Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pendampingan Penyusunan Bahan Ajar Bahasa Inggris Bagi Guru TK di Desa Dauh Puri Klod I Gusti Ayu Agung Dian Susanthi; I Made Mardika; Made Sani Damayanthi Muliawan; Kiki Nurwahyuni; Ni Putu Meira Purnama Yanti
Linguistic Community Services Journal Vol. 3 No. 2 (2022): LCSJ
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/licosjournal.3.2.2022.55-60

Abstract

Bahasa Inggris tentunya sangat penting untuk dipelajari sejak dini, namun perkembangan IPTEK tentunya harus tetap diiringi dengan pemertahanan budaya dan kearifan lokal agar tetap terjaga kelestariannya. Tujuanya adalah program kemitraan masyarakat ini bekerja sama dengan satu kelompok mitra, yaitu kelompok Guru Pengajar di TK Kumara Jaya, Desa Dauh Puri Klod, Denpasar Barat. Metode penelitian Pertama akan dilakukan penyesuaian kurikulum yang diberikan di TK untuk dapat dijadikan acuan dalam penyusunan bahan ajar, menentukkan tema dan topik dalam bahan ajar, dan membat bahan ajar berupa buku yang dapat dipergunakan dalam proses pengajaran bahasa Inggris untuk siswa-siswi di TK Kumara Jaya, Desa Dauh Puri Klod, Denpasar Barat. Dewasa ini banyak sekolah internasional bermunculan yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, demikian juga di sekolah-sekolah yang pengelolaannya ada di bawah desa, juga mulai mengajarkan bahasa Ingggris kepada anak didiknya sejak dini, yaitu Play Group dan TK. Akan tetapi terdapat sekolah-sekolah yang belum memiliki SDM yang kompeten dalam bahasa Inggris, dalam hal ini guru merangkap utnuk mengajar bahasa Inggris walaupun itu buka merupakan bidangnya. Sekolah-sekolah yang belum memiliki SDM memadai dalam bidang bahasa Inggris memerlukan pendampingan dalam penyusunan bahan ajar dan materi ajar bahasa Inggris. pengenalan bahasa Inggris bagi siswa seperti kata benda sebagi contoh nama binatang, tanaman, profesi dan sebagainya dengan sajian yang menarik sehingga mudah diingat oleh siswa, pengenalan kata sifat sebagai contoh kata sifat yang sering digunakan dalam mendeskripsikan seseorang. Materi-materi pengenalan kata dasar tersebut juga nantinya akan memuat nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebagai bentuk pemertahanan budaya di tengah-tengah kemajuan IPTEK.
Peningkatan Kemampuan Berbahasa Inggris dan Pelestarian Budaya Lokal oleh Generasi Muda di Desa Wisata Penglipuran Bangli I Wayan Budiarta; I Nyoman Kardana; Alma Cita Calimbo; I Wayan Wesna Astara; I Made Mardika
Linguistic Community Services Journal Vol. 4 No. 1 (2023): Linguistic Community Service Journal
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/licosjournal.4.1.2023.16-23

Abstract

PKM ini berjudul “Peningkatan Kemampua bahasa Inggris dan Kecintaan terhadap Budya Lokal di Desa Wisata Penglipurn”. Mitra kegiatan PKM ini adalah Generasi Muda di Desa Wisata Penglipuran Adapun permasalahan yang dihadapi oleh mitra yang pertama adalah adanya perbedaan kemampuan bahasa inggris pemandu lokal pemula yang dalam hal ini merpakan generasi muda dengan kemampuan berbahsa Inggris para senior mereka. Permasalahan kedua adalah generasi muda Desa Wisata Penglipuran memiliki tingkat resiko yang lebih tinggi terkontaminasi budaya luar (asing) yang dibawa oleh para wisatawan baik wisatawan manca negara maupun wisatawan domestik. Materi pelatihan bahasa Ingrgisnyang akan diberikan adalah terkait dengan English Function. Materi ini merupakan materi yang sangat dibutuhkan karena sangat sering digunakan oleh pemandu wisata dalam berkomunikasi dengan wisatawan. Dalam pelatihan ini metode pengajaran yang diaplikasikan adalah Metode Communicative Language Teaching (CLT). Metode pembelajaran ini merupakan metode yang terbukti efektif dalam bidang pengajaran bahasa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Sementara itu penyuluhan akan pentingnya pemertahanan dan pelestarian budaya lokal difokuskan pada upaya pemberina pemahaman kepada generasi muda akan pentinganya mempertahankan dan melstarikan budaya lokal. Materi penyuluhan yang diberikan kepada generasi muda dalam rangka peningkatan kecintaan terhadap budaya lokal meliputi pemahaman tentang pentingnya budaya lokal, jenis jenis budaya lokal, bentuk-bentuk ancaman terhadap budaya lokal, sikap terhadap budaya luar (asing), kiat kiat menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal, dan cara-cara dalam pemertahanan dan pelestarian budaya local. Hasil dari penelitian ini sudah terdapat perubahan khususnya dalam hal peningkatan kemampuan berbahasa Inggris. Hal ini disebabkan karena pemateri pelatihan bahasa Inggris secara langsung memberikan koreksi atau perbaikan atas penggunaan bahasa Inggris mereka sehingga mereka mengetahui letak kesalahaan mereka dan pemateri pelatihan bahasa Inggris memberikan masukan sehinhga mereka dapat memperbaikinya saat itu juga ehinbga perbaikannnya dapat dilihat secara langsung pada saat pelatihan.
Pendampingan Pengajaran Bahasa Inggris Bagi Guru TK Widya Kusuma Sari I Gusti Ayu Agung Dian Susanthi; I Made Mardika; Made Sani Damayanthi Muliawan; A.A.I. Mas Trisnamayuni; Kadek Yogi Pratama; Kadek Silvia Melinda Dewi
Linguistic Community Services Journal Vol. 4 No. 2 (2023): Linguistic Community Service Journal
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/licosjournal.4.2.2023.52-58

Abstract

Pendampingan pengajaran bahasa Inggris merupakan hal yang penting bagi sekolah yang memiliki SDM yang kurang dalam Bahasa Inggris. Pendampingan pengajaran bahasa Inggris yang diperkenalkan juga memuat unsur pengenalan budaya, hal ini penting karena pengenalan budaya pada usia dini dapat disisipkan dalam pengajaran bahasa, seperti pengenalan bahasa Inggris yang mengandung unsur budaya dapat termuat dalam pengenalan kata benda sebagi contoh makanan, profesi, tempat dan sebagainya dengan menggunakan metode-metode yang menarik untuk menarik minat dan perhatian siswa untuk belajar Bahasa Inggris. Pendampingan pengajaran sangat perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan untuk dapat berdaya saing yang baik di era globalisasi ini. Salah satu upaya yang memungkinkan dilakukan dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas Pendidikan adalah pendampingan pengajaran bahasa Inggris untuk sekolah TK Padangsambian Kaja yakni TK Widya Kusuma Sari yang belum memiliki SDM yang cukup dalam bidang bahasa Inggris. Metode pelaksanaan pengabdian pengajaran diawali dengan Focus group discussion (FGD). FGD awal dilakukan untuk mengetahui dan mendiskusikan kurikulum yang digunakan, yang kemudian dijadikan dasar dalam pendampingan pengajaran, menentukan topik dan tema untuk pendampingan pengajaran. Setelah dilakukan pendampingan pengajaran, FGD kembali dilakukan untuk mendiskusikan hasil pengajaran yang telah diberikan, yang nantinya dapat digunakan dalam penyusunan laporan.
Pendampingan Pengajaran Bahasa Inggris Berbasis Budaya bagi Teruna Teruni Gianyar Language Club di Desa Beng Gianyar I Gusti Ayu Agung Dian Susanthi; I Made Mardika; Made Sani Damayanthi Muliawan; A.A. I Mas Trisnamayuni; Kadek Yogi Pratama; Kadek Silvia Melinda Dewi
Linguistic Community Services Journal Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/licosjournal.5.2.2024.33-39

Abstract

Bali sebagai destinasi pariwisata tentunya sangat ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai belahan dunia. Hal ini merupakan pemicu bagi generasi muda untuk dapat menguasai bahasa asing, utamanya bahasa Inggris. Sebagai contoh, penggunaan bahasa Inggris menjadi sangat penting untuk dapat bekomunikasi dengan wisatawan yang berkunjung. Oleh sebab itu, bahasa Inggris tentunya sangat perlu untuk dipelajari sejak dini, di samping itu, saat ini banyak wisatawan yang berkunjung ke Bali dengan berbagai tujuan yakni berlibur, mengenal budaya lokal dan sebagainya. Fenomen ini tentunya sangat penting untuk diperhatikan mengingat Bali sangat kaya akan produk dan budaya lokal. Kendala keterbatasan berkomunikasi dalam bahasa Inggris seringkali menjadi permasalahan untuk dapat memperkenalkan budaya ataupun produk lokal pada wisatawan yang berkunjung. Kendala tersebut dapat diatasi dengan mengadakan pengajaran atau pelatihan bahasa Inggris agar tentunya budaya lokal dan produk lokal dapat lebih dikenal oleh wisatawan yang berkunjung. Pengajaran bahasa Inggris yang diperkenalkan juga dapat memuat unsur pengenalan budaya, hal ini penting karena pengenalan budaya pada remaja dapat disisipkan dalam pengajaran bahasa, seperti pengenalan bahasa Inggris yang mengandung unsur budaya dapat termuat dalam pengenalan kata benda sebagi contoh makanan, profesi, tempat dan sebagainya dengan sajian yang menarik sehingga mudah diingat oleh siswa, pengenalan kata sifat sebagai contoh kata sifat yang sering digunakan dalam mendeskripsikan tempat. Dengan demikian, adanya pendampingan pengajaran bahasa Inggris dapat meningkatkan kualitas dan mutu pelajaran bahasa Inggris dan membantu lembaga yang berlokasi di desa khususnya yang memiliki potensi wisata yang tinggi.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pelestarian Warisan Budaya di Desa Gelgel, Klungkung, Bali I Made Mardika
Postgraduated Community Service Journal Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pcsj.1.1.2020.24-28

Abstract

Desa Gelgel yang pernah menjadi pusat kerajaan Bali pada abad XIV-XVI masehi meninggalkan warisan budaya yang cukup kaya dan beragam. Diantara bentuk-bentuk warisan budaya yang ada, tinggalan budaya dalam bentuk prasasti memiliki makna yang penting bagi konstruksi sejarah masa lalu. Di Pura Ibu Kawitan Pasek Gelgel Bendesa Tangkas Kori Agung terdapat dua lembar prasasti dari bahan tembaga dan perak yang disakralkan, masih digunakan sebagai media pemujaan. Masyarakat penyungsung pura percaya prasasti tersebut adalah anugerah raja kepada leluhurnya. Penyungsung pura berupaya merawat prasasti dengan cara menyucikan dan memberi persembahan tiap enam bulan. Masalah yang dihadapi penyungsung pura selaku mitra adalah belum diketahuinya isi yang tersurat dalam prasasti dan cara melestarikan prasasti logam dengan baik. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberdayakan masyarakat terhadap dua masalah tersebut. Metode yang digunakan adalah pendampingan teknik konservasi arkeologi, pembacaan, penerjemahan, serta penafsiran isi prasasti dalam konteks sejarah. Tiga tahapan yang dilakukan meliputi: (1) pelatihan teknik konservasi / perawatan arkeologi, (2) pembacaan dan penerjemahan isi prasasti, dan (3) membuat duplikat prasasti. Hasil pelatihan dan pendampingan pelestarian warisan budaya berupa prasasti adalah dimilikinya ketrampilan di bidang konservasi arkeologi dari bahan logam, tersusunnya terjemahan isi prasasti sehingga penyungsung pura memahami isi prasasti, dan tersedianya duplikat prasasti ditulis pada daun lontar.
Pemberdayaan Pecalang Desa Adat Sumerta dalam Penanggulangan Covid-19 I Made Mardika; Ida Bagus Udayana Putra; A.A.G Oka Wisnumurti
Postgraduated Community Service Journal Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pcsj.1.2.2020.37-42

Abstract

Sumerta Traditional Village, located 4 KM east of the center of Denpasar City, seeks to participate in accelerating the handling of the Covid-19 Pandemic in its area. In accordance with the policy of the Governor of Bali, at the village / kelurahan level a Mutual Cooperation Task Force was formed based on the customary village. Through the Collaborative Task Force at the customary village level, Pecalang is at the forefront of preventing and overcoming the Covid-19 outbreak. All Sumerta Traditional Village pecalang are the main force in handling the Covid-19 pandemic. Even so, pecalang people do not know carefully the role that must be played in tackling and preventing the corona virus outbreak. In carrying out this humanitarian task, the pecalang must be supported by adequate facilities and infrastructure. In addition, basic necessities in the form of healthy food must also be available while they are carrying out their duties. Taking into account this phenomenon it is deemed necessary to do community service (PKM) to pecalang in Sumerta Traditional Village. This PKM targets community groups, especially the pecalang in Sumerta Traditional Village. Given that the pecalang is an organ of a traditional village, the PKM partner is Bendesa, the Sumerta Traditional Village. The problems faced by partners are: (1) the unknown role that pecalang can play in overcoming and preventing the covid-19 outbreak (2) lack of available facilities and infrastructure in carrying out epidemic prevention and control tasks, and (3) assistance for basic necessities obtained pecalang is not sufficient. This PKM aims to solve the problems faced by partners, namely counseling / mentoring the role of pecalang in tackling Covid-19, meeting the availability of materials for the prevention of the Covid-19 Pandemic in the form of masks and hand sanitizers, and providing basic food assistance to all pecalang in Sumerta Traditional Village. Thus this PKM uses two approaches, namely the method of mentoring / counseling, and service assistance to the pecalang. The two solutions offered are expected to increase the role of the pecalang in handling the Covid-19 pandemic, the availability of facilities for prevention / overcoming the outbreak and partners to obtain basic necessities for their household needs.
Warisan Budaya (WB) Sebagai Basis Wisata Spiritual Desa Adat Siangan Anak Agung Rai Sita Laksmi; Anak Agung Gede Oka Wisnumurti; I Made Mardika
Postgraduated Community Service Journal Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pcsj.1.2.2020.59-64

Abstract

Desa Adat Siangan merupakan desa tradisional yang terletak 31 KM sebelah timur laut Kota Denpasar. Desa ini memiliki potensi budaya yang dapat dikembangkan sebagai desa wisata spiritual. Di Desa Adat Siangan terdapat tujuh situs purbakala, keindahan alam, kesenian lokal dan unsur tradisi budaya yang bisa diberdayakan menjadi daya tarik wisata. Masyarakat krama desa adat belum menyadari sepenuhnya potensi warisan budaya yang ada untuk dijadikan basis wisata spiritual. Oleh karena itu, dibutuhkan pemberdayaan masyarakat dalam iventarisasi warisan budaya, dan pemanfaatannya sebagai DTW guna menunjang pengembangan desa wisata Siangan. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) menyasar kelompok masyarakat pengelola desa Wisata dengan mitra Bendesa Adat Siangan. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah: (1) belum teriventarisirnya warisan budaya yang ada dan (2) belum ada pemanfaatan warisan budaya sebagai ikon wisata spiritual. Pelaksanaan PKM ini merupakan wujud pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan warisan budaya dengan cara menginventarisasi warisan budaya di Desa Adat Siangan, dan mengelola warisan budaya sebagai daya Tarik wisata. Hasil kegiatan adalah tujuh pura yang mengandung tinggalan arkeologi dapat diinventarisir dan dikonstruksi latar belakang sejarahnya, serta ditata sebagai basis wisata spiritual. Model pengelolaan warisan budaya dilakukan dengan metode dokumentasi arkeologi, dan pendekatan arkeologi publik. Melalui strategi demikian akan muncul kesadaran pelestarian terhadap warisan budaya, dan mitra memahami arti penting warisan budaya sebagai basis wisata spiritual yang berimplikasi kepada kesejahteraan masyarakat.
Pemberdayaan Desa Mitra: Pengembangan Potensi Semarapura Kaja Menjadi Wisata Terintegrasi Putu Ngurah Suyatna Yasa; I Made Mardika
Postgraduated Community Service Journal Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pcsj.1.2.2020.65-70

Abstract

Tujuan program ini adalah untuk membantu mitra dan UMKM, Lembaga kemasyarakatan Kelurahan Semarapura Kaja memecahkan masalah yang dihadapi dalam mewujudkan desa wisata terintegrasi. Solusi yang ditawarkan dalam penyelesaian masalah dilakukan secara bertahap selama tiga tahun adalah seperti yang dirumuskan pada tabel berikut ini. Metode pelaksanaan Pemberdayaan masyarakat dalam Pengembangan Kelurahan Semarapura Kaja sebagai DTW terintegrasi mencakup pelatihan, pendampingan dan promosi desa wisata. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Kelurahan Semarapura Kaja, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung telah berhasil dilaksanakan sesuai rencana. Ada program tahap I yang dapat diwujudkan mencakup: (1) Melakukan pendampingan dalam menyusun perencanaan infrastruktur (master plan) berbasis kearifan local, sehingga dapat diwujudkan gambar perencanaan pembangunan infrastruktur di kelurahan Semarapura Kaja. (2) Pendampingan dalam inventarisasi dan pemanfaatan sumberdaya lingkungan alam, pertanian, industri kerajinan dan warisan budaya lokal sebagai paket wisata terintegrasi. Tiga potensi yang dikembangkan yaitu Pura Dalem Celempung sebagai DTW spiritual, Agrowisata di lahan pertanian, produk aneka jajan trasional Bali sebagai cinderamata (3) Pelatihan dan pendampingan kepada Pokdarwis dalam ketrampilan bahasa Inggris, dan kepada penunjang sektor ekonomi seperti UMKM. (4) Penyuluhan kepada Masyarakat di bidang hukum perceraian, hukum waris, keamanan masyarakat dan bahaya narkoba (5) Pelatihan dan pendampingan manajemen startegis dalam pengelolaan DTW terintegrasi maupun pelaku UMKM, serta pendampingan pengolahan Sampah menjadi pupuk organik kompos.
Pelestarian Prasasti di Pura Dadia Pande Pangi, Desa Pikat Kecamatan Dawan, Klungkung I Made Mardika; A. A Rai Sita Laksmi; Ni Made Suwendri
Postgraduated Community Service Journal Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pcsj.2.1.2021.32-37

Abstract

Pura Dadia Pande Pangi terletak di Desa Pikat Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung. Di pura ini terdapat prasasti tembaga yang dipercaya masyarakat penyungsung sebagai bukti sejarah leluhur yang autentik. Namun, penyungsung pura belum mengetahui benar isi prasasti tembaga tersebut. Masyarakat ingin mengetahui isi prasasti dan sejarah asal-usul Pura Dadia Pande Pangi. Oleh karena itu, dipandang perlu dilakukan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pembacaan prasasti, penerjemahan, dan pengkajian latar sejarah pura. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini menyasar warisan budaya berupa 18 lembar prasasti tembaga Pura Dadia Pande Pangi dan kelompok masyarakat penyungsung pura, dengan mitra kelian Pura Dadia Pande Pangi. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah: (1) belum diketahui isi prasasti tembaga yang dijadikan media pemujaan, (2) belum diketahui latar belakang sejarah pura, dan (3) belum diketaui cara melestarikan warisan budaya berupa prasasti tembaga. PKM ini berupaya melakukan pembacaan, penerjemahan dan penelaahan dimensi sejarah pura, serta konservarsi warisan budaya. Model pelestarian dilakukan dengan metode pendampingan dalam pembacaan, transkripsi, penerjemahan hingga pengkonstruksian sejarah pura serta teknik perawatan prasasti tembaga. Hasil pengabdian dapat dilakukan pembacaan, penerjemahan, dan perekonstruksian isi prasasti. Dampak dari PKM ini terjadi peningkatan ketrampilan teknik pelestarian warisan budaya, dan pemahaman isi prasasti maupun arti penting warisan budaya dalam konteks sejarah lokal.
Pengembangan Wisata Spiritual di Desa Pekraman Gelgel Klungkung I Made Mardika; Agus Kurniawan; Ni Komang Arini Styawati
Postgraduated Community Service Journal Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pcsj.2.2.2021.58-62

Abstract

Partners and target audiences of PPDM Spiritual Tourism Development in Pekraman Gelgel Village, Klungkung are the Bendesa Adat and community groups 'krama' Pekraman Gelgel Village. Pekraman Gelgel Village was chosen as the target of service because it has the potential to be developed into a model for a spiritual tourism village, received support from the Klungkung Regency government, and submitted an application to be a village under the Postgraduate Program of Warmadewa University. The aim of PPDM is to empower the community in preparing, designing and developing various potentials of their cultural heritage in order to realize Gelgel Pekraman Village as a Spiritual tourism. PPDM is designed for 3 years, the first year program is the preparation of a master plan, online spiritual tourism information, and collaborative tourism management regulatory policies. The solutions offered to overcome these problems are: (1) Assistance in the preparation of infrastructure development plans (masterplan) related to the temple cultural heritage in Pekraman Gelgel Village as a Spiritual DTW, (2) Assistance in preparing information on temple cultural heritage which is packaged into content. tourist information on the website, (3) Assistance in the formulation of policies and rules that integrate the management of temple cultural heritage in Pekraman Gelgel Village as a collaborative Spiritual Tourism. The outputs produced are articles in national journals with ISSN, activity videos, publications in print/online media, increased competitiveness, increased application of science and technology, and improved values in society.