Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : J-CEKI

Persepsi Mahasiswa Terhadap Penguatan Identitas Budaya dan Nilai Pancasila Melalui Kuliner Tradisional di Universitas X Tania Talitha Harsoyo; Hody Denilson; Chitta Anugrah; Adilatun Nisa; Adelia Yulindasari; Sri Tiatri
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi mahasiswa terhadap penguatan identitas budaya dan nilai-nilai Pancasila melalui kuliner tradisional. Fokus penelitian berada pada mahasiswa Universitas X dengan rentang usia 18–25 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap tujuh partisipan yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menyadari pentingnya kuliner tradisional tidak hanya sebagai makanan, tetapi juga sebagai simbol budaya yang mencerminkan nilai gotong royong, musyawarah, dan persatuan sesuai dengan sila ke-3 Pancasila (Persatuan Indonesia). Partisipan memahami bahwa kuliner tradisional memegang peranan signifikan dalam menjaga warisan budaya dan sebagai media efektif dalam memperkuat nilai-nilai Pancasila di tengah arus globalisasi. Kuliner tradisional, seperti tumpeng dan rendang, diyakini mampu menciptakan rasa kebersamaan, memperkuat identitas budaya, dan meningkatkan rasa kebanggaan terhadap warisan lokal. Harapan bagi generasi muda adalah turut melestarikan kuliner tradisional agar tidak punah dan terus dikenal sebagai ciri khas budaya Indonesia. Dukungan dari masyarakat dan pemerintah dinilai penting dalam mempromosikan kuliner tradisional di skala nasional maupun internasional.
Eksplorasi Growth Mindset dan Self-Regulated Learning pada Kalangan Mahasiswa Magang: Perspektif Penelitian dan Implikasi untuk Pengembangan Mahasiswa Sweet Lovely Panelewen; Sri Tiatri
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6366

Abstract

Program magang merupakan salah satu strategi penting yang bertujuan memperkuat keterampilan praktis dan meningkatkan kompetensi profesional mahasiswa dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan di dunia kerja nyata. Penelitian ini menganalisis hubungan growth mindset dan self-regulated learning pada mahasiswa magang. Penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa terdapat hubungan antara growth mindset dan self-regulated learning pada mahasiswa. Namun penelitian yang membahas secara khusus hubungan growth mindset dan self-regulated learning pada mahasiswa magang masih cukup terbatas. Penelitian ini melibatkan 416 mahasiswa sarjana yang aktif melakukan program magang. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa kedua item alat ukur tersebut valid dan reliabel dengan reliabilitas variabel growth mindset yaitu α = .973 dan variabel self-regulated learning α = .990. Hasil uji normalitas yang dilakukan menggunakan One Sample-Kolmogorov, menunjukkan nilai p < .001. Hasil penelitian menunjukkan hipotesis diterima yang menghasilkan hubungan positif pada tingkat sedang antara growth mindset dan self-regulated learning r(414) = .591, p > .001. Penelitian ini merekomendasikan agar penelitian selanjutnya mempertimbangkan untuk menambahkan variabel lain seperti goal orientation, academic resilience atau academic achievement.
Penerapan Art Therapy Untuk Meningkatkan Harga Diri Pada Remaja Dengan Learning Disabilities Yohannes Wijaya; Soemiarti Patmonodewo; Sri Tiatri
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6720

Abstract

Harga diri merupakan evaluasi individu tentang dirinya sendiri secara positif atau negatif. Individu dengan harga diri yang tinggi mengharapkan kesuksesan, sedangkan harga diri yang rendah menduga kegagalan. Harga diri remaja cenderung menurun pada masa remaja. Normal jika anak mengalami kesulitan membaca, menulis, mengeja, dan berhitung pada tahun pertama atau tahun kedua masuk sekolah, tetapi setelah periode ini, anak seharusnya menguasai kompetensi pada tingkatan yang dasar. Jika terus berlangsung hingga remaja, maka remaja tersebut mungkin memiliki learning disabilities. Remaja tersebut nampak lebih pandai dari pada hasil akademisnya. Terapi yang dapat meningkatkan harga diri adalah art therapy karena dapat meningkapkan pemecahan masalah, kemandirian dan harga diri. Harga diri meningkat ketika berhasil menyelesaikan sebuah karya. Menggambar mempengaruhi emosi, pola pikir, dan kesejahteraan. Otak dan tubuh merespon melalui menggambar, melukis, atau aktivitas seni sehingga mengklarifikasi art therapy efektif pada berbagai populasi. Akhirnya art therapy diberikan pada tujuh remaja dengan learning disabilitas untuk meningkatkan harga diri remaja. Semua partisipan menunjukkan harga diri rendah. Penelitian ini menggunakan quasi experimental one group pre-test post-test design di mana Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) dan tes grafis dianalisa untuk mengetahui hasil sebelum dan sesudah dijalankan intervensi. Hasil akhir dari intervensi menyatakan bahwa art therapy dapat meningkatkan harga diri pada remaja dengan learning disabilities dengan hasil uji perbedaan menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok skor pretest dan posttest, z = -2.371, p = .018, two-tailed