Claim Missing Document
Check
Articles

Zeolit Alam Sebagai Material Coating: Uji Karakteristik Pupuk Coating dan Noncoating Pardoyo, Pardoyo; Lestari, Siswati; Arryanto, Yateman
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 8, No 3 (2005): Volume 8 Issue 3 Year 2005
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.573 KB) | DOI: 10.14710/jksa.8.3.69-73

Abstract

It has been intensively researched to find out the differences of coating and noncoating fertilizer characteristic. Adsorption of water evaporate, pH resistance and influence of material contact area were examined. A distinction between two material structures was analyzed with infrared spectrophotometer. The result showed that at optimum time (70 hours) increase of noncoating fertilizer weight because of water evaporate was 0,9771 gram bigger than coating fertilizer (0,8730 gram). Coating fertilizer was more resistant to pH than noncoating fertilizer. Coating fertilizer dissolved smaller than noncoating fertilizer about 0,02 gram. At the same optimum time, material, which has larger contact area, had the increase of weight bigger than material, which has smaller contact area. The IR spectra of coating fertilizer showed a peak of absorption at 532,3 cm-1 because of vibration T-O which encounter oxygen that has not been found at noncoating fertilizer spectra.Keyword: zeolite, characteristic, fertilizer, coating
PEMBUATAN KOMPOSIT CARBON NANOTUBE-POLYVINYL ALCOHOL (CNT-PVA) SERTA EVALUASI SIFAT MEKANIKNYA Tatang Wahyudi; Metri Setyaningsih; Agus Subagio; Hendri Widiyandari; Pardoyo Pardoyo; Musni Ahyani
Arena Tekstil Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1329.846 KB) | DOI: 10.31266/at.v27i1.1167

Abstract

Perkembangan teknologi nanomaterial mendukung teknologi komposit. Komposit yang menggunakannanomaterial menghasilkan sifat mekanik yang lebih baik daripada komposit biasa. Komposit carbon nanotubes(CNT) berpotensi memiliki kekuatan tarik yang tinggi oleh adanya struktur tabung nanonya yang baik sebagaimatrik. Komposit CNT-PVA telah dibuat dengan metode pelarutan. Polyvinyl alcohol (PVA) dilarutkan dalam airbertemperatur 80°C, selanjutnya material CNT ditambahkan ke dalam larutan tersebut dengan variasi fraksi massaCNT terhadap PVA sebesar 10%, 20% dan 30%. Komposit CNT-PVA terbentuk setelah dikeringkan padatemperatur 80°C. Selanjutnya sifat mekanik komposit dikarakterisasi dengan uji kekuatan tarik. Hasil ujimenunjukkan bahwa komposit CNT-PVA dengan fraksi massa 20% CNT terhadap PVA menghasilkan modulusYoung yang paling besar yaitu 137,71MPa. Ketebalan komposit 0,94 mm yang dibangun oleh tiga lapis tipiskomposit CNT-PVA menghasilkan peningkatan modulus Young hingga 107,30%.
In-Situ Ionic Imprinted Membrane (IIM) Synthesis Based on Acetic Polyeugenoxy Acetyl Tiophen Methanolate for Gold(III) Metal Ion Transports Muhammad Cholid Djunaidi; Pardoyo Pardoyo; Didik Setiyo Widodo; Retno Ariadi Lusiana; Anggun Yuliani
Indonesian Journal of Chemistry Vol 20, No 6 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.156 KB) | DOI: 10.22146/ijc.49941

Abstract

In this research, Polyeugenoxy Acetyl Tiophen Methanolate (PEATM)-Au ionic imprinted membrane (IIM) was synthesized. IIM is a PEATM based membrane that has Au(III) ion molds. The PEATM synthesis was analyzed using FTIR spectroscopy, and its relative molecular weight was determined by the viscometry method. To find out the presence of Au(III) templates on IIM, FTIR spectroscopy and SEM-EDX were used. The results of FTIR spectroscopy & SEM-EDX analysis prove the existence of Au(III) metal ion templates at IIM. Through FTIR spectra, it could be seen that the absorption area of the -OH group was widening. In the IIM, the CS group wave number (702.9 cm–1) also shifted to a larger wavenumber (848.68 cm–1), this is likely due to the presence of PEGDE as a crosslinker agent and PVA as a plasticizer on the membrane that interacts with PEATM-Au, which influences the shift of vibrational wavenumber of CS bonds. It was also found that the most effective pH of the feed phase for the transport was at pH 3, and the most optimum transport time was 24 h for IIM and 48 h for NIM. The transport of Au in binary mixture of Au/Cd, Au/Fe, and Au/Pb also proves that the presence of Au(III) ions in IIM makes IIM more selective to Au(III) metal ions than NIM when used for the transport process as it transports Au more than the other metals. These results were as expected by using the HSAB theory as its groundwork.
Pemurnian Carbon Nanotubes menggunakan Larutan HNO3 dengan metode Pencucian Biasa dan Reflux (Halaman 1 s.d. 4) Agus Subagio; Pardoyo -; Priyono -; Rike Yudianti; Khasan Rowi; M. Imam Taufiq
Jurnal Fisika Indonesia Vol 17, No 49 (2013)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.309 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24403

Abstract

Telah dilakukan penelitian berkaitan pemurnian carbon nanotubes (CNT) dengan metode pencucian biasa dan reflux menggunakan larutan HNO3. Pemurnian menggunakan metode pencucian biasa dilakukan dengan memasukkan CNT ke dalam 25 ml larutan HNO3 dengan variasi konsentrasi 25, 45 dan 65% di dalam gelas beker. Selanjutnya dilakukan pengadukan dan didiamkan selama 30 menit. Hasil pencucian disaring dengan kertas saring dan residunya dikeringkan di dalam oven dengan temperatur 120oC selama 1 jam. Sedangkan metode reflux dilakukan pada temperatur 100oC selama 4 jam menggunakan larutan HNO3 dengan variasi konsentrasi 25, 45 dan 65%. CNT hasil pemurnian selanjutnya dikeringkan di dalam oven dengan temperatur 120°C selama semalam. Carbon nanotube sebelum dan sesudah pemurnian dianalisis menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) dan Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (EDS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemurnian CNT yang paling baik dengan menggunakan metode pencucian reflux pada konsentrasi HNO3 sebesar 65%.  
Activation of Natural Zeolite and Its Application for Adsorbents in Domestic Wastewater Treatment in Tembalang District, Semarang City Suhartana Suhartana; Pardoyo Pardoyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 23, No 1 (2020): Volume 23 Issue 1 Year 2020
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2575.252 KB) | DOI: 10.14710/jksa.23.1.28-33

Abstract

Tembalang is one of the districts in the city of Semarang whose economic growth is rapid. There are 12 sub-districts in Tembalang district, one of which is the Tembalang sub-district, which is within the campus area of Diponegoro University. When compared with other sub-district in the Tembalang district, the Tembalang sub-district community's need for clean water and domestic wastewater disposal is very high because of its dense population. Handling domestic wastewater is one of the environmental problems, which is interesting to study. Domestic wastewater, in addition to causing environmental pollution, can also cause discomfort and even health problems. One way to reduce the impact of domestic wastewater is to treat domestic wastewater before the environment is discharged. This study aims to describe the character of domestic wastewater in Tembalang sub-district, Tembalang district, Semarang city, and the use of activated zeolites and activated zeolites to reduce COD, pH, BOD, and TSS in domestic wastewater. Also, to compare the parameters of wastewater with regulations in force (Minister of Environment and Forestry Regulation No: 68 of 2016). This research is expected to improve the quality of domestic wastewater by adsorption using natural zeolite and activated zeolite adsorbents. The results showed that the adsorption treatment with natural zeolites and activated zeolites significantly improved water quality. The results of adsorption by natural zeolites showed a decrease in COD of 21.8%, a pH of 11.5%, BOD of 9.2%, and a TSS of 10.8%. Whereas adsorption by HCl-activated zeolite resulted in a decrease in COD of 78.9%, pH of 16.2%, BOD of 11.8% & TSS of 74.4%. While H2SO4-activated natural zeolite reduced COD by 85.5%, pH 17.9%, BOD 12.6% and TSS 89.7%.
Modifikasi Zeolit Alam Menggunakan TiO2 sebagai Fotokatalis Zat Pewarna Indigo Carmine Sofian Ansori; Sriatun Sriatun; Pardoyo Pardoyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 19, No 2 (2016): Volume 19 Issue 2 Year 2016
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.001 KB) | DOI: 10.14710/jksa.19.2.68-71

Abstract

Modifikasi zeolit alam menggunakan TiO2 sebagai fotokatalis zat pewarna indigo carmine telah dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk memodifikasi permukaan zeolit alam dengan TiO2 dan menggunakannya sebagai fotokatalis, menentukan pH optimum untuk degradasi senyawa pewarna indigo carmine, dan mengetahui pengaruh waktu degradasi indigo carmine. Zeolit alam diaktifasi dan kemudian dibuat menjadi zeolit-H. Zeolit-H kemudian direaksikan dengan TiCl4 dilanjutkan dengan kalsinasi pada suhu 450°C sehingga terbentuk zeolit-TiO2. Zeolit-TiO2 ini selanjutnya digunakan untuk mendegradasi indigo carmine dengan variasi waktu dan pH larutan. Hasil XRD menunjukkan bahwa terbentuk TiO2 pada zeolit yang ditunjukkan dengan nilai 2θ 17,42°; 24,99°; dan 29,96°. Hasil FTIR menunjukkan adanya bilangan gelombang pada 316,3 cm-1 yang mengindikasikan adanya TiO2 pada permukaan zeolit. Hasil degradasi indigo carmine menunjukkan bahwa semakin lama waktu degradasi semakin banyak indigo carmine yang terdegradasi oleh zeolit-TiO2 dan semakin asam pH indigo carmine semakin besar degradasinya.
Pengaruh Penambahan Surfaktan pada Sintesis Zeolit Y Menggunakan Tetraethyl Orthosilicate (TEOS) sebagai Sumber Silika Alfi Nurlaela; Sriatun Sriatun; Pardoyo Pardoyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 14, No 2 (2011): Volume 14 Issue 2 Year 2011
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.115 KB) | DOI: 10.14710/jksa.14.2.32-36

Abstract

Zeolit alam mempunyai ukuran pori yang beragam antara 3 Å hingga 8 Å, sehingga tidak efektif untuk mengadsorpsi senyawa yang berukuran besar. Zeolit sintetik (zeolit Y) dikembangkan untuk mengatasi kelemahan dari zeolit alam. Zeolit Y dapat disintesis dengan Tetraethyl orthosilicate (TEOS) sebagai sumber silika dan surfaktan sebagai pencetak pori. Surfaktan dapat mengarahkan struktur zeolit menjadi pori yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan memperoleh zeolit Y sintetik dan mengkaji pengaruh surfaktan Cetyltrimethylammonium Bromide (CTAB) dan Trimethylammonium Chloride (TMACl) terhadap kristanilitas dan ukuran pori zeolit Y. Sintesis zeolit Y dilakukan dengan mencampurkan natrium aluminat, surfaktan dan TEOS. Perbandingan mol natrium aluminat:TEOS adalah 1:1 sedangkan konsentrasi surfaktan 1 M. Struktur dan kristalinitas zeolit Y dianalisis menggunakan FTIR (Fourier Transform Infra Red) dan XRD (X-Ray Diffraction). Sedangkan morfologi pori zeolit Y dianalisis menggunakan adsorpsi gas N2 dengan persamaan BET. Hasil karakterisasi XRD dan FTIR menunjukkan sampel MC (tanpa penambahan surfaktan) merupakan zeolit Y, sedangkan sampel MA (penambahan surfaktan CTAB) dan MB (penambahan surfaktan TMACl) merupakan campuran zeolit HS dan NAS. Sampel MC memiliki kristalinitas tertinggi sedangkan sampel MB paling rendah. Radius pori rata-rata sampel MA, MB dan MC berturut-turut adalah 13,770 Å; 14,029 Å dan 12,962 Å. Sehingga disimpulkan bawah penambahan surfaktan tidak berpengaruh signifikan terhadap ukuran pori.
Adsorpsi Alkil Benzena Sulfonat Menggunakan Zeolit Termodifikasi Cetyltrimethylammonium Anis Komariah; Sriatun Sriatun; Pardoyo Pardoyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 20, No 1 (2017): Volume 20 Issue 1 Year 2017
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.278 KB) | DOI: 10.14710/jksa.20.1.13-18

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan modifikasi zeolit alam teraktivasi NH4Cl (H-Zeolit) dengan surfaktan CTAB (Cetyltrimethylammonium Bromide) berbagai konsentrasi yaitu sebesar 0,25 mM (ZMS-1), 1 mM (ZMS-2), dan 100 mM (ZMS-3) sebagai adsorben senyawa ABS (Alkil Benzena Sulfonat). Karakterisasi dilakukan terhadap H-Zeolit dan ZMS menggunakan spektrofotometer FTIR. Parameter utama dalam penelitian ini adalah variasi konsentrasi ABS (50, 75, dan 100 ppm) dan waktu kontak (15, 30, 45, 60, 75, dan 90 menit). Konsentrasi ABS yang teradsorpsi dianalisis dengan spektrofotometer UV-Vis menggunakan metode MBAS (Methylene Blue Active Substance). Hasil spektra FTIR zeolit alam termodifikasi surfaktan (ZMS) menunjukkan puncak pada bilangan gelombang 2931,80 cm-1; 2854,65 cm-1 dan 1404,18 cm-1  yang mengindikasikan keberadaan gugus CTAB pada zeolit. Konsentrasi maksimum dan waktu optimum ABS yang dapat dijerap oleh per 0,1 gram ZMS adalah 50 ppm dalam 25 mL pada waktu 60 menit dengan persen adsorpsi sebesar 84,04% untuk H-Zeolit ; 96,42% untuk ZMS-1; 96,48% untuk ZMS-2; dan 97,29% untuk ZMS-3. Performa ZMS cenderung meningkat dengan konsentrasi CTAB pada zeolit.
Zeolit Alam Termodifikasi Logam Fe sebagai Adsorben Fosfat (PO43-) pada Air Limbah Marwan Faisal; Suhartana Suhartana; Pardoyo Pardoyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 3 (2015): Volume 18 Issue 3 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.991 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.3.91-95

Abstract

Penelitian tentang zeolit alam termodifikasi logam Fe sebagai adsorben fosfat (PO43-) pada air limbah telah dilakukan. Zeolit alam diaktivasi menggunakan HCl 2M. Kemudian zeolit teraktivasi dimodifikasi menggunakan FeCl3.6H2O dengan perbandingan massa precursor 10:90, 25:75, 50:50, 75:25, 90:10. Metode modifikasi yang digunakan adalah impregnasi ion logam Fe3+. Pada zeolit-Fe yang diperoleh kemudian dilakukan untuk mengadsorpsi fosfat dengan konsentrasi awal 0,9883 ppm. Hasil yang diperoleh dianalisis dengan FTIR, dan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil analisis FTIR terhadap zeolit-Fe menunjukkan adanya puncak pada bilangan gelombang 474,5 cm-1 yang mengindikasikan vibrasi Fe-O. Fosfat (PO43-) yang terserap oleh zeolit-Fe paling banyak diperoleh pada variasi 10:90 yaitu sebesar 30,54% dengan konsentrasi teradsorpsi sebesar 0,3019 mgL-1.
Dealuminasi Zeolit Alam Menggunakan Asam (HCl dan H2SO4) untuk Katalis pada Proses Sintesis Biodiesel Sugiarti Norvia; Suhartana Suhartana; Pardoyo Pardoyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 19, No 2 (2016): Volume 19 Issue 2 Year 2016
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.079 KB) | DOI: 10.14710/jksa.19.2.72-76

Abstract

Telah dilakukan dealuminasi zeolit alam menggunakan asam (HCl dan H2SO4) untuk katalis pada proses sintesis biodiesel. Zeolit dianalisis dengan AAS dan FTIR serta uji aktivitas katalis pada sintesis biodiesel dengan metode GC-MS. Didapatkan bahwa H2SO4 lebih efektif mendealuminasi zeolite dibandingkan dengan HCl. Hasil spektrogram FTIR menunjukkan bahwa proses dealuminasi asam mengakibatkan perubahan bilangan gelombang dan rasio Si/Al yang cukup signifikan, di mana pada rasio Si/Al zeolit meningkat dari 4,57 menjadi 5,41 pada zeolit alam dealuminasi HCl dan menjadi 6,42 pada zeolit alam dealuminasi H2SO4. Zeolit terdealuminasi mampu bekerja sebagai katalis dalam sintesis biodiesel di mana katalis zeolit dealuminasi H2SO4 menghasilkan metil ester dengan senyawa dominan asam 9-oktadekenoat dengan persentase luas area sebesar 63,21% lebih banyak dibandingkan pada katalis zeolit dealuminasi HCl dan zeolite belum didealuminasi.