Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Uji Keefektifan Insektisida Spinetoram Terhadap Ulat Grayak (Spodoptera frugiperda J.E.Smith): The Effectiveness Test of Spinetoram Insecticide Against Fall Armyworm (Spodoptera frugiperda J.E.Smith) Asa Alfina Fitriani; Dulbari; Ni Siluh Putu Nuryanti
Planta Simbiosa Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fall Armyworm pests are polyphage pests that attack food and horticultural crops and can cause very large losses. The purpose of the efficacy test is to determine the effectiveness of insecticides with active ingredients Spinetoram in an effort to reduce the attack of Spodoptera frugiperda larvae and determine the symptoms of caterpillar death against the active ingredient Spinetoram. This activity is carried out in Karawang Research Farm PT Corteva Agriscience Indonesia (Research and Development Karawang) located at Jalan Selang, Ciwaringin, Lemahabang, Karawang Regency in May 2023. The activities carried out include rearing FAW in the preparation of test insects, grouping test insect larvae, and making active ingredient solutions, then the method used is the bioassay method by dipping young corn leaves into the active ingredient solution and drying the wind. Mortality observations were made ranging from 3, 6, 9, 12, 24, and 48 HAA to determine LC50 and LC95. Based on the results of the discussion, it can be concluded that LC50 is obtained at 3 JSA, namely P1 (0.47 ml /L) of 60%, P2 (0.59 ml/L) is 64%, P3 (0.71 ml/L) is 74%, and P4 (0.83 ml/L) is 66%. LC95 was obtained at 24 HAA for P1 (0.47 ml/L) and P2 (0.59 ml/L) at 98%. In 48 HAA, all treatments were obtained at 100%. Symptoms of death are very specific to the body of the larva Spodoptera frugiperda on P4. Keyword: Spinetoram, Spodoptera frugiperda, Bioassay.
Toksisitas Minyak Atsiri Biji Pala, Serai Wangi, dan Temulawak terhadap Hama Gudang (Sitophilus zeamais) dan Viabilitas Benih Jagung Putih (Zea mays L. var Ceratina) Purwanto, Purwanto; Rina, Oktaf; Nuryanti, Ni Siluh Putu
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 6 No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v6i1.1438

Abstract

Benih adalah komponen utama dalam budidaya sehingga menjaga mutu dan kualitas benih merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Penggunaan minyak atsiri dari tanaman salah satu terobosan baru sebagai upaya untuk melindungi benih dari serangan hama Sitophilus zeamais dan mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis toksisitas ketiga minyak atsiri dan menguji pengaruh jenis serta dosis minyak atsiri terhadap viabilitas dan vigor benih jagung putih. Tahapan penelitian meliputi perbanyakan Sitophilus zeamais, ekstraksi minyak atsiri, pembuatan larutan emulsi, uji toksisitas terhadap Sitophilus zeamais, uji viabilitas dan vigor benih jagung putih. Data hasil penelitian uji toksisitas dianalisis menggunakan analisis PROBIT SPSS sedangkan data uji viabilitas dan vigor diolah menggunakan ANOVA dan uji lanjut BNT pada taraf 5%. Berdasarkan hasil analisis, toksisitas minyak atsiri biji pala lebih tinggi dari minyak atsiri temulawak dan serai wangi. Jenis dan dosis minyak atsiri berpengaruh terhadap viabilitas benih jagung putih. Penggunaan konsentrasi minyak atsiri biji pala, serai wangi, dan temulawak pada konsentrasi 0,1—0,4% menghasilkan viabilitas yang tidak berbeda. Penggunaan minyak atsiri berpengaruh terhadap vigor benih jagung putih. Pada konsentrasi 0,1% minyak atsiri temulawak menghasilkan panjang akar terbaik, sedangkan minyak atsiri serai wangi 0,1% menghasilkan tinggi tanaman terbaik.
Eksplorasi dan Identifikasi Agen Antagonis dari Lahan Organik Sebagai Implementasi Pengendalian Hayati Miftahurohman, Muhammad; Utari, Amilia Ayu Jen; Mahendra, I Gede Rio; Simbolon, Novita Dong Mariris; Annisa, Septina Nur; Priyadi, Priyadi; Nuryanti, Ni Siluh Putu; Maharani, Juwita Suri; Budiarti, Lina
J-Plantasimbiosa Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v6i2.3761

Abstract

The agricultural sector plays a strategic role in food security and environmental sustainability; however, it faces challenges such as declining productivity and pollution due to synthetic chemicals. This study aims to identify antagonistic fungi from organic lands and test their effectiveness in controlling Fusarium sp. pathogens as part of integrated pest management. The methods employed include exploration, isolation, identification, and antagonistic fungi testing on Potato Dextrose Agar (PDA) media. The results revealed four types of identified fungi, including light green, brown, and black, which belong to the Aspergillus sp. and dark green is Trichoderma sp. species. The light green antagonistic fungus effectively suppressed the growth of Fusarium pathogens by 57.84%, while the dark green fungus showed a suppression rate of 32.32%. This study emphasizes the potential of antagonistic fungi as effective biocontrol agents in sustainable agriculture.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN DAN TEKNIK APLIKASI NANOEMULSI PESTISIDA NABATI UNTUK PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN PADI DI KELOMPOK TANI TRI JAYA PEKON AMBARAWA, KABUPATEN PRINGSEWU Nuryanti, Ni Siluh Putu; Mutaqin, Zainal; Dulbari, Dulbari; Sudrajat, Denny; Maharani, Juwita Suri; Ardiansyah, Sigit
Jurnal Pengabdian Nasional Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jpn.v5i2.4222

Abstract

Kelompok Tani Tri Jaya masih sangat tergantung terhadap pestisida kimia. Penggunaan pestisida kimia berdampak negatif terhadap lingkungan sehingga, perlu adanya perubahan pola sistem budidaya yang ramah lingkungan dan terintegrasi yaitu menggunakan pestisida nabati. Tujuan dari pelaksanaan PkM adalah melakukan transfer teknologi pengendalian hama bagi petani padi melalui pendampingan pembuatan dan teknik aplikasi nanoemulsi pestisida nabati untuk pengendalian hama dan penyakit pada tanaman padi di kelompok tani tri jaya di pekon ambarawa, kecamatan ambarawa, kabupaten pringsewu. Alat yang digunakan adalah proyektor, laptop, gelas ukur, sprayer, homogenizer, kamera, alat tulis. Bahan diperlukan antara lain aqudes, tween-80, produk minyak atsiri, dan kuisioner. Tahapan yang digunakan yaitu persiapan, pelatihan dan pendampingan dan evaluasi. Hasil evaluasi yang diperoleh yaitu sebelum dilakukan kegiatan pendampingan kelompok tani tri jaya belum memahami tentang teknik aplikasi nanoemulsi pestisida nabati untuk pengendalian hama dan penyakit pada tanaman padi. Setelah dilakukan pendampingan kelompok tani tri jaya tertarik untuk menerapkan aplikasi nanoemulsi pestisida nabati untuk pengendalian hama dan penyakit pada tanaman padi. Kata kunci: nanoemulsi, hama, penyakit, pestisida nabati
Respon Pertumbuhan Tanaman Jagung Terhadap Aplikasi Pupuk Organik Cair dari Limbah Pertanian Heryana; Priyadi; Nuryanti, Ni Siluh Putu
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 9 No 1 (2025): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v9i1.712

Abstract

Rendahnya produktivitas tanaman jagung disebabkan oleh degradasi kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk kimia berlebihan dan pengelolaan limbah pertanian yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh aplikasi pupuk organik cair dari limbah pertanian terhadap pertumbuhan jagung. Penelitian dilaksanakan dari November 2023 hingga Januari 2024, dengan menggunakan varietas Bisi 79. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tanaman, dan bobot kering tanaman. Rancangan lingkungan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu M0 perlakuan tanpa penambahan mikroba, M1 perlakuan dengan penambahan 1 liter mikroba, dan M2 perlakuan dengan penambahan 2 liter, dengan ulangan sebanyak 5 ulangan. Data hasil pengamatan selanjutnya  diuji ANOVA dan Uji Beda Nyata Terkecil pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada masing-masing parameter yang diamati. Hasil tinggi tanaman rata-rata pada perlakuan M0 dosis tanpa tambahan mikroba 167,80 cm, M1 dosis tambahan mikroba 1 liter 180,76 cm, dan M2 dosis penambahan mikroba 2 liter 182,96 cm, jumlah daun rata-rata pada M0 perlakuan dosis tanpa tambahan mikroba dengan rata-rata 12,65 helai, M1 dosis tambahan mikroba 1 liter 13,12 helai, dan M2 dosis penambahan mikroba 2 liter 12,60 helai, dengan bobot segar tanaman rata-rata yaitu pada perlakuan M1 dosis tanpa tambahan mikroba dengan rata-rata 449 g, M1 dosis tambahan mikroba 1 liter 533 g, dan M2 dosis penambahan mikroba 2 liter 329,1 g, dan bobot kering tanaman rata-rata yaitu pada perlakuan M0 dosis tanpa tambahan mikroba dengan rata-rata 119,2 g, M1 dosis tambahan mikroba 1 liter 163,3 g, dan M2 dosis penambahan mikroba 2 liter 112,1 g.
Toxicity Of Jatropha curcas and Cymbopogon nardus Extracts Against Pests Callosobruchus chinensis On Mung Beans ardiansyah, sigit; Nuryanti, Ni Siluh Putu; Wahyudi, Anung
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v5i2.12503

Abstract

Callosobruchus chinensis L. is an important pest on mung beans. Alternative control of C. chinensis using botanical insecticides from extracts of Jatropha curcas and Cymbopogon nardus. The purpose of the research was to compare the toxicity of extracts and determine their compatibility. Toxicity testing methods use to contact, fumigation, and seed dressing methods. The research data was tested by probit analysis. The results showed that the toxicity of the contact method extract was more toxic than fumigation and seed dressing. The highest LC50 and LC95 values for the C. nardus extract applied with the contact method were observed at 72 HAT at 0.17% and 0.40% more toxic than the J. curcas extract at 0.21% and 2.14%. The best mixed extract of J. curcas and C. nardus was at a ratio of 2:1 with strong synergistic interaction (LC50) and weak synergy (LC95).
TOKSISITAS NANOEMULSI EKSTRAK BIJI Annona muricata DAN Leucaena leucocephala DENGAN METODE FASE INVERSI DAN HOMOGENISASI TERHADAP HAMA Spodoptera frugiperda Ardiansyah, Sigit; Nuryanti, Ni Siluh Putu
JURNAL AGROTROPIKA Vol. 24 No. 2 (2025): Jurnal Agrotropika Vol 24 No 2, Oktober 2025
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ja.v24i2.11573

Abstract

Spodoptera frugiperda is a polyphagous insect pest that attacks corn, sorghum, soybeans, wheat, and horticultural crops. The feeding activities of S. frugiperda larvae can lead to significant economic losses for farmers. Current efforts to control S. frugiperda still rely heavily on the use of chemical insecticides. However, the excessive or inappropriate use of chemical insecticides can lead to the survival of pests that are resistant to these treatments. Bioinsecticides are considered to have lower toxicity to both living organisms and the environment, which makes them a potentially ideal option for agricultural use. This study aims to test the toxicity both individually and in combination as well as the interaction properties of a mixture of Annona muricata and Leucaena leucocephala seed extracts in various ratios as bioinsecticides against S. frugiperda in sweet corn plants. The research methods consist of rearing S. frugiperda, extraction, bioinsecticide formulation, single and mixed toxicity tests, and the interaction properties of the mixture. The results of the study showed that the method of making nanoemulsions by homogenization showed better toxicity activity compared to the method of making nanoemulsions by inversion phase. The toxicity of nanoemulsions of mixed extracts of A. muricata and L. leucocephala seeds against S. frugiperda pests at a ratio of 1:2 was more toxic than the ratios of 2:1 and 1:1. The nature of the interaction of nanoemulsions of mixed extracts of A. muricata and L. leucocephala was more dominantly antagonistic.
Toksisitas Minyak Atsiri Biji Pala, Serai Wangi, dan Temulawak terhadap Hama Gudang (Sitophilus zeamais) dan Viabilitas Benih Jagung Putih (Zea mays L. var Ceratina) Purwanto, Purwanto; Rina, Oktaf; Nuryanti, Ni Siluh Putu
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 6 No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v6i1.1438

Abstract

Benih adalah komponen utama dalam budidaya sehingga menjaga mutu dan kualitas benih merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Penggunaan minyak atsiri dari tanaman salah satu terobosan baru sebagai upaya untuk melindungi benih dari serangan hama Sitophilus zeamais dan mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis toksisitas ketiga minyak atsiri dan menguji pengaruh jenis serta dosis minyak atsiri terhadap viabilitas dan vigor benih jagung putih. Tahapan penelitian meliputi perbanyakan Sitophilus zeamais, ekstraksi minyak atsiri, pembuatan larutan emulsi, uji toksisitas terhadap Sitophilus zeamais, uji viabilitas dan vigor benih jagung putih. Data hasil penelitian uji toksisitas dianalisis menggunakan analisis PROBIT SPSS sedangkan data uji viabilitas dan vigor diolah menggunakan ANOVA dan uji lanjut BNT pada taraf 5%. Berdasarkan hasil analisis, toksisitas minyak atsiri biji pala lebih tinggi dari minyak atsiri temulawak dan serai wangi. Jenis dan dosis minyak atsiri berpengaruh terhadap viabilitas benih jagung putih. Penggunaan konsentrasi minyak atsiri biji pala, serai wangi, dan temulawak pada konsentrasi 0,1—0,4% menghasilkan viabilitas yang tidak berbeda. Penggunaan minyak atsiri berpengaruh terhadap vigor benih jagung putih. Pada konsentrasi 0,1% minyak atsiri temulawak menghasilkan panjang akar terbaik, sedangkan minyak atsiri serai wangi 0,1% menghasilkan tinggi tanaman terbaik.
Kajian Jarak Lampu Grow Light dan Fitohormon Ekstrak Air Bawang Merah dan Air Kelapa terhadap Hasil dan Kandungan Antioksidan Microgreens Kacang Tunggak (Vigna unguiculata L.) Sari, Komang Tri Astiti; Nuryanti, Ni Siluh Putu; Wahyudi, Anung
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 6 No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v6i2.1659

Abstract

Salah satu inovasi pertanian perkotaan yaitu budidaya microgreen. Microgreen merupakan tanaman dipanen berumur muda yang dapat memenuhi ketahanan pangan dalam skala rumah tangga dan memiliki kandungan antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengkaji benih kacang tunggak dengaan perlakuan jarak grow light dan fitohormon ekstrak air bawang merah dan air kelapa terhadap kandungan antioksidan, susut bobot, pajang akar dan warna daun. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (split plot) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah jarak lampu terdiri atas 20 cm, 40 cm, dan 60 cm, sedangkan faktor kedua adalah jenis dan konsentrasi fitohormon terdiri atas akuades, akuades 50% + air kelapa 50%, akuades 50% + ekstrak bawang merah 50%, dan akuades 50% + air kelapa 25% + ekstrak bawang merah 25%. Jarak lampu grow light 40 cm menghasilkan hasil terbaik pada parameter susut bobot sebesar 1,04 g, sedangkan penggunaan perlakuan akuades 50% + ekstrak bawang merah 50% menghasilkan pengaruh yang baik terhadap parameter kandungan antioksidan dan susut bobot mencapai 77,62 µg mL-1 dan 0,93 g. Kombinasi perlakuan akuades 50% + air kelapa 50% pada jarak grow light 20 cm menghasilkan warna daun terbaik, hijau kekuningan tua.
Penguatan Dinamika Kelompok Tani Kopi Melalui Partisipasi Petani Dalam Inovasi Pembuatan Pupuk Kompos Limbah Kulit Kopi noer, irmayani; Nuryanti, Ni Siluh Putu; Putri, Dwi Desmiyeni; Kuriawan, Henry; Dewi, Anita Kusuma; Kusuma , Anita
Jurnal Abimana (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nasional) Vol 2 No 2 (2025): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/abimana.v2i2.4511

Abstract

Kinerja agribisnis kopi harus dikuatkan, sehingga peluang bisnis yang semakin terbuka dapat dinikmati pula oleh petani secara berkeadilan. Peningkatkan kinerja agribisnis memerlukan dukungan SDM petani yang andal. Kegiatan pendampingan pada Kelompok Triguna 45 dilakukan melalui rangkaian kegiatan penyuluhan dan demonstrasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 93,3% petani paham tentang praktik perkebunan kopi secara berkelanjutan. Kedinamisan dalam kelompok juga menunjukkan peningkatan dilihat dari partisipasi petani anggota dalam kegiatan penyuluhan dan demonstrasi yang meningkat dari semula 65% meningkat menjadi 97 %. Edukasi yang diberikan kepada mitra memberikan dampak positif terhadap pengetahuan mitra tentang praktik pembuatan pupuk kompos berbahan limbah tanaman kopi serta bermanfaat meninkatkan keeratan hubungan dan keaktifan petani dalam pertemuan-peremuan kelompok.