Claim Missing Document
Check
Articles

Sintesis Komposit Carbon Nanotubes-Polyvinyl Alcohol sebagai Bahan Prototype Rompi Tahan Peluru Andi Nur Yuwono; Pardoyo Pardoyo; Agus Subagio
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 15, No 3 (2012): Volume 15 Issue 3 Year 2012
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.675 KB) | DOI: 10.14710/jksa.15.3.94-99

Abstract

Komposit dengan struktur nano telah dikembangkan karena kekuatannya lebih baik dibandingkan dengan komposit biasa, sehingga dapat diaplikasikan sebagai bahan dalam pembuatan rompi tahan peluru. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis carbon nanotubes sebagai bahan dasar komposit CNT-PVA,menentukan pengaruh waktu purifikasi terhadap kemurnian carbon nanotubes dan menentukan pengaruh purifikasi terhadap kekuatan komposit yang akan digunakan sebagai bahan rompi tahan peluru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan analisis SEM, carbon nanotubes yang diperoleh adalah jenis MWNT dengan diameter tabung antara 55,5 nm – 97,3 nm. Analisis dengan menggunakan EDS menunjukkan persentase atom Fe sebelum purifikasi dan setelah purifikasi pada waktu 1 dan 3 jam adalah 3,50%, 2,43% dan 1,68%. Gugus fungsional carbon nanotubes sebelum dan sesudah purifikasi dianalisis dengan menggunakan speltroskopi FT-IR. Setelah purifikasi ditemukan adanya gugus karboksilat, yang tidak ditemui pada saat sebelum purifikasi. Hasil uji tarik pada komposit dari CNT tanpa purifikasi menunjukkan modulus Youngnya sebesar 11,151 MPa,% mulurnya 13,67%, gaya tarik maksimumnya 29,365 kgf atau 287,972 N sedangkan pada komposit dari CNT purifikasi modulus Youngnya sebesar 4,491 MPa,% mulurnya 39,95%, gaya tarik maksimumnya 28,5 kgf atau 279,490 N.
Pengaruh Pelarut pada Rendemen Sintesis Senyawa Kompleks Bis-asetilasetonatokobalt (II) Ika Ayu Fajarwati; Suhartana Suhartana; Pardoyo Pardoyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 17, No 1 (2014): Volume 17 Issue 1 Year 2014
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.277 KB) | DOI: 10.14710/jksa.17.1.27-30

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh pelarut pada rendemen sintesis senyawa kompleks bis-asetilasetonatokobalt (II). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh senyawa kompleks bis-asetilasetonatokobalt (II) dengan pelarut yang bervariasi, membandingkan hasil karakterisasi senyawa kompleks yang terbentuk, dan menentukan pelarut yang baik dalam sintesis senyawa kompleks tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Powlikowski. Tahapan penelitian ini meliputi sintesis senyawa kompleks dengan variasi pelarut dan karakterisasi dengan analisis menggunakan UV-Vis, AAS dan FTIR. Sintesis senyawa kompleks dilakukan dengan mereaksikan Co(NO3)2.6H2O dengan ligan asetilaseton dengan perbandingan 1:3 mol dalam berbagai pelarut (metanol, aseton, dan kloroform). Endapan yang diperoleh dianalisis menggunakan FTIR dan Uv-Vis sedangkan filtrat yang peroleh dianalisis dengan AAS. Sintesis senyawa kompleks dari ion logam Co dengan asetilaseton dengan variasi pelarut menghasilkan senyawa kompleks bis-asetilasetonatokobalt (II). Spektra FTIR menunjukan ikatan koordinasi antara atom pusat Co dan ligan asetilasetonat (Co-O) pada bilangan gelombang 424,34 cm-1. Hasil analisis UV-Vis menunjukkan senyawa kompleks mempunyai panjang gelombang maksimum yang sama yaitu pada 491 nm dengan energi 10Dq sebesar 243,335 kJ/mol. Rendemen senyawa kompleks dalam pelarut metanol sebesar 0,53 gram, aseton 1,37 gram dan kloroform 1,08 gram. Pelarut yang baik dalam sintesis ini adalah pelarut aseton.
Pengaruh pH Terhadap Sintesis Silika Gel dari Limbah Geotermal dengan Penambahan Cetyltrimethylammonium Bromide (CTAB) untuk Adsorpsi Rhodamine B Ekadenti, Aulia; Pardoyo, Pardoyo; Sriyanti, Sriyanti
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Issue 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2023.16160

Abstract

Penelitian tentang pengaruh pH gelasi terhadap karakteristik silika gel dari limbah geotermal telah dilakukan. Silika dari limbah geothermal diekstraksi menggunakan larutan natrium hidroksida (NaOH) untuk menghasilkan larutan natrium silikat. Sintesis silika gel dilakukan menggunakan metode sol-gel dari natrium silikat dan cetyltrimethylammonium bromide (CTAB). Kondisi sintesis dimodifikasi dengan memvariasikan pH gelasi pada 3, 5, 7, 9, dan 11 dengan menambahkan H2SO4  ke dalam campuran natrium silikat/CTAB. Silika hasil sintesis digunakan sebagai adsorben untuk adsorpsi rhodamine b. Kondisi adsorpsi dilakukan dengan memvariasikan konsentrasi awal pada 20, 40, 60, 80, 100 dan 120 ppm. Berdasarkan spektra FTIR (Fourier Transform Infra Red), silika gel hasil sintesis pada rentang pH gelasi yang diteliti (3-11) mengandung gugus silanol (Si-OH) dan siloksan (Si-O-Si). Analisis GSA (Gas Sorption Analyzer) mengindikasikan silika gel yang diperoleh merupakan padatan mesopori dengan distribusi ukuran pori pada SM-3 diamati pada ukuran 2 nm. Silika hasil sintesis pH 3 memiliki luas permukaan paling tinggi 61,74 m2/g, volume pori total 0,07 cm3/g, dan diameter pori rata-rata 2,23 nm. Analisis spektrofotometer UV-Vis menunjukkan kemampuan adsorpsi tertinggi dicapai oleh SM-3 sebesar 89,28%. 
Pembuatan Nanosilika dari Abu Sekam Padi pada Variasi pH Sol Gel Evan, Evan; Pardoyo, Pardoyo; Darmawan, Adi
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Issue 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.057 KB) | DOI: 10.14710/gjec.2022.14720

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi pH sol gel terhadap karakter nanosilika yang disintesis dari abu sekam padi. Tujuan penelitian untuk memperoleh silika berukuran nano dari abu sekam padi, menentukan pengaruh variasi pH sol gel terhadap nanosilika yang dihasilkan serta pH optimum dalam pembentukan nanosilika. Metode yang dilakukan meliputi ekstraksi silika dan sintesis nanosilika dengan variasi pH sol gel pada pH 9, pH 7, dan pH 5. Produk sintesis dikarakterisasi menggunakan XRD, FTIR, dan SEM-EDX. Hasil menunjukkan nanosilika yang diperoleh berbentuk amorf dengan ukuran morfologi permukaan 40 nm sampai 100 nm pada pH 5 dan pH 9, serta 40 nm sampai 85 nm pada pH 7. Gugus Si-O-Si dan Si-OH ditemukan pada beberapa bilangan gelombang spesifik. Rasio gugus Si-OH/Si-O-Si untuk pH 5, pH 7, dan pH 9 masing-masing sebesar 4,18, 5,36, dan 3,96. pH optimum dalam pembentukan nanosilika didapatkan pada pH 7, jumlah produk terbanyak diperoleh pada pH 5 sedangkan kandungan Si terbanyak pada pH 9. 
Pengaruh Asam dan High Energy Milling serta Karakterisasi Zeolit Alam Termodifikasi Mn Anghistra, Pradipta Ditya; Pardoyo, Pardoyo; Subagio, Agus
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Issue 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2023.20974

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengaruh zeolit alam dengan perlakuan asam dan high enrgy milling serta mengetahui karakter dari zeolit alam termodifikasi Mn. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh zeolit alam termodifikasi Mn dan mengetahui karakter akibat perlakuan asam dan high energy milling. Zeolit yang lolos ukuran 230 mesh dibagi menjadi dua bagian, pertama diberi perlakuan milling sedangkan yang kedua tanpa perlakuan milling. Kedua zeolit diaktivasi dengan HF 1% dan HCl 6M, selanjutnya ditambahkan MnCl2.4H2O 0,5M. Hasil penelitian menunjukkan adanya Mn pada kedua kerangka zeolit. Karakterisasi dengan FT-IR mengindikasikan terjadi dealuminasi ditandai dengan pergeseran bilangan gelombang dari 1049,78 cm-1 menjadi 1095,57 cm-1 dan 1080,14 cm-1 pada masing-masing zeolit dengan perlakuan  milling dan  tanpa milling. Analisis SEM diperoleh morfologi permukaan zeolit berbentuk bulat tak beraturan. Data SAA diketahui luas permukaan, volume pori dan diameter pori zeolit dengan perlakuan milling adalah 80,043 m2/g, 0,165 cc/g, dan 2,882 nm sedangkan zeolit tanpa perlakuan milling berturut-turut 141,946 m2/g, 0,170 cc/g, dan 2,693 nm.
EDUKASI PEMANFAATAN SAMPAH PADA SISWA SD NEGERI SADARKARYA Pardoyo, Pardoyo; Syofiana, Mardiah; Apriniarti, Megasari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 4 No. 1 (2024): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah dasar negeri sadarkarya di kabupaten musi rawas, adapun masalah yang dihadapi masih kurangnya penerapan pemanfaatan sampah di lingkungan sekolah dan kurangnya fasilitas pendukung. Tujuan diadakan program ini tentunya ada banyak manfaat yang bisa diraih oleh siswa, guru dan warga sekitar sekolah adapun dapat meningkatkan kesadaran akan dampak buruk yang ditimbulkan untuk kesehatan dan supaya mampu menanggulangi masalah kesehatan di masyarakat. menciptakan lingkungan yang sehat dan mengningkatkan kualitas siswa dan guru yang lebih sehat dari program ini supaya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat agar proses belajar dan mengajar berjalan dengan lancar serta menjaga kesehatan murid dan warga sekolah. Kegiatan ini untuk mengajak anak anak terutama siswa SD Sadarkarya menerapkan pemanfaatan sampah yang berguna dalam kehidupan sehari-hari agar terhindar dari penyakit. Hasil yang saya dapat setelah melakukan edukasi ini lingkungan sekolah yang tadinya sudah menjadi sumber penyakit, sekarang lingkungan sekolah tersebut sudah bersih dari sisa-sisa sampah anorganik maupun organik dan 80% siswa sepenuhnya sudah memahami begitu penting menjaga lingkungan. Harapan saya kepada siswa maupun pihak sekolah yang terlibat agar selalu menerapkan edukasi yang sudah di terapkan oleh mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Bengkulu sepenunya.
Hollow Fiber Hemodialysis Imprinted Membrane Based on Eugenol for Human Blood Filter Djunaidi, Muhammad Cholid; Maharani, Nesti Dwi; Pardoyo, Pardoyo; Raharjo, Yanuardi
Indonesian Journal of Chemistry Vol 24, No 5 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.83065

Abstract

Kidney failure is a kidney function disorder that occurs in more than 90.00% of people in the world, especially in developing countries. In 2013, around 12.50% of the 25 million population experienced kidney failure and 78.00% had to undergo dialysis for life. In this research, a hemodialysis method was developed, namely molecularly imprinted membrane (MIM), which has high selectivity for urea molecules with high binding capacity using a membrane in the form of hollow fiber. Variations in research use urea transport concentrations such as 50, 200, and 300 ppm. The analysis using UV-vis spectrophotometry on HFHIM with a solution mixture of 50 ppm showed that the receiving phase by the membrane was 70.48% urea, 12.97% creatinine, and 9.42% vitamin B12. Meanwhile, the feed phase is 28.25% urea, 85.41% creatinine and 88.64% vitamin B12. When using HFHNIM, the receiving phase is urea 44.78%, creatinine 58.51%, and vitamin B12 31.00%. Meanwhile, the feed phase is 54.55% urea, 40.57% creatinine, 68.29% vitamin B12. The selectivity of HFHIM for urea is better than creatinine and vitamin B12 compared to HFHNIM, in the order of selectivity urea > creatinine > vitamin B12.
Synthesis of Printed Hollow Fiber Membranes Urea as a Membrane Candidate Hemodialysis Djunaidi, Muhammad Cholid; Ayuningrum, Denandha Putri; Maharani, Nesti Dwi; Khabibi, Khabibi; Pardoyo, Pardoyo; Raharjo, Yanuardi; Susanto, Heru; Filardli, Abdullah Malik Islam
Indonesian Journal of Chemistry Vol 24, No 6 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.83068

Abstract

Chronic kidney failure is a disease that affects the world's population and an alternative solution is hemodialysis. Hemodialysis is the process of cleaning the blood from urea and creatinine through a semi-permeable membrane in the form of a hollow fiber membrane (HFM) with the following advantages: flexible and low energy requirements. The weaknesses of commercial hemodialysis membranes are that they are hydrophobic, chemical resistant, and low biocompatibility. This research uses a membrane of polysulfone combined with eugenol and polyethylene glycol (PEG) or polyethylene glycol diglycidyl ether (PEGDE). Eugenol has allyl, hydroxy, and methoxy groups which are derived from polyeugenol via allyl groups and from polyeugenol to polyeugenoxy acetic acid via hydroxyl groups. The resulting molecularly imprinted membrane (MIM) in the form of hollow fiber has better porosity, absorption, flux values and is highly selective in transport, with the order of selectivity, namely urea > creatinine > vitamin B12.
Pengaruh Pelarut pada Rendemen Sintesis Senyawa Kompleks Bis-Asetilasetonatotembaga(II) Laksmi Dewi Paramitha; Suhartana Suhartana; Pardoyo Pardoyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 17, No 2 (2014): Volume 17 Issue 2 Year 2014
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.488 KB) | DOI: 10.14710/jksa.17.2.48-50

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh pelarut pada rendemen sintesis senyawa kompleks bis-asetilasetonatotembaga(II). Tujuan penelitian ini adalah untuk mensintesis senyawa kompleks bis-asetilasetonatotembaga(II) dengan pelarut metanol, aseton, dan kloroform, menentukan pelarut terbaik untuk sintesis dan membandingkan rendemen hasil sintesis pada pelarut yang berbeda. Senyawa kompleks bis-[Cu(acac)2] disintesis dengan mencampurkan CuSO4.5H2O dan ligan asetilaseton dalam pelarut metanol, aseton dan kloroform. Hasil yang diperoleh berupa endapan berwarna biru. Hasil analisis UV-Vis menunjukkan bahwa senyawa bis-[Cu(acac)2] dalam beberapa pelarut mempunyai panjang gelombang 654-657 nm. Hasil analisis FTIR menunjukkan adanya atom O dari ligan asetilaseton terkoordinasi dengan atom pusat Cu(II) pada bilangan gelombang 455,2 cm-1. Rendemen senyawa kompleks paling banyak diperoleh pada senyawa kompleks bis-[Cu(acac)2] dalam pelarut aseton yaitu sebesar 2,50 gram.
Pengaruh High Energy Milling (HEM) pada Ukuran Partikel dan Kristalinitas Zeolit Alam untuk Adsorpsi Ion Cu(II) dan Ca(II) Pardoyo, Pardoyo; Suhartana, Suhartana; Haikel, Haikel; Wibawa, Pratama Jujur
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 4, No 2 (2024): Vol 4, No 2(2024)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2024.22724

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengaruh High Energy Milling (HEM) pada ukuran partikel dan kristalinitas zeolit alam untuk adsorpsi ion Cu(II) dan Ca(II). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh HEM pada ukuran partikel zeolit dan kristalinitas serta menentukan waktu  adsorpsi terbaik dengan zeolit alam dan zeolit alam milling. Metode penelitian dibagi menjadi tiga tahap, tahap pertama proses milling zeolit alam dengan HEM.  Tahap kedua karakterisasi zeolit dengan PSA dan XRD. Tahap ketiga adsorpsi ion  Cu(II) dan Ca(II) dengan kedua adsorben serta analisis perubahan konsentrasi dengan AAS. Hasil penelitian menunjukkan ukuran partikel zeolit alam dan zeolit alam milling berturut-turut adalah 3000 nm – 6000 nm, dan 288 nm – 540 nm. Hasil XRD menunjukkan kenaikan intensitas dan nilai 2θ dari zeolit milling terhadap zeolit alam. Perlakuan milling menyebabkan zeolit memiliki ukuran partikel lebih kecil sehingga zeolit alam milling mampu mengadsorpsi ion Cu(II) dan Ca(II) masing-masing 94,2% dan 35,69%. Perlakuan HEM mampu meningkatkan kemampuan adsorpsi Cu(II) dan Ca(II)