Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Perancangan Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik BaruBerbasis Web Pada SDIT Permata Ilmu Rifky Hafid Ashari; Pajar Machmud; Deden Ardiansyah; Abdul Halim
Jouhou Gijitsuka: Teknologi Informatika Vol. 1 No. 1 (2024): Artikel Agustus
Publisher : STTI Sonysugema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1003/5n7x1766

Abstract

Sistem PPDB (penereimaan peserta didik baru) pada sekolah dasar islam terpadu permata ilmu merujuk pada penelitian yang dilakukan untuk pengembangan sistem ppdb berbasis web yang efektif dan efisien. Sistem PPDB merupakan sistem yang digunakan oleh sekolah untuk melakukan seleksi dan penerimaan peserta didik baru. Penelitina ini bertujuan untuk mengembangkan sistem ppdb yang dapat mempercepat proses pendaftaran,memudahkan akses informasi bagi calon siswa dan orang tua, serta meningkatkan tranparansi dalam proses seleksi. Metode pengembangan sistem yang digunakan dengan tahap-tahap seperti analisis kebutuhan, desain sistem, pegujian dan pemeliharaan.
The Academic Triangle Implementation in Bogor New Normal Batik Village as a Collaborative Learning Center Tosida, Eneng Tita; Andria, Fredi; Warnasih, Siti; Utami, Novi Fajar; Sukmanasa, Elly; Ardiansyah, Deden; Harsani, Prihastuti; Achmad, Dinar Munggaran; Wahyuni, Yuli
International Journal of Ethno-Sciences and Education Research Vol. 2 No. 1 (2022): International Journal of Ethno-Sciences and Education Research (IJEER)
Publisher : Research Collaboration Community (Rescollacom)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46336/ijeer.v2i1.236

Abstract

The main objective of this study is build the new normal bogor batik village which is integrated with collaborative learning, so as to create the academic triangle ecosystem. The academic triangle is cyclical in nature, which continues as an ecosystem of education, research and entrepreneurship (not only being an entrepreneur but an entrepreneurial spirit that never gives up in the face of all obstacles). This cycle involves lecturers and students who at the same time have a positive impact on improving the social economy and strengthening local culture. Hopefully, in the end, the ecosystem can become a laboratory for strengthening the academic triangle
Hukum Perlindungan Konsumen pada Telekonsultasi Kesehatan Kristianti, Nunul; Yanuar, Ferdian; Ardiansyah, Deden; Putri, Mega Amanda; Parman, Parman; Prayuti, Yuyut
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3537

Abstract

Perkembangan layanan telekonsultasi kesehatan di Indonesia telah membuka era baru dalam penyelenggaraan pelayanan medis berbasis teknologi digital. Inovasi ini memberikan kemudahan akses, efisiensi waktu, serta perluasan jangkauan layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang selama ini sulit memperoleh pelayanan medis konvensional. Namun demikian, transformasi digital tersebut juga menghadirkan tantangan hukum yang kompleks, khususnya terkait jaminan perlindungan hukum bagi pasien sebagai konsumen. Kerentanan pasien terhadap ketimpangan informasi medis, risiko malpraktik, ketidakjelasan standar layanan, hingga potensi kebocoran dan penyalahgunaan data pribadi menuntut adanya regulasi yang jelas, harmonis, dan implementatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, ruang lingkup, dan mekanisme perlindungan hukum terhadap pasien pengguna jasa telekonsultasi dengan merujuk pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, serta Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rezim perlindungan hukum bagi pasien dalam layanan telekonsultasi masih bersifat parsial, sektoral, dan belum terintegrasi dalam satu kerangka regulasi yang komprehensif. Tanggung jawab hukum antara tenaga medis dan penyelenggara platform digital masih belum diatur secara tegas, sementara mekanisme penyelesaian sengketa konsumen belum tersedia dalam bentuk yang mudah diakses. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan regulasi telemedicine yang memasukkan norma perlindungan konsumen secara eksplisit serta pembentukan mekanisme penyelesaian sengketa daring (e-dispute resolution) di sektor kesehatan guna menjamin kepastian hukum dan perlindungan hak-hak pasien di era digital.
Etika Profesional dan Tanggung Jawab Hukum Dokter di Era Kecerdasan Buatan: Kajian Filsafat Hukum terhadap Relasi Manusia–Teknologi (AI) dalam Diagnostik Medis Kristianti, Nunul; Ardiansyah, Deden; Putri, Mega Amanda; Yanuar, Ferdian; Parman, Parman; Sapsudin, Asep
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3540

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam kedokteran telah mengubah paradigma hubungan antara dokter, pasien, dan teknologi digital. Sistem berbasis algoritma kini mampu melakukan analisis diagnostik dengan akurasi tinggi, mendukung pengambilan keputusan klinis, dan meningkatkan efisiensi pelayanan. Namun, kemajuan ini sekaligus menimbulkan persoalan baru dalam etika profesional, otoritas medis, serta batas tanggung jawab hukum dokter. Kajian ini menggunakan pendekatan filsafat hukum normatif-reflektif untuk menelaah pergeseran peran dokter di era digital, dengan mengkaji pemikiran para filsuf seperti Aquinas mengenai hukum moral, Grotius dan Locke tentang rasionalitas dan keadilan, Hobbes terkait kewenangan dan tanggung jawab, serta Kant mengenai otonomi dan imperatif moral. Selain itu, gagasan Heidegger tentang teknologi sebagai enframing dan pandangan Habermas mengenai tindakan komunikatif digunakan untuk memahami relasi manusia–teknologi secara lebih mendalam. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun AI mampu meniru proses berpikir rasional dan memberikan rekomendasi klinis yang canggih, teknologi tersebut tidak memiliki kesadaran moral, niat, maupun kapasitas pertanggungjawaban. Dengan demikian, AI tidak dapat diposisikan sebagai subjek hukum atau pemikul kewajiban etik. Tanggung jawab etik dan yuridis tetap berada pada dokter sebagai aktor profesional yang membuat keputusan akhir dalam tindakan medis—termasuk ketika keputusan tersebut dipengaruhi oleh output sistem AI. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan regulasi dan revisi Kode Etik Kedokteran Indonesia untuk mengakomodasi penggunaan teknologi cerdas, dengan menegaskan prinsip human-centered accountability, transparansi algoritmik, keadilan, serta perlindungan pasien. Kesimpulannya, AI dapat memperkuat kompetensi klinis dokter, tetapi tidak dapat menggantikan tanggung jawab moral, empati, dan penilaian profesional yang menjadi landasan hakiki profesi kedokteran
Aswaja dan Prinsip Kehati-Hatian Dalam Pemeriksaan Penunjang Medis: Upaya Mengurangi Over-Testing Melalui Pendekatan Mashlahah Yanuar, Ferdian; Kristianti, Nunul; Putri, Mega Amanda; Ardiansyah, Deden; Parman, Parman; Fatkhullah, Faiz Karim
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5248

Abstract

Praktik over-testing atau pemeriksaan penunjang medis yang dilakukan secara berlebihan merupakan persoalan serius dalam sistem pelayanan kesehatan modern. Selain meningkatkan pembiayaan kesehatan, praktik ini berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif bagi pasien, seperti paparan radiasi yang tidak perlu, overdiagnosis, overtreatment, serta kecemasan psikologis akibat temuan insidental yang tidak bermakna secara klinis. Dalam konteks sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), over-testing juga berkontribusi terhadap pemborosan sumber daya kesehatan dan berpotensi mengganggu prinsip efisiensi serta keadilan distributif dalam pelayanan kesehatan. Meskipun isu over-testing telah banyak dibahas dalam perspektif klinis dan manajerial, kajian yang menempatkannya dalam kerangka etik dan nilai lokal masih relatif terbatas. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dalam prinsip kehati-hatian pemeriksaan penunjang medis sebagai upaya normatif dan kontekstual untuk mengurangi praktik over-testing. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan filosofis, yang didukung oleh kajian literatur ilmiah akses terbuka dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Aswaja—khususnya prinsip mashlahah, tawassuth, tawazun, dan i’tidal—memiliki kesesuaian yang kuat dengan prinsip kehati-hatian, etika medis modern, serta hukum kesehatan. Integrasi nilai Aswaja dalam pengambilan keputusan klinis dapat berfungsi sebagai kerangka etik-yuridis yang kontekstual untuk membatasi pemeriksaan penunjang bernilai klinis rendah, meningkatkan keselamatan pasien, memperkuat akuntabilitas tenaga kesehatan, serta mewujudkan pelayanan kesehatan yang adil dan bermartabat.
Development of a Village Information System for Acceleration of Village Services in Desa Tegal Kecamatan Kemang Bogor Ardiansyah, Deden; Harsani, Prihastuti; Tosida, Eneng Tita; Saputra, Abimanyu Oki; Bhayangkari, Andhika
JISA(Jurnal Informatika dan Sains) Vol 5, No 1 (2022): JISA(Jurnal Informatika dan Sains)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jisa.v5i1.1113

Abstract

The Village Information System (SID) is an information system that changes raw data into ready-to-use information. In addition, SID will provide convenience to village officials in providing services to the community. The development of this SID is expected to be able to provide acceleration and improve the performance of village officials in terms of service quality to the community, productivity, responsiveness, responsibility and productivity. The development of a village information system in service activities in Tegal village is a transformation from manual to computerized, so systematic efforts are needed in the preparation involving subjects, objects and methods related to the transformation process. The development of the village information system uses the software development life cycle (SDLC). Efforts to control the quality of the Tegal Village Information System use four characteristics of ISO 9126, to know that the parts in the application system have correctly displayed error messages if an error occurs in inputting data.The result of this service activity is that every Village Apparatus can understand the material that has been submitted and can practice the results of the village administration work in a computerized manner based on the Village Information System.
Model Pendeteksi Api dalam Ruangan Berbasis SMS Menggunakan Logika Fuzzy Ardiansyah, Deden; Anjani, Anjyaz
JISA(Jurnal Informatika dan Sains) Vol 2, No 2 (2019): JISA(Jurnal Informatika dan Sains)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jisa.v2i2.498

Abstract

Automation system in its function to helps and makes human life easier has experienced a significant growth in recent years, for example in security field. Low security level such as no fire detection system is one of the factors which is supporting the possibilities of fire accidents to happen. This system detects the possibilities fire using fuzzy logic. This system uses microcontroller Arduino Uno as control unit, flame sensor to check infrared ray from the fire, DHT11 temperature sensor to monitor the temperature in the room, and GSM shield to send SMS. Sensors will detect fire in the room and send the collected information to be processed by Arduino Uno by implementing fuzzy logic. SMS-Based Indoor Fire Detection System Models Using Fuzzy Logic has many benefits in the development of room safety systems from fire hazards. The design of this system is simple but can be widely applied to further research development.
Improving the quality of human resources in Ciburuy village staff to improve the quality of public services Deden Ardiansyah
International Journal of Quantitative Research and Modeling Vol. 1 No. 2 (2020): International Journal of Quantitative Research and Modeling
Publisher : Research Collaboration Community (RCC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46336/ijqrm.v1i2.28

Abstract

Utilization of computer technology to improve the quality of public services in Ciburuy village cannot be carried out optimally if it is not supported by the readiness of human resources as the parties who use it. readiness of human resources in using computer technology is one of the important factors in terms of public services.Therefore we need a computer technology transfer process that is adequate, right on target and appropriate for Ciburuy village staff, as the main actor in this activity, namely service to the community.Methods of implementing human resource improvement through computer skills training activities through the Microsoft Word Application Program, Microsoft Excel, Microsoft Power Point, databases and networks are carried out through several stages. resulting in an average value of being satisfied and quite satisfied so that public services in Ciburuy village must improve service quality. but the unique thing is seen in the ability of village staff in the service. so that respondents have started to feel satisfied with the services carried out by Ciburuy village staff.