Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Manajemen Green Waqf Dalam Mitigasi Perubahan Iklim Tinjauan Tafsir Tematik Kontemporer Mukhtar Yunus
Eshraq: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 3 (2025): September
Publisher : Eshraq: Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Climate change is a global challenge that increasingly threatens the sustainability of human life on Earth. Indonesia, as the country with the largest waqf potential in the world, possesses a strategic opportunity to integrate green waqf management as an instrument for climate change mitigation. This study analyzes the concept of green waqf from the perspective of a thematic exegesis (tafsir tematik) of the fasad fil-ardh (destruction on Earth) and istikhlaf (vicegerency/succession) verses in the Qur'an. Utilizing a qualitative research method with a thematic exegesis approach and literature review, this study finds that green waqf is a concrete implementation of the khalifah fil-ardh concept, which entails a responsibility for environmental preservation. The results indicate that effective green waqf management encompasses: (1) ecosystem-based waqf planning, (2) sustainable waqf asset management, (3) local community empowerment, and (4) environmental impact monitoring. This study recommends the development of a national green waqf policy integrated with Indonesia's 2030 Nationally Determined Contributions (NDC) targets.
Interpretasi Ekonomi Qur'ani Dengan Pendekatan Tafsir Tematik Dalam Penetapan Hukum Cryptocurrency Kontroversial Di Indonesia Mukhtar Yunus
Eshraq: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Eshraq: Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji penetapan hukum cryptocurrency di Indonesia melalui lensa interpretasi ekonomi Qur'ani dengan pendekatan tafsir tematik. Cryptocurrency sebagai instrumen finansial digital telah memicu perdebatan hangat di kalangan ulama dan regulator, terutama terkait status hukumnya dalam perspektif Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi prinsip-prinsip ekonomi Qur'ani seperti larangan riba, gharar, dan maysir dalam menilai legalitas cryptocurrency kontemporer. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka kualitatif dengan pendekatan tafsir tematik yang mengelompokkan ayat-ayat ekonomi dalam al-Qur'an secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cryptocurrency mengandung unsur gharar (ketidakpastian) yang signifikan karena fluktuasi nilai yang ekstrem, namun demikian, jika dikelola dalam kerangka transparansi dan kepastian hukum, instrumen ini dapat sejalan dengan prinsip keadilan dan kemaslahatan yang menjadi tujuan utama syariah. Penelitian ini juga menemukan bahwa regulasi Bappebti dan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mencerminkan upaya harmonisasi antara prinsip ekonomi Qur'ani dengan dinamika finansial modern. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan tafsir tematik maqashidi memberikan landasan teologis untuk menetapkan hukum cryptocurrency secara kontekstual, dengan mempertimbangkan maqashid asy-syari'ah sebagai koreksi terhadap penafsiran tekstual yang kaku
Pajak Pangan Pokok dalam UU HPP: Koreksi Teologis Melalui Interpretasi Ekonomi Qur’ani Mukhtar Yunus
Eshraq: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 3 (2025): September
Publisher : Eshraq: Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji penetapan hukum pembayaran pajak atas bahan pangan pokok di Indonesia melalui lensa interpretasi ekonomi Qur'ani dengan pendekatan tafsir tematik. Isu kontroversial mengenai pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap sembako telah memunculkan perdebatan akademik dan publik yang signifikan sejak disahkannya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi landasan teologis dan normatif dari perspektif Al-Qur'an mengenai pemungutan pajak terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Dengan menggunakan metode tafsir tematik (al-tafsir al-mawdu'i) yang menganalisis ayat-ayat ekonomi Qur'ani secara kolektif dan tematis, penelitian ini mengidentifikasi prinsip-prinsip fundamental seperti keadilan sosial, perlindungan kelompok rentan, dan pemenuhan hajat hidup orang banyak sebagai koreksi teologis terhadap kebijakan fiskal kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat-ayat Qur'ani yang berkaitan dengan distribusi kekayaan, zakat, dan kharaj memberikan kerangka etis yang menuntut adanya diferensiasi dalam pemungutan pajak berdasarkan kemampuan ekonomi (ability to pay) dan tingkat kebutuhan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya rekonstruksi kebijakan perpajakan pangan yang mempertimbangkan prinsip maslahah dan maqashid asy-syari'ah sebagai koreksi terhadap pendekatan sekuler dalam regulasi perpajakan modern