Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Peningkatan hasil belajar Gerak lokomotor dengan pendekatan bermain siswa sekolah dasar kelas 1 SD Tahfidz griya qurany ‘Ala, Faridatul; Candra, Juli; Rahmalia, Apriyanti; Hakim, Lukman
Journal of Professional Elementary Education Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Professional Elementary Education
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jpee.v4i2.159

Abstract

Improvement of locomotor movement learning outcomes with a play approach for grade 1 elementary school students of SD Tahfidz Griya Qurany. Thesis. Faculty of Education. Bhayangkara University, Greater Jakarta. The researcher aims to improve the learning outcomes of locomotor movements (walking, running, jumping) of grade I students of SD Tahfidz Griya Qurany, Bekasi Regency, by using a play approach. The research method used is the Action Research method, Action research uses cycles, where each cycle has systematic steps consisting of action planning, implementation, observation and reflection. Based on the results of the research on classroom actions that have been carried out in 2 (two) cycles in this study, it can be concluded that: 1. The application of the play approach can improve the locomotor movement ability of students. 2. The data on the completeness of locomotor motion learning in the first cycle of the first meeting reached 33.33% and in the second meeting reached 41.67%. Meanwhile, in the second cycle, the first meeting reached 50% and in the second meeting, it reached 95.83%. 3. The application of the play approach can improve the learning outcomes of locomotor movements in grade I students of SD Tahfidz Griya Qurany for the 2024/2025 school year
Pelatihan Renang Dasar bagi Lifeguard Putrajaya Malaysia untuk Meminimalisir Kecelakaan Air Armen, Meiriani; Rahmalia, Apriyanti; Rahmadani, Ade Fitri; Mardius, Ali; Alben, Ary Suud Cahyo; Kumar, Alfiqroam
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.19243

Abstract

Background: Lifeguard memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan di lingkungan perairan dan memberikan pertolongan darurat saat terjadi kecelakaan air. lifeguard di Lifesaving Society Putrajaya Malaysia, sebagian berusia muda (±14 tahun) dan belum menguasai teknik renang dasar yang diperlukan untuk tindakan penyelamatan. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi renang dasar lifeguard melalui pelatihan teknik gaya bebas dan gaya dada sebagai gaya utama dalam penyelamatan air. Metode: Metode yang digunakan berupa pelatihan terstruktur yang berfokus pada teknik gerak, koordinasi, serta pengembangan daya tahan. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan renang, efisiensi gerakan, dan kesiapan lifeguard dalam menghadapi situasi darurat di air. Kesimpulan: Dengan demikian, pelatihan renang dasar terbukti berkontribusi pada peningkatan keselamatan operasional dan efektivitas penyelamatan di lingkungan perairan.
PELATIHAN PEMBELAJARAN MODIFIKASI BERMAIN PADA RUANG LINGKUP AKTIVITAS SENAM DALAM PENINGKATAN KEBUGARAN JASMANI SISWA SMAN 1 SUTERA PESISIR SELATAN Ali Mardius; Alfiqroam Kumar; Ary Suud Cahyo Alben; Apriyanti Rahmalia
GERAKAN EDUKASI DAN MASYARAKAT NUSANTARA Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Gerakan Edukasi dan Masyarakat Nusantara
Publisher : CV. DIGITIAL EDUKASI NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65841/gemanusa.v1i1.110

Abstract

The physical fitness level of the Indonesian population is increasingly concerning, with only 5.86% of the population categorized as having good fitness, while approximately 76% fall into the low to very low categories. This condition requires solutions through sports activities, including within the school environment. However, physical education learning at SMAN 1 Sutera, Pesisir Selatan, still follows a conventional approach, resulting in monotonous instruction and low student motivation. Based on this situation analysis, the main problem faced by the partner school is the absence of an innovative and engaging learning model in gymnastics activities to improve students’ physical fitness.This community service activity was carried out through counseling, demonstrations, and hands-on practice on game-based modifications within gymnastics activities, particularly forward roll and backward roll skills. The training was conducted in one day, beginning with classroom material delivery followed by game-based practice sessions on the field. The results indicate high student enthusiasm, a more enjoyable learning atmosphere, and students’ ability to perform basic gymnastics techniques according to the provided stages. Game-based learning also increased students’ physical engagement, positively contributing to fitness components such as flexibility, strength, and endurance.The discussion shows that the game-modified approach in gymnastics learning can serve as an alternative solution to the longstanding issue of low learning motivation and has the potential to support improvements in students' physical fitness. This model does not conflict with the learning objectives; instead, it enriches the process and provides a more varied, interactive, and applicable learning experience at school.
TINJAUAN KONDISI FISIK ATLET PADA KLUB SEPAKBOLA BASOCA DI KECAMATAN BUKIK BARISAN KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Faridatul A'la; Apriyanti Rahmalia; Qorry Armen Gemael; Sulthon Maulana Alauddin
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v1i2.6396

Abstract

Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif, dimana tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat kemampuan kondisi fisik atlet klub BASOCA. Ada pun kemampuan kondisi fisik yang akan dilihat adalah: dayatahan, kekuatan, kecepatan, kelenturan dan kelincahan. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 25 Desember 2010 di Klub BASOCA. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet Klub BASOCA yang terdiri dari level junior 25 orang dan level senior 20 orang yang berjumlah 45 orang. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling yang diambil sampel pada kelompok tingkatan level junior yang berjumlah 25 orang, dengan alasan pada level junior merupakan awal dari pembinaan tehnik dasar sepakbol. Data penelitian didapatkan melalui tes kondisi fisik yang telah ditentukan. Tingkat kemampuan dayatahan dapat diketahui dengan menggunakan tes bleep tes. Tingkat kemampuan kekuatan otot tungkai dapat diketahui dengan menggunakan alat leg dynamometer. Tingkat kemampuan kecepatan dapat diketahui dengan menggunakan tes lari 30 meter. Tingkat kemampuan kelenturan dapat diketahui dengan menggunakan alat tes flexometer. dan tes lari bolak-balik untuk mengetahui tingkat kemampuan kelincahan. Setelah data diperoleh, maka data dianalisis dengan bantuan SPSS 16 dan analisa deskriptif persentase. Hasil penelitian di dapatkan bahwa tingkat kemampuan daya tahan dengan rata-rata 38,9 pada sampel dengan kategori baik, tingkat kemampuan kekuatan otot tungkai dengan rata-rata 47,57 pada kategori baik, tingkat kemampuan kecepatan dengan rata-rata 4,4 pada kategori sedang, tingkat kemampuan kelenturan dengan rata-rata 13 pada kategori sedang dan tingkat kemampuan kelincahan dengan rata-rata 13,5 pada kategori sedang. Dengan demikian dapat diketahui bahwa masih adanya tingkat kemampuan kondisi fisik atlet Klub BASOCA yang berada pada kategori sedang, sehingga perlu ditingkatkan lagi untuk menghasilkan tingkat kondisi fisik yang lebih baik dalam mencapai prestasi yang optimal.
Pengaruh Metode Latihan Drill Dan Metode Latihan Small Side Games Terhadap Kemampuan Passing Sepak Bola Di Ekstrakulikuler SMPN 1 Tambun Selatan Muhammad Ziddan Ali; Faridatul Ala; Apriyanti Rahmalia; Asrori Yudha Prawira
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v4i2.12170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeval_uasi pengaruh metode latihan drill dan small side games terhadap kemampuan passing sepak bola di ekstrakurikuler SMPN 1 Tambun Selatan. Banyak siswa di ekstrakurikuler ini yang belum memiliki kemampuan passing yang baik. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan jenis Pre Experimental Designs, khususnya Two Group Pre-test Post-test Design. Metode yang digunakan adalah Pre-test dan Post-test. Populasi penelitian terdiri dari 30 siswa yang juga menjadi sampel penelitian. Instrumen yang digunakan meliputi uji coba dan pengumpulan data. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji normalitas dengan Saphiro Wilk Test, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil uji normalitas menunjukkan nilai signifikansi pre-test sebesar 0,50 > 0,05 dan post-test sebesar 0,62 > 0,05, yang berarti data berdistribusi normal. Uji homogenitas menunjukkan nilai signifikansi 0,476 > 0,05, yang berarti data bersifat homogeny. Dalam uji hipotesis, jika probabilitas > 0,05 maka H0 diterima, tetapi jika probabilitas < 0,05 maka H0 ditolak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti Ha diterima. Ini menunjukkan bahwa metode latihan drill dan small side games berpengaruh signifikan terhadap kemampuan passing sepak bola siswa di ekstrakurikuler SMPN 1 Tambun Selatan. Analisis statistik antara pre-test dan post-test menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari kedua metode latihan tersebut dalam meningkatkan kemampuan passing sepak bola siswa.
Hubungan Tingkat Kebugaran Fisik terhadap Kejadian Sesak Napas dan Risiko Hipotermia pada Pendaki Pemula Gunung Sibayak Rizki Kurniati; Joka Novetra; Danang Pujo Broto; Apriyanti Rahmalia; Bangkit Seandi Taroreh; Rasyono Rasyono
Indonesian Journal of Sport and Tourism Vol. 7 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijst.v7i2.105289

Abstract

This study aims to analyze the relationship between physical fitness levels and the occurrence of shortness of breath and hypothermia risk among novice climbers on mount sibayak, karo regency, north sumatra. The research employed a quantitative approach with a descriptive correlational design and a cross-sectional method. The sample consisted of 60 university students aged 20–24 years who participated in community service (kkn) activities and conducted mountain climbing. Physical fitness was measured using the harvard step test, shortness of breath was assessed using the borg dyspnea scale, and hypothermia risk was evaluated through body temperature measurements and clinical symptom observations. The results showed a strong negative correlation between physical fitness level and shortness of breath (r = -0.682; p = 0.001), and a moderate negative correlation between physical fitness and hypothermia risk (r = -0.543; p = 0.004). In addition, a moderate positive correlation was found between shortness of breath and hypothermia risk (r = 0.516; p = 0.007). These findings indicate that higher levels of physical fitness are associated with lower risks of respiratory disturbance and body temperature decline during mountain climbing. This study recommends the implementation of pre-climb physical fitness training and physiology-based safety education programs to enhance preparedness and safety among novice climbers in extreme environments.