Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pendampingan Perijinan Produk Pangan Beku dan Informasi Nilai Gizi UMKM Salatiga Karina Bianca Lewerissa; Sarlina Palimbong; Binardo Adi Seno Mawarno
Madaniya Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.506

Abstract

Pengolahan pangan beku dan informasi nilai gizi produk pangan merupakan salah satu cara memperluas pangsa pasar produk produk usaha mikro menengah. Makanan beku dengan masa simpan 7 hari atau lebih memerlukan ijin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. Sementara itu, informasi nilai gizi pada produk merupakan salah satu prasyarat yang harus tercantum di dalam kemasan untuk menembus pasar supermarket. Kegiatan ini dilakukan untuk memfasilitasi pelaku UMKM Salatiga untuk mendapatkan informasi yang tepat mengenai praktik pengolahan pangan beku yang baik, dan cara pencantuman informasi nilai gizi. Hasil kegiatan menyatakan bahwa 20 pelaku usaha yang hadir dalam kegiatan ini memahami materi yang disampaikan dan merasakan manfaatnya. Pendampingan dilanjutkan dengan komunikasi melalui grup WhatsUp untuk memfasilitasi pertanyaan terkait produk masing-masing pelaku usaha.
Identifikasi Cemaran Mikroplastik pada Sungai Inlet Rawa Pening dan Biotanya Dhanang Puspita; Pulung Nugroho; Sarlina Palimbong; Rasya Pandhu Wijaya
Journal Science of Biodiversity Vol 3 No 1: April 2022
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol3i1pp1-6

Abstract

Danau Rawa Pening memiliki kandungan TSS (total padatan terlalut) yang tinggi, sehingga kualitas airnya berada di kelas 3 dan 4. TTS tersebut berasal dari 9 Sub DAS yang menjadi inletnya Rawa Pening. Sumber TSS berasal cari cemaran limbah padat, dan salah satunya adalah mikroplastik. Adanya mikroplastik juga menjadi ancaman keamanan pangan bila masuk dalam tubuh biota dan dikonsumsi manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cemaran mikroplastik pada ikan yang ada di Sub DAS Rawa Pening. Metode yang dilakukan adalah survey dan analisis laboratorium dengan tahapan; pengambilan sampel, preparasi sampel, dan analisi mikroplastik. Hasil penenilitian menujukan 4 aliran sungai yakni; sungai Sraten, Muncul, Rawa Sari dan Rawa Boni terkontaminasi mikroplastik, begitu juga dengan biotanya yakni ikan sapu-sapu, louhan, lele, nila, gabus, dan moluska keong terdapat kandungan mikroplastik pada saluran pencernaannya. Adanya mikroplastik ini kemungkina berasal dari limbah domestik dan industri, dimana 4 sungai tersebut terdapat permukiman penduduk dan industri. Dapat disimpulkan, 4 sungai di Rawa Pening sudah tercemar mikroplastik, begitu juga dengan biotanya.
PEMBERDAYAAN USAHAWAN MIKRO DESA CUKILAN KABUPATEN SEMARANG JAWA TENGAH UNTUK MENGEMBANGKAN PRODUKSI HULU-HILIR TALAS KIMPUL Dina Banjarnahor; Sarlina Palimbong; Ruth Meike Jayanti; Eirene Putri Cahyani Laia; Dikky Bayu Setyawan; Aldi Verry Pardamean Damanik; Lita Wahyu Rikawati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i3.910-918

Abstract

Desa Cukilan di Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah memiliki potensi talas kimpul (Xanthosoma sagittifolium) menjadi komoditas andalan desa. Ada 11 warga desa Cukilan yang berkomitmen membentuk kelompok usaha terpadu untuk mengolah kimpul menjadi produk bernilai jual tinggi, melakukan pemasaran, dan mengembangkan kebun kimpul sebagai penyedia bahan baku. Cita-cita mereka terkendala minimnya ilmu pengetahuan, teknologi, dan ketrampilan. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, pengusul dan mitra calon usahawan hendak: 1) Meningkatkan penerapan ipteks oleh mitra untuk menciptakan variasi olahan kimpul serta memasarkannya secara luas, 2) Meningkatkan penerapan ipteks dan wawasan lingkungan oleh petani dalam mengelola kebun kimpul, dan 3) Menerapkan manajemen usaha hulu-hilir kimpul yang terpadu dan kolaboratif antar anggota usaha pengolahan kimpul, anggota pemasaran, dan petani. Terdapat tiga fokus kegiatan yaitu: a) Pelatihan dan pendampingan anggota untuk menciptakan dan memasarkan tepung dan snack kimpul yang berkualitas, higienis, dan menarik, b) Pelatihan dan pendampingan petani untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan kebun kimpul, dan c) Pendampingan manajemen usaha terpadu. Selama kegiatan pelatihan dan pendampingan berlangsung, telah dihasilkan produk berupa tepung kimpul Cukilandz dan beberapa olahannya, pembibitan kimpul, akun pemasaran online, keikutsertaan dalam ekspo/pameran pangan maupun pertanian, penjualan tepung kimpul, serta sinergi antara pengusaha olahan, pemasar, dan petani. Kemampuan dan ketrampilan mitra pun bertambah baik dari aspek pengolahan hasil kimpul, pemasaran, maupun pengelolaan kebun.
Tempe Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Sherbet Rendah Lemak dan Gula Imelda Christina Thehella Harryanto; Karina Bianca Lewerissa; Sarlina Palimbong
Science Technology and Management Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v2i2.90

Abstract

Prevalensi obesitas, overweight, dan diabetes mellitus di Indonesia jumlahnya cukup banyak dan terus meningkat setiap tahunnya. Kondisi kesehatan menyebabkan para penderita obesitas, overweight, dan diabetes mellitus tidak bisa sembarangan mengonsumsi makanan, sehingga diperlukan suatu inovasi pangan yang membantu memenuhi kebutuhan para penderita akan pangan rendah lemak dan gula. Sherbet merupakan makanan pencuci mulut yang terbuat dari sayur dan buah. Bahan yang digunakan untuk pembuatan sherbet rendah lemak dan gula ini diantaranya adalah tempe dan buah. Penggunaan tempe dalam pembuatan produk ini didasari pertimbangan bahwa tempe memiliki kandungan antioksidan, tinggi protein nabati, dan rendah lemak. Pengolahan sari tempe menjadi sherbet didasari karena potensi tingkat pertumbuhan pasar es krim di Indonesia terus meningkat. Sherbet rendah gula dibuat dengan menggunakan artificial sweetener dengan nilai kalori yang jauh lebih rendah ketimbang gula. Dalam penelitian ini, dilakukan beberapa pengujian seperti uji organoleptik dan uji proksimat untuk menjamin dihasilkannya produk yang rendah lemak dan gula, namun memiliki palatabilitas dan kualitas yang diinginkan konsumen. Kata kunci: gula, lemak, obesitas, sherbet, tempe
The Borax Analysis Of The Crackers At Blauran Market, Salatiga City Palimbong, Sarlina; Sihombing, Monang; Mulyanto, Milka Meliana
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 24 No 2 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v24i2.3297

Abstract

Misuse of chemicals, such as borax, as an additive in food is still common. This abuse is intended to increase elasticity and crispiness for longer in food products, even though borax is prohibited in the food industry. Some food products on the market that often contain borax are tofu, meatballs, noodles, and crackers. Research studies and mass media in several traditional markets in Indonesia have proven and verified the presence of borax in crackers. Based on this, we want to know whether there is the same thing in the distribution of crackers at Blauran Market, Salatiga City. Therefore, this research aims to quantitatively determine the status of borax in crackers sold at Blauran Market, Salatiga City, in 2023—a quantitative descriptive research method. Sampling used the purposive sampling method. The research design used was a completely randomised factorial design. The first factor is the type of cracker, consisting of four levels: gendar cracker brand X, gendar cracker brand Y, white eggplant cracker brand minute. Each treatment combination was repeated three times to obtain 24 experimental units. Quantitative test of samples using a UV-VIS spectrophotometer. Data processing using two-factor ANOVA with replication. The test results showed that the four brands of cracker samples contained >100 ppm borax. The highest borax content was in white eggplant crackers.
MODIFIKASI PATI SUWEG (Amorphophallus paeoniifolius var. companulatus) DENGAN MENGGUNAKAN SODIUM TRIPOLIFOSFAT (STPP) Palimbong, Sarlina; Nugroho, Pulung; Alfianti Ajeng Pratiwi
Jurnal Pengolahan Pangan Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pangan.v8i1.104

Abstract

Suweg berpotensi sebagai sumber pati karena memiliki kadar amilosa 24,5% dan amilopektin 75,5%. Beberapa kelemahan pati alami seperti tidak tahan selama proses pengadukan, kondisi asam, panas, dan ketidakstabilan produk selama penyimpanan, menyebabkan pati perlu dimodifikasi. Tujuan penelitian ini adalah melakukan modifikasi ikat silang pada pati suweg dengan sodium tripolifosfat (STPP) dan menganalisa sifat fisikokimia pati suweg termodifikasi (kadar air, kadar amilosa, swelling power, dan derajat substitusi). Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 5 jenis perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu P0 (0%:0 menit), P1 (1%:30 menit), P2 (1%:60 menit), P3 (3%:30 menit), dan P4 (3%:60 menit), sehingga terdapat 15 unit perlakuan. Analisis data menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan pada taraf kepercayaan 5%. Paduan konsentrasi STPP dan lama waktu perendaman berpengaruh nyata pada parameter pati suweg modifikasi. Nilai parameter uji pati suweg kontrol berada dalam rentang nilai-nilai parameter uji pati suweg termodifikasi. Secara umum hal ini disebabkan penggunaan metode pengeringan pati yang berbeda, terdapat jeda waktu penyimpanan pada suhu ruangan hingga sampel pati dimodifikasi dan diuji.
KARAKTERISTIK FUNGSIONAL DAN UJI HEDONIK KUKIS KETAWA BERBAHAN DASAR TEPUNG GANDUM UTUH LOKAL Palimbong, Sarlina; Suyanto, Mykhel; Febriyanti, Maria; Angel, Cecilia; Banjarnahor, Dina; Nirmalasari, Damara
Jurnal Pengolahan Pangan Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pangan.v8i2.105

Abstract

Laughing Cookies are a traditional snack made from local whole wheat flour (Gaul). Cookie dough added with kimpul flour is one of the innovative efforts to process the abundant kimpul commodity in Cukilan Village, Semarang Regency, Central Java. This study aimed to determine the panelists' functional characteristics and level of preference for the laugh cookies made from local whole wheat flour. The laugh cookies are made with three formulations, namely A (1:0), B (1:1), and C (1:2) (Gaul flour: kimpul flour ratio). The results of the hedonic test with the parameters texture, color, aroma, taste, and overall showed that the fifty panelists liked formulations A, B, and C, respectively, with a score of 3.7-3.8 respectively (neutral – somewhat like); 3.1-3.6 (neutral – somewhat like), and 2.9-3.4 (dislike - neutral). Based on the panelists' preference for Formulations A and B, these two formulas were tested for fiber. The crude fiber content in formulations A and B was 42.74% and 46.22%, respectively. Based on the study's results, it can be concluded that the formulation of the laugh cookies has a different effect on the level of preference and crude fiber. The best treatment was formulation A, with the highest preference level and high oil fiber.
Identifikasi Cemaran Mikroplastik pada Sungai Inlet Rawa Pening dan Biotanya Puspita, Dhanang; Nugroho, Pulung; Palimbong, Sarlina; Wijaya, Rasya Pandhu
Journal Science of Biodiversity Vol. 3 No. 1: April 2022
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol3i1pp1-6

Abstract

Danau Rawa Pening memiliki kandungan TSS (total padatan terlalut) yang tinggi, sehingga kualitas airnya berada di kelas 3 dan 4. TTS tersebut berasal dari 9 Sub DAS yang menjadi inletnya Rawa Pening. Sumber TSS berasal cari cemaran limbah padat, dan salah satunya adalah mikroplastik. Adanya mikroplastik juga menjadi ancaman keamanan pangan bila masuk dalam tubuh biota dan dikonsumsi manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cemaran mikroplastik pada ikan yang ada di Sub DAS Rawa Pening. Metode yang dilakukan adalah survey dan analisis laboratorium dengan tahapan; pengambilan sampel, preparasi sampel, dan analisi mikroplastik. Hasil penenilitian menujukan 4 aliran sungai yakni; sungai Sraten, Muncul, Rawa Sari dan Rawa Boni terkontaminasi mikroplastik, begitu juga dengan biotanya yakni ikan sapu-sapu, louhan, lele, nila, gabus, dan moluska keong terdapat kandungan mikroplastik pada saluran pencernaannya. Adanya mikroplastik ini kemungkina berasal dari limbah domestik dan industri, dimana 4 sungai tersebut terdapat permukiman penduduk dan industri. Dapat disimpulkan, 4 sungai di Rawa Pening sudah tercemar mikroplastik, begitu juga dengan biotanya.
DIVERSIFIKASI OLAHAN JAHE UNTUK PENDAMPINGAN KELOMPOK WANITA TANI DESA KADIREJO Palimbong, Sarlina; Lewerissa, Karina Bianca
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.8.1.16-22.2024

Abstract

Telah dilakukan suatu kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan subjek Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Kadirejo. Desa Kadirejo memiliki komoditi jahe merah melimpah namun pengolahannya baru sebatas jahe serbuk instant dan sirup jahe sementara produksi jahe segar semakin meningkat beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu perlu dilakukan pendampingan diversifikasi olahan jahe. Metode pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif yaitu melibatkan anggota KWT dalam pembuatan manisan jahe dan saus jahe. Pertimbangan pemilihan produk ini berdasarkan hasil skrining dengan kriteria produk bersifat inovatif, mudah dilakukan dengan alat sederhana, umur simpan relatif lama, dan bernilai ekonomis tinggi. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengisian kuesioner oleh peserta kegiatan. Hasil evaluasi kegiatan menyimpulkan bahwa kualitas kegiatan yang diberikan dapat menambah tingkat keterampilan dan pengetahuan peserta, materi kegiatan mudah dipahami, materi sesuai kebutuhan dan harapan peserta, semuanya dalam kategori Baik hingga Sangat Baik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan sesuai kebutuhan anggota KWT Desa Kadirejo. kata kunci: diversifikasi, jahe, kadirejo, kelompok wanita tani, pendampingan ABSTRACT A community service activity has been carried out with the subject of the Women Farmers Group (KWT) in Kadirejo Village. Kadirejo Village has abundant red ginger commodities, but its processing is limited to instant powdered ginger and ginger syrup, while fresh ginger production has been increasing in recent years. Therefore, it is necessary to assist in the diversification of processed ginger. The community service method uses a participatory approach involving KWT members in making candied ginger and ginger sauce. The consideration for selecting this product is based on screening results, with the product criteria being innovative, easy to do with simple tools, relatively long shelf life, and high economic value. Activities are evaluated by party-filling out questionnaires participants. The activity evaluation results concluded that the quality of the activities provided could increase the skill and knowledge level of the participants, the activity material was easy to understand, the material met the needs and expectations of the participants, and all were in Good to Very Good category. Thus, this activity is beneficial and meets the needs of Women Farmers Group members of Kadirejo Village. Keywords: accompaniment, diversification, ginger, kadirejo, woman farmers group
Potential of Breadfruit Leaf Extract (Artocarpus altilis) As Functional Beverage for Patients with Hepatitis: Potensi Sirup Ekstrak Daun Sukun (Artocarpus altilis)Sebagai Minuman Fungsional Bagi Penderita Penyakit Hepatitis Sarlina Palimbong; Gelora Mangalik; Agustina Basompe
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i4.141

Abstract

Breadfruit leaves (Artocarpus altilis) are often used as ingredients of traditional medicine for treatment so it is recommended as a natural alternative medicine for patients with liver disease such as hepatitis. The purpose of this study is the use of breadfruit leaf extract for making syrup as a functional drink for people with hepatitis and see the panelists acceptance of the products made. Tests carried out were tests of the total content of flavonoid compounds and sensory tests on breadfruit leaf syrup. The results showed the highest total content of flavonoid compounds found in the leaves of breadfruit syrup PM (warming) 60 minutes amounted to 290.00 µgQe/mL and PM 90 amounted to 263.33 µgQe/mL while the lowest for the breadfruit leaf syrup PM 30 amounted to 240.00 µgQe/mL. The flavonoid content of all treatments showed a high amount. Based on a sensory test, the panelists preferred the syrup leaves of breadfruit PM 90 with average of 7.01. Therefore, of the three roots, PM 90 was the treatment recommendation. But to know the healing effect more than the consumption of flavonoids in syrup breadfruit leaves against hepatitis patients need to be tested in vivo.