Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH KONSENTRASI Acetobacter aceti DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP TOTAL ASAM CAIRAN FERMENTASI PEPAYA BURUNG (Carica papaya, L.) Palimbong, Sarlina
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.789 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v2i2.2613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total asam yang dihasilkan dari berbagai kombinasi perlakuankonsentrasi A.aceti dan lama fermentasi. Proses pembuatan cuka telah dilakukan melalui 2 tahap yaitu fermentasisecara anaerob dengan Saccharomyces cerevisiae kemudian dilanjutkan secara aerob dengan Acetobacter aceti.Konsentrasi A.aceti yang digunakan adalah 0%, 1%, 5%, 10%, dan 15% dengan lama fermentasi 0 jam, 48 jam,96 jam, 144 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik penambahan konsentrasi A.aceti, lama fermentasimaupun kombinasi dari keduanya mempunyai pengaruh berbeda nyata terhadap total asam cairan hasilfermentasi. Kata kunci: cuka buah, fermentasi Acetobacter aceti, pepaya burung.
Analisis Proksimat Berbagai Jenis Kacang-kacangan yang Tumbuh di Pulau Timor-NTT Dhanang Puspita; Sarlina Palimbong; Nathania Liantari Pratamaningtyas; Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho
Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan" 2017: PROSIDING SNTKK
Publisher : Seminar Nasional Teknik Kimia Kejuangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Almost throughout Indonesia, bean/legume plants can grow well. In the province of East Nusa Tenggara,Timor island there are many local beans that grow wild or cultivated. Local beans in the island of Timor,mostly processed into jagung bose (traditional meal made from corn) . Not much variety of food types basedon local beans. This study aims to identify the nutritional value of local beans in the island of Timor. Themethod used is by measuring the content of proteins, carbohydrates and fats. From the analysis of theresults obtained, the beans with the highest protein are arbila merah (18.55%), the highest carbohydratesare arbila biji besar (76.16%), and the highest fat are arbila biji loreng (1.85%). The results of this analyzecould be a recommendation in the processing of beans-based food to increase the added value andcommunity nutrition.
KARAKTERISTIK FUNGSIONAL DAN UJI SENSORI COOKIES YANG MENGGUNAKAN TAMBAHAN TEPUNG BEKATUL (RICE BRAN) Monika Rahardjo; Sarlina Palimbong; Silvia Mutiara Istimur
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 9 2018
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.041 KB)

Abstract

Cookies merupakan biskuit yang dibuat dari adonan lunak, berkadar lemak tinggi, relatif renyah bila dipatahkan, penampang potongnya bertekstur padat, dan biasanya terbuat dari tepung gandum. Penggunaan gandum di Indonesia saat ini menduduki peringkat dua importir gandum terbesar di dunia. Bekatul merupakan limbah dalam proses penggilingan gabah dan penyosohan beras yang mengandung serat pangan yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan cookies. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi ukuran partikel tepung gandum dan bekatul yang paling disukai dan penambahan tepung bekatul terbaik pada cookies, serta mengetahui karakteristik fungsional cookies. Metode yang digunakan adalah uji Hedonik untuk mengetahui tingkat penerimaan produk dan kemudian dilakukan uji kadar serat kasar dengan metode Gravimetri. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap 2 faktorial yaitu; faktor 1 : perbedaan ukuran partikel tepung yaitu 30 mesh (P1), 45 mesh (P2), 60 mesh (P3) dan faktor 2 : penambahan tepung bekatul yaitu 0 g tepung bekatul (F0), 50g tepung bekatul (F1), 100g tepung bekatul (F2) dengan 3 kali ulangan. Hasil uji sensori dari 50 panelis, 56% diantaranya memilih sampel P3F1 yaitu ukuran partikel tepung 60 mesh dan penambahan 50g tepung bekatul dengan rata-rata tingkat penerimaan 4,25 dari skala 5. Hasil analisis proksimat menunjukkan bahwa sampel P3F1 mengandung rataan kadar serat kasar sebesar 17,31% per 2g sampai. Jika sebesar 200g cookies dikonsumsi maka dapat memenuhi kebutuhan serat harian tubuh manusia. Kata kunci : cookies, serat kasar, tepung bekatul, uji sensori
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN INOVASI OLAHAN UMBI SINGKONG (Manihot. spp) BAGI PELAKU UMKM SEKTOR USAHA KAKI LIMA DI SALATIGA Sarlina Palimbong; Brigitte Sarah Renyoet; Markus Hulu; Galih Arian Nugraha; Maria Kristina Anggraeni
Jurnal Abditani Vol. 2 No. 2 (2019): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.145 KB) | DOI: 10.31970/abditani.v2i0.31

Abstract

Kegiatan pelatihan dan pendampingan inovasi olahan umbi singkong bagi pelaku UMKM sektor kaki lima telah di lakukan di Salatiga pada bulan April 2019. Kegiatan ini rutin dilakukan sebagai bentuk kerjasama Pemerintah Kota Salatiga yaitu Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dengan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada para peserta terpilih mengenai potensi singkong secara umum dan memberikan keterampilan tambahan untuk membuat olahan makanan yang bersumber dari bahan pangan yang mudah ditemui di Salatiga seperti singkong sehingga dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas produk yang dihasilkan. Metode kegiatan dilakukan dalam dua tahap: tahap pertama sesi penyuluhan tentang inovasi olahan umbi singkong, dan tahap kedua adalah pelatihan pembuatan menu olahan umbi singkong yang inovatif. Respon peserta sangat antusias karena banyak mendapat pengetahuan dan pengalaman baru selama kegiatan ini berlangsung, sebagian besar menyatakan mendapatkan ide baru untuk inovasi produk dagangannya dan meminta agar diadakan lagi kegiatan semacam ini serta ada pendampingan langsung dari pemateri di kelas terutama kelas inovasi pangan.
Status gizi, kadar hemoglobin, ureum, dan kreatinin pasien konseling gizi hemodialisa Kristiawan P. A. Nugroho; Sarlina Palimbong; Fransiska M. Santoso Putri; Puji Astuti; Ike Listiyowati
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 5, NOMOR 1, 2017
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.953 KB) | DOI: 10.21927/ijnd.2017.5(1).31-43

Abstract

ABSTRACTBackground : Patients who are undergoing hemodialysis therapy must know which foods that may be consumed including foods containing animal protein, low potassium, and low salt. The role of nutritionists is needed to provide nutritional counseling related to dietary adjustment. Studies that have been conducted by previous researchers are about diet from hemodialysis patients and the various factors that affect dietary compliance of patients, but no one has been studying the relation related to nutritional status, hemoglobin, ureum, and creatinine levels before and after doing a counseling that also has a relationship with diet and dietary compliance for hemodialysis patients.Objectives : To analyze the relationship of nutritional status, hemoglobin, ureum, and creatinine levels of hemodialysis patients before and after doing nutritional counseling in RSUD Ungaran. Methods : The study used a descriptive quantitaive method with one group pretest posttest design with cross sectional approach. The research was conducted in Hemodialysis Unit of RSUD Ungaran with a total sampling of 30 hemodialysis patient. Primary data were obtained from respondent’s data entry and FFQ, observation, and interviews. Secondary data were obtained from respondent’s medical records include the level of hemoglobin, urea, and cretinine. Data were analyzed using SPSS programme with Paired t Test. Results : The results of SPSS analysis showed that probability value from urea men 0,016 < 0,05 and urea women – hemoglobin men and women – creatinin men and women overall 0,000 < 0,05, which means that the average levels of those components before and after doing a nutritional counseling is different.Conclusions : A nutritional counseling indicate any change in the nutritional status of the entire hemodialysis patients, based on hemoglobin levels increased, while urea and creatinine levels decreased; but all those components are not in the normal category. Levels of hemoglobin, urea, and creatinine is changed within a period of one month after the implementation of individual nutritional counseling. It indicates that nutritional counseling efforts were given has a positive benefit for the patients to gain knowledge about dietary adjustments and implement the recommended diet in order to optimize the work of renal function excessively.KEYWORDS : nutritional status, hemodialysis, eating behavior, nutritional counseling
Pengaruh lama perebusan terhadap daya hambat radikal bebas, viskositas dan sensori sirup secang (Caesalpinia sappan L.) Sarlina Palimbong; Gelora Mangalik; Alifia Lila Mikasari

Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/tp.v11i1.1786

Abstract

Sappanwood (Caesalpinia sappan L.) is a plant that can be used as a traditional medicine to treat tuberculosis, diarrhea, dysentery, skin infections, anemia, and several other diseases. Sappanwood containing brazilin as the main compound which has antioxidant properties. The main compound of sappanwood can be presented in the form of products such as syrup. The syrup is practical and makes it easy for consumers to get the functional properties of brazilin. The process of making syrup used boiling method. The purpose of this study was to see the effect of boiling time on the inhibition of free radicals, viscosity and sensory sappanwood syrup. Sappanwood extraction with maceration method using water. The making of sappadwood syrup used additional material cinnamon, lemongrass, ginger, and clove boiled with water and sugar until it thickens. Syrup boiling time is 60, 90, and 120 minutes at a temperature of 60-70°C with three replications. Then the syrup is tested for inhibition using the DPPH method, viscosity, and sensory. Data analysis techniques using Microsoft Excel software. The results showed that boiling time resulted in a decrease in inhibition of free radicals, where the initial inhibition was 56,644% to 28,803%, 22,776% and 29,593%. The viscosity of the sappanwood syrup increases with the length of boiling time. Based on sensory tests, the level of panelist preference is influenced by the length of boiling. Panelists prefer syrup that is boiled for 90 minutes for the parameters of taste, color, and thickness while for the scent panelists like syrup that was boiled for 120 minutes.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Kadirejo dalam Meningkatkan Nilai Tambah Porang Sarlina Palimbong; Karina Bianca Lewerissa
Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1199.171 KB)

Abstract

Porang is a tuber plant that is widely planted in Kadirejo Village, Pabelan, Semarang Regency. Its abundant harvest can make porang prices fall and harm farmers. To increase the added value of porang, the Women Farmers Group (KWT) received training and education on how to process porang so it doesn't cause itching and irritation in the mouth, process it into porang flour so that its shelf life is longer, and process it to make some derivative products from porang flour. Products made from porang flour were pancakes, nuggets and meatballs. The KWT were satisfied with this activity. They received additional useful new knowledge.
PEMANFAATAN SERAT JERUK SIAM PONTIANAK (Citrus nobilis var. microcarpa) DALAM PENINGKATAN TEKSTUR DAN SENSORI ES KRIM Rahardjo, Monica; Palimbong, Sarlina; Wattimena, Marcklie Crist
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 5 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.523 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v7i5.28417

Abstract

ABSTRACT Ice cream is a popular food in the world for everyone and is usually served as a dessert. The use of fiber and orange peel flour in this study aimed to determine their effect on the texture and sensory increase of the ice cream. The treatment in this study was the concentration of orange peel flour which consisted of 4 levels, namely 0% (control), 2%, 4%, and 6%. The test used proximate, physical, and organoleptic tests. Data analysis used One-Way ANOVA and continued with Duncan's test and Tukey's test to find out the real difference between treatments with a 95% confidence interval. The results show that the use of fiber and flour of Pontianak siam orange peel had a role in improving the texture and sensory of ice cream based on several quality factors and consumer acceptance of ice cream products in accordance with SNI 01-3713-1995 as a reference. Keywords: ice cream, orange fiber, orange peel flour. ABSTRAK Es krim merupakan salah satu jenis makanan yang sangat populer di dunia dan sangat digemari oleh semua kalangan serta biasanya dihidangkan sebagai dessert. Penggunaan serat dan tepung kulit jeruk bertujuan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap peningkatan tekstur dan sensori pada es krim dengan konsentrasi tepung kulit jeruk yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu 0% (kontrol), 2%, 4%, dan 6%. Pengujian menggunakan uji proksimat, uji fisik, dan uji organoleptik. Analisis data menggunakan ANOVA One Way dan dilanjutkan uji Duncan serta uji Tukey untuk mengetahui beda nyata antar perlakuan dengan selang kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan, penggunaan serat dan tepung kulit jeruk siam Pontianak memiliki peranan dalam peningkatan tekstur dan sensori es krim berdasarkan beberapa faktor kualitas dan penerimaan konsumen terhadap produk es krim sesuai dengan SNI 01-3713- 1995 sebagai acuannya. Kata kunci: es krim, serat jeruk, tepung kulit jeruk.
Pengaruh Penambahan Tepung Porang (Amorphophallus oncophyllus) Terhadap Sifat Fisikokimia Selai Pepaya (Carica papaya L.) Lewerissa, Karina Bianca; Palimbong, Sarlina; Lestari, Desita Natalia
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 6 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.93 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v7i6.29093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung porang terhadap karakteristik sensori selai pepaya California, dan fisikokimia yang meliputi viskositas, tekstur, dan kadar air. Penelitian ini menggunakan lima perlakuan yaitu F1 (200g pure buah pepaya), F2 (0,5g tepung porang : 200g pure buah pepaya), F3 (0,75g tepung porang : 200g pure buah pepaya), F4 (1g tepung porang : 200g pure buah pepaya) , F5 (1,25g tepung porang : 200g pure buah pepaya). Hasil penelitian dari semua perlakuan pada uji tekstur, uji viskositas dan uji kadar air menunjukan perbedaan yang signifikan (P > 0,05). Perlakuan terbaik pada uji organoleptik (tekstur dan keseluruhan) terdapat pada perlakuan F3. Pada perlakuan F3 pula diperoleh nilai viskositas 336,67±5,774 Pa.s dan tekstur 69,67±1,87 gf. Berdasarkan uji kadar air pada semua perlakuan belum memenuhi SNI sebesar 35%, dimana pada penelitian ini diperoleh 41,98% - 53,09%, sedangkan hasil dari uji kadar gula pada selai sudah memenuhi standar SNI yaitu dengan minimal 55%, dimana pada penelitian ini diperoleh 55,33% - 55,43%. Hasil dari uji pH pada selai 4,69 – 4,72 dengan pH tertinggi pada perlakuan F3 yaitu 4,72.
Pelatihan Pembuatan Variasi Olahan Tepung Gandum Utuh (Whole Wheat Flour) untuk Mendukung Calon Desa Agrowisata Dina Banjarnahor; Damara Dinda Nirmalasari Zebua; Sarlina Palimbong; Liska Simamora; Wamilia Yulianingsih; Kurniawan Andrianto; Thesalonika Elberta Harefa; Wiwi Sepriani
Madaniya Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.417

Abstract

Desa Sumberejo di Kabupaten Magelang dan Desa Cukilan d i Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah bercita-cita menjadi desa agrowisata. Penguatan UMKM desa menjadi pilar penting untuk menopang agrowisata. Salah satu yang berpotensi menjadi andalan UMKM adalah olahan pangan komoditas lokal. Salah satu bahan baku yang dapat dikombinasikan dengan bahan lokal untuk menciptakan variasi produk adalah tepung gandum utuh (whole wheat flour) lokal. Peneliti Pusat Studi Gandum Tropika UKSW melatih para calon pengusaha UMKM membuat variasi olahan pangan kombinasi komoditas lokal dan tepung gandum utuh lokal. Pelatihan di Desa Cukilan dilaksanakan tanggal 15 Oktober 2022 di Balai Desa dan diikuti oleh 19 peserta. Pelatihan di Desa Sumberejo dilakukan tanggal 19 November 2022 di Balai Desa dan diikuti oleh 21 peserta. Olahan yang dibuat adalah nugget sayur, bolen pisang, dan kue ketawa. Peserta sangat antusias dan menunjukkan minat yang tinggi untuk berlatih. Mereka mendekat ke narasumber, mengajukan pertanyaan tentang bahan dan manfaatnya, serta berlomba mencicipi hasil olahan. Terdapat respon positif dari peserta maupun perangkat desa sehingga mereka ingin pelatihan dilakukan lagi dengan metode praktik langsung. Oleh karena itu, kegiatan ini akan dilaksanakan kembali supaya para calon pengusaha UMKM menjadi lebih terampil dan kompeten.