Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

The Effect of the Experiential Learning Model on Elementary School Students’ IPAS Learning Outcomes: Pengaruh Model Pembelajaran Experiential Learning Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Sekolah Dasar Meri Anggriani; Sulaiman Sulaiman; Hasan Hasan
Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar
Publisher : ELRISPESWIL - Lembaga Riset dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jekas.v3i1.905

Abstract

This study investigates the effect of the Experiential Learning model on the integrated science and social studies (IPAS) learning outcomes of elementary school students within the framework of the Indonesian Merdeka Curriculum. A pre-experimental one-group pretest–posttest design was employed involving 18 fourth-grade students from SD Negeri 01 Woja, who completed a validated 20-item multiple-choice test on IPAS concepts. Descriptive statistics showed an increase in mean scores from 56.94 (pretest) to 79.44 (posttest). A Shapiro–Wilk test on the difference scores indicated that the normality assumption was met, and a paired samples t-test revealed a statistically significant improvement in achievement, t(17) = −13.029, p < 0.001, with a large effect size (Cohen’s d = 2.25). These findings suggest that experiential learning is associated with substantial gains in IPAS achievement; however, given the pre-experimental design without a control group, causal claims must remain tentative. The study highlights the potential of experiential learning for supporting the implementation of the Merdeka Curriculum in non-urban schools, while underlining the need for structured instructional modules, teacher training, and further studies with stronger designs, larger and more diverse samples, and additional non-cognitive outcome measures.
The Effect of the Couple Card–Based Make a Match Learning Model on Elementary School Students' Creativity in Mathematics Learning Sudarsono Sudarsono; Nursofiana Safitri; Sumiyati Sumiyati; Hasan Hasan
Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar
Publisher : ELRISPESWIL - Lembaga Riset dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jekas.v3i2.1373

Abstract

This study examined whether students' creativity scores differed before and after the implementation of the Couple Card-based Make a Match learning model in elementary mathematics learning. A quantitative pre-experimental one-group pretest-posttest design was used with 25 fifth-grade students as participants. Creativity data were collected using a mathematics creativity test administered before and after the treatment and were analyzed using descriptive statistics, normalized gain (N-Gain), normality testing, and paired-samples t-test with IBM SPSS. The results showed that the mean creativity score increased from 64.20 in the pretest to 81.40 in the posttest. The N-Gain score was 0.48, indicating a moderate improvement. The paired-samples t-test showed a significant difference between pretest and posttest scores (t = 6.412; df = 24; p < 0.05), with a large effect size (Cohen's dz = 1.28). These findings indicate that the Couple Card-based Make a Match learning model is associated with improved students' creativity in elementary mathematics learning. However, because this study used a one-group pretest-posttest design without a control group, the findings should be interpreted proportionally.
Pengaruh Media Papan Cerita Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Sekolah Dasar Eka Yulianti; Mulya Yusnarti; Hasan; Sumiyati; Farah Wahidah
Journal of Education and Learning Sciences Vol. 6 No. 2 (2026): October 2026
Publisher : CV. Gerasi Insan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56404/jels.v6i2.279

Abstract

This research is motivated by the conventional instructional methods in elementary schools that rely heavily on traditional media, resulting in low student engagement and suboptimal learning outcomes in Indonesian language learning. This study aims to examine the empirical effect of storyboard media on the Indonesian language learning outcomes of fifth-grade elementary school students. Utilizing a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest-posttest design, this research involved 19 students as the sample. Data were collected using learning outcome tests and analyzed using parametric inferential statistics. The normality test (Shapiro-Wilk, p > 0.05) and the homogeneity test (Levene's, p > 0.05) confirmed that the data were normally distributed and homogeneous. The hypothesis testing using the Paired Samples T-Test yielded a significance value (p-value) of 0.000, which is lower than the significance level of 0.05 (p < 0.05). This result indicates a statistically significant difference between the pretest and posttest scores. Therefore, it can be concluded that the implementation of storyboard media exerts a significant positive effect on the Indonesian language learning outcomes of fifth-grade elementary school students, thereby rejecting H0 and accepting Ha.
Analisis Nilai Pendidikan Karakter dalam Kumpulan Dongeng Suku Mbojo Arif Bulan; Hasan Hasan
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 1 No. 1 (2020): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v1i1.11

Abstract

Sebagai produk budaya suatu dari daerah, dongeng memiliki banyak nilai yang terkandung di dalamnya.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang termuat dalam cerita rakyat suku Mbojo. Metode penelitian yang digunakan dala penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Data penelitian diambil dari buku “kumpulan dongeng suku Mbojo: sebagai bahan ajar bahasa Indonesia di Sekolah Dasar” yang diterbitkan oleh penerbit Nathan Indonesia 2020. Data-data yang dibutuhkan dalam penelitian dikumpulkan melalui membaca secara cermat unsur-unsur dongeng yang termuat dalam buku. Teknik yang digunanakan dalam penelitian teknik catat. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat lima nilai pendidikan karakter yang termuat dalam buku kumpulan dongeng suku Mbojo di antaranya: (1) peduli sosial; (2) keadilan; (3) tanggung jawab; (4) kerjasama; (5) menghargai pendapat orang lain.
Peran Media Gambar Berseri terhadap Kemampuan Menulis Karangan Siswa Sekolah Dasar Hasan Hasan
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 3 No. 2 (2022): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v2i4.99

Abstract

Masalah yang dijawab dalam penelitian ini ialah, Bagaimana peran media gambar berseri terhadap kemampuan menulis karangan siswa kelas VI SD Negeri 28 Dompu Tahun Pembelajaran 2020/2021. Skripsi ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan atau menjelaskan secara sistematis, faktual, akurat mengenai fakta atau fenomena yang diselidiki. Adapun informan yang menjadi sumber data adalah guru dan siswa kelas VI. Untuk memperoleh data penulis menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dan Triangulasi sebagai bukti keabsahan data yang diperoleh penulis. Maka diperoleh kesimpulan yaitu: peran media gambar berseri mampu membuat siswa menjadi lebih aktif karena dapat mendorong siswa untuk mampu menuangkan ide, gagasan, pendapat dan imajinasi untuk bercerita, serta media gambar berseri membuat siswa lebih mudah menemukan kosa kata dan mengungkapkan isi gambar ke dalam sebuah karangan yang sistematis.
Relasi Temporal Antarklausa dalam Kalimat Majemuk Bertingkat pada Koran Kompas Hasan Hasan
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 3 No. 1 (2022): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v3i1.109

Abstract

Relasi Temporal Antarklausa Kalimat Majemuk Bertingkat Pada Koran Kompas Periode September-Oktober Tahun 2021. Penelitian bertujuan untuk mendiskripsikan relasi temporal antarklausa dalam kalimat majemuk yang ditemukan pada koran kompas. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif bersifat deskripsi karena penelitian hanya memahami dan menganalisis data empiri secara objektif. Adapan objek sasaran peneliti yaitu apa saja penanda atau konjungsi yang digunakan rekasi temporal antarklausa dalam kalimat majemuk. Bagaimakah distribusi dati penanda relasi temporal antarklausa dalam kalimat majemuk bertingkat. Apakah dapat tidaknya kalimat kata penghubung atau subordinator relasi temporal bersamaan dan berurutaan antarklausa dalam kalimat majemuk dapat saling mengantikan. Hasil temuan data pada koran kompas periode september samapi oktober yaitu penanda temporal/waktu permulaan, waktu bersamaan, waktu berurutan, dan waktu batas akhir. Waktu permulaan di bulan September 45 dan di bulan Oktober 32, waktu bersamaan di september 20, waktu berurutan pada september 6-oktober 24, dan waktu batas akhir 29. Tidak semua Jumlah data dapat berstribusi pada relasi temporal antarklausa kalimat majemuk bertingkat dan dapat saling mengandikan posisi induk kalimat ke anak kalimat.
Pengaruh Model Self-Directed Learning di Era Merdeka Belajar terhadap Kemampuan Menulis Cerpen Siswa SMAN 1 Dompu Sugerman Sugerman; Hasan Hasan; Adi Mawardi
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 3 No. 3 (2022): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v3i3.159

Abstract

Ada adagium yang fenomenal dalam merdeka belajar yaitu “Selain meningkatkan cara berpikir anak, dengan membebaskan anak untuk belajar di luar kelas akan membentuk karakter siswa supaya lebih mandiri dalam bersikap, bergaul dan lebih berani dalam mengutarakan pendapatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi pengaruh model Self-Directed Learning diera merdeka belajar terhadap kemampuan siswa menulis cerpen. Penelitian merupakan penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik tes yang dilakukan dengan cara pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Self-Directed Learning sangat relevan dengan tujuan merdeka belajar yaitu sama-sama menuntut siswa untuk belajar secara mandiri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minatnya dan terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan model Self-Directed Learning terhadap kemampuan menulis cerpen siswa SMAN 1 Dompu. Dengan hasil uji-t diperoleh nilai thitung sebesar 1,698 dan nilai ttabel sebesar 1,677 dengan angka signifikansi 0,05 yang berarti penggunaan model Self-Directed Learning terhadap kemampuan menulis cerpen siswa SMAN 1 Dompu. sehingga hipotesis Diterima.
Pengembangan Flashcard Edukatif Berbasis Budaya Lokal Bima sebagai Media Belajar Membaca Siswa Sekolah Dasar Hasan Hasan; Idhar Idhar; Rayhan Rayhan; Akram Akram; Nurhayati Nurhayati
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 4 No. 3 (2023): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v4i3.256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal dan membedakan huruf “b” dengan “d” “f” dengan “v”, mengeja atau menggabungkan suku kata, serta membaca kata dengan lancar, Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima langkah; analisis, desain, mengembangkan, menerapkan, evaluasi. Media flashcard edukatif berbasis budaya local Bima ini dilaksanakan selama 3 pertemuan. rancangan pengembangan media permainan flashcard edukatif berbasis budaya local Bima pada perserta didik dilakukan seperti pengembangan program semester, rencana pelaksanaan pembelajaran mingguan, rencana pelaksanaan pembelajaran serta format penilaian sehingga dihasilkan pengembangan media permainan Flashcard edukatif berbasis budaya local Bima pada peserta didik klas 1 SDN 13 Woja. Media flashcard edukatif berbasis budaya local sebagai media belajar membaca menunjukkan kriteria efektif. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisi lembar pengamatan aktifitas guru dan perseta didik diperoleh kriteria berkembang sesuai harapan (BSH), serta hasil analisis angket respon guru menunjukkan kriteria sangat baik. Sehingga dalam hal ini pengembangan media flashcard edukatid berbasis budaya local Bima sangat efektif digunakan dalam pembelajaran pada peserta didik kelas 1 SDN 13 Woja.
Analisis Kebutuhan Peserta Didik terhadap Media Flashcard Edukatif Berbasis Budaya Lokal Hasan Hasan; Rusdin Rusdin; Idhar Idhar; Jamaah Jamaah; Nurhayati Nurhayati
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 5 No. 2 (2024): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v5i2.435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan siswa terhadap media pembelajaran berbasis budaya lokal Bima pada mata pelajaran membaca. Analisis kebutuhan ini difokuskan pada peserta didik di SDN 13 Woja. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kualitatif deskriptif, dengan responden peserta didik sebagai sampelnya. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian diolah dan dideskripsikan. Teknik analisis data yang digunakan mengikuti model Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis flashcard edukatif berbasis budaya lokal sangat dibutuhkan dan menarik minat peserta didik. Hal ini terlihat dari persentase pernyataan siswa mengenai media pembelajaran flashcard edukatif berbasis budaya lokal Bima pada mata pelajaran membaca. Hasil analisis kebutuhan ini akan digunakan sebagai bahan atau alat untuk pembelajaran membaca pemula di kelas I SDN 13 Woja.