Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Kajian Jarak Lampu Grow Light dan Fitohormon Ekstrak Air Bawang Merah dan Air Kelapa terhadap Hasil dan Kandungan Antioksidan Microgreens Kacang Tunggak (Vigna unguiculata L.) Sari, Komang Tri Astiti; Nuryanti, Ni Siluh Putu; Wahyudi, Anung
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 6 No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v6i2.1659

Abstract

Salah satu inovasi pertanian perkotaan yaitu budidaya microgreen. Microgreen merupakan tanaman dipanen berumur muda yang dapat memenuhi ketahanan pangan dalam skala rumah tangga dan memiliki kandungan antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengkaji benih kacang tunggak dengaan perlakuan jarak grow light dan fitohormon ekstrak air bawang merah dan air kelapa terhadap kandungan antioksidan, susut bobot, pajang akar dan warna daun. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (split plot) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah jarak lampu terdiri atas 20 cm, 40 cm, dan 60 cm, sedangkan faktor kedua adalah jenis dan konsentrasi fitohormon terdiri atas akuades, akuades 50% + air kelapa 50%, akuades 50% + ekstrak bawang merah 50%, dan akuades 50% + air kelapa 25% + ekstrak bawang merah 25%. Jarak lampu grow light 40 cm menghasilkan hasil terbaik pada parameter susut bobot sebesar 1,04 g, sedangkan penggunaan perlakuan akuades 50% + ekstrak bawang merah 50% menghasilkan pengaruh yang baik terhadap parameter kandungan antioksidan dan susut bobot mencapai 77,62 µg mL-1 dan 0,93 g. Kombinasi perlakuan akuades 50% + air kelapa 50% pada jarak grow light 20 cm menghasilkan warna daun terbaik, hijau kekuningan tua.
Penguatan Dinamika Kelompok Tani Kopi Melalui Partisipasi Petani Dalam Inovasi Pembuatan Pupuk Kompos Limbah Kulit Kopi noer, irmayani; Nuryanti, Ni Siluh Putu; Putri, Dwi Desmiyeni; Kuriawan, Henry; Dewi, Anita Kusuma; Kusuma , Anita
Jurnal Abimana (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nasional) Vol 2 No 2 (2025): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/abimana.v2i2.4511

Abstract

Kinerja agribisnis kopi harus dikuatkan, sehingga peluang bisnis yang semakin terbuka dapat dinikmati pula oleh petani secara berkeadilan. Peningkatkan kinerja agribisnis memerlukan dukungan SDM petani yang andal. Kegiatan pendampingan pada Kelompok Triguna 45 dilakukan melalui rangkaian kegiatan penyuluhan dan demonstrasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 93,3% petani paham tentang praktik perkebunan kopi secara berkelanjutan. Kedinamisan dalam kelompok juga menunjukkan peningkatan dilihat dari partisipasi petani anggota dalam kegiatan penyuluhan dan demonstrasi yang meningkat dari semula 65% meningkat menjadi 97 %. Edukasi yang diberikan kepada mitra memberikan dampak positif terhadap pengetahuan mitra tentang praktik pembuatan pupuk kompos berbahan limbah tanaman kopi serta bermanfaat meninkatkan keeratan hubungan dan keaktifan petani dalam pertemuan-peremuan kelompok.
Characterization and bioactivity of nanoemulsions from Leucaena leucocephala and Annona muricata extracts against Spodoptera frugiperda Nuryanti, Ni Siluh Putu; Maulida, Desi; Ardiansyah, Sigit; Pratiwi, Nurma; Dulbari, Dulbari
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika Vol. 26 No. 1 (2026): MARCH, JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA: JOURNAL OF TROPICAL PLANT PE
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jhptt.12690-100

Abstract

Spodoptera frugiperda is a major pest that attacks food and horticultural crops. The development of botanical pesticides in nanoemulsion form is one strategy to manage this pest. This research aimed to analyse the properties and effectiveness of nanoemulsions formulated using phase inversion and homogenization methods from Leucaena leucocephala and Annona muricata seed extracts against S. frugiperda. The research methods included mass rearing of S. frugiperda, extraction of L. leucocephala and A. muricata seeds, nanoemulsion formulation, and characterization of nanoemulsion properties. The results showed that the phase inversion method produced larger particle sizes compared to the homogenization method. Similarly, the phase inversion method resulted in a wider particle size distribution, while homogenization produced more uniform droplets. The nanoemulsion of the mixed extract of L. leucocephala and A. muricata seeds formulated using the homogenization method provided an antifeedant effect of 56.15% (medium inhibition criteria). The lowest antifeedant activity was observed in nanoemulsion from L. leucocephala using the phase inversion method (36.87%, low inhibition criteria). The highest ovicidal effect (72.93%) was also obtained from the mixed-seed nanoemulsion prepared by homogenization.
Improving germination of aged melon seed using garlic oil emulsion April Lia Sahidah; Anung Wahyudi; Ni Siluh Putu Nuryanti
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 53 No. 1 (2025): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/jai.v53i1.61729

Abstract

Seed storage is an important aspect of plant breeding. Aged seeds tend to lose their viability during storage, reducing their ability to grow. One effort to increase the viability of seed germination that has been stored for a long period is to provide priming treatment to the seeds before planting. The purpose of this study was to evaluate the effect of garlic oil emulsion on the germination of aged melon seed that has been stored for more than five years. The study was conducted using a factorial completely randomized design (CRD). The first factor consisted of two melon seed lines that had been stored for more than five years, namely Ougan makuwauri (V1) and Ginsen makuwauri (V2), and the second factor was the priming treatment consisting of P0 = Aquadest, P1 = 0.125% garlic oil emulsion, P2 = 0.25% garlic oil emulsion, and P3 = 0.5% garlic oil emulsion, each treatment was repeated three times with a soaking time of 20 hours. There is an interaction between the line and priming treatment that significantly affects the variable of cotyledon opening on the fifth day and hypocotyl length. Meanwhile, the single priming treatment has a significant effect on the observation variable of cotyledon opening on the third day and has a very significant effect on the variable of root length of germinated melon seeds. Keywords: Ginsen makuwauri; old seeds; Ougan makuwauri; priming treatment
DEMONSTRASI DAN IMPLEMENTASI BIO-NANOINSEKTISIDA UNTUK MENGATASI MASALAH ORAGANISME PENGGANGGU TANAMAN (OPT) PADI DI DESA BUMI AGUNG Ni Siluh Putu Nuryanti; Sigit Ardiansyah
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i1.9789

Abstract

Desa Bumi Agung, Kecamatan Tegineneng, menghadapi masalah serangan OPT yang menurunkan produktivitas padi. Penggunaan pestisida kimia menimbulkan dampak negatif lingkungan dan kesehatan. Demonstrasi dan implementasi bio-nanoinsektisida dilaksanakan sebagai solusi mengatasi permasalahan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) sekaligus untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani dalam pengendalian OPT padi. Metode yang digunakan yaitu Asset-Based Community Development (ABCD) berbasis sumber daya alam lokal. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada anggota kelompok tani berkemajuan dan dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum kegiatan demonstrasi dan implementasi bio-nanoinsektisida terdapat 19% petani yang sudah mengetahui teknik pengendalian hama dengan pestisida nabati, setelah kegiatan ini tingkat pengetahuan petani meningkat yaitu 93% peserta memahami dan mampu menerapkan teknologi bio-nanoinsektisida sebagai alternatif pengendalian OPT yang efektif dan ramah lingkungan. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran petani terhadap dampak negatif pestisida kimia terhadap kesehatan dan lingkungan.