Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Studi Kasus Efektivitas Penggunaan Cairan Pembersih Luka Polyhexamethylene Biguanide Dengan Nano Silvosept Spray Dalam Mengurangi Biofilm Pada Ulkus Kaki Diabetik Aisyah Nurlany; Chrisyen Damanik; Hamka Hamka
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 2 No 1 (2021): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.44 KB) | DOI: 10.35728/jkw.v2i1.492

Abstract

Latar belakang: Ulkus kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi kronik dari diabetes yang sering ditemui. Kehadiran biofilm bakteri dianggap sebagai penghalang bagi perkembangan alami luka menuju penyembuhan dan memfasilitasi bioburden transisi dari kolonisasi sederhana ke kolonisasi kritis dan infeksi. Tujuan: Diketahuinya efektivitas penggunaan cairan pembersih luka polyhexamethylene biguanide dengan nano silvosept spray terhadap kemampuan mengurangi biofilm pada ulkus kaki diabetik. Metode: Kualitatif dengan pendekatan studi kasus, menggunakan teknik sampling, dengan jumlah partisipan 2. Pengukuran observasi dengan menggunakan Leg Ulcer Measurement Tool, dokumentasi dari rekaman arsip, dan triangulasi berupa wawancara dengan terapis yang mengetahui perkembangan luka dari awal hingga penelitian dilaksanakan. Hasil: Didapatkan keefektivan tindakan proses pencucian luka kaki diabetik dengan biofilm menggunakan pengkajian leg ulcers measurement tools pada setiap kasus terdapat penurunan skor baik dengan cairan pembersih luka polyhexamethylene biguanide maupun pembersih luka nano silvosept spray. Penurunan pada setiap skor terjadi baik secara keseluruhan maupun yang berfokus terhadap kondisi biofilm yang salah satunya ditandai dengan penurunan eksudat pada luka. Kedua cairan ini cukup baik untuk membersihkan luka dalam mengurangi biofilm yang mengganggu dalam proses penyembuhan luka. Kesimpulan: Keduanya efektif digunakan dalam perawatan luka kaki diabetik dengan biofilm baik polyhexamethylene biguanide maupun nano silvosept spray karena mempunyai cara tersendiri dalam menghilangkan bakteri selama proses pencucian luka.
Perbedaan Respon Stres Antara Pasien Stemi Dengan Nonstemi Selama Masa Perawatan Dirumah Sakit Tati Lasmarito Rajagukguk; Chrisyen Damanik; Rusdi Rusdi
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 2 No 2 (2021): Volume 2, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v2i2.536

Abstract

Latar Belakang: : Sindrom Koroner Akut merupakan penyebab utama terjadinya kematian mendadak pada seseorang, stres psikologis yang dihasilkan mempengaruhi kesehatan jantung dan pemulihan. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan respon stres antara pasien Stemi dengan Non stemi Selama Masa Perawatan di Rumah Sakit. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan pendekatan crossectional, dengan desain studi komparatif dilaksanakan diruang intensif di salah satu rumah sakit Kecamatan Tenggarong , Melibatkan 24 pasien dengan teknik Non Probability Sampling dengan jenis purposive sampling yang telah memenuhi kriteria inklusi, pengumpulan data menggunakan kuesioner PSS ( Perceived stress scale ) dengan uji hipotesis Independent T Test Hasil: Skor respon stres pada pasien stemi berada pada mean 28,42 dengan standar deviasi 3.34 dan nonstemi pada mean 25,08 dengan standar deviasi 1.37, dengan beda mean 3.33 sehingga pasien dalam kategori stres. Kesimpulan: Terdapat Perbedaan Respon Stres Antara Pasien Stemi dengan Nonstemi Selama Masa Perawatan di Rumah SakitRekomendasi: Diharapakan dapat digunakan sebagai acuan dalam studi eksperimen untuk meneliti bagaimana cara mengurangi respon stres berat pada pasien stemi dengan nonstemi selama masa perawatan dirumah sakit.
Pengukuran Respon Kelelahan Menggunakan FACIT Score Pada Pasien Jantung Yang Mendapatkan Perawatan Di Ruang Intensif Nur Sri Wahyuni; Chrisyen Damanik; Sholichin .
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 1 No 1 (2020): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.675 KB) | DOI: 10.35728/jkw.v1i1.406

Abstract

Latar belakang: Terganggunya fungsi jantung menyebabkan nutrisi dan oksigen yang dipompa ke sel di seluruh tubuh menjadi berkurang. Akibatnya, produksi energi berkurang dan menimbulkan respon kelelahan secara subyektif berupa rasa tidak berdaya baik fisik maupun psikologis pada pasien jantung. Tujuan: Mengetahui hasil pengukuran respon kelelahan menggunakan FACIT score pada pasien jantung yang mendapatkan perawatan di ruang intensif. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan studi deskriptif dan pendekatan cross sectional, dilaksanakan di ruang intensif di salah satu rumah sakit Kecamatan Tenggarong, yang melibatkan 12 pasien dengan teknik total sampling yang telah memenuhi kriteria inklusi yaitu pasien jantung yang mendapatkan perawatan intensif, dengan penyakit penyerta, menggunakan nasal kanul dan simple mask, dan berusia ≥ 15 tahun. Pengumpulan data menggunakan kuesioner FACIT Score yang telah tervalidasi, dan analisis data dengan statistik deskriptif. Hasil: Skor kelelahan pada pasien berada pada median 21,00 dengan rentang skor 0-30. Sebagian besar pasien berada dalam kategori lelah. Kesimpulan: Sebagian besar pasien jantung yang mendapatkan perawatan di ruang intensif berada dalam rentang lelah. Rekomendasi: Diharapkan dapat digunakan sebagai acuan penelitian lebih lanjut terkait faktor-faktor yang mempengaruhi kelelahan pada pasien jantung, maupun dalam penelitian eksperimen mengenai manajemen kelelahan pada pasien jantung. Kata kunci: kelelahan, pasien jantung, FACIT score
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA MELALUI KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN MENGENAI BAHAYA PENGGUNAAN NARKOBA DI KALANGAN REMAJA Chrisyen Damanik
Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Abdimas Medika
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.076 KB)

Abstract

Penggunaan narkoba cenderung mengalami peningkatan baik di Indonesia maupun dunia. Penyalahgunaan narkoba di Indonesia paling banyak digunakan pada kelompok pelajar dan mahasiswa. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi, salah satu adalah pengetahuan. Berbagai upaya untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba adalah peran perawat sebagai pendidik. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan remaja tentang bahaya narkoba, sehingga menghindari penggunaannya. Metode: Pendekatan pelaksanaan PkM ini adalah survey cross sectional, yang melibatkan 32 peserta, berlangsung pada bulan Februari 2020. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diukur baik sebelum dan setelah dilakukan penyeluhan kesehatan. Hasil: Terdapat Peningkatan Pengetahuan sebeum dan setelah dilakukan penyuluhan Kesehatan, dan selama penyuluhan dilaksanaka peserta kooperartif dan aktif bertanya. Rekomendasi: kegiatan Pengabdian masyarakat dapat dilakukan lebih lanjut dan perlu kerjasama lintas program
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN KONSELING INFORMASI EDUKASI MENGENAI MENGENAL FAKTOR RESIKO DAN DETEKSI DINI PENYAKIT JANTUNG KORONER Chrisyen Damanik
Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Abdimas Medika
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.157 KB)

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu dari jenis penyakit di jantung yang paling sering terjadi. Di Indonesia 7 juta kematian terjadi setiap tahunnya. Hal yang tidak bisa dihindarii pada pasien yang mengalami penyakit jantung korener adalah kekambuhan penyakit. Kekambuhan pada penyakit akan memberikan dampak pada kejadian rawat inap berulang, morbiditas, dan peningkatan resiko kematian. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakat diharapkan mampu mengenal faktor resiko dan segera melakukan deteksi dini penyakit agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih buruk. Metode: 22 peserta terlibat dalam kegiatan ini, yang berlang pada bulan Desember 2018 sampai dengan Januari 2019 masyarakat diberikan kesempatan melakukan pemeriksaan kesehatan, mendapatkan materi penyuluhan serta konseling. Hasil: masyarakat kooperatif dan partisipatif selama kegiatan, terdapat umpan balik positif baik selama pemeriksaan kesehatan maupun penyuluhan, masyarakat terlibat dalam memberikan pertanayaan, dan terdapat 4 pertanyaan dan jawaban yang diberikan panelis memberikan kepuasan pada masyarakat. Rekomendasi: kegiatan Pengabdian masyarakat dapat dilakukan lebih lanjut dan perlu kerjasama lintas program
HUBUNGAN ANTARA PELAKSANAAN SLEEP HYGIENE DENGAN KUALITAS TIDUR PADA KARYAWAN DI LINGKUNGAN ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA Chrisyen Damanik; zukri fauza; Arisandi Achmad
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 3 No 1 (2022): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v3i1.507

Abstract

Latar Belakang: Beban kerja yang dihadapi kebanyakan karyawan yang bekerja dilingkungan pendidikan membuat karyawan mengalami gangguan tidur. Salah satu penyebab gangguan tidur karyawan adalah stres. Selain itu, gangguan tidur pada karyawan yang bekerja dilingkungan pendidikan juga dipengaruhi oleh buruknya sleep hygiene. Sleep hygiene yang buruk dapat berkontribusi terhadap terjadinya gangguan tidur. Tujuan: teranalisis hubungan antara pelaksanaan sleep hygiene dengan kualitas tidur pada karyawan di lingkungan ITKES Wiyata Husada Samarinda. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional, pada bulan juni-juli 2020 dengan jumlah sampel sebanyak 48 responden karyawan ITKES Wiyata Husada Samarinda dengan menggunakan total sampling. Hasil: Terdapat skor rata-rata sleep hygiene karyawan sebesar 27,92 dan skor rata-rata kualitas tidur 9,72. Terdapat hubungan secara signifikan antara sleep hygiene dengan kualitas tidur pada karyawan di lingkungan ITKES Wiyata Husada Samarinda dengan nilai signifikansi = 0,009 < dari α 0,05, dimana keeratan hubungan yang terjadi positif dengan nilai Pearson Correlation 0,371 artinya korelasi yang terjadi lemah. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara pelaksanaan sleep hygiene dengan kualitas tidur pada karyawan di lingkungan ITKES Wiyata Husada Samarinda. Penelitian ini diharapkan kedepannya dapat dilakukan kembali dengan menggunakan metode kualitatif agar lebih mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi kualitas tidur karyawan di lingkungan ITKES Wiyata Husada Samarinda.
Persepsi Masyarakat yang Tinggal di Zona Merah terkait Pengecekan Rapid Test dalam Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19 Septian A. P. Dery; Chrisyen Damanik; Anisa Ain; Sholichin; Syahrun
Indonesian Journal of Health Research Vol. 4 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.581 KB) | DOI: 10.51713/idjhr.v4i2.84

Abstract

Latar Belakang: Penyebaran Covid-19 saat ini sudah sangat meluas di seluruh Indonesia. Angka kejadian dan kematian terus meningkat. Pemerintah merespons hal tersebut dengan membuat pemekaran wilayah berdasarkan jumlah kasus Covid-19. Selain itu, pemerintah juga mewajibkan masyarakat di beberapa zona yang terdeteksi memiliki jumlah kasus Covid-19 yang banyak untuk melakukan Rapid Test. Hal ini diharapkan efektif dalam mendeteksi penyebaran Covid-19 di masyarakat. Tujuan: Untuk mendeskripsikan persepsi masyarakat yang tinggal di zona merah tentang Pemeriksaan Rapid Test Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19. Desain: Jenis penelitian kuantitatif, menggunakan desain deskriptif dengan metode survei. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2021 dengan melibatkan 89 responden masyarakat yang berdomisili di Kecamatan Samarinda Ulu, Desa Dadi Mulya, RT 14, dengan menggunakan teknik Quota sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: sebagian besar responden memiliki persepsi baik terhadap pemeriksaan Rapid Test sebesar 58,4% dan memiliki persepsi buruk sebesar 41,6%. Kesimpulan: gambaran persepsi, masyarakat yang tinggal di zona merah terkait Rapid Test pencegahan Covid-19 yang tinggal di kecamatan samarinda ulu desa dadi mulya RT 14 menunjukkan hasil Sebagian besar persepsi baik.
PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH NANAS MUDA (Ananas Comosus) DALAM MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PADA LUKA RADANG AMANDEL (Tonsilitis) chrisyen damanik
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 4 No 2 Tahun 2019
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.281 KB) | DOI: 10.35728/jmkik.v4i2.100

Abstract

Latar belakang: Respon inflamasi yang terjadi pada klien yang menderita tonsilitis adalah nyeri. Penilaian rasa sakit dalam intervensi keperawatan berdasarkan penggunaan bahan-bahan alami seperti nanas muda yang mengandung enzim bromeilin yang dapat mengatasi peradangan yang disebabkan oleh bakteri streptococcus. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas pemberian jus nanas muda (Ananas Comosus) untuk mengurangi intensitas rasa sakit untuk klien yang menderita tonsilitis. Metode: penelitian ini menggunakan eksperimen semu dengan pendekatan time series. Itu dilakukan dari bulan Juli 2019 dengan total sampel 13 responden dengan pengambilan sampel berturut-turut jus dengan 90cc / hari tanpa gula dalam 7 hari. Hasil: analisis statistik ini menggunakan uji Friedman dan diperoleh nilai p 0,000 atau (p <0,05), artinya ada perbedaan hasil intensitas nyeri sebelum dan sesudah melakukan intervensi pada 1, 3, 5, 7 hari. Hasil analisis post hoc Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat perbedaan intensitas nyeri antara hari 1 dan hari 3 p 0,000 hari 3 dan hari 5 p 0,001, hari 5 dan hari 7 p 0,001, kemudian hari-ke-hari 1 dengan hari 5 p 0,001 dan hari 1 dengan hari 7 hal 0.001. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan ada perbedaan rerata intensitas skor nyeri sebelum dan sesudah pemberian jus nanas muda adalah hari pertama dengan hari ke 3, hari ke 3 dengan hari ke 5, hari ke 5 dengan hari ke 7, kemudian hari ke 1 dengan hari ke 5 dan hari ke 1 dengan hari ke 7
PEMENUHAN KEBUTUHAN BERIBADAH PENGHUNI LEMBAGA PEMASYARAKATAN : SEBUAH STUDI FENOMENOLOGI chrisyen damanik
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.288 KB) | DOI: 10.35728/jmkik.v3i1.80

Abstract

Prison inmates are someone who is serving a sentence for a criminal act or conviction. As individuals, prisoners have the same needs as other humans in general, such as biological needs, spiritual and social needs. Particularly spiritual religious needs are activities that are often carried out by each individual, but cannot be done due to the loss of individual freedom. Objective: to explore the meaning of Lapas residents' experience in meeting worship needs. Method: this study used a phenomenological approach conducted in June 2018. Data was collected through interviews with 5 participants. Results: the results of interviews with 5 participants resulted in 2 themes 1) worship activities carried out by participants both facilitated by prisons and worship conducted by themselves 2) participants felt calm and improved themselves better in interpreting worship and expecting sustainability after being free. Conclusion: based on the results of the study it can be concluded that prison residents feel self-improvement in interpreting worship by attending worship services held by prisons and hoping to continue after being released from prison. calmness.
HUBUNGAN PENERAPAN TRIAGE DENGAN RESPONSE TIME PERAWAT DIRUANG INSTALASI GAWAT DARURAT chrisyen damanik
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.694 KB) | DOI: 10.35728/jmkik.v3i1.81

Abstract

Background: The increasing number of hospital visitors every year is extremely influenced by the quality of comprehensive and good nurse care. By applying triage management, the patients with a life-threatening emergency level can be immediately handled. This research aimed to identify the correlation between the application of triage and the response time of nurses in the emergency department of Pertamina Hospital Balikpapan. Method: This research applied quantitative method with cross sectional design. The sample was taken by using total sampling technique with the total of 20 respondents. The data were collected by using observation sheet and analyzed by using Pearson test. Research Findings: The research findings showed that the p value was 0.01 (p<0.05) which indicated that there was a correlation between the application of red triage and the response time. The p value of yellow triage on the response time was 0.75 (p>0.05), which indicated that there was no correlation between the application of yellow triage and the response time. Conclusion: The research findings showed that in the application of red triage, Ha was accepted, indicating that there was a correlation between the application of red triage and response time. On the contrary, in the application of yellow triage, H0 was accepted, indicating that there was no any significant correlation between the application of yellow triage and the response time of the nurses. It is suggested to apply triage based on the category of patients’ condition so the risk of death can be prevented.