Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

ASI Eksklusif Sebagai Faktor Protektif Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita 24-59 Bulan Rafika Surya Putra Pratama; Mohammad Shoim Dasuki; Tri Agustina; Siti Soekiswati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.748

Abstract

Introduction: Stunting is a nutritional problem that, until now, has been a concern and an issue that has not been able to be resolved. Exclusive breastfeeding is predicted to minimize the risk of stunting because exclusive breastfeeding contains immune components, antibodies and calcium, and nutrients needed by babies. Objective: To analyze the effect of exclusive breastfeeding on the incidence of stunting in children aged 24-59 months. Method: A literature review using PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) for data extraction. The databases used include Google Scholar, Science direct, and Pubmed. And Sage Journals using the keywords (“Exclusive Breastfeeding” OR Breastfeeding OR “Breastfed”) AND (Stunting OR “Growth Disorder” OR “Stunted Growth”) AND Toddler. Results: Extraction obtained 16 articles were analyzed. Conclusion: Exclusive breastfeeding for toddlers 24-59 months can be a protective factor against stunting, while non-exclusive breastfeeding can be a risk factor for toddlers experiencing stunting
PENDAMPINGAN PENINGKATAN KESEHATAN MENTAL PASCA PANDEMI COVID-19 N Juni Triastuti; Retno Sintowati; Erna Herawati; Nurhayani Nurhayani; Sri Wahyu B; Tri Agustina; Nur Mahmudah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 6 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i6.2021-2026

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang mengambil tajuk tentang penyuluhan dalam rangka peningkatan Kesehatan mental pasca pandemic COVID-19 ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mengurangi dampak pandemic COVID-19 terutama dalam hal Kesehatan mental. Seperti diketahui bahwasanya kondisi pandemic COVID-19 yang terjadi sejak tahun 2019 menyisakan permasalahan diantaranya dikarenakan banyaknya penderita yang terkonfirmasi COVID-19 yang sedikit banyak mempengaruhi Kesehatan mental masyarakat.  Kawasan perkotaan termasuk yang terkena dampak pandemic COVID-19. Permasalahan yang dihadapi oleh TK Aisyah Bustanul Athfal adalah untuk peningkatan Kesehatan mental ini yaitu: belum adanya pengetahuan tentang peningkatan kesehatan mental pasca pandemic. Usulan yang kami tawarkan berkaitan dengan permasalahan ini, kami sebagai tim yang mengusulkan untuk memberikan penawaran terhadap pemecahan masalah tersebut dengan pemberian pendampingan peningkatan Kesehatan mental pasca pandemic. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyelenggaraan pendampingan pelatihan peningkatan tentang Kesehatan mental yang meliputi pencegahan kecemasan, stress dan depresi untuk meningkatkan Kesehatan mental pada guru TK, dan walimurid.
PENGABDIAN MASYARAKAT TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT DAN PENGENDALIAN LINGKUNGAN PADA DENGUE HAEMORRAGIC FEVER N Juni Triastuti; Erna Herawati; Sri Wahyu B; Nur Mahmudah; Tri Agustina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.744-750

Abstract

Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Aisyah Bustanul Athfal terletak di kawasan urban perkotaan yang berada di Kartasura. Permasalahan utama berkaitan dengan kejadian beberapa murid di TK Aisyah ini yang menderita penyakit Dengue Haemorragic Fever (DHF). Selain itu berdasarkan data dari DINKES Sukoharjo pada tahun 2020 menyatakan bahwa 61 orang telah terjangkiti demam berdarah dan sudah menyebar di 12 kecamatan. Sedangkan data pada bulan Oktober 2021 ini jumlah penderita demam berdarah meningkat menjadi 164 dengan 9 orang meninggal dunia. Berdasarkan data dari DINKES Sukoharjo, kecamatan Kartasura merupakan daerah endemic demam berdarah pada tahun 2021 ini.Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman orang tua wali murid pada anak usia dini agar lebih memahami pentingnya pencegahan dan pengobatan DHF agar tidak terjadi komplikasi lebih lanjut serta melakukan pengendalian lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit DHF.Metode pelaksanaan kegiatan adalah pemberian penyuluhan dengan metode ceramah monitoring retensi pengetahuan tentang pencegahan penyakit dan pengendalian lingkungan pada DHFKesimpulan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa dengan método ceramah tentang penyakit DHF dapat meningkatkan pengetahuan wali murid dan guru tentang pencegahan, pengobatan serta pengendalian lingkungan pada penyakit DHF.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG LITERASI DIGITAL DI SMK MUHAMMADIYAH 1 WEDI N Juni Triastuti; Erna Herawati; Sri Wahyu B; Tri Agustina; Wisnu Sri Hertinjung
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i3.1347-1355

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan literasi digital yang baik agar dapat memanfaatkan teknologi secara bijak, produktif, dan aman. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan literasi digital siswa melalui pendekatan edukatif dan interaktif. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, simulasi penggunaan media digital yang aman, serta pendampingan dalam praktik pencarian dan pengelolaan informasi daring. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kemampuan siswa dalam menggunakan teknologi digital secara bertanggung jawab, mendukung pembelajaran berbasis teknologi, serta memperkuat budaya digital positif di lingkungan sekolah. Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem literasi digital yang berkelanjutan di SMK Muhammadiyah 1 Wedi. Secara umum terdapat peningkatan pengetahuan siswa SMK yang tinggi. Hal ini berarti kegiatan pengabdian ini memberikan dampak yang baik siswa SMK Muhammadiyah 1 Wedi. Selain itu mayoritas peserta memberikan tanggapan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan kemanfaatan yang tinggi pada peserta kegiatan pengabdian.
The Relationship Between Maternal Weight Gain During Pregnancy and Compliance with Antenatal Care and Baby's Weight at Birth Fitria Nur Kusuma; Shinta Riana; Tri Agustina; Erna Herawati
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 6 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i6.1463

Abstract

Newborn baby weight is an indicator of baby health because it is important to determine infant mortality and morbidity as well as the quality of human resources. One of the factors causing LBW is low weight gain during pregnancy. Objective: To determine the relationship between weight gain in pregnant women and ANC compliance with the baby's weight at birth. Method: Using analytical observational designcross-sectional with a purposive sampling technique. Results: The total sample is 100 respondents. The results of the bivariate test between the weight gain of pregnant women and the baby's weight at birth showed a p value of 0.001 (p < 0.05), withThe prevalence ratio (RP) was found to be 5.038with 95% CI 4.333 – 43.873. And the relationship between ANC compliance and the baby's weight at birth was found to have a p value of 0.001 (p < 0.05)with a Prevalence Ratio (RP) obtained at 4.444with 95% CI 2.580 – 24.122. The results of the multivariate test of the relationship between the increase in pregnant women's weight and the baby's weight at birth showed an OR value of 12.016 with a 95% CI value of 3.470 - 41.607, and the relationship between ANC compliance and the baby's weight at birth obtained an OR value of 6.480 with a 95% CI 1.757 - 23.899. Conclusion: There is a relationship between the weight gain of pregnant women and ANC compliance with the baby's weight at birth.The increase in weight of mothers during pregnancy is more influential.
Hubungan Kualitas Tidur dan Tingkat Stres dengan Obesitas pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta Anisah Adilah; Nining Lestari; Erna Herawati; Tri Agustina
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Obesitas merupakan suatu keadaan yang terjadi akibat penimbunan lemak yang berlebihan di dalam tubuh yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan. Salah satu faktor penyabab obesitas yaitu kualitas tidur yang buruk dan stres. Pendidikan kedokteran adalah masa pendidikan yang berat dan banyak tekanan, seringkali membutuhkan usaha dan kerja keras yang penuh stressor dan memiliki kulitas tidur yang buruk sehingga mahasiswa kedokteran memiliki resiko untuk mengalami obesitas. Tujuan : Menganalisis adakah hubungan kualitas tidur dan tingkat stres dengan obesitas pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Subjek penelitian adalah 60 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji fisher, chi-square dan regresi logistik. Hasil : Kualitas tidur terhadap obesitas p value 0,037 dan nilai OR= 9,982, CI 95%= 1,129-88,235. Tingkat stres terhadap obesitas p value 0,005 dan nilai OR=0,070, CI95%= 0,008-0,599. Kualitas tidur dan tingkat stres terhadap obesitas p value <0,001 dan nilai pseudoR 32,1%. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara kualitas tidur dan tingkat stres dengan obesitas pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Hubungan Tingkat Pendidikan, Status Gizi, dan Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Fe dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Aisyawa Sabrina Aaliyah Sanyoto; Saidatul Fithriyah; Tri Agustina; Yuni Prastyo Kurniati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada kehamilan menyebabkan keguguran, lahir prematur, lamanya durasi persalinan, pendarahan postpartum, serta rentan peradangan. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi anemia ibu hamil di Indonesia sebanyak 48,9%. Tingkat pendidikan bisa menentukan wawasan seseorang karena kemampuan seseorang dalam menguasai dan menerima sesuatu dipengaruhi oleh tingkat pendidikan yang dimilikinya. Status gizi ibu yang buruk dapat berakibat tidak baik bagi ibu dan janin. Tablet Fe yang dikonsumsi setiap hari dapat menurunkan prevalensi anemia serta mencegah timbulnya anemia. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan tingkat pendidikan, status gizi, dan kepatuhan mengonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Metod : Observasional analitik dengan pendekatan cross sectional serta purposive random sampling sebanyak 35 responden. Hasil: Analisis bivariat antara tingkat pendidikan dengan anemia pada ibu hamil memiliki p-value senilai 0,003. Hasil p-value dari status gizi dengan anemia pada ibu hamil senilai 0,410. Hasil p-value dari kepatuhan mengonsumsi tablet Fe dengan anemia pada ibu hamil senilai 0,229. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil, tetapi tidak terdapat hubungan antara status gizi dan kepatuhan mengonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil.
Manajemen Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis untuk Mengurangi Tingginya Kasus Demam Berdarah Dengue di Puskesmas Bendosari dengan Program "Cadar Cantik" (Cegah Demam Berdarah Kecamatan Bendosari Anti Jentik) Dika Arifianti; Tiara Alfitriana; Dona Parenta Mulia; Nining Lestari; Tri Agustina; Sugeng Purnomo
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti yang ditandai dengan demam mendadak, sakit kepala, nyeri belakang bola mata, mual dan manifestasi perdarahan seperti uji tourniquet (rumple lead) positif, bintik-bintik merah dikulit (petekie), mimisan, gusi berdarah dan lain sebagainya. Kabupaten Sukoharjo memiliki 12 kecamatan dengan 167 desa dan terdapat 11 kecamatan yang endemis, pada tahun 2019 kecamatan Bendosari terdapat 3 desa endemis dengan 24 kasus kesakitan DBD, kasus kematian 0 serta (Angka Bebas Jentik) ABJ 85%. Adanya kasus DBD setiap tahunnya menandakan desa tersebut belum bebas jentik. Strategi pengendalian vektor harus diintegrasikan dengan peran serta masyarakat yang kuat dan kerja sama lintas sektor dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M (Menguras, Menutup,Mengubur) PLUS dan pemantauan jentik berkala melalui program yang kami usulkan untuk Puskesmas Bendosaari yaitu "CADAR CANTIK" Cegah Demam Berdarah Kecamatan Bendosari Anti Jentik.
LILA dan Sanitasi Lingkungan Faktor Resiko Stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan Dania Talitha Rahma; Mohammad Shoim Dasuki; Tri Agustina; Asri Alfajri
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan gangguan nutrisi jangka panjang karena asupan tidak terpenuhi. Stunting dilihat dari nilai Z-score <-2 SD dan <-3 SD. Di Indonesia tahun 2018 angka stunting tergolong tinggi yaitu 30,8%. Dampak dari terjadinya stunting yaitu kegagalan proses metabolisme, gangguan pada proses tumbuh balita, fungsi kognitif dan daya tahan tubuh menurun, dan berisiko terkena penyakit degeneratif. Beberapa faktor yang mengakibatkan stunting diantaranya status gizi ibu hamil dan akses sanitasi lingkungan. Data Puskesmas Juwiring tahun 2022 sanitasi lingkungan 46%, dan KEK 16,6%. Cakupan normal nasional untuk data sanitasi lingkungan 80% dan KEK 14,5%. Penelitian bertujuan menganalisis LILA dan sanitasi lingkungan faktor resiko stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan. Jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan case control. Besar sampel 180, dengan purposive sampling. Data diolah menggunakan distribusi frekuensi, Chi- Square, dan regresi logistik. Hasil menunjukkan LILA (p<0,001), sanitasi lingkungan (p<0,001) berpengaruh terhadap kejadian stunting pada 1000 HPK. Kesimpulan dari penelitian bahwa LILA dan sanitasi lingkungan merupakan faktor yang berhubungan dengan stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan.
Gambaran CBCT Impaksi Gigi 12 dan 13 akibat Complex Odontoma Nina Runting; Tri Agustina
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/-.v8i2.544

Abstract

Odontoma merupakan tumor odontogenik jinak yang paling sering ditemukan di rongga mulut, dengan prevalensi mencapai 21-67% dari seluruh kasus tumor odontogenik. Lesi ini umumnya bersifat asimtomatik, tumbuh lambat, dan sering terdeteksi secara insidental pada pemeriksaan radiografik. Odontoma terbagi menjadi dua tipe utama, yaitu compound odontoma dan complex odontoma, yang keduanya dapat menyebabkan hambatan erupsi gigi permanen, impaksi, serta persistensi gigi sulung. Meskipun radiografi panoramik merupakan modalitas diagnostik awal yang umum digunakan, keterbatasannya dalam visualisasi tiga dimensi dan hubungan anatomi seringkali menyulitkan penegakan diagnosis yang akurat, terutama pada kasus dengan lokasi lesi yang kompleks di regio anterior maksila. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran embedded gigi 12 dan 13 yang disebabkan oleh odontoma complex pada pemeriksaan Cone Beam Computed Tomography (CBCT) 3D. Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif pada seorang pasien laki-laki berusia 15 tahun yang datang ke Departemen Bedah Mulut Rumah Sakit Gigi dan Mulut Soelastri, Surakarta, dengan keluhan gigi depan rahang atas kanan belum erupsi. Pasien menjalani pemeriksaan klinis ekstraoral dan intraoral, kemudian dirujuk ke bagian radiologi untuk pemeriksaan CBCT 3D. Data CBCT dianalisis secara visual pada tiga bidang ortogonal (coronal, sagittal, dan axial) serta rekonstruksi Multi-Planar Reconstruction (MPR) untuk mengevaluasi lokasi, ukuran, dan hubungan lesi dengan struktur anatomi sekitarnya. Pemeriksaan CBCT menunjukkan adanya massa radiopak ireguler dengan batas tegas yang dikelilingi halo radiolusen tipis, yang merupakan gambaran khas complex odontoma, terletak di sekitar gigi 12 dan 13. Gigi 12 dan 13 tampak mengalami impaksi dengan posisi yang tidak normal, di mana apeks akar kedua gigi tersebut bersinggungan dengan kavum nasal dan sinus maksilaris. Gigi 53 masih persistensi, dan odontoma berukuran 13,2 mm × 8,5 mm hingga 13,2 mm × 9,6 mm terdeteksi di sekitar area tersebut. Temuan spesifik menunjukkan adanya dilaserasi akar gigi 13 ke arah inferior serta kedekatan mahkota gigi 12 dengan kanalis insisivus, yang mengindikasikan potensi risiko komplikasi bedah. Kesimpulan: CBCT 3D merupakan modalitas pencitraan yang efektif dan direkomendasikan sebagai standar emas dalam mendeteksi serta mengevaluasi complex odontoma sebagai penyebab impaksi gigi insisivus maksila. Kemampuan CBCT dalam memberikan visualisasi tiga dimensi yang detail, terutama dalam menggambarkan hubungan lesi dengan struktur anatomi kritis, sangat bermanfaat untuk perencanaan perawatan bedah yang aman dan presisi. Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar diperlukan untuk mengkaji secara kuantitatif karakteristik radiografik odontoma kompleks serta luaran klinis jangka panjang pasca-pembedahan.