Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Agri Wiralodra

STRATEGI PEMASARAN KERUPUK MANGGA PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA LIBNA FOOD Iskandar , Dody; Hikmana, Entus; Mulyati, Neneng Sri
Agri Wiralodra Vol 12 No 1 (2020): Agri Wiralodra
Publisher : Agri Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui rumusan faktor internal dan faktor eksternal yang terdiri dari kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman dan strategi pemasaran kerupuk mangga pada Industri Rumah Tangga Libna Food Desa Jatisura Kecamatan Cikedung Kabupaten Indramayu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dan desain penelitian menggunakan survei deskriptif. Penelitan ini tidak di lakukan pengambilan sampel dari populasi karena populasi Industri Rumah Tangga kerupuk dengan bahan baku mangga hanya satu orang, yaitu Industri Rumah Tangga Libna Food yang memproduksi kerupuk. Jenis data yang digunakan dalam penelitian yaitu data primer dan data skunder. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka , observasi, dan wawancara. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan analisis SWOT dan QSPM. Hasil menunjukan bahwa usaha kerupuk mangga pada Industri Rumah Tangga Libna Food Desa Jatisura Kecamatan Cikedung Kabupaten Indramayu berdasarkan hasil perhitungan, nilai bobot dan rating (BxR) keseluruhan nilai pada faktor internal (IFAS) total sebesar 2,28. Sedangkan dari hasil perhitungan nilai bobot dan rating (BxR) dapat dihasilkan keseluruhan jumlah bobot total sebesar 2,14. untuk faktor eksternal (EFAS), yang artinya perusahaan berada pada posisi (hold and maintain) yang terletak pada kuadran V. Hal ini mennjukkan bahwa perusahaan membutuhkan strategi untuk bertahan dan dapat menjaga perusahaan menjadi lebih baik lagi. Maka dari itu analisis SWOT diperoleh beberapa strategi yang terdapat pada kuadran V yang nantinya akan menjadi prioritas strategi yang tepat untuk dilaksanakan terlebih dahulu dengan menggunakan analisis QSPM.
Hubungan Kinerja Kelompok Tani dengan Pendapatan Usahatani Padi Sawah (Oryza sativa, L.) dI Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu Mohammad Fahmariza; Entus Hikmana; Tohidin Tohidin
Agri Wiralodra Vol. 13 No. 1 (2021): Agri Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v13i1.17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja kelembagaan kelompok tani di Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu dan mengetahui tingkat hubungan kinerja kelembagaan kelompok tani terhadap pendapatan usahatani padi sawah (Oryza sativa, L.) di Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu. Objek penelitian ini adalah kelompok tani di Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu sebanyak 10 kelompok tani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Desain penelitian yang digunakan yaitu metode Survei Explanatori. Terdapat 50 populasi (kelompok tani) penentuan sampel dilakukan secara sengaja (Purposive) mengakibatkan penelitian ini memiliki 40 responden terdiri dari 10 kelompok tani masing-masing ketua, sekertaris, bendahara dan anggota kelompok tani tersebut untuk mengetahui kinerja dan pendapatannya. Teknik pengambilan data dilakukan observasi dan wawancara. Analisi yang digunakan dalam penelitian ini untuk menguji hubungan keeratan antara variabel kinerja kelompok tani dengan pendapatan usahatani, menggunakan analisis korelasi Product moment dengan menggunakan alat bantu aplikasi SPSS 20. Kinerja kelompok di Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu sudah cukup baik, sebagian besar kinerja kelompok tani adalah tergolong klasifikasi cukup dengan skor 246 – 455, yaitu 8 kelompok tani sudah tergolong klasifikasi cukup dan 2 kelompok tani tergolong klasifikasi kurang ( 245). Hasil dari analisis diperoleh angka koefisien korelasi sebesar 0,678 artinya tingkat kekuatan hubungan (korelasi) antara variabel kinerja kelompok tani dengan pendapatan adalah kuat (0,600 – 0,799). Dengan nilai sebesar 0,678 dapat menggambarkan sejauhmana keeratan hubungan antara variabel kinerja kelompok tani dengan pendapatan usahatani padi sawah dengan nilai 67,8%. Jadi hubungan antara kinerja kelompok tani dengan pendapatan padi sawah di Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu dapat dinyatakan positif maka hubunganya searah.
Strategi Pengembangan Usaha Keripik Tike (Eleocharis Dulcis) Pada Industri Rumah Tangga Di Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu Kerin Alfebry; Entus Hikmana; Karto Karto
Agri Wiralodra Vol. 13 No. 2 (2021): Agri Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v13i2.43

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui dan menganalisis kekuatan, kelemahan,peluang, dan ancaman yang dihadapi dalam usaha keripik tike di Kecamatan Losarang KabupatenIndramayu, 2) menetapkan strategi alternatif untuk pengembangan usaha keripik tike di KecamatanLosarang Kabupaten Indramayu.Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu. Pengambilan sampeldengan menggunakan cara sensus dengan jumlah responden sebanyak empat pengusaha. Metodepenelitian yang digunakan survei, dengan desain penelitian menggunakan survei deskriptif. Jenis datayang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan menggunakanwawancara dan kuesioner, serta data yang diperoleh, dianalisis dengan menggunakan analisis SWOT,matriks QSPM, sehingga diperoleh strategi prioritas yang tepat bagi pengusaha keripik tike diKecamatan Losarang Kabupaten Indramayu.Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa kekuatan home industry keripik tike di KecamatanLosarang: 1) Memiliki kemauan dan keuletan yang tinggi dari pemilik dalam mengelola usaha, 2)Produknya banyak diminati. 3) Memanfaatkan warga sekitar sebagai karyawan. 4) Produk berkualitasdan memiliki izin. Adapun kelemahan home industry keripik tike di Kecamatan Losarang: 1) Kurangadanya promosi produk. 2) Masih menggunakan cara tradisional. 3) Bahan baku relatif sulit diperoleh.4) Tata kelola keuangan masih sederhana. Sedangkan peluang home industry keripik tike diKecamatan Losarang:1) Dukungan dari pemerintah daerah setempat. 2) Tersedianya fasilitas informasiuntuk memperluas areal promosi dan pemasaran yang lebih luas 3) Permintaan tinggi pada saat harihari perayaan. 4) Peluang Pasar Masih Terbuka. Serta ancaman home industry keripik tike diKecamatan Losarang: 1) Duplikasi produk oleh usaha lain. 2) Kurang terjamin ketersediaan bahanbaku. 3) Penurunan daya beli pelanggan. 4) Fluktuasi harga bahan baku.Adapun prioritas strategi diperoleh adalah strategi pasar dan pengembangan produk atau strategiintegratif (integrasi ke depan, integrasi ke belakang, integrasi horizontal). Dengan strategi yang tepatperusahan dapat menjalin kerjasama dengan pemerintah setempat untuk memperoleh bahan baku daninformasi guna meningkatkan peminat dan memperluas areal promosi usaha keripik tike.
Usaha Pembesaran Pedet Sapi Hasil Inseminasi Buatan di Kabupaten Indramayu Hikmana, Entus
Agri Wiralodra Vol. 16 No. 1 (2024): Usaha tani, pemasaran, nilai tambah
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v16i1.79

Abstract

Setiap daerah memiliki potensi yang berbeda-beda baik sumberdaya alam, sumberdaya manusia,budaya, maupun teknologinya. Kemampuan daerah untuk mengembangkan sektor-sektor unggulan harusmampu mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Subsektor peternakan mempunyai kontribusiyang penting terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD)Kabupaten Indramayu. Peranan subsektor peternakan dalam pembangunan daerah sangat diperhitungkan,oleh karena itu kebijakan-kebijakan untuk mengembangkan perekonomian daerah tidak terlepas darisubsektor ini. Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk menganalisis pembesaran pedet sapi potonghasil inseminasi buatan, yang meliputi modal, biaya, penerimaan, keuntungan dan Break Even Point (BEP).Adapun tujuannya dalah untuk tujuannya adalah untuk: 1. Mengetahui berapa besar biaya dan penerimaanusahaternak pembesaran pedet sapi potong hasil inseminasi buatan; 2. Mengetahui keuntungan dan breakeven point usahaternak pembesaran pedet sapi potong hasil inseminasi buatan.Metode penelitian yang digunakan adalah survei untuk mengumpulkan data primer dari responden dandata sekunder dari dinas terkait. Responden diambil secara purposive sampling. Analisis ekonomimenggunakan analisis modal atau investasi, biaya, penerimaan, pendapatan dan BEP untuk usahatanipenggemukan sapi potong. Hasil analisis menunjukkan bahwa usahatani sapi potong merupakan usaha rumahtangga yang dikelola secara tradisional dengan jumlah modal atau investasi sebesar Rp. 946.363,06 per ekor,total biaya Rp. 21.174.324 per periode, dengan penerimaan sebesar Rp. 31.375.000 dan pendapatan Rp.10.200.676 per periode. Nilai BEP harga jual sapi per ekor sebesar Rp.11.580.356 hal ini berarti lebih rendahdari harga jual oleh petani yaitu sebesar Rp. 15.895.833, petani masih mendapatkan keuntungan. SedangkanBEP unit adalah 1,33 hal ini berarti bahwa peternak akan memperoleh keuntungan apabila memelihara lebihdari 1 ekor sapi, dimana rata-rata peternak memelihara 2 ekor sapi potong.
Potensi Ekonomi Limbah Pertanian Sebagai Hijauan PakanTernak Ruminansia di Kabupaten Indramayu Hikmana, Entus; Supriyadi, Supriyadi
Agri Wiralodra Vol. 17 No. 1 (2025): Potensi Pengembangan Usaha Tani dan Pemasaran
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v17i1.112

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Indramayu merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Barat yang memiliki potensi cukup besar dalam pengembangan hijauan pakan dan ternak Ruminansia. Kabupaten Indramayu memilki luas lahan yang cukup luas untuk digunakan sebagai tempat pengembangan ternak potong terdiri dari sawah seluas 14.757 hektar dan sisanya 102.620 hektar berupa lahan kering. Untuk mendukung kebijakan nasional dan daerah berupa pemenuhan kebutuhan gizi protein hewani yang berkelanjutan guna terciptanya kemandirian terhadap sumber daya protein dari daging, dipandang perlu memprioritaskan riset untuk mendukung tata kelola penyediaan daging ruminansia dan pemanfaatan limbah pertanian sebagai hijauan pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pakan asal limbah tanaman pangan dan daya dukungnya terhadap pengembangan ternak ruminansia di wilayah Kabupaten Indramayu. Penelitian dilakukan dengan cara survey dengan ditunjang oleh data sekunder. Adapun tujuan khusus dari riset ini adalah menghasilkan peta potensi dan daya dukung limbah pertanian, sebagai solusi alternatif dalam penyediaan pakan untuk pengembangan usaha ternak potong sebagai sumber pasokan daging di Kabupaten Indramayu. Hasil penelitian ini adalah: (1).Potensi pakan asal rumput dan limbah tanaman pangan dalam menopang kebutuhan pakan ternak ruminansia di seluruh wilayah kabupaten Indramayu diperoleh sebesar 578.289,94 ton BK/tahun, yang terdiri atas 71.032,79 ton BK/tahun berasal dari rumput dan 507.256,65 ton BK/tahun berasal dari limbah tanaman pangan. Hal tersebut cukup untuk menghidupi ternak ruminansia besar dengan pakan jerami sebanyak 222.261, 65 ST dan ruminansia kecil dengan rumput sebanyak 31.124,02 ST; dan (2).Daya dukung wilayah kabupaten Indramayu untuk pengembangan populasi ternak sapi dan kerbau sangat prospektif dimana terdapat peluang untuk meningkatkan pemeliharaan ternak sapi dan kerbau sebesar sebanyak 217.937,90 ST. Sebaliknya untuk pengembangan populasi ternak ruminansia kecil bila hanya mengandalkan pakan rumput saja tidak bisa mencukupi (overloadead) sebesar (-26.470,58 ST). Wilayah kecamatan yang overloadead terutama Kandanghaur(-7.027,10 ST), Cikedung(-4.210,84 ST), jatibarang(-2.425,90 ST) dan Tukdana (-2.169,71 ST). Sedangkan wilayah kecamatan yang masih potensial untuk meningkatkan pengembangan ternak domba dan kambing adalah Terisi (+1.269,94 ST), Sindang (+1.255,03 ST), Haurgeulis (+733,98 ST), dan Indramayu (+713,77 ST). Berdasarkan hasil penelitian, dapat direkomendasikan saran-saran dalam rangka pemanfaatan potensi pakan dan daya dukung wilayah secara optimal, diantaranya: (1).Untuk memaksimumkan pemanfaatan pakan asal rumput dan limbah tanaman pangan yang tersedia di wilayah Kabupaten Indramayu, maka jenis ternak yang dikembangkan di setiap wilayah harus disesuaikan dengan sosiokultur masyarakat setempat, Iklim, topografi, agroekosistem dan infrastuktur pendukungnya; (2).Perlunya penyuluhan dan pemanfaatan limbah tanaman pangan secara intensif, karena sangat besarnya potensi pakan asal rumput dan limbah tanaman pangan di wilayah kabupaten Indramayu, untuk menghidupi ternak ruminansia 253.385,67 ST (terdiri atas 222.261,65 ST ruminansia besar dan 31.124,02 ST ruminansia kecil). Sedangkan keadaan exsisting total ternak ruminansia di Indramayu hanya tersedia 64.469,40 ST (29,0%); dan (3).Diperlukan pilot project percontonhan Desa Pusat Pengembangan Ternak Ruminansia dan Pengolahan Limbah Pertanian dalam menunjang penyuluhan dan pemanfaatan limbah tanaman pangan serta dalam memperkuat motivasi dan keyakinan berusaha ternak, dalam menunjang kesjahteraan keluarga peternak dan pemberdayaan ekonomi desa. Kata kunci: Kapasitas tampung, Daya dukung limbah pertanian,Satuan ternak
Nilai Tambah Tempurung Kelapa Menjadi Asap Cair Pada Home Industri Asap Cair di Desa Tenajar Kecamatan Kertasemaya Kabupaten Indramayu Tahun 2024 Maulana, Ahmad Reza; Hikmana, Entus; Supriyadi, Supriyadi
Agri Wiralodra Vol. 17 No. 2 (2025): pemasaran dan potensi usaha
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v17i2.161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah dari produksi asap cair yang berasal dari tempurung kelapa di Desa Tenajar, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu pada tahun 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian mencakup seluruh pelaku usaha produksi asap cair di desa tersebut, dengan sampel dipilih secara purposive sampling, yaitu usaha milik Aruzy yang telah beroperasi selama empat tahun. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dan observasi lapangan. Analisis data dilakukan menggunakan metode Hayami, yang bertujuan untuk menghitung nilai tambah dari proses produksi. Metode ini memberikan informasi rinci tentang kontribusi ekonomi dari setiap tahap pengolahan tempurung kelapa menjadi asap cair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi asap cair memberikan nilai tambah yang signifikan. Produk asap cair murni menghasilkan nilai tambah sebesar Rp 2.013,34 dengan rasio 49,34%, sedangkan asap cair grade 1 menghasilkan nilai tambah sebesar Rp 41.644,45 dengan rasio 69,40%. Berdasarkan hasil tersebut, pengolahan tempurung kelapa menjadi asap cair terbukti memberikan keuntungan yang cukup tinggi
Workshop Eco Enzyme: Edukasi pengolahan sampah organik sebagai alternatif pembersih alami rumah tangga Fadillah, Arsy Nur; Hikmana, Entus; Stephanie, Hanny
Agri Wiralodra Vol. 17 No. 2 (2025): pemasaran dan potensi usaha
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v17i2.171

Abstract

Sampah organik di tempat pembuangan akhir (TPA) menimbulkan bau tidak sedap dan dapat menghasilkan gas metana mengakibatkan ledakan TPA. Hal ini pernah terjadi dalam tragedi ledakan TPA Leuwigajah di Bandung pada tahun 2005 . Namun dengan pengelolaan yang baik dapat diolah menjadi bahan yang bernilai ekonomis. Bahan limbah seperti libah sayuran dan kulit buah dapat diolah menjadi eco enzyme multiguna. Eco enzyme merupakan cairan alami serbaguna yang terbuat dari fermentasi bahan gula,sisa buah atau sayuran dicampur air dengan lama fermentasi tiga bulan. Tujuan dari penelitian ini adalah bertujuan mengetahui respon masyarakat pada produk eco enzyme untuk diaplikasikan dalam rumah tangga. Melalui workshop eco enzyme diharapkan dapat mengedukasi masyarakat untuk timbul keinginan mengolah sampah rumah tangga menjadi cairan eco enzyme multiguna untuk rumah tangga. Terciptanya eco enzyme dapat menjadi alternatif untuk mengurangi penggunaan bahan kimia sintetik, upaya go green mewujudkan zero waste dan ekonomi hijau masyarakat dapat dikelola dengan baik. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik, yaitu memusatkan pada persoalan yang ada pada masa sekarang, data yang terkumpul disusun, dijelaskan kemudian dianalisis. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan SPSS. Penelitian ini menggunakan penelitian survey kepada masyarakat yang megikuti workshop eco enzyme. Luaran dari penelitian yaitu mengetauhi minat masyarakat pada produk eco enzyme untuk diaplikasikan dalam rumah tangga. Hasil dari penelitian ini menunjukan masyarakat sangat antusias dan berminat untuk membuat eco enzyme secara mandiri dari hasil rumah tangga sendiri.