Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Drying kinetics and thermal energy evaluation of Moringa oleifera leaves drying using dehumidification with zeolite Siqhny, Zulhaq Dahri; Sari, Anisa Rachma; Utari, Febiani Dwi; Djaeni, Mohamad
Journal of Bioresources and Environmental Sciences Vol 3, No 1 (2024): April 2024
Publisher : BIORE Scientia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61435/jbes.2024.19811

Abstract

Moringa Oleifera leaves contain many phytochemical compounds, as the potential source of antioxidants. The leaves must be converted into dried form to extend the shelf life and prevent the nutritional qualities. The lack of a common sun-drying process for Moringa Oleifera leaves is dependent on the weather. But using convective dryers also requires high investment costs and results in very low energy efficiency. One potential option to enhance energy efficiency is lowering the humidity by dehumidification with zeolite. This research aims to evaluate the effect of drying temperature and the weight of adsorbent (zeolite) on drying kinetic and thermal efficiency of Moringa Oleifera leaves drying. Moringa Oleifera leaves were dried under different drying temperatures (30-70℃) and weight of zeolite (0-0.3 kg). The moisture content of Moringa Oleifera leaves and the input-output temperature was recorded to evaluate the moisture reduction and thermal efficiency. Results showed that the Page model can be used to predict the drying time. At the higher drying temperature and higher zeolite weight, moisture reduction and thermal efficiency increased. But the effect of zeolite is only significant in drying at temperatures below 50℃.
Pelatihan Pembuatan Es Krim Daun Kelor sebagai Upaya Diversifikasi Produk Pangan Fungsional di SMK Ibu Kartini Semarang Siqhny, Zulhaq Dahri; Wahjuningsih, Sri Budi; Fitriana, Ika Fitriana; Gunantar, Devy Angga
TEMATIK Vol. 5 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tematik.v5i2.12672

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SMK Ibu Kartini Semarang dalam mengolah daun kelor menjadi produk pangan fungsional. Pelatihan mencakup teori pascapanen, potensi nutrisi daun kelor, serta praktik pembuatan es krim sebagai bentuk diversifikasi pangan lokal. Metode pelatihan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung, yang diikuti oleh 29 siswa. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan: pemahaman teknologi pascapanen meningkat dari 58% menjadi 84%, potensi pangan fungsional dari 52% menjadi 80%, dan keterampilan teknis pembuatan es krim dari 40% menjadi 82%. Kegiatan ini menunjukkan potensi untuk replikasi sebagai model edukatif kewirausahaan berbasis pangan lokal.
Pengaruh Suhu Pengeringan terhadap Karakteristik Pengeringan Pasta Spaghetti Umbi Gadung (Dioscorea hispida Dennst) Siqhny, Zulhaq Dahri; Putri, Soraya Kusuma
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v6i1.11596

Abstract

Pemanfaatan umbi gadung masih terbatas karena adanya senyawa antinutrisi seperti sianida. Setelah penghilangan senyawa sianida, umbi gadung dapat diolah menjadi produk pangan alternatif yang kaya karbohidrat seperti pasta spaghetti. Pada produksi pasta spaghetti umbi gadung, pengeringan memegang peranan penting untuk mengurangi kadar air produk dan meningkatkan masa simpan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kondisi operasi pengeringan (suhu pengeringan dan formulasi) terhadap kecepatan pengeringan pasta spaghetti umbi gadung. Pasta spaghetti umbi gadung dicetak dengan alat extruder (formulasi protein tepung tinggi, sedang, dan rendah) kemudian dikeringkan dalam alat pengering selama 180 menit. Setiap 15 menit, dilakukan pengujian kadar air secara gravimetri. Pengeringan dilakukan pada suhu 30,50, dan 70℃. Sebagai hasilnya, kenaikan suhu mempercepat proses pengeringan. Formulasi tepung umbi gadung dengan tepung terigu protein rendah memiliki kecepatan pengeringan paling tinggi. Dibutuhkan waktu 6-7 jam untuk memperoduksi pasta spaghetti umbi gadung dengan kadar air rendah.
Water Absorption, Tensile Strength, Cooking Loss of Wet Noodles With Gadung Flour Substitution Using CMC Putri, Soraya Kusuma; Siqhny, Zulhaq Dahri
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v7i1.15332

Abstract

Gadung tubers, as well as gadung flour, can be used to make a variety of alternative processed foods. Flour with a high protein content is required because the protein content affects the texture, particularly the elasticity and crunchiness of the noodles. In addition, the use of CMC in making noodles can make the noodles elastic and not mushy. CMC functions to trap water molecules in the gel structure formed by CMC, so that the resulting noodles become more chewy and elastic. This study aimed to determine the physical properties (water absorption, cooking loss, tensile strength) the noodles using a randomized block design (RBD) with one factorial. The ratio of gadung tuber flour to wheat flour was ranged at four levels, namely 90:10, 80:20, 70:30, 60:40, and 50:50, with the addition of CMC up to 1% of a total weight for an overall mass of 100 g of flour mixture, and three repetitions. Based on the results showed the highest water absorption and cooking loss in the proportion of wheat flour: gadung flour 50: 50, namely 12.365% and 1.07%, respectively, while the highest results in tensile strength were obtained in the proportion of wheat flour: gadung flour 90: 10, namely 0.174Mpa. 
Pengaruh Suhu dan Penambahan Zat Aditif Dietil Eter Terhadap Pembuatan Biodiesel (B35) Dari Minyak Jelantah Irfandy, Fauzan; Siqhny, Zulhaq Dahri
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60976

Abstract

Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Namun, minyak bekas ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku alternatif untuk produksi biodiesel, sejalan dengan upaya pengembangan energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi suhu dan penambahan zat aditif dietil eter terhadap karakteristik biodiesel B35 yang dihasilkan dari minyak jelantah. Proses produksi dilakukan melalui reaksi transesterifikasi menggunakan katalis kombinasi CaO-NaOH dengan tiga variasi suhu reaksi yaitu 60°C, 65°C, dan 70°C, serta penambahan dietil eter dengan konsentrasi 0%, 5%, dan 10%. Parameter yang dianalisis meliputi yield biodiesel, densitas, viskositas, nilai kalor, serta kandungan metil ester menggunakan uji GC-MS. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan suhu cenderung menurunkan yield biodiesel, tetapi berdampak positif dalam menurunkan densitas dan viskositas serta meningkatkan nilai kalor. Sementara itu, penambahan dietil eter juga terbukti menurunkan densitas dan viskositas serta meningkatkan nilai kalor secara signifikan. Sampel terbaik diperoleh pada suhu 70°C dengan penambahan dietil eter 10%, yang menghasilkan kandungan metil ester sebesar 69,04%. Meskipun demikian, nilai tersebut masih belum memenuhi standar SNI 7182:2015 untuk biodiesel, khususnya terkait kandungan metil ester minimum. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teknologi pemanfaatan limbah minyak jelantah sebagai sumber energi alternatif, serta menawarkan pendekatan optimasi formulasi aditif dan suhu dalam produksi biodiesel dengan karakteristik termodinamika yang lebih baik.