Claim Missing Document
Check
Articles

Transformation of Texts as Expressive Spaces in Classic Malay Literary Works: Learning to Write Poems in Philology Courses Adriansyah Adriansyah; Elmustian Elmustian; Mangatur Sinaga; M. Firdaus
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 4 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i4.5755

Abstract

This study investigates the transformation of poems into expressive spaces in philology learning, aiming to foster active and creative student engagement with classical Malay literature. It seeks to develop innovative teaching approaches that enhance appreciation and critical engagement. A sample of 52 students was purposively selected using the Slovin formula with a 10% margin of error. Data were collected through classroom observations, questionnaires, in-depth interviews, and document analysis of poem learning. Thematic analysis was employed to identify key patterns and themes from the data. The findings reveal that integrating poems into philology learning enhances students’ understanding and appreciation of classical Malay literature. It also boosts creativity and critical thinking, with respondents reporting an improved ability to appreciate cultural heritage and refine expressive and analytical skills. These results highlight the potential of interactive and creative methods in philology education, demonstrating their effectiveness in making classical literature more relevant and engaging for students. The study underscores the value of incorporating expressive and interactive strategies into the philology curriculum to deepen student engagement and promote a lasting appreciation of classical literature and culture.
DISKRIMINASI GENDER TERHADAP PEREMPUAN DALAM SERIES GADIS KRETEK Sasi Karana; Mangatur Sinaga; Tria Putri Mustika
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i2.604

Abstract

Budaya patriarki merupakan sebuah sistem sosial di dalam masyarakat yang menempatkan laki-laki sebagai penguasa atau gender yang lebih dominan. Diskriminasi gender sering terjadi terhadap perempuan sebagai dampak dari budaya patriarki. Series Gadis Kretek mengangkat tema feminisme dan konflik sosial yang terjadi pada tahun 1960-an yang terungkap pada tahun 2002. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk diskriminasi gender yang terdapat di dalam series Gadis Kretek. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian deskriptif kualitatif. Hasil yang ditemukan adanya  marginalisasi,  stereotip, dan subordinasi.  Tokoh Dasiyah berhasil menghilangkan diskriminasi gender di dalam masyarakat saat itu dengan membuktikan bahwa kretek yang dibuat perempuan tidak asam.
PENGARUH MODEL ROLE PLAYING TERHADAP PEMBELAJARAN TEKS CERPEN SISWA KELAS IX SMP KARTIKA 1-5 PEKANBARU Fitri Auliya Rahmi; Mangatur Sinaga; Zulhafizh Zulhafizh
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran role playing terhadap kemampuan belajar siswa dalam pembelajaran teks cerpen di kelas IX SMP Kartika 1-5 Pekanbaru. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran teks cerpen yang disebabkan oleh kurangnya keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran serta penggunaan metode konvensional yang bersifat satu arah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen pre-test dan post-test control group design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model role playing dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional, masing-masing berjumlah 25 siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan belajar siswa di kelas eksperimen, yaitu dari nilai rata-rata pre-test 68,16 menjadi 89,92 pada post-test. Sementara itu, kelas kontrol juga mengalami peningkatan, namun lebih rendah, yaitu dari 79,2 menjadi 86,56. Uji statistik melalui uji-t menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,03 < 0,05 dan nilai t hitung sebesar 2,14 > t tabel 1,67, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari model role playing terhadap hasil belajar siswa. Selain itu, hasil uji regresi menunjukkan bahwa model ini memberikan pengaruh positif sebesar 8,7% terhadap kemampuan belajar siswa, dengan koefisien regresi 3,360. Artinya, setiap peningkatan 1% dalam penerapan model role playing dapat meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 3,360%. Dengan demikian, model pembelajaran role playing terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap struktur, unsur, dan nilai dalam teks cerpen serta mampu mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Model ini layak dijadikan alternatif strategi pembelajaran yang inovatif pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMP.
Metafora Serangga Dalam Peribahasa Melayu: Analisis Semantik Kognitif Nadia Rahmah; Hermandra; Mangatur Sinaga
Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur Vol. 4 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/motekar.v4i1.8450

Abstract

Penelitian ini berjudul Metafora Serangga dalam Peribahasa Melayu Analisis Semantik Kognitif yang bertujuan mendeskripsikan makna dan jenis metafora, serta skema citra yang terkandung dalam peribahasa Melayu yang menggunakan citra serangga. Penelitian ini berangkat dari pandangan bahwa bahasa mencerminkan cara berpikir dan sistem konseptual penuturnya, sementara peribahasa menjadi wadah untuk memahami nilai, pandangan hidup, dan pengalaman budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan semantik kognitif dengan teori metafora konseptual Lakoff dan Johnson (2003) serta teori pendukung dari Akbar & Rahman (2016), Nuryadin & Nur (2021), Mane (2016), dan Sutedi (2016) mengenai tiga jenis metafora, yaitu struktural, ontologis, dan orientasional. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi terhadap 100 peribahasa Melayu yang mengandung unsur serangga dari Pusat Rujukan Persuratan Melayu dan peribahasa di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora struktural merupakan jenis yang paling dominan, diikuti oleh metafora ontologis dan orientasional. Metafora struktural menggambarkan karakter dan perilaku manusia melalui pengalaman fisik dan sifat khas serangga. Analisis skema citra memperlihatkan dominasi skema aktivitas atau gerak berulang, bagian-keseluruhan, dan linear atau sebab-akibat, disertai kemunculan skema ruang, kekuatan, tingkatan, serta warna dan visualisasi. Secara umum, metafora serangga dalam peribahasa Melayu merefleksikan nilai moral, sosial, dan kultural masyarakat Melayu yang berpijak pada pengalaman ekologis dan pandangan hidup yang menekankan keseimbangan serta keharmonisan dengan alam.
Campur Kode Slang dalam Unggahan Komunitas Ramah-Ramah di Aplikasi X Vitria Hartanti; Charlina Charlina; Mangatur Sinaga
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 11, No 1 (2026): VOLUME 11 NUMBER 1 MARCH 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v11i1.8812

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan penggunaan campur kode slang yang ditemukan dalam unggahan Komunitas Ramah-Ramah di Aplikasi X. Jenis penelitian ini ialah penelitian kualitatif deksriptif. Metode untuk mengumpulkan data pada penelitian ini menerapkan  metode simak. Data dalam penelitian ini ialah satuan bahasa yang digunakan anggota Komunitas Ramah-Ramah di Aplikasi X dan sumber datanya ialah unggahan di Komunitas Ramah-Ramah. Proses analisis data penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman yang membagi proses analisis data menjadi tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini ditemukan penyisipan slang tataran kata berjumlah 14 kata, penyisipan slang tataran frasa berjumlah 5, dan tidak ditemukan penyisipan slang tataran klausa. Penyisipan slang yang ditemukan berasal dari slang bahasa Indonesia, slang bahasa Inggris, dan slang dari serapan bahasa Italia. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan bahwa campur kode penyisipan tataran kata lebih banyak karena bersifat fleksibel serta mudah digunakan pada tuturan di media sosial yang bersifat singkat dan cepat.
KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR SISWA KELAS VII SMP HAYATI KOTA DUMAI Fivi Yulianti; Mangatur Sinaga; Charlina
TANDA Vol 6 No 03 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i03.2758

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada teks prosedur karena bertujuan mengukur kemampuan siswa dalam menyusun instruksi berdasarkan pengalaman sehari-hari. Peneliti akan menjelaskan konsep teks prosedur secara rinci melalui demonstrasi praktik langsung di kelas, sehingga materi dapat diaplikasikan dalam kehidupan siswa. Jenis teks prosedur yang digunakan adalah teks prosedur protokol. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis metode penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMP Hayati dari Mei 2024 sampai April 2026. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Hayati Kota Dumai, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak populasi yaitu 50 siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tes, dalam hal ini responden akan menulis teks prosedur yang berbasis keterampilan, dengan tujuan untuk mengukur pencapaian anggota sampel. Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan berupa tes menulis teks prosedur yang bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menulis teks prosedur. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji t satu sampel. Berdasarkan hasil analisis data kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas VII SMP Hayati Kota Dumai, dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan siswa telah mencapai kategori mampu dalam menulis teks prosedur. Hal ini ditunjukkan oleh rata-rata skor 77,86 yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal dan kemampuan siswa dalam menyusun teks prosedur dengan struktur yang tepat, penggunaan bahasa yang sesuai, serta langkah-langkah yang runtut dan jelas. Dengan demikian, kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas VII SMP Hayati Kota Dumai sudah terlaksana dengan baik dan menunjukkan perkembangan yang positif.
PRAANGGAPAN DALAM FILM AGAK LAEN KARYA MUHADKLY ACHO Hanna Maria Manalu; Mangatur Sinaga; Charlina
TANDA Vol 6 No 03 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i03.2765

Abstract

Penelitian ini membahas praanggapan dalam film Agak Laen karya Muhadkly Acho. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis praanggapan dan fungsi tuturan praanggapan yang terdapat dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Data penelitian berupa tuturan antar tokoh dalam film Agak Laen yang mengandung praanggapan, sedangkan sumber data penelitian adalah film Agak Laen yang tayang pada tahun 2024 dengan durasi 119 menit. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan jenis praanggapan dalam film Agak Laen, yaitu praanggapan eksistensial, faktif, nonfaktif, leksikal, struktural, konterfaktual, implikatif, dan waktu/temporal. Jenis praanggapan yang paling dominan adalah praanggapan eksistensial dan struktural, sedangkan yang paling sedikit ditemukan ialah praanggapan implikatif dan konterfaktual. Selain itu, ditemukan pula empat fungsi tuturan praanggapan, yaitu fungsi asertif, direktif, komisif, dan ekspresif. Fungsi tuturan yang paling dominan adalah fungsi direktif. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan praanggapan dalam dialog film berperan penting dalam membangun komunikasi, menyampaikan makna tersirat, serta memperkuat unsur humor dan konteks sosial dalam film.
PENYAMPAIAN PESAN MELALUI KONOTASI POSITIF DALAM TRADISI LISAN BASIACUONG MASYARAKAT KAMPAR Raehan Kamil; Elmustian; Mangatur Sinaga
TANDA Vol 6 No 02 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i02.2798

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis makna konotasi postif serta makna yang ingin disampaikan dalam tradisi basiacuong masyarakat Kampar dalam bentuk petatah-petitih, ungkapan adat, dan dialog simbolik pada kegiatan adat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa tuturan basiacuong yang diperoleh melalui observasi, teknik rekam, dan wawancara Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 14 tuturan yang mengandung makna konotasi, terdiri atas 9 konotasi positif tinggi dan 6 konotasi positif rendah. Konotasi positif tinggi digunakan untuk menyampaikan penghormatan, kesepakatan, kebersamaan, dan penguatan keputusan adat. Sementara itu, konotasi positif rendah berfungsi menyampaikan kerendahan hati, kesantunan, kesiapan menerima keputusan, serta kejelasan maksud. Makna yang ingin disampaikan dalam tuturan basiacuong  meliputi ajakan bermusyawarah, penghormatan terhadap hierarki adat, penolakan secara halus, nasihat kehati-hatian, tanggung jawab, serta upaya menjaga keharmonisan hubungan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa konotasi dalam basiacuong  mencerminkan nilai budaya masyarakat Kampar.
Unsur Pembentuk dan Makna Idiomatik dalam Rubrik Daerah Surat Kabar Riau Pos: Elements that Form and Idiomatic Meaning in the Regional Column of the Riau Pos Newspaper Jelia Jelia; Hermandra Hermandra; Mangatur Sinaga
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 01 (2026): Artikel Riset Periode Mei 2026
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v6i01.8275

Abstract

This study aims to describe the elements that form idioms and their idiomatic meanings found in the regional section of the Riau Pos newspaper. The use of idioms in mass media, especially newspapers, plays an important role in enriching language style and conveying information more expressively. However, idioms can also cause misunderstandings because their meanings cannot be understood lexically. Therefore, a study of idiomatic meanings is important. This study uses a qualitative approach with a content analysis method. The data source is news texts from the regional section of the Riau Pos newspaper, published from February 10 to March 10, 2025, in the form of words, phrases, or expressions containing idioms. Data collection techniques involve documentation, reading, and recording, while data analysis includes data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the study show that there are 34 idiom data classified into seven constituent elements, namely body parts, five senses, colors, natural objects, animals, plants, and numbers, and idioms are also found that are formed from a combination of two elements. Furthermore, the idiomatic meanings found are contextual and cannot be taken literally; they must be interpreted based on the context in which they are used within the sentence. These findings indicate that idioms in journalistic texts not only function as linguistic variation but also convey messages more effectively, engagingly, and communicatively to readers.
Analisis Makna Penerang Frasa Nominal Berdasarkan Hubungan Antarunsurnya dalam Artikel Opini “Perguruan Tinggi dan Iming-Iming Tambang” Anita Lusiana Rizki; Mangatur Sinaga; Charlina
KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Klitika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/klitika.v8i1.8137

Abstract

Penggunaan frasa nominal dalam teks opini berpotensi menimbulkan ambiguitas apabila hubungan antarunsurnya tidak dipahami dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna penerang frasa nominal berdasarkan hubungan antarunsurnya dalam artikel opini Perguruan Tinggi dan Iming-iming Tambang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi, baca, dan catat, sedangkan data berupa frasa nominal yang mengandung makna penerang dianalisis melalui tahap reduksi, klasifikasi, dan penafsiran berdasarkan kajian sintaksis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa nominal terbentuk dari nomina sebagai unsur inti yang diperluas oleh unsur penerang berupa adjektiva, nomina, dan frasa preposisional. Makna penerang yang ditemukan mencakup penjelasan sifat, ciri, jenis, serta keterangan tambahan. Hubungan antarunsur terbukti berperan dalam memperjelas makna sekaligus meminimalkan potensi ambiguitas, sehingga makna penerang dalam frasa nominal ditentukan oleh hubungan antarunsurnya yang membentuk satu kesatuan makna.
Co-Authors Adelia Sari Andriani Adriansyah Adriansyah Afriliyani Safitri Aldha Naila Rahmadani Andiana Perizga Andita Puspita Mawaddah Anita Lusiana Rizki Ariyo Mardipep Atiqoh Rosari Amri Atno Firnando Aulia Maysara Auzar Auzar Auzar Auzar Awal Surya Ramadhan Muchtar Charlina Charlina Charlina Charlina Charlina Chaterina Mariati Gultom Cico Hesekiel Simanungkalit Dahnilsyah Dahnilsyah Daryani Daryani Devi Devi Devi Haryanti Oktavia Devi Haryanti Oktavia Devi Sri Rahmawati Devia Ramadani Dorlina Ida Marpaung Dudung Burhanudin Dwi Jonanda Putri Elmustian Elmustian Elmustian Elmustian Ernita Wahyuni Evia Firnadia Fauzia Ramadaningsih Fitia Nugrah Wati Fitri Auliya Rahmi Fitri Utami Cahyanti Fivi Yulianti Giovannesandesva Hendri Hanif Khoirotun Nisa Hanna Maria Manalu Hasnah Faizah AR Hasnah Faizah AR Hasnil Azrina Hermandra Hermandra Hidayati Hidayati Intan Suri Intan Suri Jelia Jelia Juliana Simanjuntak Kasrizal Khairun Nisa Kusuma, Yanti Yandri Lena Nursantika Leonita Sampurna M Imam Arifandy M. Firdaus Maghfiratin Walni Maili Yusma Maya Defrilyana Mega Fajarina Melan Yulia Mella Rahmadani Michael Halomoan Nainggolan Michelle Tamana Monica Nova Yolanda Muhammad Badrul Tamam Nabila Nabila Nadia Rahmah Nadila Aulia Nata Rezky Putra Nindya Pradana Nurhidayah Nora Anita Novita Dwi Prasticha Nuha Amatullah Yasa Nur Shaillawati Raehan Kamil Refiza Amanda Rofifah Zakiyah Roma Fiorentina Ruth Grasela Gultom Ryan Alfariza Sasi Karana Septyanti, Elvrin Sestri Permata Bunda Silvia Permata Sari Silvia Permatasari Siti Nadia Siti Nurfatin Sukma Mentari Lubis Sutrisno Agi Syafrial Syafrial Syahnari Septiana Tia Srimulia Titi Yustia Siregar Tria Putri Mustika Uswatul Azizah Vicha Nurfiyanti Vitria Hartanti Wan Malinda Warozukni Warozukni Widya Pratisca Asiba Winda Wirda Safitri Yola Apriana Zulhafizh Zulhafizh