Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Hubungan Tingkat Stres dan Indeks Massa Tubuh Terhadap Keteraturan Siklus Menstruasi Pada Tenaga Kesehatan Di RS Qolbu Insan Mulia Batang Putri Nabilla Mitha Talita; Tri Agustina; Budi Hernawan; Erika Diana Risanti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.487 KB)

Abstract

Menstruasi merupakan suatu proses alamiah yang dialamiperempuan dan akan menjadi masalah jika terjadi ketidakteraturandalam siklus menstruasi. Faktor yang mempengaruhiketidakteraturan siklus menstruasi diantaranya stres dan indeksmassa tubuh. Stres mempengaruhi produksi hormon prolaktin yangberhubungan dengan aktivitas elevasi kortisol basal sehingga terjadipenurunan hormon LH. Sedangkan indeks massa tubuh padaresponden dengan indeks massa tubuh normal memiliki lama siklusmenstruasi yang normal. Tujuannya untuk menganalisis adanyahubungan antara tingkat stres dan indeks massa tubuh terhadapketeraturan siklus menstruasi pada tenaga kesehatan di RS QolbuInsan Mulia Batang. Penelitian ini menggunakan desainobservasional analitik dengan metode cross sectional dilaksanakandi Rumah Sakit Qolbu Insan Mulia Batang pada bulan Desember2020. sebanyak 149 responden dari tenaga kesehatan yang mengikutipenelitian ini. Pengambilan data skor stres, indeks massa tubuh, danketeraturan siklus menstruasi dilakukan menggunakan kuesionerPSS-10 (Perceived Stres Scale 10) dan mengisi google form. Datadianalisis menggunakan Chi Square dan regresi logistik. Hasilanalisis multivariat regresi logistik untuk stres mempunyai nilai p =0,000 dan OR = 0,077, indeks massa tubuh didapatkan nilai p =0313, dan OR = 0,675. Dengan demikian, terdapat hubungan antarastres terhadap keteraturan siklus menstruasi.
Parity And Hemoglobin Levels of Trimester 3 Pregnant Women as Risk Factors for Low Birth Weight Isnan Aldisa; Nining Lestari; Tri Agustina; Muhammad Shoim Dasuki
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.359 KB)

Abstract

Bayi BBLR berisiko lebih besar mengalami gangguan tumbuh kembang selama masa kanak-kanak. Tahun 2019 di Indonesia bayi baru lahir dilaporkan berat badannya sebanyak 111.827 bayi (3,4%) memiliki berat badan bayi rendah. Pada provinsi Jateng dengan rata rata prevalensi sebesar 6,1%. Pada penelitian sebelumnya menyatakan terdapat hubungan paritas dengan kejadian BBLR. Namun pada penelitian lain tidak didapat hubungan antara paritas dengan kejadian BBLR. Pada Variabel lain didapat hubungan antara ibu hamil anemia dengan kejadian BBLR. Namun pada penelitian lain tidak memiliki hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara paritas dan kadar hemoglobin ibu hamil trimester 3 dengan kejadian berat badan lahir rendah. Jenis penelitian observasional dengan desain case control. Menggunakan data sekunder dengan pengambilan sampel secara purposive sampling masing-masing 62 sampel di puskesmas Kawunganten. Uji regresi logistik paritas dengan nilai p = 0,037, nilai OR paritas 2,148 dengan confidence interval (CI) 95% sebesar 1,048 – 4,764 dan Hb dengan nilai p = 0,03, nilai OR Hb 5,094 dengan confidence interval (CI) 95% sebesar 1,101 – 26,723. Terdapat hubungan antara paritas dan kadar hemoglobin ibu hamil trimester 3 dengan kejadian berat badan lahir rendah.
Pengaruh Lama Penggunaan Gadget dan Indeks Massa Tubuh terhadap Kelelahan Fisik Mahasiswa Fk Ums pada Masa Pandemi Covid-19 Hindun Luthfia Rosyida; Tri Agustina; Nining Lestari; Ratih Pramuningtyas
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v4i8.6908

Abstract

ABSTRACT Indonesia is one of the countries affected by the Covid-19 virus, so many activities are diverted online, leading to increased duration of using gadgets and decreased physical activity, so that it give rise to physical fatigue. The purpose of this study was to find out how much effect duration of using gadgets and body mass index on physical fatigue of FK UMS students during the COVID-19 pandemic. The research data was obtained from the distribution of online questionnaires. Respondents in this research were medical student from Muhammadiyah University of Surakarta 2018, were obtained as many as 114 people, consisting of 90 women and 24 men, with an average age of 21 years. In the analysis of the results with bivariate tests, it was found that the effect of duration of using gadgets to physical fatigue of FK UMS students during the COVID-19 pandemic was p=0,021 (p<0,05), and the effect of Body Mass Index to physical fatigue of FK UMS students during the COVID-19 pandemic p=0,021 (p<0,05). The result with multivariate test The duration of using gadgets and Body Mass Index affect the physical fatigue of FK UMS students during the COVID-19 pandemic is not significal, because Exp (b) OR = 5,308 and p value was 0,119 (p>0,05).  Keywords: Duration Of Using Gadgets, Body Mass Indeks, Physical Fatigue  ABSTRAK Indonesia merupakan salah satu negara yang terkena dampak dari virus Covid-19, sehingga banyak kegiatan yang dialihkan secara online (daring) menyebabkan meningkatnya penggunaan gadget dan menurunnya aktivitas fisik, sehingga mengakibatkan kelelahan fisik. Tujuan penelitian ini mengetahui seberapa pengaruh lama penggunaan gadget dan indeks massa tubuh terhadap kelelahan fisik mahasiswa FK UMS pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Data-data penelitian diperoleh dari pembagian kuesioner secara daring. Responden pada penelitian ini merupakan mahasiswa FK UMS angkatan 2018 didapatkan sebanyak 114 orang, terdiri dari 90 perempuan dan 24 laki-laki, dengan usia rata-rata 21 tahun. Pada analisis hasil dengan uji bivariate didapatkan pengaruh lama penggunaan gadget berpengaruh terhadap kelelahan fisik dengan p=0,021 (p<0,05), dan Indeks Massa Tubuh berpengaruh terhadap kelelahan fisik dengan p=0,021 (p<0,05), tertapi secara multivariate (bersamaan) tidak ada pengaruh yang signifikan, memiliki nilai Exp (b) atau OR = 5,308 dan p sebesar 0,119 (p>0,05). Kata Kunci: Lama Penggunaan Gadget, Indeks Massa Tubuh, Kelelahan Fisik
The Effect of Vitamin D Supplementation in Pregnant Woman for Pre-eclampsia Incidency : A Literature Review Tia Mella Citra; Ratih Pramuningtyas; Tri Agustina; Erna Herawati; Ayu Mayangsari; Zhela Fatin Fatiha; Aulia Nissa Rizky Hariyono
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 2 No. 3 (2022): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1811.023 KB) | DOI: 10.59141/jrssem.v2i03.252

Abstract

Pre-eclampsia was defined as hypertension after 20 weeks of gestation with evidence of maternal organ dysfunction,uteroplacental, or proteinuria. Maternal vitamin D deficiency may be with an increased risk of pre-eclampsia. Nonetheless, To assess the impact of vitamin D supplementation on the risk of pre-eclampsia, we performed a literature review. We researched Google Scholar; PubMed; Research Gate; and Science Directs using keyword (“Vitamin D” OR “Hydroxyvitamin D (25(OH)D)”OR “25(OH)D” OR “25hydroxycholecalciferol”) AND (“Pregnancy” OR “Pregnant women” OR “Gestation”) AND (“Clinical trial” OR “Clinical study” OR “study” OR “prospective study” OR “Randomized controlled trial” OR “RCT”) from January 2006 – May 2021. A total 4 of 19.431 articles recorded at the identification stage by the criteria for inclusion. The articles are randomized controlled trial (RCT). A total of 329 pregnant woman are given various vitamin D supplements with dose range 400 - 4.000 IU. Some article combine with other vitamin (Calcium, Vitamin C+E) with a certain duration. Maternal ages range 20 years - 40 years with an gestational age 6 to more than 32 weeks. Vitamin D can reduce the risk of pre-eclampsia in pregnant women.
Iron Therapies For Iron Deficiency In Chronic Kidney Disease: A Literature Review Zhela Fatin Fatiha; Nining Lestari; Aulia Nissa Rizky Hariyono; Tia Mella Citra; Ayu Mayangsari; Tri Agustina
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 2 No. 3 (2022): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2353.677 KB) | DOI: 10.59141/jrssem.v2i03.276

Abstract

Chronic kidney disease is a condition when kidney function fails gradually due to kidney damage. One of the causes of anemia in CKD is iron deficiency. Conventional oral iron treatment is not effective to treat iron deficiency anemia due to poor absorption and various side effects. Newer oral iron therapies with better tolerability and offer the potential to normalize iron without the need for intravenous iron. To review the currently available status oral iron therapies and summarizes the latest clinical trial evidence for their use. We researched Google Scholar and PubMed using keyword "iron" OR "ferri" OR "Ferro" OR "iron therapy" AND "Iron deficiency" AND "renal insufficiency, chronic" OR "chronic kidney disease" OR "kidney failure, chronic" OR "chronic renal disease" of last ten years. Total 8 articles recorded the identification stage by the criteria for inclusion. The articles are randomized controlled trials. Total 2.674 patients CKD of various types with or without anemia, age range 18-72 years were treated with oral iron therapies (ferric citrate, ferrous sulfate, sucroferric oxyhydroxide, ferric carboxymaltose) with varying doses. The most side effects of the therapies are gastrointestinal intolerance. Oral iron therapies are considered safe but drug development is still needed to minimize side effects.
PENGABDIAN MASYARAKAT TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT DAN PENGENDALIAN LINGKUNGAN PADA DENGUE HAEMORRAGIC FEVER N Juni Triastuti; Erna Herawati; Sri Wahyu B; Nur Mahmudah; Tri Agustina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.744-750

Abstract

Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Aisyah Bustanul Athfal terletak di kawasan urban perkotaan yang berada di Kartasura. Permasalahan utama berkaitan dengan kejadian beberapa murid di TK Aisyah ini yang menderita penyakit Dengue Haemorragic Fever (DHF). Selain itu berdasarkan data dari DINKES Sukoharjo pada tahun 2020 menyatakan bahwa 61 orang telah terjangkiti demam berdarah dan sudah menyebar di 12 kecamatan. Sedangkan data pada bulan Oktober 2021 ini jumlah penderita demam berdarah meningkat menjadi 164 dengan 9 orang meninggal dunia. Berdasarkan data dari DINKES Sukoharjo, kecamatan Kartasura merupakan daerah endemic demam berdarah pada tahun 2021 ini.Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman orang tua wali murid pada anak usia dini agar lebih memahami pentingnya pencegahan dan pengobatan DHF agar tidak terjadi komplikasi lebih lanjut serta melakukan pengendalian lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit DHF.Metode pelaksanaan kegiatan adalah pemberian penyuluhan dengan metode ceramah monitoring retensi pengetahuan tentang pencegahan penyakit dan pengendalian lingkungan pada DHFKesimpulan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa dengan método ceramah tentang penyakit DHF dapat meningkatkan pengetahuan wali murid dan guru tentang pencegahan, pengobatan serta pengendalian lingkungan pada penyakit DHF.
PENDAMPINGAN PENINGKATAN KESEHATAN MENTAL PASCA PANDEMI COVID-19 N Juni Triastuti; Retno Sintowati; Erna Herawati; Nurhayani Nurhayani; Sri Wahyu B; Tri Agustina; Nur Mahmudah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 6 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i6.2021-2026

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang mengambil tajuk tentang penyuluhan dalam rangka peningkatan Kesehatan mental pasca pandemic COVID-19 ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mengurangi dampak pandemic COVID-19 terutama dalam hal Kesehatan mental. Seperti diketahui bahwasanya kondisi pandemic COVID-19 yang terjadi sejak tahun 2019 menyisakan permasalahan diantaranya dikarenakan banyaknya penderita yang terkonfirmasi COVID-19 yang sedikit banyak mempengaruhi Kesehatan mental masyarakat.  Kawasan perkotaan termasuk yang terkena dampak pandemic COVID-19. Permasalahan yang dihadapi oleh TK Aisyah Bustanul Athfal adalah untuk peningkatan Kesehatan mental ini yaitu: belum adanya pengetahuan tentang peningkatan kesehatan mental pasca pandemic. Usulan yang kami tawarkan berkaitan dengan permasalahan ini, kami sebagai tim yang mengusulkan untuk memberikan penawaran terhadap pemecahan masalah tersebut dengan pemberian pendampingan peningkatan Kesehatan mental pasca pandemic. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyelenggaraan pendampingan pelatihan peningkatan tentang Kesehatan mental yang meliputi pencegahan kecemasan, stress dan depresi untuk meningkatkan Kesehatan mental pada guru TK, dan walimurid.
Asi Tidak Eksklusif Dan Imunisasi Tidak Lengkap Sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Afrinda Graharani Sandra; Muhammad Shoim Dasuki; Tri Agustina; Nining Lestari
INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 11 No 2 (2021): Vol 11, No 2 (Juni 2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/involusi.v11i2.242

Abstract

Toddlers are the next generation of a nation so they need special attention. 155 million children under five in the world are stunted. In Indonesia, there are 3.9% short toddlers, 11.5% very short toddlers, 30.7% toddlers with non-exclusive breastfeeding, and 57.9% toddlers with incomplete immunizations. This study was to determine the relationship between exclusive breastfeeding and completeness of immunization with the incidence of stunting in toddlers. This study uses an observational research type with a case control design. Using secondary data by purposive sampling with a total sample of 140, consisting of 70 cases and 70 controls at the Karanganyar Public Health Center. Data were obtained from the toddler cohort and e-PPGBM (Community Based Nutrition Recording and Reporting Application). Data were analyzed using Chi Square test for breast milk variable p value <0.001 and immunization p value = 0.021. In the logistic regression test, non-exclusive breastfeeding was at risk of stunting with OR = 8.737 and p value <0.001. Incomplete immunization is at risk of stunting with OR = 7.320 and p value < 0.001.
Hubungan Pemberian ASI dan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Status Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan Aulia Nur Rokhmah; Burhanuddin Ichsan; Tri Agustina; Muhammad Shoim Dasuki
INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 11 No 2 (2021): Vol 11, No 2 (Juni 2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/involusi.v11i2.243

Abstract

The period of the first 1000 days of life is a very important period for the improvement of nutrition and growth and development of children. The 2018 Kebumen District Health Profile states that 8% of toddlers with malnutrition, 33.05% of toddlers who do not get exclusive breastfeeding, and mothers of toddlers with malnutrition are mostly 60% primary school education, 20% junior high school and 20% high school education. . To analyze the relationship between exclusive breastfeeding and mother's education with the nutritional status of children under five in the first 1000 days of life. This research is an analytic observational study with a case control design. The instrument used in this study is secondary data by taking samples using purposive sampling technique as many as 117 samples at the Petanahan Health Center. In the bivariate analysis of Chi Square test, it was found that the ASI variable showed p value = 0.000 with OR = 21.991 and mother's education showed p = 0.000 with OR = 6.279. There is a relationship between exclusive breastfeeding and mother's education with the nutritional status of toddlers in the first 1000 days of life.
Empowerment of Aisyiyah cadres in preventing and handling of stroke Dian Hudiyawati; Abi Muhlisin; Tri Agustina; Wachidah Yuniartika; Wita Oktaviana; Ekan Faozi; Siti Marfu'ah; Rizki Anjarsari
Community Empowerment Vol 8 No 12 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.10154

Abstract

Stroke is among the priority health issues frequently reported by the people of Gemolong, Sragen. Strokes do not only affect the elderly; individuals of productive age can also experience them. Strokes can be prevented by reducing risk factors and providing proper treatment for stroke attacks. This community service activity aims to enhance the knowledge and skills of Aisyiyah administrators in promoting stroke prevention and appropriately handling stroke attacks. The methods used in the service activities include training and simulations, encompassing socialization, education on stroke prevention and treatment, as well as stress management using Al-Quran recitations (murottals). The outcome of the service is an increased knowledge and skills of participants in prevention and treatment. This also includes cadre skills in handling stroke sequelae through bed transfer and Range of Motion (RoM), as well as implementing murottal therapy for stress management.