value of 0.674. Therefore, it can be concluded that there is a strong relationship between sleep quality and emotional intelligence in medical students during the COVID-19 pandemic.Keywords: COVID-19 Pandemic, Emotional Intelligence, Medical Student, Sleep QualityAbstrak Tidur yang berkualitas dibutuhkan oleh makhluk hidup. Kualitas tidur yang terganggu dapat mempengaruhi kesehatan karena dapat mempengaruhi proses metabolik, kesehatan fisik, mental, kemampuan kognitif, dan kecerdasan emosional. Mahasiswa kedokteran merupakan salah satu kelompok yang berisiko mengalami kualitas tidur yang buruk, terutama di masa pandemi COVID-19. Berbagai stresor pada mahasiswa kedokteran dapat menyebabkan kualitas tidur yang buruk dan mempengaruhi kecerdasan emosional yang merupakan indikator penting dari fungsi sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan kecerdasan emosional selama pandemi COVID-19 pada mahasiswa kedokteran. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel 120 responden. Data dianalisis berdasarkan karakteristik responden, analisis univariat, dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Instrumen yang digunakan adalah Pittsburgh Sleep Quality Index dan Schutte Emotional Intelligence Scale. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p-value 0,000 < 0,05 (α) dan nilai r hitung 0,674. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara kualitas tidur dengan kecerdasan emosional pada mahasiswa kedokteran selama masa pandemi COVID-19.Kata kunci: Kualitas Tidur, Kecerdasan Emosional, Mahasiswa Kedokteran, Pandemi COVID-19
Persiapan ASI Eksklusif melalui Diskusi Laktasi pada Ibu Hamil di RW 10 Kelurahan Cengkareng Barat Sarah Melani; Zahratun Nihaya; Isma Amalia; Najibah Syalidatun Nahlah; Sakinah Puteri, Jihan; Rahmah Hida Nurrizka; Narila Mutia Nasir
ABDIKESMAS MULAWARMAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.5 No.2 (2025) : ABDIKESMAS MULAWARMAN
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/xbc02821

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi dimana balita gagal tumbuh akibat dari kekurangan asupan zat gizi kronis yang menyebabkan tinggi anak tidak sesuai usianya. Salah satu hal yang dapat menyebabkan terjadinya stunting adalah bayi tidak diberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama, alasan ibu tidak memberikan ASI Eksklusif salah satunya adalah masih rendahnya pengetahuan ibu terkait manajemen laktasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk keberhasilan pemberian ASI Eksklusif adalah persiapan laktasi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil terkait teknik menyusui yang tepat dalam mendukung lancarnya praktik pemberian ASI Eksklusif yang tepat sebagai upaya pencegahan stunting di wilayah RW 10 Kelurahan Cengkareng Barat. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan pemberian ASI Eksklusif adalah melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan melakukan konsultasi untuk mendapatkan informasi dan pelatihan mengenai pemberian ASI Eksklusif. Kegiatan Diskusi Laktasi ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Tahap persiapan dimulai dengan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder, masyarakat, dan narasumber. Kemudian dilanjutkan dengan menentukan isi materi serta menyiapkan kebutuhan kegiatan. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan kegiatan penyampaian materi dan diselingi dengan demonstrasi oleh narasumber yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Tahap monitoring dan evaluasi dilakukan dengan menggunakan gantt chart dan melakukan pre-post test untuk melihat peningkatan pengetahuan ibu hamil. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 2024 yang bertempat di Lapangan RT.06/10 Kelurahan Cengkareng Barat dan dihadiri oleh 10 ibu hamil. Kesimpulan terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan materi dan demonstrasi teknik menyusui yang tepat dan manajemen laktasi.
Burnout Pada Perawat Di RSU Daerah: Apa Penyebabnya? Riastuti Kusuma Wardani; Salsabila Putri Alawiansyah; Rahmah Hida Nurrizka; Fajar Ariyanti
Journal of Religion and Public Health Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Public Health Study Program, Faculty of Health Science, State Islamic University (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jrph.v7i1.44957

Abstract

Background: Burnout is a condition of physical, emotional, and mental exhaustion caused by high work pressure, often experienced by healthcare workers such as nurses. Nurses at the Depok regional government hospitals experienced the highest burnout rates found in the ICU unit at 40%. Objective: This study aims to identify the factors associated with burnout among nurses at RSUD Kota X, West Java Province, in 2024. Methods: This research is a quantitative study with a cross-sectional design involving 84 respondents selected using random sampling techniques. Results: Nurses working at RSUD Kota X, West Java Province, experienced moderate burnout at a rate of 56.3%, while 41.7% experienced low burnout. Factors associated with burnout among nurses include age (P-value = 0.035), gender (P-value = 0.019), job control (p-value = 0.037), workplace recognition (p-value = 0.036), and social support (p-value = 0.039). Conclusion: Age, gender, job control, workplace recognition, and social support are significantly associated with burnout among nurses at RSUD Kota X, West Java Province, in 2024. Nurses are encouraged to manage stress by thinking positively, engaging in hobbies, and supporting one another to prevent burnout. Keywords: Burnout, Nurses, District Hospitals.