Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Factors Associated with Work Performance and Mental Health of Healthcare Workers During Pandemics In Asia : a Systematic Review Almira Dova, Syarifah; Oktamianti, Puput
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.405 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i3.11507

Abstract

COVID-19 is highly contagious and the transmission dynamics are associated with intercontinental spread. The pandemic’s short-term and long-term impact on healthcare worker’s mental health and well-being remains largely unknown. This systematic review used preferred reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). The articles were searched from PubMed, the reviewers had screened 729 abstracts, 372 full-text publications, and ultimately included 11 systematic reviews. The review found ten factors associated with the work performance and mental health of healthcare workers in Asia, including experiencing feelings of anxiety, having inadequate support, depression, experiencing occupational stress, loneliness, lack of workplace preparedness, financial concerns associated with changes in income and daily living, fear of transmission, burnout/fatigue and sleep disturbance. This systematic review can be used as input for governments and employers as a reference to develop strategies to support healthcare workers’ mental health, well-being and work productivity.
Gambaran Strategi Bauran Pemasaran Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit X di Jakarta Selama Pandemi Covid-19 Ramadia, Osi; Oktamianti, Puput
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.234 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i3.11547

Abstract

Selama pandemi COVID-19 terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam mencari pelayanan kesehatan yaitu semakin menuntut pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi, aman, cepat, dan dapat diandalkan. Pandemi COVID-19 juga menyebabkan penurunan jumlah kunjungan pasien yang akan mengganggu keuangan rumah sakit karena akan mengurangi jumlah pemasukan rumah sakit, sedangkan biaya operasional rumah sakit cenderung meningkat dikarenakan terdapat pelaksanaan prosedur baru untuk mencegah penularan COVID-19. Salah satu cara untuk dapat bersaing dan bertahan dengan menggunakan strategi pemasaran yang sesuai dengan keadaan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran strategi pemasaran berupa bauran pemasaran RS X yang dikaitkan dengan unsur pemasaran yaitu produk, harga, lokasi dan promosi selama masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara kepada narasumber terkait. Strategi pemasaran RS X dengan menggunakan bauran pemasaran sudah menyesuaikan dengan kondisi pandemi COVID-19. Bauran produk yang dilakukan RS X yaitu membedakan gedung pelayanan, melakukan screening pasien, menambah layanan pemeriksaan penunjang screening COVID-19 dan membuat paket layanan khusus untuk pasien COVID-19. Bauran harga yang dilakukan RS X yaitu menetapkan harga sesuai dengan aturan pemerintah dan memberikan harga lebih terjangkau dibandingkan dengan rumah sakit sekitar serta memberikan kemudahan cara pembayaran. Selanjutnya bauran promosi RS X lakukan adalah melakukan promosi melalui media digital dan memanfaatkan media digital untuk melakukan visitasi denagan rekanan rumah sakit. Sedangkan lokasi RS X yang berada di jalan besar utama dan strategis sehingga mudah untuk ditemukan serta melakukan pelayanan telemedicine dilakukan untuk memastikan produk layanan tersampaikan kepada konsumen.
Peningkatan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien dengan Digitalisasi di Rumah Sakit Pemerintah di Jakarta Pertiwi, Revita Anisa; Sjaaf, Amal Chalik; Andriani, Helen; Oktamianti, Puput
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i9.16455

Abstract

Terkait keselamatan pasien, rumah sakit sangat rentan karena merupakan organisasi yang rumit dengan sumber daya terbatas di berbagai bidang seperti teknologi, layanan, pemasaran, sistem mutu, dan bahaya. Berikut ini adalah beberapa jenis kejadian yang mungkin terjadi di rumah sakit yang dapat dihindari: Sentinel, Potential Injury Conditions (KPC), Near Injury Events (KNC), Non-Injury Events (KTC), Adverse Events (KTD), dan divisi Farmasi memiliki potensi kecelakaan tertinggi. Satu rumah sakit di Jakarta telah melihat peningkatan laporan masalah keselamatan pasien, dan penelitian ini bertujuan untuk meneliti penyebabnya. Penelitian ini dilakukan antara Januari dan Maret 2024 dan menggunakan metodologi deskriptif kualitatif, mengumpulkan data melalui wawancara dan meninjau dokumen sekunder yang berkaitan dengan insiden keselamatan pasien. Informan terdiri dari kepala bidang penunjang medis, Ketua Keselamatan Pasien Rumah Sakit, kepala instalasi farmasi, dan staf farmasi. Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan laporan insiden keselamatan pasien sebesar 660% setelah di lakukan perubahan sistem saat 2023. Setelah di lakukan penyuluhan kepada seluruh tenaga kesehatan di tahun 2024 terdapat peningkatan laporan ada 101% di bandingkan tahun 2023. Penyuluhan kepada semua tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit menyebabkan peningkatan angka pelaporan insiden yang menandakan mutu kesalamatan pasien di rumah sakit tersebut berjalan baik dan pasien mendapatkan pelayanan prima.
Employee-Based Brand Equity: Investasi Jangka Panjang Dalam Daya Saing Rumah Sakit Jus, Caslyn; Oktamianti, Puput
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60378

Abstract

Dalam industri pelayanan kesehatan yang semakin kompetitif, rumah sakit dituntut untuk membangun dan mempertahankan keunggulan kompetitif jangka panjang. Keberlanjutan serta daya saing rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh kualitas fasilitas medis atau teknologi canggih, tetapi juga oleh kekuatan internal yang signifikan seperti ekuitas merek berbasis karyawan (Employee-Based Brand Equity/EBBE). Kajian naratif ini membahas Employee-Based Brand Equity (EBBE) sebagai fondasi strategis untuk mencapai tujuan tersebut. EBBE didefinisikan sebagai nilai intrinsik yang ditambahkan oleh seluruh karyawan rumah sakit mulai dari staf medis hingga non-medis melalui pengetahuan merek, sikap, dan perilaku mereka yang selaras dengan janji dan identitas merek rumah sakit. Studi ini menguraikan tiga dimensi fundamental EBBE yaitu perilaku konsisten merek (karyawan mewujudkan nilai merek dalam tindakan), dukungan merek (karyawan secara aktif mempromosikan rumah sakit), dan kesetiaan merek (karyawan memiliki komitmen emosional tinggi terhadap merek). Diskusi lebih lanjut menyoroti bagaimana pengembangan EBBE, didorong oleh faktor seperti kejelasan peran, komitmen, manajemen merek internal, dan kepemimpinan transformasional, secara signifikan memengaruhi persepsi dan pengalaman pasien. Investasi pada EBBE memungkinkan rumah sakit membangun reputasi yang kuat dan otentik, yang pada gilirannya meningkatkan loyalitas pasien, memicu word-of-mouth positif, dan memperkuat posisi di pasar. Melalui penguatan EBBE, rumah sakit tidak hanya meningkatkan kinerja finansial, tetapi juga menumbuhkan budaya organisasi yang berpusat pada nilai merek, memastikan keberlanjutan daya saing di masa depan.