Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

BAHASA SEBAGAI ALAT HEGEMONI: STUDI LITERATUR TENTANG WACANA MEDIA Suhardi; Salamah
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Media Public Relation (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jmp.v5i1.2529

Abstract

Artikel ini merupakan studi literatur yang mengkaji hubungan antara konsep hegemoni media dan ilmu bahasa, khususnya melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis (Critical Discourse Analysis/CDA). Dalam era digital, media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk realitas sosial dan ideologi yang mendominasi. Pendekatan CDA memungkinkan pemetaan bagaimana bahasa digunakan sebagai instrumen kekuasaan dalam membingkai wacana publik. Artikel ini bertujuan untuk membangun kerangka konseptual bagi kolaborasi interdisipliner antara kajian media dan linguistik kritis. Temuan dari literatur terdahulu menunjukkan bahwa integrasi antara CDA dan teori hegemoni dapat memperkuat analisis terhadap praktik representasi, dominasi simbolik, dan konsensus ideologis dalam teks media.
ABSENSI BAHASA LAMPUNG DAN DOMINASI IDENTITAS KULINER LAIN DI BANDAR LAMPUNG PADA DAFTAR MERCHANT "NEAR ME" PORTAL GOFOOD.CO.ID Suhardi; Salamah
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 2 (2025): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/pba80g04

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi representasi identitas linguistik dan kultural melalui penamaan pedagang kuliner pada platform digital GoFood, khususnya pada fitur "Near Me" di Kota Bandar Lampung. Dengan menganalisis 194 data restoran, penelitian ini mengkaji sejauh mana bahasa dan identitas Lampung hadir dalam strategi penjenamaan digital dibandingkan dengan identitas kuliner lain seperti Jawa, Padang, dan global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 2,06% pedagang yang menggunakan penanda linguistik Lampung, sementara identitas lain seperti Jawa, Padang, dan global mendominasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa lanskap linguistik digital didominasi oleh identitas non-lokal, yang merefleksikan dinamika pasar, globalisasi, serta strategi branding yang berorientasi pada daya tarik massa. Artikel ini berargumen bahwa ruang digital tidak hanya merepresentasikan preferensi konsumen, tetapi juga membentuk ulang identitas kuliner lokal.  
Moral value of smart hafiz toys for children worship series with the title “don‟t lie” Salamah Salamah; Idawati Idawati; Bastian Sugandi
PROCEEDING UMSURABAYA 2020: Proceding International Webinar on Education 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This research was conducted to determine the moral values contained in SmartHafiz. The are several components contained in Smart Hafizincluding pre schoolanimation, educational animation, Diva the series, movies, worship series, ahlakpraiseworthy, 30 juz, asmaulhusna, little child, 44 sing a song, and your body. Smart Hafiz series of worship sessions "Do not Like to Lie" had a bad value in the show for children. Therefore, this study was conducted to obtain these data with the aim that parents always accompany their children when viewing shows on Smart Hafiz. This research was focused only on the worship series, using qualitative descriptive methods. This research method tended to analyze the data that had been presented. With the theoretical foundation used as a guide for the focus of research in accordance with existing data. The results of this study were explained based on the story titled ―Don't Like to Lie". Categories of moral values contained in the story are: Honesty, authentic, willingness to be responsible, independence, courage, humility, reality and critical. Based on the category of moral values, it was dominated by reality and critical values, while moral values were the least value of willingness to be responsible, independence, and humility. Smart Hafiz worship series session with the title "Do not Like to Lie" reflected the real attitude of life both towards fellow human beings and the Creator.
PENGENALAN APLIKASI EDUKASI BERBASIS DIGITAL SEBAGAI SARANA PENGUATAN KEMAMPUAN BAHASA DAN KOMUNIKASI ANAK TK INSAN CEMERLANG Salamah Salamah; Maisuhetni Maisuhetni; Fini Widya Fransiska; Roby Novianto
Jurnal Dedikasi untuk Negeri Vol 5, No 1 (2026): JURNAL DEDIKASI UNTUK NEGERI (JDN)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jdn.v5i1.5336

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memberikan berbagai peluang dalam dunia pendidikan, termasuk pada jenjang pendidikan anak usia dini. Namun, pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran yang mendukung perkembangan bahasa dan komunikasi anak masih belum optimal di TK Insan Cemerlang. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa hanya 28,6% guru yang pernah menggunakan aplikasi edukasi digital dalam pembelajaran, sebanyak 32,1% anak pernah menggunakan media digital edukatif secara terarah, dan sekolah memiliki keterbatasan sarana digital berupa satu unit proyektor dan belum tersedianya perangkat pembelajaran digital di setiap kelas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengenalkan aplikasi edukasi berbasis digital sebagai sarana penguatan kemampuan bahasa dan komunikasi anak usia dini melalui integrasi penggunaan aplikasi dan pendampingan aktif oleh guru serta orang tua. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, sosialisasi, demonstrasi penggunaan aplikasi Marbel Belajar Huruf dan Membaca, praktik pendampingan selama empat minggu dengan frekuensi dua kali per minggu dan durasi 30 menit setiap pertemuan, serta evaluasi program. Kegiatan melibatkan 28 orang tua dan guru serta 30 anak TK Insan Cemerlang. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi edukasi berbasis digital mampu meningkatkan rata-rata kemampuan bahasa dan komunikasi anak sebesar 28%, yang ditunjukkan melalui peningkatan penguasaan kosakata, kemampuan menyimak, keberanian berkomunikasi, dan partisipasi belajar. Selain itu, tingkat kepuasan guru dan orang tua terhadap program mencapai 94%, serta terjadi peningkatan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi digital yang aman dan edukatif dalam proses pembelajaran anak. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi aplikasi edukasi digital dengan keterlibatan aktif orang tua dan guru dapat menjadi media pendukung pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan bahasa dan komunikasi anak usia dini.
Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai Asisten Literasi Akademik dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Abdulloh Abdulloh; Sudarmaji Sudarmaji; Salamah Salamah
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 18 No. 2 (2025): Lentera
Publisher : STKIP PGRI Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52217/1d12gd62

Abstract

The development of digital technology has influenced learning practices in higher education, including Indonesian language instruction. One emerging innovation is the use of Artificial Intelligence (AI) as an academic literacy assistant. This study aims to describe the use of AI in Indonesian language learning at the university level and examine its role in supporting students’ academic literacy. This research uses a descriptive qualitative approach involving students and Indonesian language lecturers. Data were collected through interviews, questionnaires, classroom observations, and analysis of students’ academic writing. The results show that AI helps students organize writing structures, improve linguistic accuracy, and increase confidence and learning autonomy. The integration of AI also enhances students’ interest and engagement in academic literacy activities. However, lecturer guidance and reinforcement of academic ethics are essential to prevent overreliance on AI. These findings indicate that AI can function effectively as an academic literacy assistant when integrated pedagogically and responsibly in higher education.
Implementasi Media Wordwall pada Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Meningkatan Hasil Belajar Siswa Di Sekolah Marta Diniyah Putri; Salamah Salamah; Rona Romadhianti
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 1 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa & Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i1.24-33

Abstract

Technology has penetrated the education sector in Indonesia but its unoptimal utilisation has resulted in a decrease in student interest and learning outcomes in Indonesian language subjects. This study examines the use of Wordwall media in Indonesian language learning to improve learning outcomes on synonyms and antonyms. This research uses a qualitative method, which involves interviews, observations, tests, and student feedback. The formulation of the problem in this study is how the use of Wordwall media can improve student learning outcomes on the material of synonyms and antonyms and how students respond to the use of Wordwall media in Indonesian language learning in class V SDN 02 Sumberejo. Data analysis includes collection, reduction, interpretation, and conclusion. The results showed a significant increase of 93% above the average KKM of 75 and supported by feedback from fifth grade students of SDN 02 Sumberejo.
ANALISIS UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK PADA FILM FESTIVAL ANTI KORUPSI TAHUN 2015 YANG BERJUDUL “TINUK” Fitria Apriyana; Salamah Salamah; Idawati Idawati
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v11i1.5787

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui serta mendeskripsikan unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam film festival anti korupsi tahun 2015 yang berjudul Tinuk. Penelitian dilakukan untuk mengetahui tentang makna film lebih mendalam. Metode penelitian pada film Tinuk menggunakan metode penelitian kualitatif, sebab dalam tindakannya peneliti mendeskripsikan unsur instrinsik dan unsur ekstrinsik pada sebuah film, yakni : tema, alur, sudut pandang, tokoh, amanat, latar, nilai moral, keadaan politik saat film dibuat dan latar belakang pembuatan film. Analisis data yang dilakukan pada film dengan cara menonton serta memahami film kemudian menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsiknya setelah itu mendeskripsikan hasil temuan yang diakhiri dengan menyimpulkan hasil penelitian. Hasil penelitian yang dilakukan pada film festival anti korupsi tahun 2015 yang berjudul Tinuk dapat disimpulkan bahwa film Tinuk yang berdurasi 15 menit ini terkandung makna yang tersirat untuk keadaan kehidupan masyarakat saat ini. Film ber-genre drama ini adalah bentuk sindiran terhadap tindakan korupsi di Indonesia. Film Tinuk merupakan film yang mengandung nilai moral kejujuran sehingga film ini dijadikan sebagai bahan kampanye oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kata kunci: unsur intrinsik, unsur ekstrinsik, film.
IMPLEMENTASI MODEL JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIDATO SISWA KELAS VIII linda shovia; Salamah Salamah; Rona Romadhianti
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 3 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i3.%p

Abstract

ABSTRAKKeterampilan berpidato siswa kelas VIII SMPN 8 Satap Pesawaran belum berkembang secara optimal karena pembelajaran masih didominasi penjelasan guru dan kesempatan berbicara belum merataPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi model Jigsaw serta peningkatan keterampilan berpidato siswa. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas kolaboratif yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa. Data dikumpulkan melalui tes unjuk kerja, observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Keterampilan berpidato dinilai berdasarkan enam aspek, yaitu pelafalan, intonasi, kelancaran, diksi, penguasaan isi, dan kepercayaan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa meningkat dari 72,8 pada siklus I menjadi 82,6 pada siklus II. Persentase ketuntasan juga meningkat dari 65% menjadi 85%. Perbaikan terlihat pada kelancaran, penguasaan isi, dan kepercayaan diri. Selain itu, siswa menjadi lebih aktif berdiskusi, menjelaskan materi, bertanya, dan menanggapi pendapat teman selama kegiatan kelompok asal dan kelompok ahli. Penerapan Jigsaw juga membantu pemerataan partisipasi karena setiap anggota memiliki tanggung jawab memahami materi dan menyampaikannya kembali kepada kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa model Jigsaw efektif memperluas kesempatan berbicara, membangun keterlibatan belajar, dan meningkatkan keterampilan berpidato siswa secara bertahap.
Model Pembelajaran Inkuiri Untuk Meningkatkan Kemampuan Kolaborasi Pembelajaran Bahasa Indonesia linda muslimawati; Rona Romadhianti; Salamah Salamah
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 3 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i3.%p

Abstract

Kemampuan para siswa bekerja sama dalam proses belajar mengajar Bahasa Indonesia masih kurang baik dan memerlukan peningkatan lebih lanjut. Berdasarkan pengamatan awal di kelas VII B SMPN 1 Jati Agung, terlihat bahwa siswa kurang aktif dalam berdiskusi kelompok, komunikasi antar siswa masih tergolong kurang efektif, serta masih rendahnya tanggung jawab dalam penyelesaian tugas kelompok. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa melalui penerapan model pembelajaran inkuiri. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan desain Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Melibatkan 28 siswa kelas VII B di SMPN 1 Jati Agung sebagai subjek penelitian, pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi dan penyebaran angket. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa penerapan model inkuiri mampu mendorong peningkatan kerja sama siswa. Hal ini terlihat dari lonjakan persentase siswa pada kriteria baik dan sangat baik, yakni dari 35,71% di siklus I menjadi 75% di siklus II. Kesimpulannya, model pembelajaran inkuiri terbukti efektif dalam membangun dan meningkatkan kemampuan kerja sama antar siswa selama proses belajar Bahasa Indonesia.
HUBUNGAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS V SD N 3 KAMPUNG BARU RAYA BANDAR LAMPUNG kurniawan Kurniawan; Hesti Hesti; Salamah Salamah
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 3 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i3.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara minat belajar dengan prestasi belajar Bahasa Indonesia pada siswa Kelas V SD N 3 Kampung Baru Raya Bandar Lampung. Pendekatan penelitian yang menggunakan metode kuantitatif korelasional diterapkan dalam studi ini. Populasi sekaligus sampel ditentukan melalui teknik sampling jenuh dengan jumlah 28 siswa (N = 28). Pengumpulan data minat belajar menggunakan kuesioner terstruktur skala Likert 20 butir, sedangkan prestasi belajar dikumpulkan melalui nilai dokumentasi rapor semester ganjil. Analisis data dilakukan menggunakan software SPSS versi 26 untuk uji korelasi Product Moment Karl Pearson serta uji prasyarat analisis data. Hasil analisis deskriptif menunjukkan nilai rata-rata minat belajar berada pada kategori tinggi (63,45) dan prestasi belajar berada pada kategori baik (77,54). Uji korelasi memperlihatkan nilai Pearson Correlation atau r hitung sebesar 0,548 dengan nilai signifikansi p = 0,003, sedangkan r tabel pada alpha = 0,05 adalah 0,374. Temuan tersebut menyatakan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang memperlihatkan adanya hubungan positif dan signifikan dengan tingkat kekuatan sedang. Pendidik disarankan secara konsisten menstimulasi minat intrinsik siswa melalui inovasi strategi pengajaran, pihak sekolah perlu memfasilitasi kebutuhan literasi kelas, dan peneliti berikutnya disarankan memperluas kajian pada variabel luar lainnya.