Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN NELAYAN (STUDI KASUS DESA KEDAI TIGA KECAMATAN BARUS) Irvan Sarumpaet; Bambang Hermanto
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Agro Nusantara
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jan.v5i1.4345

Abstract

Nelayan adalah orang/individu yang aktif dalam melakukan penangkapan ikan dan binatang air lainnya yang berada di dasar permukaan laut. Adapun yang menjadi permasalahan utama nelayan di Desa Kedai Tiga, Kecamatan Barus adalah jumlah tangkapan, alat tangkap, harga dan pendapatan nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap pendapatan nelayan. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan data primer yang dilakukan secara observasi dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini dilakukan dengan secara acak sederhana atau simple rondom sampling yaitu nelayan. Sedangkan untuk penentuan sampel yakni dengan mengambil 62 orang yang terlibat sebagai nelayan. Analisisis data yang di gunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan analisis faktor jumlah tangkapan sebesar t hitung 4,003 > t tabel 1,966 berpengaruh signifikan terhadap pendapatan nelayan di Desa Kedai Tiga Kecamatan Barus, analisis faktor alat tangkap sebesar t hitung 4,655 > ttabel 1,1966 berpengaruh signifikan terhadap pendapatan nelayan di Desa Kedai Tiga Kecamatan Barus, analisis faktor harga sebesar t hitung 7,989 > t tabel 1,966 berpengaruh signifikan. terhadap pendapatan nelayan di Desa Kedai Tiga Kecamatan Barus. Dan berdasarkan hasil dalam penelitian ini faktor jumlah tangkapan, alat tangkap dan harga berpengaruh signifikan terhadap pendapatan nelayan di Kecamatan Barus.
ANALISIS PENDAPATAN DAN PEMASARAN USAHATANI JERUK MANIS (Citrus sinensis L) di DESA PANRIBUAN KECAMATAN DOLOK SILAU KABUPATEN SIMALUNGUN Lathifah Humairoh; Bambang hermanto
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL AGRONUSANTARA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jan.v5i2.4990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usahatani jeruk manis, saluran pemasaran, margin, efisiensi pemasaran dan farmer's share jeruk manis di Desa Panribuan Kecamatan Dolok Silau Kabupaten Simalungun. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel petani jeruk manis yaitu metode purposive sampling (secara sengaja) dengan populasi 800 petani, sehingga peneliti mengecilkan populasi mengggunakan rumus slovin dan persentase kelonggaran yang digunakan 10% dan hasilnya menjadi 89 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan usahatani jeruk manis di Desa Panribuan Kecamatan Dolok Silau Kabupaten Simalungun yaitu sebesar Rp.4.696.000.000/ha/tahun, sedangkan rata-rata total biaya pada usahatani jeruk manis yaitu sebesar Rp.1.387.792.727/ha/tahun. Untuk rata-rata pendapatan petani jeruk manis di Desa Panribuan yaitu sebesar Rp. 37.170.868/ha/tahun. Nilai R/C ratio sebesar 3,38%, yang artinya nilai R/C ratio lebih besar dari satu (R/C ratio > 1). Nilai B/C ratio sebesar 2,38%, yang artinya nilai B/C ratio lebih besar dari satu (B/C ratio > 1). Biaya pemasaran pada saluran pemasaran I yaitu Rp.3.900/kg, pada saluran pemasaran II yaitu Rp.3.100/kg dan pada saluran pemasaran III Rp.2.100/kg. Keuntungan pemasaran pada saluran I sebesar Rp. 3.100/kg, pada saluran II sebesar Rp. 1.400/kg dan pada saluran III sebesar Rp. 1.100/kg. Efisiensi pemasaran menunjukkan bahwa saluran III (Ep = 20,95%) lebih efisien dibandingkan saluran I (Ep = 22,94%) dan dibandingkan saluran II (Ep = 31,25%). Farmer’s share pada saluran pemasaran I yaitu 47,05%, saluran pemasaran II yaitu 50,00% dan saluran pemasaran III yaitu 47,90%. Sehingga usahatani jeruk manis ini layak untuk terus dilanjutkan.
ANALISIS BIAYA PRODUKSI PENGOLAHAN TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN USAHA JAMUR (Studi Kasus: Pusat Penelitian Pertanian dan Perdesaan/Perkotaan Cendawan Eduwisata) Muhammad Tahan; Bambang Hermanto
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL AGRONUSANTARA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jan.v5i2.5026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh biaya produksi pengolahan terhadap peningkatan pendapatan usaha jamur tiram di Kota Medan. Penelitian dilakukan pada unit usaha Pusat Penelitian Pertanian dan Perdesaan/Perkotaan Cendawan Eduwisata yang merupakan produsen baglog dan budidaya jamur tiram. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda. Data primer dikumpulkan melalui survei dan wawancara terhadap 23 petani jamur tiram, sementara data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi budidaya jamur tiram sebesar Rp4.624.869,57, dengan penerimaan sebesar Rp24.136.956,52 dan pendapatan sebesar Rp19.521.087,00. Nilai R/C ratio sebesar 5,2 mengindikasikan bahwa usaha ini layak untuk dijalankan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa secara parsial, biaya tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan (p < 0,05), sedangkan biaya bahan baku dan biaya transportasi tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga variabel biaya tersebut berpengaruh signifikan terhadap pendapatan (Fhitung = 122,127 > Ftabel = 3,10). Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,951, artinya 95,1% variasi pendapatan dijelaskan oleh variabel biaya produksi. Dengan demikian, peningkatan efisiensi biaya tenaga kerja dapat menjadi strategi utama untuk meningkatkan pendapatan usaha jamur tiram. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pelaku usaha dan pemangku kebijakan dalam pengembangan agribisnis jamur tiram secara berkelanjutan.
Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Pendapatan Petani Kentang (Solanum tuberosum L.) Berkelanjutan pada Kawasan Agropolitan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara Bambang Hermanto; Sri Wahyuni; Suci Asri Munawari; Bambang Pujiono
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Agronusantara
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jan.v6i1.6854

Abstract

Pengembangan kawasan agropolitan merupakan salah satu pendekatan pembangunan pertanian yang diarahkan untuk meningkatkan daya saing komoditas pertanian, memperkuat sistem agribisnis, serta meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. Kabupaten Simalungun merupakan salah satu sentra produksi kentang di Provinsi Sumatera Utara yang memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan pertanian berbasis kawasan. Namun demikian, berbagai kendala pemasaran, keterbatasan modal, fluktuasi harga, serta rendahnya akses terhadap sarana produksi masih menjadi faktor penghambat peningkatan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemasaran yang tepat dalam meningkatkan pendapatan petani kentang melalui identifikasi faktor internal dan eksternal menggunakan pendekatan SWOT. Penelitian dilaksanakan pada empat kecamatan sentra produksi kentang di Kabupaten Simalungun, yaitu Kecamatan Silimakuta, Pematang Silimahuta, Purba, dan Dolok Silou. Sebanyak 200 responden dipilih menggunakan teknik proportional sampling. Data dianalisis menggunakan matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS), External Factor Analysis Summary (EFAS), dan matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kekuatan (Strength) sebesar 1,806 lebih tinggi dibandingkan kelemahan (Weakness) sebesar 1,103, sedangkan peluang (Opportunity) sebesar 1,765 lebih tinggi dibandingkan ancaman (Threat) sebesar 1,220. Kombinasi nilai tersebut menghasilkan strategi Strength–Opportunity (SO) sebagai strategi prioritas dengan skor tertinggi sebesar 3,571. Faktor kekuatan utama adalah tingginya permintaan pasar terhadap kentang, sedangkan peluang terbesar berasal dari penggunaan bibit unggul yang mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Oleh karena itu, strategi yang direkomendasikan meliputi optimalisasi pemanfaatan lahan, peningkatan penggunaan benih unggul, penguatan kelembagaan petani, peningkatan akses terhadap sarana produksi, pengembangan jaringan pemasaran, serta dukungan kebijakan pemerintah dalam menciptakan sistem agribisnis kentang yang berkelanjutan. Implementasi strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing komoditas kentang sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di kawasan agropolitan Kabupaten Simalungun.