Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Nilai Pendidikan Karakter Di Dalam Novel Rindu Yang Baik Untuk Kisah Yang Pelik Karya Boy Candra Kenji Saputra; Samsiarni; Emil Septia
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 (2023): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v3i1.433

Abstract

enelitian ini dilakukan berdasarkan pengamatan dan membaca secara langsung serta studi literasi terkait nilai-nilai karakter yang terdapat pada generasi muda sekarang yang menjadi titik acuan dalam perubahan karakter bangsa. Hasil pengamatan yang di lakukan memperoleh bahwa adanya nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Rindu Yang Baik Untuk Kisah Yang Pelik karya Boy Candra yang dianalis lewat unsur pembangun karya sastra. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai pendidikan karakter yang ada dalam novel Rindu yang Baik untuk Kisah yang Pelik karya Boy Candra. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif analisis. Data dalam penelitian adalah kata atau kutipan yang terdapat dalam novel Rindu Yang Baik Untuk Kisah Yang Pelik karya Boy Candra yang berisi nilai pendidikan karakter. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Rindu Yang Baik Untuk Kisah Yang Pelik karya Boy Candra. Pada penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kualitatif. Teknik pengabsahan data melalui ahli nilai pendidikan karakter yaitu Bapak Triyono, M.Pd. Sebagai dosen Jurusan Pendidikan Bimbingan dan Konseling UPGRISBA.Hasil penelitian mengenai nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Rindu Yang Untuk Kisah Yang Pelik karya Boy Candra. Setelah dikaji lewat unsur pembangun karya sastra maka dapat disimpulkan bahwa nilai pendidikan karakter terdapat empat belas nilai karakter yang digambarkan dalam novel. Berikut bentuk nilai pendidikan karakter yang tergambar dalam novel, yaitu : religius, jujur, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat komunikatif, gemar membaca, peduli sosial, tanggung jawab. Karakter yang paling dominan terdapat pada tokoh Salim yang taat beribadah. Selain itu, tokoh Salim juga memiliki nilai pendidikan karakter kerja keras, gemar membaca dan peduli sosial yang tampak pada perilaku keseharian Salim.
Struktur Dan Fungsi Ungkapan Kepercayaan Masyarakat Nagari Koto Kaciak Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman Yulia Novita; Ricci Gemarni Tatalia; Samsiarni
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 (2023): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v3i1.444

Abstract

The purpose of this study is to describe the structure and function of expressions of community trust in Nagari Koto Kaciak, Bonjol District, Pasaman Regency. This study describes the structure and function that exist in expressions of trust, where the category is focused on the structure of expressions of community trust. This research design is qualitative research using descriptive analysis methods. Data was collected through interview and recording techniques. Based on the research that has been conducted, twenty-four expressions of trust were found in the people of Nagari Koto Kaciak, Bonjol District, Pasaman Regency. The found confidence expression function consists of: 1) the function of thickening religious emotions as much as 3 data, 2) the function of educational tools for children or adolescents as many as 19 data, 3) the function as an acceptable explanation of a folk's sense to natural symptoms as much as 4 data, and 4) the function as comforting people who are experiencing disaster as much as 1 data.
KETIDAKADILAN GENDER DALAM NOVEL HILDA: CINTA, LUKA DAN PERJUANGAN KARYA MUYASSAROTUL HAFIDZOH Titin Ayuning; Samsiarni; Emil Septia
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 (2023): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v3i1.448

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya ketidakadilan gender terhadap perempuan di dalam novel Hilda: Cinta, Luka dan Perjuangan karya Muyassarotul Hafidzoh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk ketidakadilan gender dalam novel Hilda: Cinta, Luka dan Perjuangan karya Muyassarotul Hafidzoh dan faktor penyebab ketidakadilan gender dalam novel Hilda: Cinta, Luka dan Perjuangan karya Muyassarotul Hafidzoh. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode content analysis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara: membaca dan memahami, menandai dan mengumpulkan, mengiventarisasikan data, mengidentifikasi data dan mengklasifikasikan data. Teknik pengabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik triangulasi peneliti. Berdasarkan analisis data dan pembahasan bahwa bentuk ketidakadilan gender dan faktor penyebab terjadinya dalam novel Hilda: Cinta, Luka dan Perjuangan karya Muyassarotul Hafidzoh ditemukan lima bentuk ketidakadilan gender dan penyebab terjadinya yang meliputi: 1) marginalisasi pada tokoh Hilda berupa pembatasan hak sebagai seorang siswa dan seorang korban pemerkosaan, 2) subordinasi pada tokoh Hilda direndahkan posisinya sebagai seorang perempuan, 3) stereotip pada tokoh Hilda diberikan penandaan sebagai perempuan kotor oleh teman sekolahnya, 4) kekerasan pada tokoh Hillda berupa pemerkosaan yang dilakukan oleh salah satu teman sekolahnya, 5) beban kerja pada tokoh Hilda yang harus mengirimkan tulisan opini dan bekerja di toko bangunan untuk membayar biaya kuliahnya.
Tindak Tutur Ilokusi Deddy Corbuzier Dengan Bintang Tamu Nadiem Makarim Dalam Podcast Close The Door Monica Resti Febriani; Samsiarni; Febrina Riska Putri
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 (2023): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v3i1.452

Abstract

This study aims to describe the form of Deddy Corbuzier's illocutionary speech acts in his video podcast, so the focus of the problem related to this research is how Deddy Corbuzier's illocutionary speech acts are formed. The type of research used in this research is qualitative research using descriptive methods. The data in this study are illocutionary speech acts conveyed by Deddy Corbuzier in videos on his YouTube account. Based on the results of the study, it was found that in the utterances expressed by Deddy Corbuzier on his YouTube video content which was used as a data source, there were 32 forms of illocutionary speech acts, namely declaration, directive, expressive, representative, and commissive speech acts. The forms of speech acts that are often found in this study are expressive and representative speech acts.
Kemampuan Menulis Teks Anekdot Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Lembah Gumanti Dengan Menggunakan Media Gambar Wiwi Astuti; Yulia Pebriani; Samsiarni Samsiarni
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2023): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v3i2.453

Abstract

The purpose of this study was to describe the ability to write anecdotal texts using image media of grade X students of SMA Negeri 1 Gumanti Valley. This type of research is quantitative research with descriptive methods. The population of this study was grade X students of SMA N 1 Lembah Gumanti, Solok Regency. The sample of this study was class XE8 students totaling 33 students. The data collection technique in this study was carried out in 1 meeting. The data in this study is the performance score of the ability to write anecdotal texts of grade X students of SMA N 1 Gumanti Valley by Using Image Media. In analyzing the data is done in several steps, First, reading the results of students' work writing anecdotal texts. Second, correct and give scores according to the aspects studied. Third, scoring students' work based on the aspects studied. Based on the data, it can be seen that the ability to write anecdotal texts using Image Media of grade X students of SMA N 1 Gumanti Valley as a whole is classified as Sufficient (C) with an average of 53.79.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Novel Melangkah Karya JS. Khairen Nadia Ramadhani Nadia; Samsiarni; Armet
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 (2023): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v3i1.469

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian menggunakan metode Deskriptif Analisis Metode deskriptif analisis adalah metode yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan dengan fakta-fakta yang kemudian disusul dengan analisis. Penggunaan metode deskriptif analisis pada penelitian ini adalah menggambarkan atau mendeskripsikan data mengenai Apa saja bentuk Pendidikan karakter dalam novel Melangkah karya JS. Khairen. Teknik Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : (1) mendeskripsikan data tentang nilai pendidikan karakter yang ada dalam novel Melangkah Karya Js. Khairen. (2) menganalisis data yang berhubungan dengan nilai pendidikan karakter dalam dalam novel Melangkah karya Js. Khairen. (3) membahas data tentang nilai pendidikan karakter dalam novel Melangkah Karya Js. Khairen (4) menyimpulkan hasil temuan (5) menulis laporan dan penelitian lengkap. Teknik Pengabsahan data dalam penelitian ini menggunakan Triangulasi. Hasil penelitian mengenai nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Melangkah karya Js. Khairen. Setelah dikaji lewat unsur pembangun karya sastra maka dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai pendidikan karakter terdapat delapan belas yang digambarkan: 1) religius, 2) jujur, 3) toleransi 4) disiplin, 5) kerja keras, 6) kreatif, 7) mandiri, 8) demokratis, 9) rasa ingin tahu, 10) semangat kebangsaan, 11) cinta tanah air, 12) menghargai prestasi, 13) bersahabat komunikatif, 14) cinta damai, 15) gemar membaca, 16) peduli lingkungan, 17) peduli sosial, 18) tanggung jawab. Tokoh yang paling menonjol dalam novel Melangkah karya Js. Khairen terdapat enam yaitu Aura, Ocha, Siti, Arif, Ayah, Kang Mamat, Umbu Darli.
Kekerasan Dalam Novel Budak Pulau Surga Karya Soegianto Sastrodiwiryo Gustin Gustin Dwi Azhari; Samsiarni; Ricci Gemarni Tatalia
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 (2023): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v3i1.470

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya terdapat kekerasan dalam novel Budak Pulau Surga karya Soegianto Sastrodiwiryo. Rumusan masalah dalampenelitian ini, yaitu bagaimanakah bentuk kekerasan yang terdapat dalam novel Budak Pulau Surga karya Soegianto Sastrodiwiryo. Sesuai dengan rumusan masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kekerasan dalam novel Budak Pulau Surga karya Soegianto Sastrodiwiryo. Jenis dan metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan metode deskriptif analisis. Sumber penelitian ini berasal dari novel Budak Pulau Surga karya Soegianto Sastrodiwiryo dengan objek penelitian yang difokuskan pada kekerasan fisik, kekerasan simbolik, dan kekerasan struktural yang terdapat dalam novel ini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membaca, memahami, dan menandai novel yang bersangkutan dengan kekerasan. mengiventarisasikan data yaitu mencatat data yang berkaitan dengan kekerasan. Berdasarkan hasil penelitian terhadap kekerasan dalam novel Budak Pulau Surga karya Soegianto Sastrodiwiryo yaitu: Pertama, kekerasan fisik tindakan yang benar-benar berupa gerakan fisik manusia untuk menyakiti tubuh atau merusak harta orang lain. Kedua, kekerasan simbolik tindakan yang menggunakan sarana (media) menyakiti hati dan merugikan kepentingan orang lain. Ketiga, kekerasan structural tindakan yang memanfaatkan nilai-nilai (pandangan hidup, struktur sosial, atau norma budaya).
Pengaruh Penggunaan Model Circuit Learning Terhadap Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas XI SMAN 1 Lembah Melintang Septia Reski Tia; Silvia Marni; Samsiarni
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 (2023): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v3i1.474

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan model pembelajaran Circuit Learning terhadap keterampilan menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMAN 1 Lembah Melintang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Rancangan penelitian ini menggunakan Design Pre Experimenta. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2. Data dalam penelitian ini adalah skor hasil keterampilan menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMAN 1 Lembah Melintang sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Circuit Learning. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah memberikan tes unjuk kerja yaitu menulis teks eksplanasi sebelum menggunakan model Circuit Learning dan sesudah menggunakan model Circuit Learning. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dilakukan dengan mengacu pada indikator dalam menulis teks eksplanasi. Hasil penelitian ini adalah Pertama, keterampilan menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMAN 1 Lembah Melintang sebelum menggunakan model pembelajaran Circuit Learning diperoleh 69,13 berada pada penguasaan 66-75% dengan kualifikasi Lebih dari Cukup (LdC). Kedua, keterampilan menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMAN 1 Lembah Melintang sesudah menggunakan model pembelajaran Circuit Learning diperoleh 81,16 berada pada penguasaan 76-85% dengan kualifikasi Baik (B). ketiga, terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran Circuit Learning terhadap keterampilan menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMAN 1 Lembah Melintang sesudah hasil pengujian yang membuktikan bahwa thitung > ttabel yaitu 4,58 > 1,68.
Tindak Tutur Asertif Dalam Video Sidang Ferdy Sambo (Studi Kasus Pembacaan Pledoi Richard Eliezer) faradila isnaini; Suci Dwinitia; Samsiarni
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2023): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v3i2.475

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk tindak tutur asertif dalam tayangan sidang Ferdy Sambo di youtube Kompas TV: sidang nota pembelaan (pledoi) Richard Eliezer. Penelitian ini menggunakan kajian pragmatik dengan menggunakan pendekatan dari Tarigan yang meliputi tindak tutur menyatakan, memberitahukan, menyarankan, membanggakan, mengeluh, menuntut, dan melaporkan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah percakapan yang di dalamnya terdapat tuturan-tuturan yang mengandung tindak tutur asertif berserta konteksnya. Sumber data yang diambil adalah tayangan Sidang Ferdy Sambo pada tanggal 25 Januari 2023. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik padan dan agih. Hasil penelitian ini yaitu bentuk tindak tutur yang ditemukan yaitu tindak tutur asertif menyatakan, memberitahukan, membanggakan dan melaporkan. Bentuk tindak tutur asertif yang banyak fitemukan yaitu tindak tutur asertif menyatakan sebanyak 14 data yang terdiri dari menyatakan pendapat, menyatakan keterangan dan menyatakan pendapat dari ahli.