Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : MANUSKRIPTA

Identifikasi Tiga Naskah Wasiat Madrais S. Allibasa Koleksi Paseban Tri Panca Tunggal, Cigugur, Kuningan Permadi, Tedi
Manuskripta Vol 8 No 1 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v6i2.72

Abstract

Carakan is one kind of traditional Indonesian script. In the past, carakan used for various purposes in the archipelago written tradition, both for practical everyday purposes and meeting the needs of the administration of the local government; including testamentary with regard to the utilization of a wealth of indigenous peoples. Their testament manuscript text written using characters carakan, especially with the peculiarities in the form of letters generated by a playwright (idiograph), required a special technique to recognize the characters shape. The technique used is the technique of trace (tracing) directly above character by character so we get the script transliteration guidelines which refer directly to the text of the manuscript. Results from this study is (1) guide transliteration of three testamentary of Madrais S. Allibasa Manuscript; (2) certainty of the same authors on three testamentary manuscripts, namely Madrais S Allibasa, although there are only two manuscript text which states the name Madrais and an existing script text signature; and (3) certainty contents of a will stating that the lands of indigenous peoples should not be shared inheritance and sold, can only be used for the common. === Carakan adalah salah satu jenis aksara tradisional Indonesia yang digunakan untuk berbagai keperluan dalam tradisi tulis Nusantara, baik untuk keperluan praktis sehari-hari maupun pemenuhan kebutuhan administrasi di pemerintahan lokal; termasuk menuliskan surat wasiat yang berkenaan dengan pemanfaatan harta kekayaan suatu masyarakat adat. Adanya teks naskah surat wasiat yang ditulis dengan menggunakan aksara carakan, terlebih dengan adanya kekhasan dalam bentuk aksara yang dihasilkan oleh seorang penulis naskah (idiograph), diperlukan satu teknik khusus untuk mengenali bentuk aksaranya. Teknik yang digunakan adalah teknik jiplak (tracing) langsung atas karakter demi karakter aksara sehingga didapatkan panduan alih aksara yang mengacu secara langsung pada teks naskah yang dibaca. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat adanya (1) panduan alih aksara atas tiga surat wasiat Madrais S. Allibasa; (2) kepastian penulis yang sama atas tiga naskah surat wasiat, yaitu Madrais S Allibasa, walaupun hanya terdapat dua teks naskah yang menyatakan nama Madrais dan satu teks naskah yang ada tanda tangannya; dan (3) kepastian isi surat wasiat yang menyatakan bahwa tanah masyarakat adat tidak boleh dibagi waris dan diperjualbelikan, hanya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.
Penerapan Metode Diplomatik Jean Mabillon dalam Kelas untuk Menguji Keotentikan Naskah Museum dan Pasar Antik Permadi, Tedi
Manuskripta Vol 15 No 1 (2025): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v15i1.175

Abstract

This study addresses debates on manuscript authenticity in Indonesia, particularly materials preserved in museums and those circulating in public and antique markets, which often provoke controversy among non specialists. It examines the manuscript Kitab Suwasit Sasakala Prabu Siliwangi from the Prabu Siliwangi Museum in Sukabumi, also with several pseudo antique manuscripts from the antique trade. The study aims to apply Jean Mabillon’s diplomatic method to evaluate authenticity through analysis of material features and their contextual attributes, while contributing to Indonesian philological studies. Using a qualitative case study approach, the research employs classroom discussions, participatory observation, and digital manuscript documentation. Data were obtained through respondent participation in codicological analysis focusing on physical characteristics and material context. The findings demonstrate clear distinctions between authentic manuscripts and recently produced manuscripts made to appear old, which commonly display characteristics of modern reproduction. The study concludes that Mabillon’s diplomatic method effectively verifies authenticity claims. === Penelitian ini berangkat dari perdebatan mengenai keaslian naskah di Indonesia, baik yang tersimpan di museum maupun yang berada di masyarakat, yang kerap menimbulkan kontroversi akademik terutama di kalangan awam. Studi ini menelaah naskah Kitab Suwasit Sasakala Prabu Siliwangi koleksi Museum Prabu Siliwangi, Kota Sukabumi; serta sejumlah naskah bergaya kuno dari pasar barang antik. Tujuan penelitian adalah menerapkan metode diplomatik Jean Mabillon untuk menilai keotentikan naskah melalui analisis aspek material dan konteks material sebagai indikator orisinalitas, sekaligus berkontribusi pada pengembangan studi filologi Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan diskusi kelas, observasi partisipatif, dan kajian dokumen naskah digital. Data diperoleh melalui keterlibatan responden dalam analisis kodikologis, khususnya pada karakteristik fisik dan konteks naskah. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan jelas antara naskah otentik dan naskah baru yang dibuat berkesan kuno, yang umumnya memperlihatkan ciri reproduksi modern. Metode Mabillon terbukti efektif dalam memverifikasi klaim keaslian naskah.