Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Pijat Laktasi Terhadap Kelancaran Pengeluaran Asi Pada Ibu Post Partum Di Wilayah Kerja Puskesmas Baqa Kota Samarinda Azizah, Ema Nur; Prasetiyarini, Asih; Damanik, Chrisyen; Meihartati, Tuti
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v1i2.30

Abstract

Latar Belakang : Menyusui terkadang menyebabkan lecet atau luka pada puting ibu karena respon bayi terhadap ASI yang tidak lancar sehingga menyebabkan bayi semakin memperkuat hisapannya untuk mendapatkan ASI yang cukup. Ibu yang mengalami masalah ketidaklancaran pengeluaran ASI maka berpengaruh terhadap pemberian ASI yang kurang optimal. Pijat laktasi merupakan salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk meningkatkan produksi ASI. Tujuan : teranalisanya pengaruh pijat laktasi terhadap kelancaran pengeluaran ASI pada ibu postpartum. Metode : penelitian Pre-Eksperiment dengan desain penelitian one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga responden berjumlah 36 orang. Instrumen menggunakan kuesioner kelancaran pengeluaran ASI Puspitasari, 2016 dalam penelitian Kharisma, 2019 dan SOP pijat laktasi. Analisa data menggunakan uji Paired Samples T-test. Hasil : Hasil penelitian kelancaran pengeluaran ASI sebelum diberikan pijat laktasi, yaitu mempunyai skor rata-rata 62,47. Sedangkan kelancaran pengeluaran ASI setelah dilakukan pijat laktasi memperoleh kenaikan skor rata-rata yaitu 87,17. Hasil analisis uji Paired Samples T-test menunjukkan Sig.(2-tailed) 0.000 < α 0.05, sehingga terdapat pengaruh pijat laktasi terhadap kelancaran pengeluaran ASI pada ibu postpartum di wilayah kerja puskesmas Baqa kota Samarinda. Kesimpulan : skor rata-rata kelancaran pengeluaran ASI pada seluruh responden yang diberikan pijat laktasi mengalami kenaikan oleh karena itu pijat laktasi sangat bermanfaat dalam meningkatkan kelancaran pengeluaran ASI pada ibu postpartum di wilayah kerja Puskesmas Baqa. Disarankan kepada tenaga kesehatan dapat menjadikan pijat laktasi sebagai alternatif non farmakologi dalam upaya meningkatkan kelancaran pengeluaran ASI dan mengedukasi ibu postpartum terkait ASI.
Kesiapan Perawat Dalam Mengikuti Asesmen Kompetensi Di Rumah Sakit : Studi Deskriptif PURNOMO, DWI PURNOMO; Damanik, Chrisyen Damanik
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 6 No 2 (2024): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v6i2.430

Abstract

Latar Belakang : Penyelenggaran asesmen kompetensi perawat berdasarkan jenis dan kualifikasi perawat klinis, dengan informasi bagaimana kesiapan perawat dalam mengikuti asesmen kompetensi. Kompetensi seorang perawat memberikan peranan penting untuk meningkatkan kualitas mutu asuhan keperawatan. Tujuan : Terdeskripsikan kesiapan perawat dalam mengikuti asesmen kompetensi di RSUD Malinau tahun 2023 serta karakteristik responden. Objek responden penelitian adalah perawat klinis I-III. Metode : Penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Dalam proses pengumpulan data menggunakan pendekatan secara cross sectional dimana objek penelitian diukur secara bersamaan dalam waktu yang sama. Penelitian dilakukan pada bulan januari 2024 dengan melibatkan 90 responden dengan metode total sampling. Alat ukur menggunakan kuesioner kesiapan perawat dalam mengikuti asesmen kompetensi dengan mengembangkan kalimat modifikasi dari penelitian sebelumnya yang hasil analisis berupa data deskriptif yang dilengkapi dengan tabel. Hasil : Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin perempuan dengan jumlah 63 perawat (70,0%), usia perawat terbanyak yaitu 31–40 tahun sebanyak 58 responden (64,4%), pendidikan terakhir responden sebanyak 63 perawat (70,0%), dan lama bekerja di RSUD Malinau terbanyak 10 tahun sebanyak 52 perawat (57,8%). Kesiapan dikategori berdasarkan jenis kelamin proporsi perempuan paling besar adalah tidak siap dengan (35,6%), usia paling besar adalah tidak siap pada usia 31-40 tahun dengan (36,7%), pendidikan terakhir paling besar adalah siap pada D3 Keperawatan dengan (36,7%), lama bekerja >10 tahun paling besar adalah berbanding sama antara siap dan tidak siap yaitu 26 responden (28,9%). Kesimpulan : Sebagaian besar responden memiliki kategori siap dalam mengikuti asesmen kompetensi, kesiapan ini berjumlah 46 responden dengan persentase 51,1%.
Caregiver Knowledge and Functional Status in Preventing Pressure Ulcers among Stroke Patients: A Cross-Sectional Study Damanik, chrisyen; Pratama, Salwa Setya Anggun
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 7 No. 3 (2025): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v7i3.408

Abstract

Background: Stroke is a leading cause of death and disability, often reducing patients' quality of life and increasing caregiver burden. Immobility after stroke raises the risk of pressure ulcers, worsening outcomes, and prolonging hospital stays. Caregivers are crucial in prevention, as their knowledge and functional ability affect care effectiveness. However, few studies have explored the direct link between caregiver knowledge and functional status in pressure ulcer prevention, particularly in home or community settings. This study aims to examine that relationship. Methods: This cross-sectional study (June–July 2025) in Indonesia involved 38 primary caregivers of stroke patients, selected via consecutive sampling. Eligible caregivers were ≥18 years old, had ≥1 month of caregiving experience, and consented; professional caregivers and those caring for acute-phase patients were excluded. Data were collected using bilingual questionnaires on caregiver knowledge (15 items, α = 0.739) and functional status (18 items, α = 0.878). Descriptive statistics summarized participant characteristics, and Pearson’s correlation analyzed the relationship between knowledge and functional status. Results: Most caregivers were aged 46–55 (42.1%), female (76.3%), educated to junior/high school level (71.1%), and predominantly housewives (47.4%). A majority (76.3%) had no prior caregiving experience. The mean knowledge and functional status scores were 10.58 ± 1.605 and 61.95 ± 4.550, respectively. Pearson’s correlation revealed a strong, significant positive relationship between caregiver knowledge and functional status (r = 0.634; p < 0.001), suggesting that greater understanding of pressure ulcer prevention is associated with improved caregiving performance in stroke care. Conclusion: Caregivers’ knowledge and functional status directly affect their effectiveness in stroke care. Better-informed caregivers more successfully prevent pressure ulcers, emphasizing the need for structured training programs that build skills and confidence, improve patient outcomes, and reduce complications.