Claim Missing Document
Check
Articles

Bentuk dan Tindak Tutur Ilokusi dalam Novel Asya Story Karya Sabrina Febrianti: Forms and Illocutionary Speech Acts in Sabrina Febrianti’s Novel Asya Story Adelia Sari Andriani; Charlina; Mangatur Sinaga
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2639

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk memaparkan bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi apa sajakah yang terdapat dalam novel Asya Story karya Sabrina Febrianti. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik baca dan catat. Analisis data tuturan ilokusi  dalam novel Asya Story karya Sabrina Febrianti dilakukan dengan mengklasifikan tuturan berdasarkan bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi, serta mendeskripsikan data yang diperoleh berdasarkan bentuk dan fungsi tersebut. Penelitian ini memberikan hasil berupa penemuan mengenai bentuk serta fungsi tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam novel Asya Story karya Sabrina Febrianti.  Bentuk tuturan ilokusi yang ditemukan berjumlah 87 data yang meliputi 30 data bentuk asertif, 37 data bentuk direktif, 3 data bentuk komisif, 15 data bentuk ekspresif, dan 2 data bentuk deklaratif. Kemudian, terdapat 87 data fungsi tindak tutur ilokusi yang ditemukan meliputi fungsi kolaboratif 47 data, kompetitif 22 data, konvival 17, dan konfliktif 1 data.
DISFEMISME DALAM KOMENTAR AKUN INSTAGRAM RATU.NYINYIR.OFC Hanif Khoirotun Nisa; Hasnah Faizah; Mangatur Sinaga
TANDA Vol 6 No 03 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i03.2746

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi penggunaan disfemisme yang terdapat dalam kolom komentar akun Instagram @ratu.nyinyir.ofc. Data pada penelitian ini berupa kata, frasa, dalam disfemisme dalam kolom komentar akun Instagram @ratu.nyinyir.ofc. Data pada penelitian dalam fungsi disfemisme berupa mempermalukan orang lain, mengekspresikan kemarahan, menekankan hal atau kondisi, menyatakan dan mewakili hal yang sangat buruk atau kondisi, mengungkapkan keheranan, menunjukkan keintiman, dan mengekspresikan kegembiraan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik baca, teknik catat, dan teknik klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dan bentuk penggunaan disfemisme dalam kolom komentar akun Instagram @ratu.nyinyir.ofc bentuk makian berupa kata, makian berupa frasa, dan makian berupa kalusa, serta fungsi berupa mempermalukan orang lain, mengekspresikan kemarahan, menekankan hal atau kondisi, menyatakan dan mewakili hal yang sangat buruk atau kondisi, mengungkapkan keheranan, menunjukkan keintiman, dan mengekspresikan kegembiraan.
Analisis Analisis Makna Denotatif dan Makna Konotatif dalam Novel 3726 MDPL: Kajian Semantik Aulia Maysara; Hermandra Hermandra; Mangatur Sinaga
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penggunaan makna denotatif dan makna konotatif dalam novel 3726 MDPL karya Nurwina Sari. Masalah utama yang dikaji adalah bagaimana diksi digunakan untuk membangun narasi pendakian yang tidak hanya informatif tetapi juga emosional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis baca dan catat. Sumber data utama adalah teks dalam novel 3726 MDPL, sedangkan data penelitian berupa kata atau frasa yang mengandung makna denotatif dan konotatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna konotatif lebih dominan digunakan sebagai instrumen estetika untuk membangun kedalaman rasa, dimensi psikologis, dan atmosfer emosional tokoh. Sementara itu, makna denotatif berfungsi sebagai fondasi dasar dalam mendeskripsikan latar tempat dan aktivitas fisik secara objektif. Peneliti membatasi data denotatif karena adanya kecenderungan repetisi diksi di sepanjang narasi. Secara keseluruhan, perpaduan kedua makna tersebut berhasil menciptakan narasi yang estetis dan mampu membangkitkan resonansi emosional bagi pembaca.
DEVELOPMENT OF PROPHETIC RHYME WRITING TEACHING MODULES WITH INNOVATIVE STRATEGIES FOR GRADE X VOCATIONAL SCHOOL STUDENTS Kasrizal; Elmustian; Mangatur Sinaga
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.7768

Abstract

The curriculum must keep up with the times to meet the evolving needs of society. Responsive curriculum development poses challenging problems for curriculum designers in vocational education and other higher professions, although as such there is little study on this topic. This research focuses on how the process of developing a responsive curriculum for vocational education, and other higher professions based on the results of a literature review methods with data sources consisting of a collection of twenty-six articles that are putated with process of gathering and arranging information or data from multiple sources is referred to as data collection identifying six supporting components of the responsive curriculum development process: (1) Vision of Education and Learning, (2) Continuous and iterative curriculum development process, (3) Collaboration, (4) involving all contributors, (5) The presence of favorable environmental factors and circumstances, and (6) Representatives of the institution. The importance of paying equal attention to each of these aspects is the main focus. By integrating these components, curriculum creators can design adaptable programs that are efficacious across the whole learning process. This strategy necessitates a shift in mentality and heightened exertion from all tiers of educational establishments, but ultimately results in a curriculum that is more comprehensive and adaptable.
Using Roblox Games as a Learning Tool to Enrich Indonesian Vocabulary Giovannesandesva Hendri; Charlina; Mangatur Sinaga
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v6i2.4760

Abstract

Advances in digital technology have opened up opportunities to utilize online games as learning media, including Roblox, which features interactive and participatory elements. This study aims to describe the potential of the Roblox game “Sambung Kata Bahasa Indonesia” as a medium for enriching Indonesian vocabulary. The study used a descriptive qualitative approach with data collection techniques consisting of observation and questionnaires involving 30 students as supporting data. The data were analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results indicate that the word-linking mechanism in the game encourages players to recall existing vocabulary, discover new words, understand relationships between words, and gain exposure to vocabulary through interactions with other players. The questionnaire results indicate that the majority of students have a positive perception of the use of games to support vocabulary enrichment. The research findings suggest that Roblox has the potential to be utilized as a digital linguistic space that supports the enrichment of Indonesian vocabulary in a participatory and contextual manner.
Co-Authors Adelia Sari Andriani Adriansyah Adriansyah Afriliyani Safitri Aldha Naila Rahmadani Andiana Perizga Andita Puspita Mawaddah Anita Lusiana Rizki Ariyo Mardipep Atiqoh Rosari Amri Atno Firnando Aulia Maysara Auzar Auzar Auzar Auzar Awal Surya Ramadhan Muchtar Charlina Charlina Charlina Charlina Charlina Chaterina Mariati Gultom Cico Hesekiel Simanungkalit Dahnilsyah Dahnilsyah Daryani Daryani Devi Devi Devi Haryanti Oktavia Devi Haryanti Oktavia Devi Sri Rahmawati Devia Ramadani Dorlina Ida Marpaung Dudung Burhanudin Dwi Jonanda Putri Elmustian Elmustian Elmustian Elmustian Ernita Wahyuni Evia Firnadia Fauzia Ramadaningsih Fitia Nugrah Wati Fitri Auliya Rahmi Fitri Utami Cahyanti Fivi Yulianti Giovannesandesva Hendri Hanif Khoirotun Nisa Hanna Maria Manalu Hasnah Faizah AR Hasnah Faizah AR Hasnil Azrina Hermandra Hermandra Hidayati Hidayati Intan Suri Intan Suri Jelia Jelia Juliana Simanjuntak Kasrizal Khairun Nisa Kusuma, Yanti Yandri Lena Nursantika Leonita Sampurna M Imam Arifandy M. Firdaus Maghfiratin Walni Maili Yusma Maya Defrilyana Mega Fajarina Melan Yulia Mella Rahmadani Michael Halomoan Nainggolan Michelle Tamana Monica Nova Yolanda Muhammad Badrul Tamam Nabila Nabila Nadia Rahmah Nadila Aulia Nata Rezky Putra Nindya Pradana Nurhidayah Nora Anita Novita Dwi Prasticha Nuha Amatullah Yasa Nur Shaillawati Raehan Kamil Refiza Amanda Rofifah Zakiyah Roma Fiorentina Ruth Grasela Gultom Ryan Alfariza Sasi Karana Septyanti, Elvrin Sestri Permata Bunda Silvia Permata Sari Silvia Permatasari Siti Nadia Siti Nurfatin Sukma Mentari Lubis Sutrisno Agi Syafrial Syafrial Syahnari Septiana Tia Srimulia Titi Yustia Siregar Tria Putri Mustika Uswatul Azizah Vicha Nurfiyanti Vitria Hartanti Wan Malinda Warozukni Warozukni Widya Pratisca Asiba Winda Wirda Safitri Yola Apriana Zulhafizh Zulhafizh