Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Kinerja Rantai Pasok Sayuran di Transmart Padang Sri Khairunnisa; Hasnah Hasnah; Syahyana Raesi
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 5, No 1 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i1.452

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan karakteristik konsumen Kedai Kopi Nan Yo, (2) Mendeskripsikanfaktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen dalam mengkonsumsi di Kedai Kopi Nan Yo Kota Padang.Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode survei, dengan responden yang digunakan adalah konsumen Kedai Kopi Nan Yo, dan konusmen yang tidak memilih Kedai Kopi Nan Yo. Analisis data menggunakan metode regresi logistik dengan dibantu dengan program statistik SPSS 21.0. 1. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik umum dari konsumen Kedai Kopi Nan Yo didominasi oleh responden berjenis kelamin laki-laki, dengan usia 44-50 tahun. Pendidikan terakhir dari responden mayoritas adalah strata 1, dengan pendapatan perbulan sebesar Rp 3.000.000.- Rp 4.000.000. Mayoritas konsumen Kedai Kopi Nan Yo sudah berkeluarga dan memiliki 4-5 orang anggota keluarga.Sedangkan karakteristik khusus dari konsumen Kedai Kopi Nan Yo adalah menghabiskan waktu lebih dari 1 jam di Kedai Kopi Nan Yo, mayoritas konsumen datang sekali dalam sebulan, dengan sekali pengeluaran dalam membeliadalah dibawah Rp.20.000. Menurut konsumen, harga yang di tawarkan di Kedai Kopi Nan Yo adalah pas/sesuai. Mayoritas responden sudah datang ke Kedai Kopi Nan Yo lebih dari 10 tahun, dan mau untuk merekomendasikan Kedai Kopi Nan Yo ke teman atau keluarganya. Faktor yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan memilih atau tidak Kedai Kopi Nan Yo adalah faktor Psikologi, dan faktor produk, Nilai signifikasi dari faktor psikologi adalah 0,000, dannilai signifikasi dari faktor produk adalah 0,002. Sedangkan faktor kebudayaan, sosial, dan pribadi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pemilihan Kedai Kopi Nan Yo.
Penguatan Manajemen Produksi dengan Penerapan Konsep 3R (Recycle, Reduce and Reuse) pada Agroindustri Makanan Ringan di Kelurahan Lubuk Minturun, Kota Padang Rini Hakimi; Rika Hariance; Syahyana Raesi; Rusyja Rustam; Rina Sari; Vonny Indah Mutiara; Zednita Azriani; Widya Fitriana; Dian Hafizah; Ifdal Ifdal; Cipta Budiman; Yusmarni Yusmarni; Afrianingsih Afrianingsih; Daddy Budiman
Warta Pengabdian Andalas Vol 30 No 4 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.30.4.616-624.2023

Abstract

Snack food agro-industry is a potential agribusiness to be developed. Agro-industrial activities produce fresh waste that has yet to be utilized. This waste is in the form of organic solid and liquid waste. Waste left or disposed of will result in pollution. The solution to solve these problems is that waste can be recycled, reduced, and reused, named the 3R concept. This community activity involved advanced service methods, including education and demonstrations to apply the 3R concept for waste—further, the activity team also handovers decomposers and some useful equipment’s for making compost. About ten snack agro-industries attended this service activity. The extension service has provided an understanding to the snack agro-industry regarding implementing 3R and alternatives to reduce the amount of their fresh waste. Demonstrations were related to recycling solid waste into compost and assembling filtering equipment to purify liquid waste. This agro-industry counselling needs to be sustained to consistently apply the 3R concept in the production activities carried out.
Analisis Usaha Kerupuk Bawang Rizka di Kelurahan Padang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang: Analysis of Rizka Onion Crackers Business in Padang Besi Village, Lubuk Kilangan District, Padang City Lamtiar Septriani Silalahi; Syahyana Raesi; M Hendri
Journal of Agriculture and Social Development Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Agriculture and Social Development
Publisher : Research and Social Study Institute (RESSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/jasodev.v1i1.3

Abstract

This study aims to describe the profile of Rizka Padang Besi's onion crackers business and calculate how much income, profits and break-even point of Rizka Padang Besi's onion crackers business. . The research method used is the case study method. To be able to explain the results of the study, the research is presented descriptively. The results showed that the business activities of this business have 11 workers with a direct wage system, this business still uses simple equipment, this business has the Rizka brand with a year product power while for distribution carried out through direct and indirect distribution channels, and businesses This belongs to the source of capital from itself. The business profit gained is Rp. 23,203,706.236. Onion Crackers Rizka's business is already producing above the breakeven point, which is the breakeven point of quantity of 50 units while the breakeven selling point is Rp. 747,090.7.
Farmers' Risk Perception, Risk Aversion on Manggosteen Production (Case Study in Pauh Thematic Village) Cindy Paloma; Rika Hariance; Syahyana Raesi; Afrianingsih Putri
Buletin Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo Vol. 26 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/bpsosek.v26i1.949

Abstract

The mangosteen commodity has become a leading product of West Sumatra Province due to its large export market share, which requires farmers to maintain the quantity and quality of the mangosteen they produce. Mangosteen has a high economic value, but its cultivation is still traditional, and the quality produced is not entirely in line with the expectations of the export destination countries. Since 2021, the Mayor of Padang has designated the Pauh District as a thematic mangosteen village, but fluctuations in mangosteen production indicate risks. This research analyzes the relationship between farmer characteristics and their attitude toward mangosteen production risks. The research method involves a survey and the sampling of 40 farmers using purposive sampling. Data was collected from June to July 2023. The level of risk is analyzed using the coefficient of variation method, while farmer risk behavior is assessed using the Moscardi and de Janvry method. Factors influencing farmers are analyzed using Ordinary Least Square (OLS) regression. The research results indicate a production risk for mangosteen with a coefficient of variation value of 0.47 (47%). Most farmers, 38 out of 40 (98%), exhibit a risk-averse behavior, while two farmers (2%) have a neutral risk attitude. The characteristics of farmers that significantly influence their risk behavior are age, farming experience, and farming income.
Analisis Finansial Pengolahan Serai Wangi (Cymbopogon NArdus L) Menjadi Minyak Atsiri di Padang Magek Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar (Studi Kasus: Usaha Penyulingan Minyak Atsiri Mukhaiyar) Febia Latifa Adrin; Syahyana Raesi; Rina Sari
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 3 No. 3 (2021): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i3.429

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kelayakan finansial usaha penyulingan minyak serai wangi Mukhaiyar di Nagari Padang Magek Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar. Dalam study kasus ini, kami menggunakan data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Gambaran umum usaha penyulingan minyak serai wangi Mukhaiyar (2) Pada aspek finansial usaha penyulingan minyak serai wangi Mukhaiyar layak untuk dilaksanakan, dengan ratio B/C yaitu 1,09, NPV sebesar Rp 11.847.216,09, dan IRR sebesar 53%. Analisis sensitivitas berdasarkan peningkatan 2,67% biaya produksi diperoleh nilai IRR sebesar 43% yang berarti usaha penyulingan minyak serai wangi Mukhaiyar masih layak untuk dilaksanakan dalam keadaan ini. Analisis sensitivitas dengan penurunan benefit 7% diperoleh IRR sebesar 25% yang berarti usaha penyulingan minyak serai wangi Mukhaiyar tidak layak dilaksanakan dalam keadaan ini. Usaha penyulingan minyak serai wangi Mukhaiyar mengalami titik kritis pada peningkatan harga produksi sebesar 9% dan penurunan benefit sebesar 8,4%. Payback period usaha ini selama 4 tahun 6 bulan 5 hari.
Analisis Usahatani Bawang Daun (Allium fistulosum L.) di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat Dwi Ayi Fortuna; Syahyana Raesi; Yusmarni Yusmarni
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 4 No. 1 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i1.436

Abstract

Petani dalam melakukan suatu kegiatan berusahatani haruslah bekerja secara efisien dan penuh persiapan agar hasil usahatani yang mereka usahakan dapat mendatangkan keuntungan. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kultur teknis dan permasalahan yang dihadapi dalam usahatani bawang daun di Kota Padang Panjang dan menganalisis besarnya pendapatan dan keuntungan dari usahatani bawang daun di Kota Padang Panjang. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui tingkat pendapatan, keuntungan, analisa R/C selama satu kali musim tanam. Hasil analisis usahatani bawang daun yang dilakukan oleh petani sampel didapatkan bahwa biaya yang paling banyak dikeluarkan oleh petani yaitu biaya pembelian mulsa plastik dan pupuk. Pendapatan yang didapatkan petani setiap musim tanamnya adalah sebesar Rp 12.718.622,63 per hektar usahatani sedangkan keuntungan yang didapatkan adalah sebesar Rp 9.044.931,73 per hektar usahatani dengan R/C senilai 1,55. Biaya total dari keseluruhan kegiatan usahatani per musim tanam mencakup biaya yang dibayarkan dan biaya yang diperhitungkan yaitu sebesar Rp 16.465.439 per hektar usahatani. Permasalahan pada usahatani bawang daun yang dilakukan oleh petani sampel yaitu dari berbagai faktor yaitu faktor iklim yang tidak menentu dengan curah hujan yang cukup tinggi, faktor harga yang tidak tetap, faktor budidaya yang tidak sesuai dengan buku ataupun panduan yang ada yang menyebabkan hasil produksi yang tidak maksimal, faktor kompetisi pemasaran, dan bantuan dari pemerintah setempat.
Analisis Nilai Tambah Pengolahan Daun Gambir (Uncaria gambir Roxb) Menjadi Teh Gambir Pada Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Sambal di Nagari Talang Maur Kecamatan Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota Febrisa Reflia Putri; Rahmat Syahni; Syahyana Raesi
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 4 No. 2 (2022): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i2.440

Abstract

n
Analisis Kinerja Rantai Pasok Sayuran di Transmart Padang Sri Khairunnisa; Hasnah Hasnah; Syahyana Raesi
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 5 No. 1 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i1.452

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan karakteristik konsumen Kedai Kopi Nan Yo, (2) Mendeskripsikanfaktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen dalam mengkonsumsi di Kedai Kopi Nan Yo Kota Padang.Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode survei, dengan responden yang digunakan adalah konsumen Kedai Kopi Nan Yo, dan konusmen yang tidak memilih Kedai Kopi Nan Yo. Analisis data menggunakan metode regresi logistik dengan dibantu dengan program statistik SPSS 21.0. 1. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik umum dari konsumen Kedai Kopi Nan Yo didominasi oleh responden berjenis kelamin laki-laki, dengan usia 44-50 tahun. Pendidikan terakhir dari responden mayoritas adalah strata 1, dengan pendapatan perbulan sebesar Rp 3.000.000.- Rp 4.000.000. Mayoritas konsumen Kedai Kopi Nan Yo sudah berkeluarga dan memiliki 4-5 orang anggota keluarga.Sedangkan karakteristik khusus dari konsumen Kedai Kopi Nan Yo adalah menghabiskan waktu lebih dari 1 jam di Kedai Kopi Nan Yo, mayoritas konsumen datang sekali dalam sebulan, dengan sekali pengeluaran dalam membeliadalah dibawah Rp.20.000. Menurut konsumen, harga yang di tawarkan di Kedai Kopi Nan Yo adalah pas/sesuai. Mayoritas responden sudah datang ke Kedai Kopi Nan Yo lebih dari 10 tahun, dan mau untuk merekomendasikan Kedai Kopi Nan Yo ke teman atau keluarganya. Faktor yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan memilih atau tidak Kedai Kopi Nan Yo adalah faktor Psikologi, dan faktor produk, Nilai signifikasi dari faktor psikologi adalah 0,000, dannilai signifikasi dari faktor produk adalah 0,002. Sedangkan faktor kebudayaan, sosial, dan pribadi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pemilihan Kedai Kopi Nan Yo.
Analisis Nilai Tambah Usaha Pengolahan Serai Wangi (Cymbopogon Nardus L) Di Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar Wulan Permata; Rina Sari; Syahyana Raesi
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 5 No. 1 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i1.456

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar dan terdapat 2 usaha pengolahan daun serai wangi yaitu usaha Bapak Mukhyar dan usaha Bapak Arinal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan daun serai wangi menjadi minyak serai wangi dan menganalisis besarnya nilai tambah serta distribusi nilai tambah dari kegiatan usaha pengolaham daun serai. Metode yang digunakan adalah metode survei. Analisis data yang digunakan untuk menganalisis besarnya nilai tambah menggunakan metode nilai tambah Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kegiatan pengolahan serai wangi ini memberikan nilai tambah sebesar Rp. 371,35/Kg dengan rasio nilai tambah 27% untuk usaha penyulingan Bapak Mukhyar, dan nilai tambah sebesar Rp. 363,07/Kg dengan rasio nilai tambah 25% untuk usaha penyulingan Bapak Arinal, yang dikategorikan termasuk rasio nilai tambah sedang karena memiliki persentase 15 %-40%. Rendemen usaha Bapak Mukhyar memiliki rendemen 0.85% sedangkan untuk usaha Bapak Arinal 0.88%. Distribusi nilai tambah  pada usaha penyulingan Bapak Mukhyar dan Bapak Arinal yang terbesar diperoleh sumbangan input lain sebesar 37,12% untuk usaha Bapak Mukhyar, sedangkan usaha Bapak Arinal sebesar 42,02%. Untuk keuntungan perusahaan yakni sebesar 36,42% untuk usaha Bapak Mukhyar sedangkan usaha penyulingan Bapak Arinal sebesar 42,01%. Distribusi nilai tambah terkecil terdapat pada pendapatan  tenaga kerja 26,46% untuk usaha Bapak Mukhyar, 15,97% untuk usaha penyulingan Bapak Arinal, sehingga diharapkan agar perusahaan dapat lebih memperhatikan pendistribusian nilai tambah tenaga kerja dengan menyesuaikan upah dan jumlah jam kerja sesuai dengan standar yang ada. Pemerintah juga diharapkan untuk menjaga kestabilan harga minyak serai wangi sehingga dapat meningkatkan keuntungan perusahaan yang berimbas kepada para pekerja dalam usaha pengolahan serai wangi tersebut.
PENDEKATAN ANALISIS FISHBONE UNTUK IDENTIFIKASI RISIKO PRODUKSI PADI DI KECAMATAN RANAH PESISIR KABUPATEN PESISIR SELATAN Raesi, Syahyana; Putri, Afrianingsih; Sinensis, Vradelmeika
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 9, No 1: Juni 2025
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v9i1.1762

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko produksi usahatani padi. Penelitian dilakukan di Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. Penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling terhadap 43 petani dengan metode sampel proporsionate sampling. Data di analisis menggunakan diagram tulang ikan (fishbone diagram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14 risiko yang teridentifikasi. Risiko yang telah teridentifikasi tersebut dikelompokan menjadi empat kelompok. Kelompok pertama, sumberdaya manusia disebabkan oleh petani tidak membersihkan gulma sehingga banyak muncul  gulma  dan terlambat penanaman bibit padi. Kelompok kedua, hama dan penyakit disebabkan oleh burung pipit, babi, keong mas, sapi, wereng, walang sangit dan kepinding. Kelompok ketiga, sarana dan prasarana disebabkan oleh saluran irigasi rusak serta ketersediaan air tidak tercukupi. Selanjutnya, kelompok keempat bencana alam disebakan oleh banjir, longsor dan kekeringan. Untuk menghadapi risiko tersebut petani menggunakan dua strategi terdiri dari strategi preventif dan strategi mitigasi. Strategi preventif yang telah dilakukan petani adalah pemasangan tali perak sebagai pengusir hama burung pipit dan melakukan sanitasi lahan serta strategi preventif yang disarankan yaitu pemanfaatan tanaman marigold sebagai tanaman refugia dan melakukan perbaikan saluran irigasi. Pada strategi mitigasi petani melakukan pemakaian pestisida kimia serta strategi yang disarankan diversifikasi tanaman dan mengikuti asuransi pertanian.