Articles
Pendidikan Karakter Berbasis Nilai
Lian G. Otaya
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 1 (2014): Kepribadian Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2014.8.1.571
Internalization of values-based character education on student himself can be done through an objective and transparent assessment system. This will be useful to foster honesty, discipline, and responsibility of students. Objective assessmentwas actually born of conscience. The real truth in it as something that is produced by conscience is something that is pure and candid. Transparent assessment of the implementation of the assessment should be known, from the aspect of the valuesobtained, the basic decision-making, processing until the final result indicated value, and acceptable. With such a rating system that would give birth to a student who has a character to help form a strong mental. Strong mental is precondition to be qualified competitive human.AbstrakInternalisasi pendidikan karakter berbasis nilai pada diri mahasiswa dapat dilakukan melalui sistem penilaian yang objektif dan transparan. Hal ini akan berguna untuk memupuk kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab pada diri mahasis-wa. Penilaian yang objektif itu sebetulnya terlahir dari hati nurani. Kebenaran sejati ada di dalamnya karena sesuatu yang dihasilkan oleh hati nurani merupakan sesuatu yang murni dan apa adanya. Penilaian yang transparan harus diketahuipelaksanaan penilaiannya, dari aspek nilai yang didapat, dasar pengambilan keputusan, pengolahan nilai sampai hasil akhirnya tertera, dan dapat diterima. Dengan sistem penilaian yang demikian akan melahirkan mahasiswa yang memiliki karakter dalam membantu pembentukan mental yang kuat. Mental yang kuat merupakan prasyarat untuk menjadi manusia yang berkualitas dan kompetitif.
Estimating the Students’ Skill in Reciting and Writing Alqur’an at Faculty of Tarbiyah and Teacher Training IAIN Sultan Amai Gorontalo
Lian G. Otaya;
Herson Anwar;
Rahmin Talib Husain
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13, No 1 (2019): Islamic Education and Liberation
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2019.1.1.3590
The purpose of this study was to estimate the instrument of reading and writing capability of the Qur’an in the practicum program students of the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training IAIN Sultan Amai Gorontalo. This type of research is quantitative with an analysis approach to the generalization theory variance through the G-Study concept with a multifacet design p x r x I three facet variations. The results of the study prove the instrument of reading and reading ability of the Koran was tested, namely the estimated coefficient of reliability of the combined scores of the reading and writing assessment of the Koran from 20 students who were rated by 4 rater of 10 items which were judged by the magnitude of generalizability coefficient value of 0.82749 . The magnitude of this value indicates that the true score of the assessment results is quite high compared to the minimum reliability criteria, which is 0.70 fulfilling the reliable criteria. AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengestimasi instrument kemampuan baca tulis alqur’an pada program praktikum baca tulis Alqur’an mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo. Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan analisis varians teori generalisibilitas melalui konsep G-Study dengan desain multifacet p x r x I tiga variasi facet. Hasil penelitian membuktikan instrumen penilaian kemampuan baca tulis al-Qur’an teruji, yakni estimasi koefisien reliabilitas skor gabungan penilaian kemampuan baca tulis Alqur’an dari 20 mahasiswa yang dinilai oleh 4 rater terhadap 10 item yang dinilai diperoleh besarnya nilai koefisien generalizabilitas sebesar 0,82749. Besaran nilai tersebut menunjukkan bahwa true score hasil penilaian cukup tinggi dibandingkan kriteria reliabilitas minimal yaitu 0,70 memenuhi kriteria reliabel.
INDONESIAN STANDARDIZED EXAMINATION IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION
Lian G. Otaya
Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 2 (2014): JURNAL PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : The Faculty of Tarbiyah and Teacher Training associated with PSPII
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/jpi.v1i2.673
This study aimed to determine the quality of Indonesian nationally standardized examination instrument (Soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional/SUSBN) in Islamic religious education subjects (Pendidikan Agama Islam/PAI), on 2011/2012 academic year, in high school of Gorontalo City, Celebes, Indonesia. It was assessed from the aspect of qualitative analysis and quantitative analysis based on classical-modern test theory and iteman program. This is an ex post facto research. Data were collected by document analysis technique and used 215 sample from 1321 population of learners. The result shows that items of the question has a good validity level; the distribution of cognitive domain comprehenship enough; it reliability was stable; level of difficulty was categorized as fair; criteria different power are well accepted; effectiveness of detractors items are effective. However, on several points need revised in order to in line with the Regulation of the Minister of Religious Affairs and National Education Standards Agency.
The Evaluation of Islamic Education Teachers’ Performance
Siti Asiah Tjabolo;
Lian Gafar Otaya
Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : The Faculty of Tarbiyah and Teacher Training associated with PSPII
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/jpi.v5i1.3627
Teachers’ performance is one of crucial topics in education and become a global problem in improving the quality of education in many countries, including the performance of Islamic Education teachers. Therefore, this research aims to evaluate Islamic Education teachers’ performance at SMA (Sekolah Menengah Atas/Senior High School) in Gorontalo Province. The method used in this research consisted of an evaluation research with countenance stake model. The samples were 66 Islamic Education teachers taken by purposive sampling technique. Data were obtained through observation, interview, and document study. The finding of this research shows that the Islamic Education teachers’ performance in learning planning is good. Teachers are able to design a good learning process, although the ability in selecting methods and strategies, selecting media and learning source and composing the assessment component in evaluating the learning should be improved. Because those three components are still in enough category. The performance of teachers in the implementation of learning is in good category, despite there are still some measured components that should be improved such as by doing elaboration activity, doing assessment process and furthermore program. Therefore, explicitly shows that Islamic Education teachers in Gorontalo Province performance should be evaluated. It aims to the professional development and the carrier improvement as a teacher.
Pengendalian Pendidikan dalam Konteks Al-Quran & Hadist
Riny Kusuma Dewi;
Kasim Yahiji;
Lian G Otaya
Jurnal Al Himayah Vol. 4 No. 2 (2020): Al Himayah
Publisher : Jurnal Al Himayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian yang dilakukan termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan metode dokumentasi. Untuk sumber data penulis peroleh dari kepustakaan dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik finding. Adapun model analisis data yang dilakukan penulis adalah bersifat deduktif dan induktif. Tujuan diadakannya penelitian adalah untuk mendeskripsikan bagaimana kepala sekolah selaku pimpinan dalam melakukan controlling atau pengendalian pendidikan, sehingga proses kegiatan dalam manajemen sekolah tetap terus berjalan secara optimal. Fungsi dan tujuan dari pengendalian pendidikan adalah sebagai usaha pemeriksaan atas jalannya planning dalam sebuah lembaga pendidikan untuk menyingkirkan hasil yang lebih buruk. Dalam hal ini, Al-Quran memberikan peringatan keras agar hal yang dapat merugikan lembaga ataupun stakeholder tidak terjadi. Tuntutan Al-Quran lebih dahulu pada intropeksi, evaluasi diri pribadi sebagai seorang pemimpin apakah sudah sejalan dengan pola dan tingkah berdasarkan perencanaan dan program yang telah dirumuskan semula. Seyogyanya menunjukkan sikap yang bersahabat dalam menjalankan tugas, selanjutnya mengadakan pengecekan atau memeriksa kerja anggotanya.
Pengorganisasian Pendidikaan Dalam Perspektif Al-Qur’an Dan Hadis
Arianti Arianti Palima;
Herson Anwar;
Lian G Otaya
Jurnal Al Himayah Vol. 4 No. 2 (2020): Al Himayah
Publisher : Jurnal Al Himayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel ini membahas tentang perspektif al-Qur’an dan Hadis tentang pengorganisasian. Sebagai bagian dari manajemen, pengorganisasian merupakan rangkaian proses yang dinamis dan kontekstual serta komponen utama dari manajemen dengan tujuan untuk menata seluruh sumber daya yang dibutuhkan termasuk unsur manusia, sehingga sebuah pekerjaan dapat berlangsung secara sistimatis, terukur dan mencapai target. Dalam pengorganisasian, dibutuhkan kepemimpinan yang mampu menghubungkan berbagai potesi dalam organisasi agar berfungsi efektif. Dalam implementasinya, pihak-pihak dalam organisasi harus membangun hubungan yang terpola dan terkendali, serta perlu adanya penegasan atau penetapan kewenangan masing-masing pihak dalam organisasi. Perspektif pengroganisasian dalam al-Qur’an dapat dijumpai pada beberapa ayat, diantaranya Qur’an Surat as-Sajadah ayat 4-5. Dalam ayat ini terdapat penegasan tentang ”pengaturan” (yudabbiru) Allah atas segala urusan di Langit maupun di Bumi. Pada ayat lain, sebagaimana terdapat pada Qur’an Surat as-Shaf ayat 4 terdapat kata shaff yang diterjemahkan dengan barisan yang teratur dan kata ”bunyanun marshushun” (banguna yang tersusun kokoh). Pentingnya keteraturan juga ditegaskan dalam Qur’an Surat al-Anfal Ayat 46 dimana Allah menegaskan pentingnya ketaatan kepada kepada-Nya dan rasul-Nya menjadi syarat tumbuhnya kekuatan umat. Dalam perspektif Hadis Nabi Muhammad saw, ditemukan beberapa penegasan yang menunjukkan pada pentingnya pembagian kerja kepada bawahan yang berkompeten agar tujuan dapat dicapai, serta anjuran untuk mengerjakan sesuatu secara baik dan benar agar hasilnya maksimal.
Manajemen Konflik Dalam Perspektif Al-Qur’an Dan Hadis
Maryam Kasim;
Herson Anwar;
Lian G Otaya
Jurnal Al Himayah Vol. 3 No. 2 (2019): Al Himayah
Publisher : Jurnal Al Himayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Konflik merupakan salah satu karakteristik yang terdapat dalam kehidupan manusia yang takkan pernah hilang dari muka bumi. Untuk itu hal penting dalam menangani konflik yakni bagaimana sistem manajemen konflik yang harus diterapkan, salah satunya di bidang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji terkait dengan manajemen konflik dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadis. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif yang menggunakan metode deskriptif analisis. Teknik pengambilan data pada penelitian ini dengan menggunakan sebuah studi Pustaka (Library Research) yang berasal dari buku dan artikel tentang manajemen konflik dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadis. Hasil penelitian diperoleh bahwa manajemen konflik merupakan suatu cara yang dapat digunakan oleh individu atau kelompok untuk mengantisipasi pertentangan maupun perselisihan antara diri seseorang dengan orang lain yang terjadi di dalam kehidupan. Sumber konflik dapat diperoleh dari dua factor yakni factor manusia dan factor organisasi.Jenis-jenis konflik dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadis terdiri dari Konflik intrapersonal, Konflik interpersonal, Konflik intragrup, Konflik intergrup, Konflik intraorganisasi, Konflik interorganisasi. Strategi manajemen konflik dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadis terdiri dari Negosiasi atau perundingan, Tabayun, Musyawarah, Tahkim dan Islah.
Manajemen Akal Dan Orientasi Studi Al-Quran Dan Al-Hadits
Rosalinda Gonibala;
Herson Anwar;
Lian G Otaya
Jurnal Al Himayah Vol. 3 No. 2 (2019): Al Himayah
Publisher : Jurnal Al Himayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsiakn konsep manajemen akal dalam testudi Al-quran dan Al-hadits penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka dengan menggunakan tafsir tematik terhadap ayat-ayat Al-Quran dan Al-Hadits dalam hasil penelitian ini menemukan bahwa majemen akal merupakan salah satu konsep yang harus diatur didalam Alquran dan Al-Hadits Dalam ajaran islam, akal memperoleh kehormatan yang tinggi. Banyak ayat-ayat dalm Al-Quran maupun hadits-hadits yang mengarahkan manusia untuk menggunakan akalnya agar berpikir dengan baik dalam memahami ajaran agama maupun ilmu pengetahuan. Akal dalam pengertian Islam, bukanlah otak, melainkan daya berpikir yang ada dalam jiwa manusia, daya yang digambarkan dalam Al Quran yaitu untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dengan memerhatikan alam sekitar.
Pengawasan Pendidikan Mengacu Terhadap Al-Qur’an Dan Hadits
Trilusi Podomi;
Said Subhan Posangi;
Lian G Otaya
Jurnal Al Himayah Vol. 3 No. 2 (2019): Al Himayah
Publisher : Jurnal Al Himayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep pengawasan pendidikan dalam Al-Quran dan Hadist. penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka dengan menggunakan metode kajian tafsir tematik terhadap ayat-ayat Al-Quran dan Hadist. Hasil penelitian menemukan bahwa manajemen pendidikan merupakan suatu proses dalam mengoptimalkan, menyelaraskan, memberdayakan dan meningkatkan semua sumber-sumber yang terdapat dalam pendidikan agar dapat dikelola secara produktif, efektif, efisien, sehingga bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan. fungsi manajemen pendidikan salah satunya adalah Pengawasan pendidikan, yang berupaya agar visi, misi, tujuan dan rencana yang sudah ditetapkan dapat berjalan dengan baik. Pelaksanaan pengawasan harus memperhatikan persyaratan atau prinsip pengawasan untuk memperkuat posisinya sesuai fungsi yang diharapkan. Pengawasan pendidikan dalam Al-Quran dan hadist juga memiliki tujuan yaitu fokus pada dasar tujuan yang hendak dicapai terhadap guru di sekolah seperti upaya meningkatkan kepribadian guru, meningkatkan profesinya, kemampuan berkomunikasi, bergaul, baik dengan warga sekolah maupun masyarakat, dan upaya membantu meningkatkan kesejahteraan serta ketaqwaan mereka.
Estimating the ability of pre-service and in-service Teacher Profession Education (TPE) participants using Item Response Theory
Lian Gafar Otaya;
Badrun Kartowagiran;
Heri Retnawati;
Siti Salina Mustakim
REID (Research and Evaluation in Education) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta & HEPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/reid.v6i2.36043
This research generally aimed to describe the characteristic of the ability of Pre-service and In-service TPE participants using the Item Response Theory, IRT. The research subject comprised 516 participants divided into 239 participants of the Pre-service TPE program and 277 participants of the In-service TPE program using the purposive sampling technique. Data were collected through the technique of observation and documentation. In estimating the item parameter and ability parameter, the IRT model polytomous was implemented, which was furthermore described. This finding shows that the assessor could directly recognize the position of the ability of students in the TPE program based on the item characteristic and the ability between the highest and the lowest grade in the ability scale, so this finding did not only support the implementation of TPE program in Indonesia, but also its applicability was expected to revise the assessment of teachers’ performance, the supervision of teachers, field teaching practice, and the assessment in the other teaching fields, so it could be used as an evaluation in revising the assessment model.