Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Perubahan Komposisi Zat Gizi Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis L) Selama Proses Pengolahan Ikan Kayu Pundoko, Sandria Stephanie; Onibala, Hens; Agustin, Agnes Triasih
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.2.1.2014.6014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perubahan komposisi zat gizi (protein, lemak, dan kadar air) ikan cakalang (Katsuwonus pelamis. L) selama proses pengolahan ikan kayu. Dalam penelitian ini dilakukan analisa kadar air, protein dan lemak total serta uji organoleptik terhadap tingkat kesukaan. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap pengambilan sampel yaitu: pengambilan sampel ikan segar, pengambilan sampel ikan setelah proses perebusan, dan pengambilan sampel produk akhir. Dalam menganalisa data digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dari penelitian ini dapat dilihat terjadi perubahan komposisi zat gizi pada pengolahan ikan kayu. Hal ini dapat didukung dengan perubahan peningkatan komposisi kadar protein dan kadar lemak serta perubahan penurunan komposisi kadar air. Sehingga ikan kayu baik untuk dikonsumsi karena mengandung kadar protein dan lemak yang tinggi khususnya ikan cakalang. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa panelis lebih menyukai ikan yang diserut dari pada ikan yang dihaluskan. Tetapi dalam analisis sidik ragam uji organoleptik tingkat kesukaan tidak memberikan pengaruh yang nyata.
The effect of rinsing and storage period in low temperature on the quality of scad fish sausage (Decapterus sp.) fortified with Moringa leaves (Moringa olifera) Sahnita, Dewi; Suwetja, I Ketut; Onibala, Hens
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Edisi Khusus 1 (2013): Mei
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.0.0.2013.2283

Abstract

A research on sausage scad fish (Decapterus sp) using 4 treatments with 3 replications with complete randomized design. Washing is done 0 to 3 times and storage for 0 to 9 days. The results of the study addressed the interaction of storage time washing meat and kite fish sausage (Decapterus sp) are fortified with Moringa leaves an effect on levels of protein, fat and water content. Organoleptic quality sausages from the value in 9 days can still be accepted by the panelists. During storage protein value reduction from 0 days (16.38%) decreased (14.40%) on day 9. The water content increased from 0 days up to 61.22% 66.96% on day 9. Fat in fish sausage 0.64% down 0.19% on day 9. Good quality sausage was taken 9 days because of the old fish sausage stored beyond 9 days is not liked by the panelists, because the texture and taste was not good© Penelitian pembuatan sosis ikan layang (Decapterus sp) menggunakan 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan dengan metode rancangan acak lengkap (RAL). Pencucian dilakukan 0 sampai 3 kali dan penyimpanan selama 0 sampai 9 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi pencucian daging dan lama penyimpanan sosis ikan layang (Decapterus sp) yang difortifikasi dengan daun kelor berpengaruh terhadap kadar protein, lemak dan kadar air. Mutu sosis dari nilai organoleptik dalam 9 hari masih bisa diterima oleh panelis. Selama penyimpanan nilai protein terjadi penurunan dari 0 hari (16,38%) menurun (14,40%) pada hari ke-9. Kadar air mengalami kenaikan dari 0 hari 61,22 % naik menjadi 66,96% pada hari ke-9. Lemak pada sosis ikan 0,64 % turun 0,19% pada hari ke-9. Sosis yang baik mutunya adalah dibawa 9 hari karena sosis ikan yang lama penyimpanannya melebihi dari 9 hari sudah tidak disukai oleh panelis, karena tekstur dan rasa sudah kurang baik©
Isolation and identification of lactic acid bacteria in Bakasang as fermented microbe starter Ingratubun, J Aquarista; Ijong, Frans G; Onibala, Hens
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Edisi Khusus 1 (2013): Mei
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.0.0.2013.2278

Abstract

Food fermentation is one of various food processing techniques that has sufficient benefits of nutrition values, and also contains lactic acid bacteria which potentially inhibit pathogenic bacteria, thus prolong shelf life of  products. Bakasang is a traditional fermented food from North Sulawesi since many years ago. Reported research of bakasang previously had described that lactic acid bacteria was the dominant isolates and therefore current research  aimed to isolate and identify the lactic acid bacteria which associated during fermentation day 1 and day 15, respectively. Raw materials used were 5 kg intestine and liver of skipjack brought from local market Bersehati Manado. The intestine and liver of skipjack were washed and smashed and mixed with 10% salt  and 5% rice  from weight of the samples and then filled into bottle to be fermented for 15 days. Every 3 days (1,3,6,9,12,15), the samples were collected and analyzed for total lactic acid bacteria by using Total Plate Count Method on de Mann Rogosa Sharpe Agar after incubation at 37°C for 24 h. The colonies  grown were transferred to Tryptic Soy Broth and followed by streaking them on Tryptic Soy Agar and the free growing colony on agar medium were isolated into slant agar which were used for biochemical test such as Gram’s staining, motility test, catalase test, oksidase test, H2S test, IMVIC test (Indole, Methyl Red, Voges Proskauer, Citrate) and carbohydrate fermentation. The results showed that Lactobacillus sp., Bacillus sp., Eubacterium sp., and Bifidobacterium sp. All these four bacteria were distributed from day 1 to day 15 of the fermentation process© Fermentasi bahan pangan merupakan salah satu dari sekian banyak teknik pengolahan makanan yang mempunyai banyak manfaat dari kualitas gizi, mengandung bakteri asam laktat sehingga menghambat bakteri patogen sehingga daya simpan lebih panjang. Bakasang merupakan makanan fermentasi tradisional masyarakat Sulawesi Utara yang sudah ada sejak lama. Penelitian yang telah dilakukan terhadap bakasang menghasilkan informasi bahwa terdapat bakteri asam laktat pada bakasang sehingga menjadi tujuan untuk mengisolasi dan identifikasi bakteri asam laktat selama proses fermentasi 1-15 hari. Bahan baku bakasang ialah jeroan (usus dan hati) ikan cakalang Katsuwonis pelamis sebanyak 5 kg yang diambil dari pasar Bersehati Manado. Sampel jeroan dibersihkan kemudian dihancurkan, ditambahkan garam 10% dan nasi 5% kemudian difermentasi selama 15 hari dengan mengambil tiap-tiap sampel setiap 1, 3, 6, 9, 12, dan 15 untuk dihitung jumlah bakteri asam laktat dengan menggunakkan metode Total Plate Count pada media de Mann Rogosa Sharpe Agar dan koloni yang tumbuh di tumbuhkan  kembali pada media Tryptic Soy Broth  dan digores kembali pada media Tryptic Soy Agar, koloni yang tumbuh digores pada media slant agar yang selanjutnya diidentifikasi bakteri asam laktat berdasarkan uji biokimia yaitu uji pewarnaan Gram, uji motility, uji katalase, uji oksidase, uji H2S dan uji IMVIC (Indole, MethylRed, Voges Proskauer, Citrate). Hasil menunjukkan bahwa selama proses fermentasi berlangsung terdapat 4 genera bakteri asam laktat sesuai yaitu Lactobacillus sp., Bacillus sp., Eubacterium sp., dan Bifidobacterium sp., ke 4 genera ini tersebar pada fermentasi hari 1 sampai hari ke 15©
Ina sua, a fermented salted fish product from central Moluccas Nara, Selfia; Ijong, Frans; Suwetja, I K; Onibala, Hens
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 1, No 2 (2013): Oktober
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.1.2.2013.7279

Abstract

Ina sua is a traditional fermented salted fish product originating from Central Mollucas (Teon, Nila, Serua islands), which is processed by fermentation at room temperature during a certain period. There is little or no research on the characteristics of microbial and chemical aspects of this process. Therefore the current research was performed in a laboratory in order to analyse the microbial and chemical characteristics of this product collected from traditional fishermen. The results showed that the composition of bacteria consisted of Bacillus sp.(59.6%), Propionibacterium sp. (17.3%), Leuconostoc sp. (13.5%), and Lactobacillus sp. (9.6%), while the chemicals included soluble protein, peroxide value, and total value acid  increased during storage for 12 weeks at room temperature, while pH value of the product varied between 5.58 and 5.93. Ina sua adalah produk fermentasi ikan asin tradisional yang berasal dari Maluku Tengah (Pulau Teon, Nila, dan Serua) dimana dalam  proses fermentasi dilakukan dalam suhu ruang selama waktu tertentu. Penelitian mengenai karakteristik mikrobiologis dan biokimiawi produk ini belum banyak dilakukan. Oleh karena itu dilakukan pengujian untuk menganalisis karakteristik mikrobiologi dan biokimia terhadap produk ini yang diperoleh dari nelayan tradisional. Hasil penelitian menunjukkan komposisi bakteri yang diperoleh yaitu Bacillus sp. (59,6%), Propionibacterium sp. (17,3%), Leuconostoc sp. (13,5%), dan Lactobacillus sp. (9,60%), sementara untuk nilai karakteristik kimia protein terlarut, bilangan peroksida dan nilai total asam mengalami peningkatan selama 12 minggu penyimpanan pada suhu ruang, sedangkan nilai pH mengalami perubahan dari 5,58 menjadi 5,93.
The use of fish dryer to improve the quality of dry salted anchovy (Stolephorus heterolobus) during storage Daeng, Ruslan A.; Onibala, Hens; Agustin, Agnes T.
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 4, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Graduate Program of Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.4.2.2016.14448

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Penggunaan alat pengering ikan untuk meningkatkan mutu ikan teri (Stolephorus heterolobus) asin kering selama penyimpanan Dried salted fish processing, in general, is still traditional, since it is drying directly without using a dryer so that the resulting product can be easily damaged and quickly contaminated by bacterial decay. The use of fish dryers to be one solution in addressing the problems in the processing of fishery products such as dried salted fish. The purpose of this study was to look at the benefits of using fish dryers to the quality of dried salted fish products from various storing methods. Results showed that during 1, 2, and 3 months storage of dryer-based salted fish, total TPC and total fungi were still in the quality standards condition and below the threshold. Panelist’s assessment reflected that organoleptic appearance, odor, flavor, and consistency of the dryer-based salted fish products still met standards established by National Standard of Indonesia. Jenis usaha pengolahan ikan asin kering, pada umumnya, masih bersifat tradisional melalui penjemuran langsung tanpa menggunakan alat pengering sehingga produk, yang dihasilkan, mudah rusak dan cepat terkontaminasi oleh bakteri pembusuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat manfaat penggunaan alat pengering ikan (tipe bongkar pasang) terhadap nilai mutu dari produk ikan teri asin kering, yang dihasilkan dengan berbagai metode penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total TPC dan total kapang ikan teri asin kering, yang dikeringkan menggunakan alat pengering, masih sesuai dengan standar mutu dan jauh dari ambang batas. Hasil penilaian panelis terhadap nilai organoleptik kenampakan, bau, rasa, dan konsistensi pada produk ikan teri asin kering, yang dikeringkan dengan menggunakan alat pengering, secara keseluruhan, masih sesuai dengan standar mutu organoleptik yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI).
Organoleptic quality and TPC of smoked skipjack tuna (Katsuwonus pelamis, L) in Jayapura, Papua Jeujanan, Samuel; Ijong, Frans G.; Onibala, Hens; Mentang, Feny
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 3, No 1 (2015): April
Publisher : Graduate Program of Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.3.1.2015.12435

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Mutu organoleptik dan TPC ikan cakalang [Katsuwonus pelamis, L] asap di Kota Jayapura, Papua. This study was aimed at knowing the smoked skipjack tuna (Katsuwonus pelamis, L) marketed in JayapuraMunicipality. Sampling sites were Youtefa market and Hamadi market. The organoleptic paramters observed were appearance,smell, taste, texture, and Total Plate Count (TPC). The TPC analysis used a quantitative dispersion method. Results showed that different smoking duration and temperature, and the use of poor-quality used wood caused differences in organoleptic value. The highest organoleptic value was smell, (6.8) from Youtefa marketand the lowest was appearance (6) from Hamadi market). The TPC analysis revealed that the highest TPC was the samples from Youtefa market in February and March (4.1 x 105 and 3 x 105) followed by those from Hamadi market in February (4.8 x 105). The lowest TPC was recorded in April (3.7 x 103) in samples from Youtefa market and Hamadi market in March and April (4.7 x 104and 7.8 x 104). High contamination occurred at each processing phase to marketing. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian mutu ikan cakalang (Katsuwonus pelamis, L) asap yang dipasarkan di Kota Jayapura. Lokasi pengambilan sampel adalah Pasar Youtefa dan Pasar Hamadi. Mutu organoleptik yang diamati adalah kenampakan, bau, rasa, tekstur, dan mutu Total Plate Count (TPC). Analisis TPC menggunakan metode sebar yang bersifat kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan lama waktu pengasapan, suhu, dan penggunaan kayu bekas yang kurang baik menyebabkan perbedaan nilai organoleptik. Nilai organoleptik tertinggi adalah bau dengan nilai 6,8 (Pasar Youtefa) dan terendah adalah kenampakan dengan nilai 6 (Pasar Hamadi). Hasil analisis TPC menunjukkan bahwa jumlah nilai TPC tertinggi adalah  sampel dari Pasar Youtefa pada bulan Februari dan Maret, (4,1x105 dan 3x105)  diikuti Pasar Hamadi pada bulan Februari (4,8x105). Kemudian perolehan nilai TPC terendah pada bulan April (3,7x103) di  Pasar Youtefa dan Pasar Hamadi bulan Maret dan April (4,7x104 dan 7,8x104). Tingginya kontaminasi terjadi pada setiap tahapan pengolahan sampai pada pemasaran.
IDENTIFIKASI Bacillus sp. PADA BEBERAPA TAHAPAN PENGOLAHAN FROZEN TASTELESS SMOKED TUNA Onibala, Hens
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.516 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.9.2.2013.7338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan Bacillus sp. pada produk frozen tasteless smoked tuna dan menganalisa karakteristik Bacillus sp dengan uji mikrobiologi yang berhubungan dengan spesies-spesies yang potensial sebagai pembusuk dan patogen. Sampel yang digunakan berupa ikan tuna yang diambil dari PT. Sari Tuna Makmur Bitung pada tahapan proses pengolahan yaitu bahan baku, daging tuna yang telah diberi Karbon monoksida (CO) dan produk akhir. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali. Pengujian mikrobiologi meliputi pewarnaan Gram, pewarnaan spora, motility, fermentasi karbohidrat, katalase, indol, methyl red, vogues proskauer, sitrat, oksidase, H2S dan gelatin. Uji karakteristik pertumbuhan yaitu suhu, pH dan NaCl. Uji karakteristik patogenitas yaitu aglutinasi dan hemolisis. Hasil analisa total Bacillus pada beberapa tahapan proses pengolahan frozen tasteless smoked tuna yang tertinggi ditemukan pada daging tuna yang diberi CO yaitu 1,1 x 105 cfu/gr, yang diikuti oleh bahan baku 2,5 x 104 cfu/gr dan terendah pada produk akhir 1,9 x 104 cfu/gr. Berdasarkan hasil uji biokimia telah teridentifikasi 2 spesies yang diduga Bacillus yaitu B. cereus yang bersifat patogen bagi manusia dan B. coagulans yang potensial sebagai pembusuk. Kata kunci: Bacillus, Tuna, Karbon monoksida (CO).   This study aimed to identify the occurrence of Bacillus sp. on the products of frozen tasteless smoked tuna and to analyze the microbiological characteristics of Bacillus sp. including its pathogenic characteristics. Samples were tuna taken from PT. Sari Tuna Makmur Bitung, on processing phases, raw material, tuna meat treated with Carbon monoxide (CO) and final product. All Samples were taken on three times. Microbiological analyses, such as Gram-staining, spore staining, motility, fermentation of carbohydrates, catalase, indol, methyl red, Vogues Proskauer, citrate, oxidase, H2S and gelatin were done. The growth characteristics of isolated Bacillus were also done on some ranges of temperature, pH and NaCl, while the pathogenic analysis was done with agglutination and hemolysis test. Total analysis of Bacillus on all samples of frozen tasteless smoked tuna showed that the highest in tuna meat treated with CO, approximately 1.1 x 105 cfu/gr, followed by raw material, 2.5 x 104 cfu/gr, and then final product, 1,9 x 104 cfu/gr, respectively. According to biochemical test, two 2 species of Bacillus were identified, B. cereus which is potensial as human pathogen and B. coagulans as spoilage bacteria. Keywords: Bacillus, Tuna, Carbon monoxide (CO).
MUTU SENSORIK DAN NILAI–K IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis. L) DARI INDUSTRI PENGOLAHAN IKAN ASAP DI MANADO Onibala, Hens
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol 8, No 3 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.08 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.8.3.2012.7337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian mutu sensorik dan tingkat kesegaran awal dari ikan cakalang (Katsuwonus pelamis. L) yang digunakan sebagai bahan baku dalam pengolahan ikan asap di Manado. Ikan cakalang yang digunakan sebagai bahan baku memiliki nilai organoleptik rata–rata 7,79 dan nilai–K 37,08%. Hal ini berarti bahwa bahan baku ikan cakalang yang digunakan pada industri pe­ngolahan ikan asap tersebut pada umumnya menggunakan bahan baku ikan yang masuk dalam tingkatan mutu III. Kata kunci: cakalang, Katsuwonus pelamis. L, ikan asap, nilai–K, organoleptik.This objective of this research is to identifying the initial organoleptic quality and freshness level of skipjack tuna, Katsuwonus pelamis. L, used as raw materials for smoked fish in Manado, North Sulawesi. Results found that skipjack tuna used as raw materials for smoked fish has an average organoleptic value of 7.79 and K-value of 37.08%. It means that the raw materials of the skipjack used in the smoked fish processing industry come from the fish of class III quality. Keywords: skipjack tuna, Katsuwonus pelamis. L, smoked fish, K-value, organoleptic.
STUDI MUTU PRODUK IKAN JAPUH (Dussumieria acuta C.V.) ASAP KERING INDUSTRI RUMAH TANGGA DI DESA TUMPAAN BARU, KECAMATAN TUMPAAN Lombongadil, Gordianus P; Reo, Albert Royke; Onibala, Hens
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.1.2.2013.1634

Abstract

Pengasapan merupakan salah satu cara pengolahan dan pengawetan ikan secara tradisional yang sudah dilakukan sejak dulu hingga kini, dengan tujuan untuk mengurangi kadar air dalam tubuh ikan serta membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk. Ikan Japuh (Dussumieria acuta C.V) asap kering merupakan salah satu produk olahan Sulawesi Utara yang diproduksi dari industri rumah tangga yang berada di desa Tumpaan baru, Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan. Saat ini ikan Japuh asap kering sudah dipasarkan sampai keluar daerah Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu ikan Japuh asap kering yang diambil dari produksi rumah tangga di Desa Tumpaan Baru, Kecamatan Tumpaan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksploratif deskriptif, yaitu mengumpulkan data fakta yang telah tersedia di lapangan melalui pencatatan dan pengamatan secara terperinci dan sistematik. Secara garis besar tahap-tahap pengolahan ikan Japuh asap kering meliputi persiapan bahan, pencucian ikan, pengaturan pada rak, Penirisan, pengasapan dan pengeringan. Sedangkan tahap-tahap penelitian yang dilakukan adalah sampel ikan Japuh asap kering dari lima tempat pengolahan yang berbeda di desa Tumpaan Baru, Kecamatan Tumpaan kemudian dibawa ke Laboratorium lalu dilakukan analisis kadar air dan uji organoleptik. Berdasarkan hasil analisis kadar air ikan Japuh asap kering untuk masing-masing tempat pengolahan di desa Tumpaan Baru, ditemukan bahwa semua tempat pengolahan ini memenuhi nilai standar SNI yaitu (< 20%) sehingga dapat dikategorikan baik dan dari hasil uji organoleptik secara keseluruhan dapat dinyatakan bahwa ikan Japuh asap kering yang diolah oleh salah satu tempat pengolahan merupakan produk ikan Japuh asap kering  yang paling baik atau paling disukai oleh konsumen.
Community Structure and Percent Cover of Mangrove in Gamtala Village, Jailolo District, West Halmahera Regency Nity, Elroi; Darwisito, Suria; Schaduw, Joshian N.W.; Wantasen, Adnan S.; Sumilat, Deiske A.; Onibala, Hens
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol 7, No 1 (2019): ISSUE JANUARY-JUNE 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.1.2019.23377

Abstract

This study aims to know the percent cover of mangrove and to assess the community structure. It was carried out in Gamtala village, Jailolo district, and west Halmahera regency, using line transect method with 10x10 m plot.. Data analysis covered the community structure and percent cover of mangrove canopy. This study found seven mangrove species, Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora apiculata, Sonneratia alba, Rhizophora mucronata, Avicennia alba, Bruguiera sexangula, dan  Xylocarpus granatum. Based on Importance Value Index (IVI), Bruguiera gymnorhiza had the highest, 149.06, and Avcsennia alba did the lowest, 9.3507. In addition, Gamtala village had manrove percent cover of 72.11 %.Keywords: canopy, community structure, mangrove, Gamtala.ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentasi tutupan mangrove dan menghitung struktur. Penelitian ini dilakukan di Desa Gamtala Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat. Penelitian ini menggunakan metode transek garis dengan 10x10 m plot. Penelitian ini menemukan tujuh spesies mangrove, yaitu Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora apiculata, Sonneratia alba, Rhizophora mucronata, Avicennia alba, Bruguiera sexangula, dan  Xylocarpus granatum. Berdasarkan Indeks Nilai Penting, Bruguiera gymnorhiza memiliki nilai tertinggi, 149,06, dan Avcsennia alba memiliki nilai terendah 9,3507. Sebagai tambahan, desa Gamtala memiliki tutupan mangrove sebesar 72,11 %.Kata Kunci: kanopi, struktur komunitas, mangrove, Gamtala
Co-Authors Adel Tuyu Adnan Wantasen Agnes T. Agustin, Agnes T. Agnes Triasih Agustin Alfianto, Fauzan Alfret Luasunaung Angela, Gabriella Caristy Ansar, Azhar Ariansyah Anti, Richard Suhartono Bentalen, Septian Gedoan Billy Th Wagey Biondi Tampanguma Calvyn F. A. Sondak, Calvyn F. A. Daisy Monica Makapedua Damopolii, Niki Sirwanto Deiske A. Sumilat Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Dewi Sahnita Elieser Imbir Engel Victor Pandey, Engel Victor Feny Mentang Frans G Ijong Frans G. Ijong, Frans G. Frans Ijong Ginting, Elvy Like Gordianus P Lombongadil Grace Sanger, Grace Grevo S. Gerung Gusu, Jahara Henny A Dien Henny Adeleida Dien I K Suwetja I Ketut Suwetja Imbir, Yakobus Kostan Inneke F. M Rumengan Irandha Citra Marasi Siahaan J Aquarista Ingratubun Jenki Pongoh Joshian N.W. Schaduw Joyce CV Palenewen Kaparang , Frangky Erens Kaseger, Bertie Kaseger, Bertie Elias Lohoo, Helen Jenny Makapedua, Daisy Makapedua, Daisy M Massie, Tita Mentang, Fenny Mewengkang, Hanny Mongi, Eunike L. Mopay, Maratade Nity, Elroi Nurmeilita Taher Pamikiran, Revols Dolfi Ch Pandey, Engel Paputungan, Mohammad Reza Putra, Debriga Reo, Albert Royke Roike Iwan Montolalu Ruslan Daeng Matteru, Ruslan Daeng Saliada, Farnis Salindeho, Netty Samuel Jeujanan, Samuel Sandria Stephanie Pundoko Selfia M. Nara Sembiring, Tuhu Edi Suranta Siegfried Berhimpon Silvana Dinaintang Harikedua Simbolon, Sonia Epriana Singkuku, Febri Triani Stenly Wulllur Stenly Wullur Suria Darwisito, Suria Tangkaa, Raymundus Tappy, Miranto Stevanus Veibe Warouw Verly Dotulong, Verly Wowiling, Fernando Youce M Bintang