Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Penyuluhan Pemanfaatan Batok Kelapa Sebagai Produk Bernilai Ekonomis Di Desa Simatang Tanjung, Kabupaten Tolitoli Hayatudin, Hayatudin; Sondakh, Rian Christian; Trisna, Trisna; Ali, Moh. Mudassir; Hafid, Ahmad; Wulan, Wulan; Rafika, Salwa; Aldy, Aldy; Maghfirah, Maghfirah
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 2 No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v4i1.529

Abstract

Salah satu desa kepulauan di Kecamatan Dampal Utara, Kabupaten Tolitoli, adalah Simatang Tanjung. Banyak peluang investasi di daerah ini, salah satunya adalah tanaman kelapa. Banyak warga desa bergantung pada hasil tanaman kelapa, tetapi sebagian besar orang tidak tahu manfaat batok atau tempurung kelapa, jadi mereka hanya menggunakannya untuk membuat arang untuk kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, Tim Pengabdian Universitas Madako Tolitoli mengajarkan masyarakat bagaimana memanfaatkan batok kelapa atau tempurung kelapa untuk menjadi barang yang bernilai ekonomis dan pastinya menjadi produk unggulan desa. Tim Pengabdian dari Universitas Madako Tolitoli langsung menyampaikan materi penyuluhan di balai Desa Simatang Tanjung, Kecamatan Dampal Utara, Kabupaten Tolitoli, pada tanggal 05 September 2023. Hasil dari kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut, yang terdiri dari masyarakat dan pemerintah desa. Dinilai bahwa pengabdian ini membuka mata orang-orang tentang peluang bisnis melalui penggunaan bahan lokal, seperti batok kelapa, menjadi bahan bernilai ekonomis tinggi.Kata Kunci: arang, batok kelapa, ekonomi
Simulasi Pembuatan Pupuk Organik Di Desa Puse Kabupaten Tolitoli Hayatudin, Hayatudin; Ahmad, Fandi; Mustakim, Mustakim; Kasim, Nursidah; Adnan, Adnan; Takdir, Takdir; Agustina, Agustina; baya, Nur; Jeniska, Jeniska
TOLIS MENGABDI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/tm.v1i2.490

Abstract

Pertaniaan adalah budidaya  tanaman yang di lakukan oleh manusia untuk memproduksi makanan, pakan ternak, serat, dan bahan baku lainnya. Pertanian organik merupakan suatu sistem budidaya pertanian yang didalam proses produksinya dimana  menggunakan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia. pembuatan pupuk organik yang bisa di buat dan di aplikasikan kapan saja dan di mana saja, dan menjadi terobosan untuk para petani, karna pupuk bokashi sangat penting untuk kesuburan tanaman, sedangkan kelompok tani yang berada di kampung lauje masih mengandalkan pupuk kimia untuk digunakan ditanaman mereka sehingga tanah menjadi kurang produktif dan menghambat pertumbuhan tanaman, ada beberapa lahan yang sudah tidak bisa digunakan sebagai wadah penanaman tumbuhan dan embuat penghasilan menurun. Respon masyarakat sangat antusias menerima dan warga mempunyai rasa ingin tau lebih dalam tentang pembuatan pupuk bokashi, dan apa saja bahan utama campuran dalam pupuk, dan kelebihan dari pupuk organik ini sangatlah bagus untuk media tanam, dikarnakan pupuk bokahsi dapat menyuburkan tanah dan menyehatkan tanaman.
Respon Perendaman PGPR Dan Dosis Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Mentimun (Cucumis sativus L.) Kasim, Nursidah; Kahar, Kahar; Hayatudin, Hayatudin
Permaculture: Jurnal Ilmu Pertanian & Lingkungan Vol 1 No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/pmr.v1i1.780

Abstract

The problem of good plant nutrition is still a question mark, the use of fertilizer and PGPR can increase plant growth and yield. This study aims to determine the effect and interaction of seed soaking using PGPR and chicken manure doses on the growth and yield of cucumbers. This study was carried out on land owned by residents in Tambun Village, Tolitoli Regency, Central Sulawesi Province, using a Randomized Block Design (RAK) factorial treatment, namely the first factor of seed soaking consisting of 3 levels, namely: W0 (control), W1 (4 hours), W2 (6 hours). The second factor, the dose of chicken manure consisting of 3 levels, namely: D0 (control), D1 (3 kg), D2 (4 kg). Each treatment was repeated 3 times so that there were 27 beds in total, each bed consisting of 4 sample plants, so that the total number of plants was 108 plants. The results showed that soaking cucumber seeds using PGPR could increase growth well with a soaking time of 6 hours including: plant height, number of leaves, number of segments. In the generative phase, soaking seeds using PGPR can increase growth by observing the number of flowers. The treatment of chicken manure doses has an effect on plant growth and yield in the 4 kg treatment including: plant height, number of leaves, number of internodes, and number of flowers. The best combination of treatment on the growth of cucumber seeds soaking using PGPR and chicken manure doses is in the W2D2 treatment, namely 6 hours of seed soaking and 4 kg of fertilizer dose. Soaking seeds with a combination of chicken manure can increase vegetative and generative plant growth.
PENYULUHAN PEMANFAATAN LAHAN KOSONG SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT DESA KABINUANG KECAMATAN DAMPAL UTARA Nur Fadilah; Ade Indah Puspita Sari; Fandi Ahmad; Hayatudin Hayatudin
Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2001/makapande.v1i1.1241

Abstract

Food security is crucial in improving community welfare, particularly in rural areas dependent on the agricultural sector. However, much vacant land remains underutilised, potentially leaving it unused and reducing local food availability. To address this challenge, a community service program, including outreach and mentoring on vacant land utilisation, was implemented in Kabinuang Village, North Dampal District, from July to August 2025. The objective of this program was to provide education, training, and mentoring to the community in managing vacant land into productive land through the cultivation of horticultural crops. The methods used included land observation, cultivation technique training, monitoring activity results, and a descriptive approach. The activity results showed an increase in community knowledge and skills in managing vacant land and establishing several productive gardens as pilot projects in the village. This program had a positive impact on meeting household food needs and increasing income, strengthening the value of mutual cooperation, and creating a more sustainable environment. Therefore, this activity is expected to be the first step in the sustainable use of vacant land to support local food security and the welfare of the Kabinuang Village community.
Pemberdayaan Peternak Sapi Melalui Teknologi Fermentasi Rumput Gajah Dan Daun Gamal Di Kelurahan Tambun Kabupaten Tolitoli Mutiara Mutiara; Muhammad Fadhel A Daud; Wahyu Saputra; Aditya Ramadhan; Abd Rahman; Mukhrir Azhari NR; Nini Fitriani; Usman Usman; Ibrahim Ibrahim; Supamri Supamri; Hayatudin Hayatudin
TOLIS MENGABDI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/tm.v3i2.1158

Abstract

This community service activity aims to improve the knowledge and skills of cattle breeders in Tambun Village in processing local green fodder through fermentation technology. The main problems cattle breeders face are the limited availability of quality feed during the dry season and the minimal use of feed processing technology. The implementation method includes socialisation, theoretical training, practice of fermenting green fodder based on elephant grass and gamal leaves, and evaluation of fermentation results. The activity results indicate increased livestock breeders' understanding of fermentation technology, success in producing fermented products suitable for livestock, and high enthusiasm among farmers to develop independently. This activity has had a positive impact in the form of increasing human resource capacity in the livestock sector, opening up opportunities for further development through direct application in livestock maintenance and strengthening the institutionalisation of livestock breeder groups in Tambun Village.
Pengaruh Pemberian Mulsa dan Pupuk Bokashi Kotoran Kambing Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L) Risman Munazar; Rian Christian Sondakh; Hayatudin Hayatudin
Permaculture: Jurnal Ilmu Pertanian & Lingkungan Vol 2 No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/permaculture.v2i1.1483

Abstract

This study aims to analyze: (1) the interaction between goat manure bokashi and mulch on the growth and yield of spring onions, (2) the effect of goat manure bokashi on the growth and yield of spring onions, and (3) the effect of the use of organic and inorganic mulch on the growth and yield of spring onions. The study was conducted in May–August 2025 at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Madako University, Tolitoli. The study used a Randomized Block Design (RAK) with two factors. The first factor is the dose of goat manure bokashi (B) which consists of three treatments, namely B0 (without bokashi), B1 (20 tons/ha equivalent to 400 g/plant), and B2 (30 tons/ha equivalent to 600 g/plant). The second factor is mulch (M) which includes M0 (without mulch), M1 (organic mulch in the form of sawdust), and M2 (inorganic mulch in the form of black and silver plastic). There are 9 treatment combinations with 3 replications, resulting in 27 experimental units. Each plot contained 28 plants, with 5 plants as samples, resulting in a total of 756 main plants and 135 sample plants. The results showed that goat manure bokashi significantly affected plant height, number of leaves, number of tillers, and the length of the longest leaf. The highest dose (B2) generally gave the best results, except for root volume which was more optimal in treatment B1. The use of mulch affected several growth parameters, especially the number of leaves, number of tillers, root volume, and fresh weight per clump. Inorganic mulch (M2) tended to provide better results than other treatments. The interaction of bokashi and mulch significantly affected the number of tillers and root volume, with the combination of B2M2 producing the highest number of tillers and B1M2 producing the largest root volume. Overall, the application of goat manure bokashi combined with mulch, especially inorganic mulch, effectively increased the growth and productivity of spring onion plants.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN KOTORAN SAPI MENJADI PUPUK BOKASHI Alif Fhadil Ramadhan; Hayatudin Hayatudin; Lukman Lukman
Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 3 (2025): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2001/makapande.v1i3.1212

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tompoh, Kecamatan Dampal Utara, Kabupaten Tolitoli, dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan limbah organik, khususnya kotoran sapi, melalui pembuatan pupuk bokashi. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya ketergantungan petani pada pupuk kimia yang berdampak negatif terhadap lingkungan dan biaya produksi. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan praktik langsung pembuatan pupuk bokashi menggunakan bahan lokal seperti kotoran sapi, dedak, sekam, gula aren, air, dan EM4. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias mengikuti seluruh proses, mulai dari pencampuran bahan hingga proses fermentasi. Kotoran sapi terbukti mengandung unsur hara makro dan mikro yang bermanfaat bagi tanaman, sementara fermentasi dengan EM4 membantu menurunkan bau dan mempercepat dekomposisi. Pupuk bokashi yang dihasilkan dapat meningkatkan kesuburan tanah dan menjadi alternatif ramah lingkungan pengganti pupuk kimia. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong petani untuk memproduksi pupuk organik secara mandiri, sehingga menciptakan pertanian berkelanjutan dan mengurangi pencemaran lingkungan di desa.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH SABUT KELAPA MENJADI COCOPEAT SEBAGAI MEDIA TANAM RAMAH LINGKUNGAN Djalmin Djalmin; Hayatudin Hayatudin; Rian Christian Sondakh
Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 4 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2001/makapande.v1i4.1251

Abstract

Coconut husk waste is an abundant byproduct of coconut plantations that remains underutilized by the community, often simply discarded or burned. Yet, coconut husks hold significant potential for processing into cocopeat—an eco-friendly organic growing medium capable of absorbing and retaining water, suitable for various cultivation activities. Transforming coconut husks into cocopeat not only adds value to the waste but also creates opportunities for developing local resource-based businesses. This community service initiative aimed to enhance the knowledge and skills of farmer groups in converting coconut husk waste into useful and economically valuable cocopeat. The implementation methods included outreach, presentations, demonstrations, hands-on training, discussions, and guidance throughout the processing stages. Participants were directly involved in every step, from understanding coconut husk characteristics and fiber separation to material processing, shredding, sieving, and packaging the final product. The results demonstrated an improvement in participants' understanding and skills regarding the processing of coconut husk waste into cocopeat growing media. Participants grasped the benefits of cocopeat, followed the processing stages, and gained practical experience in its production. The activity also raised awareness about the importance of utilizing agricultural waste as a value-added resource. Cocopeat production offers potential as both an alternative growing medium and a group business opportunity.
PENGABDIAN MAHASISWA KKN MELALUI SOSIALISASI PEMANFAATAN HASIL PERTANIAN BAGI PERTUMBUHAN EKONOMI DESA OGOWELE Nurdiana Nurdiana; Maiful Maiful; Trisna Trisna; Maskur Maskur; Hayatudin Hayatudin
Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 4 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2001/makapande.v1i4.1335

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang bertujuan mendukung pembangunan desa melalui pemberdayaan potensi lokal. Di Desa Ogowele, salah satu isu utama adalah rendahnya pemanfaatan hasil pertanian secara optimal, sehingga kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat masih terbatas. Sehingga kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan hasil pertanian dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Metode yang digunakan adalah sosialisasi materi terkait strategi pemanfaatan hasil pertanian yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Madako Tolitoli, serta sesi tanya jawab interaktif antara pemateri dan warga desa. Melalui pendekatan ini, masyarakat memperoleh kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, dan mendiskusikan tantangan yang dihadapi dalam pengolahan maupun pemasaran hasil pertanian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat menjadi lebih memahami potensi produk pertanian lokal, pentingnya diversifikasi hasil panen, serta peluang pengembangan usaha sederhana berbasis pertanian. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi dan tanya jawab yang dilakukan mahasiswa KKN mampu menjadi sarana efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi Desa Ogowele.