Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Suhu Pengeringan terhadap Karakteristik Pengeringan Pasta Spaghetti Umbi Gadung (Dioscorea hispida Dennst) Siqhny, Zulhaq Dahri; Putri, Soraya Kusuma
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v6i1.11596

Abstract

Pemanfaatan umbi gadung masih terbatas karena adanya senyawa antinutrisi seperti sianida. Setelah penghilangan senyawa sianida, umbi gadung dapat diolah menjadi produk pangan alternatif yang kaya karbohidrat seperti pasta spaghetti. Pada produksi pasta spaghetti umbi gadung, pengeringan memegang peranan penting untuk mengurangi kadar air produk dan meningkatkan masa simpan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kondisi operasi pengeringan (suhu pengeringan dan formulasi) terhadap kecepatan pengeringan pasta spaghetti umbi gadung. Pasta spaghetti umbi gadung dicetak dengan alat extruder (formulasi protein tepung tinggi, sedang, dan rendah) kemudian dikeringkan dalam alat pengering selama 180 menit. Setiap 15 menit, dilakukan pengujian kadar air secara gravimetri. Pengeringan dilakukan pada suhu 30,50, dan 70℃. Sebagai hasilnya, kenaikan suhu mempercepat proses pengeringan. Formulasi tepung umbi gadung dengan tepung terigu protein rendah memiliki kecepatan pengeringan paling tinggi. Dibutuhkan waktu 6-7 jam untuk memperoduksi pasta spaghetti umbi gadung dengan kadar air rendah.
Water Absorption, Tensile Strength, Cooking Loss of Wet Noodles With Gadung Flour Substitution Using CMC Putri, Soraya Kusuma; Siqhny, Zulhaq Dahri
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v7i1.15332

Abstract

Gadung tubers, as well as gadung flour, can be used to make a variety of alternative processed foods. Flour with a high protein content is required because the protein content affects the texture, particularly the elasticity and crunchiness of the noodles. In addition, the use of CMC in making noodles can make the noodles elastic and not mushy. CMC functions to trap water molecules in the gel structure formed by CMC, so that the resulting noodles become more chewy and elastic. This study aimed to determine the physical properties (water absorption, cooking loss, tensile strength) the noodles using a randomized block design (RBD) with one factorial. The ratio of gadung tuber flour to wheat flour was ranged at four levels, namely 90:10, 80:20, 70:30, 60:40, and 50:50, with the addition of CMC up to 1% of a total weight for an overall mass of 100 g of flour mixture, and three repetitions. Based on the results showed the highest water absorption and cooking loss in the proportion of wheat flour: gadung flour 50: 50, namely 12.365% and 1.07%, respectively, while the highest results in tensile strength were obtained in the proportion of wheat flour: gadung flour 90: 10, namely 0.174Mpa. 
Pengaruh Suhu dan Penambahan Zat Aditif Dietil Eter Terhadap Pembuatan Biodiesel (B35) Dari Minyak Jelantah Irfandy, Fauzan; Siqhny, Zulhaq Dahri
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60976

Abstract

Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Namun, minyak bekas ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku alternatif untuk produksi biodiesel, sejalan dengan upaya pengembangan energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi suhu dan penambahan zat aditif dietil eter terhadap karakteristik biodiesel B35 yang dihasilkan dari minyak jelantah. Proses produksi dilakukan melalui reaksi transesterifikasi menggunakan katalis kombinasi CaO-NaOH dengan tiga variasi suhu reaksi yaitu 60°C, 65°C, dan 70°C, serta penambahan dietil eter dengan konsentrasi 0%, 5%, dan 10%. Parameter yang dianalisis meliputi yield biodiesel, densitas, viskositas, nilai kalor, serta kandungan metil ester menggunakan uji GC-MS. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan suhu cenderung menurunkan yield biodiesel, tetapi berdampak positif dalam menurunkan densitas dan viskositas serta meningkatkan nilai kalor. Sementara itu, penambahan dietil eter juga terbukti menurunkan densitas dan viskositas serta meningkatkan nilai kalor secara signifikan. Sampel terbaik diperoleh pada suhu 70°C dengan penambahan dietil eter 10%, yang menghasilkan kandungan metil ester sebesar 69,04%. Meskipun demikian, nilai tersebut masih belum memenuhi standar SNI 7182:2015 untuk biodiesel, khususnya terkait kandungan metil ester minimum. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teknologi pemanfaatan limbah minyak jelantah sebagai sumber energi alternatif, serta menawarkan pendekatan optimasi formulasi aditif dan suhu dalam produksi biodiesel dengan karakteristik termodinamika yang lebih baik.
Characteristic Nutritional Composition, Protein Digestibility, and Total Lactic Acid Bacteria of Plant-Based Yogurt from Different Legume Anisa Rachma Sari; Mita Nurul Azkia; Ika Fitriana; Zulhaq Dahri Siqhny; Farezha Ilham Raihanda Putra; Amanda Ridho Sugiharto
agriTECH Vol 46, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.111109

Abstract

Several types of local Indonesian legume have the potential to be developed into plant-based milk yogurt, including pigeon peas, soybeans, and mungbeans. However, the protein contained in legume milk is characterized by low digestibility and bioavailability, underscoring the need to combine several types of legume and proper bioprocessing. Fermentation of legume milk by L. bulgaricus and S. thermophilus has been shown to improve the sensory and nutritional value of yogurt. Therefore, this study aims to analyze the nutritional value, protein digestibility, and total LAB of yogurt from a single type of legume (pigeon peas) and a combination (pigeon peas, mungbeans, and soybeans). The experiment used a completely randomized design with one factor, namely the composition of each legume, consisting of 4 treatments and 5 repetitions. The treatment of the study consisted of P1 (pigeon peas), P2 (pigeon peas + mungbeans 1:1), P3 (pigeon peas + soybeans 1:1), and P4 (pigeon peas + mungbeans + soybeans 1:1:1). The results showed that composition of legume type had a significant effect on proximate levels, dissolved protein, protein digestibility, lactic acid, and pH, but not the total lactic acid bacteria LAB of yogurt. The protein content, digestibility, and the soluble protein of legume-yogurt increased by approximately 1.21-1.86%, 0.36-0.44%, and 0.81-1.30%, respectively. In conclusion, yogurt from a single type of legume produced lower proximate levels, dissolved protein, protein digestibility, lactic acid, and low pH, while the combination of two or three types showed higher values for these parameters. Among the combinations, pigeon peas yogurt + soy produced higher proximate, dissolved protein, protein digestibility, lactic acid, as well as lower pH compared to pigeon peas yogurt + mungbeans.
Sosialisasi Bahan Tambahan Pangan Sebagai Dasar Penguatan Keamanan Pangan pada UMKM Dawet Purworejo Sri Budi Wahjuningsih; Mudjiastuti Handajani; Rohadi Rohadi; Bambang Tutuko; MM. Shinta Pratiwi; Tatas Transinata; Zulhaq Dahri Siqhny; Mita Nurul Azkia; Febiani Dwi Utari
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v5i2.274

Abstract

Latar Belakang: Dawet ireng merupakan minuman tradisional khas Purworejo yang menggunakan tepung oman sebagai pewarna hitam alami pada butiran cendol. Praktik penggunaan tepung oman yang bersifat tradisional serta potensi penyalahgunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) pewarna menimbulkan isu keamanan pangan pada produk UMKM dawet. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan pelaku UMKM Dawet Purworejo mengenai BTP pewarna pangan dan keamanan tepung oman sebagai dasar penguatan sistem keamanan pangan. Metode: Sosialisasi meliputi survei pendahuluan, ceramah interaktif, dan diskusi terkait regulasi BTP pewarna, risiko polisiklik aromatik hidrokarbon (PAH) seperti benzo[a]pyrene pada tepung oman, serta prinsip higiene dan sanitasi pangan. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang dianalisis secara deskriptif. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 32% menjadi 94%, melampaui target peningkatan minimal 50%. Kesimpulan: Sosialisasi terstruktur mengenai BTP pewarna dan tepung oman efektif meningkatkan kapasitas pengetahuan pelaku UMKM dawet dan mendukung penguatan keamanan pangan pada usaha pangan tradisional.
Food Safety Evaluation of Rice Husk Charcoal Production as a Natural Food Colorant: A Good Manufacturing Practices (GMP) Study in Purworejo Regency Sri Budi Wahjuningsih; Zulhaq Dahri Siqhny; Mita Nurul Azkia; Febiani Dwi Utari
Journal of Agritechnology and Food Processing Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jafp.v5i2.33921

Abstract

Rice husk charcoal powder is traditionally used in Indonesia as a natural black food colorant, offering potential as an eco-friendly additive while valorizing agricultural waste. However, ensuring its food safety is critical for broader market adoption. This study evaluated the safety and production quality of rice husk charcoal powder produced by a small-to-medium enterprise (SME) in Purworejo Regency, Central Java, using a combined Good Manufacturing Practices (GMP) assessment and laboratory testing. GMP compliance was assessed against 18 parameters outlined in the Indonesian Ministry of Industry Regulation No. 75/M-IND/PER/7/2010, scored on a 0–60 scale. Laboratory analyses measured heavy metal content, moisture, ash, pH, and Salmonella contamination. The facility scored 480/1,080 points (44.44%), classified as Category C (Adequate), with key deficiencies in process monitoring, product labeling, documentation, and recall procedures. Major deviations were linked to open-air carbonization and uncovered cooling, while minor deviations included partial personal protective equipment (PPE) use and semi-open storage. Laboratory results confirmed compliance with safety standards, with Pb <0.04 ppm (≤1.0 ppm limit) and negative Salmonella detection. However, moisture content (18.86%) exceeded typical thresholds for dry powdered additives, correlating with suboptimal storage and drying practices. The findings indicate that while the product meets basic food safety requirements, targeted infrastructural upgrades, improved moisture control, formalized SOPs, and enhanced worker training are essential to elevate GMP compliance and support domestic and export market readiness for natural food colorants. 
Introduksi Teknologi Pengolahan Produk Susu Bagi Siswa SMK Ibu Kartini Semarang Cornelius Hari Wibowo; Sri Budi Wahjuningsih; Zulhaq Dahri Siqhny
TEMATIK Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tematik.v6i2.14681

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu meningkatkan pemahaman teori dan keterampilan dalam teknologi pengolahan aneka produk susu bagi siswa SMK Ibu Kartini Semarang agar memiliki kemampuan jiwa wirausaha dan mengembangkannya, serta menjadikan keterampilan tersebut sebagai salah satu peluang usaha. Manfaat yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bagi Tim pengabdian adalah sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat (khususnya siswa SMK Ibu Kartini Semarang) dalam rangka menjalankan program Tri Darma Perguruan Tinggi.  Manfaat kegiatan bagi mitra adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam teknologi pengolahan aneka produk susu, dan menumbuhkan embrio jiwa wirausaha bagi mitra. Manfaat kegiatan bagi Institusi Universitas Semarang adalah meningkatkan animo masyarakat terhadap pendidikan tinggi serta membuka peluang kerja sama antara perguruan tinggi dengan mitra. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan dilakukan ke dalam beberapa tahapan yaitu : tahapan  survey, koordinasi, persiapan, pelaksanaan dan monitoring evaluasi. SMK Ibu Kartini Semarang dipilih sebagai kelompok sasaran/mitra untuk pengabdian, dengan pertimbangan  bahwa tidak semua siswa berkesempatan melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi, disamping itu diharapkan dapat menumbuhkan jiwa wirausaha generasi muda dengan memberikan keterampilan melalui pengolahan aneka produk  susu ,sehingga diharapkan setelah dilakukannya pelatihan kepada mitra tersebut akan dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatkannya, sebagai modal pengetahuan tambahan (ketrampilan) siswa untuk jiwa wirausaha.  Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat pada siswa smk Ibu Kartini secara statistik bisa meningkatkan pengetahuan khalayak sasaran dilihat dari nilai INP terkait pengolahan produk susu.
Pengaruh Penambahan Spirulina platensis  Terhadap Sifat Kimia dan Mikrobiologi Teh Kombucha Erwin Nofiyanto; Zulhaq Dahri Siqhny; Ika Fitrana
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 21 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jtphp.v21i1.14304

Abstract

Spirulina platensis is known to have high nutritional content, including protein, essential amino acids, and antioxidants, so it has the potential to increase the nutritional value and stability of fermented products such as kombucha. Kombucha is a tea-based fermented drink that contains various bioactive compounds, produced through symbiosis between lactic acid bacteria and yeast known as SCOBY. This study aims to analyze the effect of adding S.platensis on the chemical and microbiological characteristics of kombucha tea. The research method used an Experimental Design, namely a Completely Randomized Design (CRD) of one factor, with the treatment of adding S.platensis concentration (0, 0.5, 1.0, 1.5, and 2 g/L) to kombucha tea. Each treatment was repeated 3 times. With the parameters to be tested are protein content, antioxidant activity, Total Phenolic, Titratable Acid, LAB and organoleptics (taste, aroma, and color). The results of the study of kombucha tea with the addition of S. platensis 1 g/L were the best chemical and microbiological treatments with 0.26% protein, 41.23% antioxidant activity, 22.98% total phenol, 0.27% titratable acid, 1.65 CFU/mL lactic acid bacteria and sensory preferences of panelists. Antioxidant activity and total phenols tend to decrease because the bioactive compounds in S. platensis are relatively sensitive to environmental conditions during processing and fermentation
SOSIALISASI PASCAPANEN JAGUNG DAN PELATIHAN OLAHAN JELLY DRINK RAMBUT JAGUNG BAGI SISWA SMKN H. MOENADI KABUPATEN UNGARAN Zulhaq Dahri Siqhny; Haslina Haslina; Erry Pratiwi
TEMATIK Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v3i1.5789

Abstract

Daerah Kabupaten Ungaran memiliki potensi komoditas jagung yang cukup banyak ditanam. Jurusan APHP di SMKN H. Moenadi Kabupaten Ungaran memiliki bidang fokus pembelajaran untuk mengolah bahan hasil pertanian menjadi produk olahan. Penanganan pasca panen jagung dapat meningkatkan nilai jual dan meningkatkan pengetahuan mengenai limbah rambut jagung yang belum banyak diketahui.Kegiatan berlangsung pada tanggal 6 Juni 2022 dan diikuti oleh 75 siswa   Jurusan APHP di SMKN H. Moenadi Kabupaten Ungaran. Jenis Kegiatan meliputi sosialisasi tentang teori potensi rambut jagung sebagai pangan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan dan praktek pembuatan jelly drink rambut jagung. Sebagai bahan evaluasi, dibagikan kuisioner sebelum dan setelah kegiatan.Hasil menunjukkan terjadi peningkatan tingkat pengetahuan mengenai teknologi pasca panen jagung, potensi rambut jagung, dan pembuatan   jelly drink rambut jagung mencapai diatas 70%. Bagi Siswa jurusan APHP di SMKN H. Moenadi (kelompok sasaran), kegiatan ini bermanfaat sebagai tambahan pengetahuan dan dapat   menularkan pengetahuannya kepada lingkungan di sekitar tempat tinggalnya sehingga dapat membuat jelly drink rambut jagung dalam skala komersil untuk meningkatkan pendapatan.
Sosialisasi Pasca Panen Daun Kelor Dan Pelatihan Teh Herbal Susu Daun Kelor Bagi Siswa Smk Ibu Kartini Kota Semarang Zulhaq Dahri Siqhny; Haslina Haslina; Ery Pratiwi
TEMATIK Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v3i2.7050

Abstract

Pemanfaatan Moringa oleifera atau dikenal dengan tanaman kelor kurang maksimal. Padahal daun kelor mengandung senyawa aktif yang bermanfaat untuk kesehatan. Daun kelor dapat dikonversi menjadi olahan teh herbal susu daun kelor sebagai upaya diversifikasi produk. Teh herbal susu daun kelor dapat menjadi inovasi produk wirausaha utamanya untuk siswa jurusan Jurusan Tata Boga SMK Ibu Kartini Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi tentang pentingnya penanganan pascapanen daun kelor serta cara pengolahannya dan pemanfaatan daun kelor sebagai teh susu yang masih bermanfaat bagi kesehatan.Peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah siswa jurusan Jurusan Tata Boga SMK Ibu Kartini Semarang. Kegiatan berlokasi di di  Jl. Imam Bonjol No.199, Pendrikan Kidul, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang dengan perwakilan siswa sebanyak 66 orang. Jenis Kegiatan meliputi sosialisasi tentang teori potensi  daun kelor sebagai pangan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan dan praktek pembuatan teh susu daun kelor. Pelaksana kegiatan dilakukan oleh 3 orang dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang.Hasil menunjukkan Peningkatan pengetahuan setelah kegiatan mencapai 4.6 – 6.7 kali lebih tinggi dari pengetahuan awalnya. Adanya kegiatan ini diharapkan siswa Jurusan Tata Boga SMK Ibu Kartini Semarang dapat membagi ilmunya kepada lingkungan sekitar. Lebih lanjut lagi dapat menjadikannya sebagai potensi berwirausaha.