Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Membuka Peluang di Tengah Tantangan: Analisis Kesiapan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dalam Berkompetisi dengan Bank Digital di Era Fintech Anwar, Fadeli; Sinulingga, Gairah
Jurnal Manajemen Riset Bisnis Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : STIE Manajemen Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi finansial (fintech) dan kemunculan bank digital telah membawa perubahan signifikan dalam lanskap industri perbankan di Indonesia. Bank Perkreditan Rakyat (BPR), sebagai lembaga keuangan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat lokal, dihadapkan pada tantangan besar untuk tetap kompetitif di era digital ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan BPR dalam menghadapi kompetisi dengan bank digital, dengan menyoroti tantangan dan peluang yang ada. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif melalui studi kasus pada beberapa BPR di Indonesia, dilengkapi dengan wawancara mendalam dengan manajemen BPR, regulator, serta pakar industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun BPR memiliki keterbatasan dalam hal teknologi dan sumber daya, ada peluang besar untuk berinovasi dan memanfaatkan keunggulan lokal mereka dalam membangun hubungan yang lebih personal dengan nasabah. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa peluang yang dapat diadopsi oleh BPR untuk meningkatkan daya saing mereka, termasuk digitalisasi layanan, pengembangan kemitraan dengan fintech, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kesimpulannya, kesiapan BPR untuk bersaing di era bank digital sangat bergantung pada kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi sambil tetap mempertahankan nilai-nilai lokal yang menjadi kekuatan utama mereka. Kata Kunci : Bank Perkreditan Rakyat, Bank Digital, Financial Teknologi, Peluang, Kompetisi
Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Bank BUMN PT. ABC Tbk Cabang Depok Sinulingga, Gairah
Jurnal Manajemen Riset Bisnis Indonesia Vol. 11 No. 3 (2022): Desember
Publisher : STIE Manajemen Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi berupa penjelasan yang lebih mendalam tentang pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karywan perbankan BUMN. Penelitian ini dilaksanan periode Maret sampai dengan September 2021, Hasil dari olahan data tentang seberapa besar pengaruh displin kerja terhadap kinerja karyawan Bank BUMN PT ABC Depok menggunakan metode pengaruh, yaitu dalam bentuk uji hipotesis dengan jenis penelitian deskriptif (penjelasan) dan verifikatif (uji hipotesis). Penentuan sampel dalam penelitain menggunakan metode slovin dengan populasi karyawan Bank BUMN PT ABC Tbk cabang UI Depok. Semua pengukuran variabel baik independen maupun variabel dependen menggunakan skala ordinal. Berdasarkan perhitungan dengan persamaan regresi linier sederhana antara X dan Y menunjukkan bahwa hasil Y = 2,555 + 0,914X. Nilai konstanta (a) adalah 2,55. Ini dapat diartikan jika nilai dispilin kerja adalah 0, maka nilai kinerja karyawan adalah 2,555. Sedangkan hasil dari pengujian hipotesis, diperoleh variabel disiplin kerja tetap memiliki nilai sig 0,00<0,05 artinya signifikan. Sedangkan t-hitung = 14.517 dan t-tabel = 1,676. Maka variabel disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan analisa koefisien korelasi diperoleh nilai r = 0,901 ini berarti ada hubungan kuat dan positif yang menunjukan bahwa peningkatan disiplin kerja pada umumnya dapat meningkatkan kinerja karyawan secara kuat. Sedangakan hasil koefisien determinasi (R2) = 0.81 atau 81% yang artinya presentase sumbangan pengaruh variabel independen disiplin kerja terhadap kinerja karyawan sebesar 81% dan sisanya 19 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak di teliti. Kata kunci: Disiplin kerja, Kinerja, Karyawan, Bank BUMN
Strategi Kewirausahaan Kreatif di Era Digital Gairah Sinulingga
Jurnal Manajemen Riset Bisnis Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : STIE Manajemen Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan peluang yang dihadapi oleh pelaku usaha kreatif dalam memanfaatkan teknologi digital, dengan fokus pada dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dan sosial. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada beberapa wirausahawan kreatif di Indonesia dan luar negeri, baik yang sukses maupun yang gagal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital berperan penting dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan efisiensi operasional, yang pada gilirannya menciptakan model bisnis baru yang lebih adaptif. Temuan penelitian ini bahwa inovasi berkelanjutan dan kolaborasi lintas disiplin menjadi faktor kunci dalam menciptakan produk atau layanan yang kompetitif di pasar global. Pelaku usaha kreatif yang mampu berinovasi secara konsisten cenderung memiliki keunggulan dalam menarik minat konsumen dan menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan adanya dukungan dari pemerintah dan sektor swasta dalam hal pelatihan dan regulasi yang lebih mendukung pertumbuhan kewirausahaan kreatif berbasis digital di Indonesia. Kata Kunci : Strategi, Kewiraushaan Kreatif, Era Digital. Abstract This research aims to analyze the challenges and opportunities faced by creative entrepreneurs in leveraging digital technology, focusing on its impact on economic and social growth. The study uses a qualitative approach with case studies on several creative entrepreneurs, both successful and unsuccessful, from Indonesia and other countries. The findings indicate that digital technology plays a crucial role in expanding market reach and improving operational efficiency, thereby creating more adaptive business models. The study also reveals that continuous innovation and cross-disciplinary collaboration are key factors in creating competitive products or services in the global market. Creative entrepreneurs who consistently innovate tend to have an advantage in attracting consumer interest and maintaining sustainable business growth. Therefore, developing digital skills and implementing technology-based marketing strategies are essential steps that creative entrepreneurs must take to stay relevant in this competitive market. The study recommends government and private sector support in the form of training and more supportive regulations to foster digital-based creative entrepreneurship growth in Indonesia. Keywords : Strategic, Creative Entrepreneurship, Digital Era.
Agile leadership in digital transformation: strengthening resilience, performance, and trust in indonesia’s fintech industry Gairah Sinulingga; Reina A. Hadikusumo; Syech Idrus; Raden Roro Lia Chairina; Moch Aminudin Hadi
Lentera Negeri Vol. 7 No. 1 (2026): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/992240

Abstract

This study explores the role of agile leadership in fostering resilience, performance, and trust within Indonesia’s fintech industry during its digital transformation. Using a qualitative research approach through a literature review, the study synthesizes findings from existing research to examine how agile leadership supports fintech organizations in adapting to rapid technological advancements and evolving market demands. The findings indicate that agile leadership enhances organizational resilience by promoting flexibility and adaptability, improves performance through iterative decision-making and continuous learning, and strengthens customer trust by encouraging transparency and continuous improvement. Furthermore, agile leadership enables fintech companies to respond effectively to external disruptions, thereby improving their competitiveness in a dynamic business environment. The study highlights the importance of collaborative, adaptive, and innovative leadership in driving successful digital transformation and provides valuable insights for fintech leaders seeking to sustain organizational performance, resilience, and customer trust in an increasingly competitive industry.
Kajian Penipuan Social Engineering dalam Logistik ECommerce: Studi Kasus QRIS dan Airwaybiil Paket di Indonesia gairah sinulingga
Jurnal Manajemen Riset Bisnis Indonesia Vol. 14 No. 03 (2025): Desember
Publisher : STIE Manajemen Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64694/jmrbi.v14i03.159

Abstract

Fenomena penyalahgunaan nomor resi airwaybill (AWB) paket logistik oleh penipu penipuandigital dengan modus pengembalian dana melalui QRIS palsu menjadi perhatian serius dalamekosistem logistik dan pembayaran digital di Indonesia. Modus ini memanfaatkan teknik socialengineering untuk meyakinkan korban bahwa mereka akan menerima pengembalian dana,padahal QRIS yang disediakan justru menarik dana dari rekening digital korban. Penelitianini bertujuan mengkaji modus operandi, kelemahan sistem, serta mitigasi teknis dan perilakuberdasarkan literatur nasional dan internasional. Hasil studi menunjukkan bahwa QR codephishing (quishing) menjadi bentuk social engineering yang semakin canggih dan efektif.Mitigasi efektif membutuhkan integrasi sistem deteksi berbasis teknologi serta peningkatanliterasi digital pengguna.
QRIS dan UMKM Indonesia: Implementasi, Tantangan, dan Peluang Menuju Inklusi Digital ASEAN gairah sinulingga
Jurnal Manajemen Riset Bisnis Indonesia Vol. 14 No. 02 (2025): Agustus
Publisher : STIE Manajemen Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64694/jmrbi.v14i02.160

Abstract

Transformasi sistem pembayaran digital di Indonesia mengalami percepatan signifikan sejakdiberlakukannya Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) oleh Bank Indonesia. QRISdirancang sebagai standar nasional pembayaran berbasis kode QR yang bertujuan meningkatkanefisiensi transaksi, interoperabilitas sistem pembayaran, serta inklusi keuangan, khususnya bagi pelakuUsaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisimplementasi QRIS, tantangan adopsi yang dihadapi UMKM, serta peluang pengembangan QRISdalam konteks integrasi pembayaran regional ASEAN. Metode penelitian yang digunakan adalahpendekatan kualitatif-deskriptif dengan studi literatur, analisis regulasi, serta studi kasus implementasiQRIS di Indonesia dan QR Ph di Filipina. Hasil kajian menunjukkan bahwa QRIS berperan strategisdalam mendorong digitalisasi UMKM, namun masih menghadapi tantangan berupa literasi keuangandigital, persepsi keamanan, serta resistensi biaya Merchant Discount Rate (MDR). Integrasi sosioteknologi dan sinergi lintas negara ASEAN menjadi faktor kunci keberlanjutan QRIS ke depan.
Transformasi Fixed Mindset Menjadi Growth Mindset pada Pelaku UMKM Pancoran Mas, Depok gairah sinulingga; Andi Primafira B Eka; Widya Yunitawati; Laksemi Laksemi Bania Siregar; Aldi Satria; Vanisa Eka Putri; Ester Kurnia; Faisal Al-Aziz; Arta Elisabeth
Jurnal Pengabdian Masyarakat Program Pemberdayaan Masyarakat Nasional Vol. 2 No. 02 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat : Program Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : STIE Manajemen Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64694/propernas.v2i02.56

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mentransformasikan pola pikir pelaku UMKM di Pancoran Mas, Depok dari fixed mindset menuju growth mindset. Kegiatan dilatarbelakangi oleh tantangan adaptasi UMKM terhadap dinamika pasar dan teknologi yang terus berkembang, namun masih terbentur pada keterbatasan pola pikir dan ketahanan psikologis. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk seminar interaktif, diskusi kelompok, pengisian lembar kerja reflektif, serta permainan yang mendukung pembelajaran aktif. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan antusiasme peserta dalam mengeksplorasi diri dan perencanaan usaha ke depan. Pelaku UMKM mulai menunjukkan kesadaran akan pentingnya evaluasi diri dan kesiapan menghadapi perubahan sebagai bagian dari pertumbuhan. Hal ini tercermin dalam lembar kerja yang diisi, serta diskusi yang menggambarkan adanya perubahan sudut pandang terhadap kegagalan dan pengembangan usaha.
Satisfaction of Cooperative Services in The Digital Era Gairah Sinulingga; Joko Sutisno; Adi Suryo Hutomo; Agung Sutoto
Journal of Industrial Engineering and Management Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/jaiem.v1i1.7

Abstract

The Digital Era is when all activities become efficient and effective by utilizing the results of technological developments in the economy. Cooperatives as an economic-institutions can also take advantage of business applications to improve service quality, which impacts in-creasing member satisfaction. This study aims to produce information in the form of a more in-depth explanation of the effect of service quality on the satisfaction level of Cooperative Members. And obtain the results of processed data about how much influence service quality has on the level of satisfaction of Cooperative Members in Depok Municipality. The research method used in this study, the data obtained, both quantitative and qualitative in nature, were examined using a descriptive verification method, namely by interviewing and giving questionnaires to 87 respondents, members using the probability sampling method, as a means to obtain accurate data. Data is processed using the SPSS 22.00 series application. The study results the show that service quality influences the level of satisfaction with a complete presentation of 22.1%, and other factors influence the rest at 77.9%. Correlation analysis obtained an R-value of 0.470. It can be concluded that there is a relationship between Service Quality and Member Satisfaction Level. The regression equation yields Y = 2.206 + 0.453X; it is supposed that if there is no Service Quality, then the Member Satisfaction Level remains at 2.206. The hypothesis is proven by the regression coefficient of the independent variable with the t-test; the result is that the coefficient of variable X on transac-tion satisfaction is significant. It can be seen that the value of the count of 4,905 ttable1,988, eye H0 rejected and H1 accepted.
The Role of Human Capital Intelligence in Improving Strategic Workforce Decisions A Hadi Arifin; Gairah Sinulingga; Muhammad Ilman Nafi; Abd. Basid; Irwan Irwan
Mandalika Journal of Business and Management Studies Vol 4 No 2 (2026): Mandalika Journal of Business and Management Studies
Publisher : Mandalika Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/mjbms.v4i2.528

Abstract

This study examines the role of Human Capital Intelligence in improving strategic workforce decisions through a literature-based approach. The study responds to the growing complexity of workforce management, characterized by technological transformation, changing competency requirements, talent shortages, and the need for evidence-based decision-making. A library research method was employed by reviewing relevant books, journal articles, scientific studies, research reports, and other scholarly sources related to Human Capital Intelligence, strategic workforce management, and workforce decisions. Data were analyzed using content analysis to identify patterns, relationships, and significant information across the selected literature. The findings indicate that Human Capital Intelligence enables organizations to transform human capital data into actionable insights for workforce planning, competency gap identification, talent allocation, retention, succession planning, and strategic workforce alignment. The study concludes that Human Capital Intelligence functions as a strategic capability that connects human capital information with organizational decision-making. Its effectiveness depends on data quality, analytical capability, managerial interpretation, strategic alignment, and ethical governance.