Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Beberapa Tumbuhan yang Berpotensi Sebagai Anti-Skabies di Indonesia Septiani, Linda; Pertiwi, Primasari; Andrifianie, Femmy; Marcellia, Selvi; Damayanti, Ervina
ORGANISMS: JOURNAL OF BIOSCIENCES Vol. 3 No. 1 (2023): Organisms: Journal of Biosciences
Publisher : Pusat HKI, Paten, dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/organisms.v3i1.16473

Abstract

Scabies is a type of parasitic infectious disease of the skin caused by the mite Sarcoptes scabiei var hominis.  Scabies is often found in areas with high population density, low economic status, poor sanitation and hygiene. For now, medication is one of the factors inhibitors in the treatment of scabies. This happened because chemical drugs has several effects such as contraindications, irritation, toxicity, and is not effective to all mite stages. Therefore, alternative treatments are needed that come from natural ingredients by exploring various plants in Indonesia that potential to have an active compounds to eradicate mites. The aims of this study is to summarize some of the result of research on alternative plant based anti-scabies and give the information as a reference for further research. This study uses the literature study method to obtain information from several research journal. Based on the results of a literature search, it was found that 15 plant species were extracted and tested on animals and humans which contain active compounds and have the potential as anti-scabies. These fifteen plants can grow well in the territory of Indonesia, so that people can cultivate them and develop them as natural anti-scabies agents. AbstrakSkabies merupakan salah satu jenis penyakit infeksi parasit pada kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei var hominis. Skabies banyak ditemukan di daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi, status ekonomi rendah, sanitasi dan hygiene yang buruk. Saat ini, pengobatan dengan bahan kimia menjadi salah satu faktor yang menjadi penghambat dalam penanggulangan skabies. Hal tersebut terjadi karena obat kimia memiliki beberapa efek seperti kontraindikasi, iritasi, toksik, dan tidak efektif terhadap semua stadium tungau. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengobatan yang berasal dari bahan alam dengan mengeksplorasi berbagai tumbuhan di Indonesia yang berpotensi memiliki senyawa aktif untuk membasmi tungau. Tujuan studi ini adalah merangkum beberapa hasil penelitian tentang obat alternatif anti skabies berbahan dasar tumbuhan dan memberikan informasi dasar sebagai referensi penelitian lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk memperoleh informasi dari beberapa jurnal penelitian. Berdasarkan hasil penelusuran pustaka diperoleh 15 jenis tumbuhan yang di ekstrak dan di uji ke hewan maupun manusia yang memiliki kandungan senyawa aktif dan berpotensi sebagai anti skabies. Kelima belas tanaman tersebut dapat tumbuh dengan baik dengan di wilayah Indonesia, sehingga masyarakat dapat membudidayakannya dan mengembangkannya sebagai bahan anti-skabies alami. 
Training on Making Compost Fertilizer from Animal Manure in Sindang Anom Village, East Lampung Pertiwi, Primasari; Azizah, Enur; Suratman, Suratman; Farisi, Salman
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpkmt.v5i3.183

Abstract

Masyarakat Desa Sindang Anom umumnya berprofesi sebagai peternak sapi sekaligus petani. Berdasarkan data kelembagaan petani, Desa Sindang Anom terdiri dari 1 Gapoktan dengan 35 Kelompok Tani. Usaha peternakan sapi yang dikelola masyarakat menghasilkan limbah kotoran. Limbah kotoran hewan yang dihasilkan belum diolah secara maksimal oleh para peternak dan Masyarakat lainnya. Kendala yang dihadapi oleh masyarakat adalah minimnya informasi mengenai teknik pengolahan kotoran hewan menjadi pupuk kompos. Tujuan dilaksanakannya kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang pembuatan pupuk kompos dari kotoran hewan. Kegiatan PKM dilaksanakan meliputi 2 tahap, tahap pertama yaitu penyampaian materi secara ceramah dan diskusi, tahap kedua berupa praktek/demonstrasi pembuatan pupuk kompos dari kotoran hewan. Hasil evaluasi menunjukkan pre-test peserta rata-rata 3,9 sedangkan post-test rata-rata adalah 7,9. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pengetahuan dan keterampilan Masyarakat di Desa Sindang Anom meningkat, khususnya tentang metode pengolahan pupuk kompos dari kotoran hewan.
Pengaruh Penambahan Tepung Ikan Hypostomus plecostomus pada Pakan Komersil Pertumbuhan Oreochromis niloticus Revanza, M. Zidan; Susanto, Gregorius Nugroho; Pertiwi, Primasari; Kanedi, Kanedi
Bioma : Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi Vol. 10 No. 2 (2025): BIOMA: JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v10i2.4288

Abstract

Ikan budidaya air tawar yang umum di Indonesia adalah ikan nila (Oreochromis niloticus). Salah satu bahan alternatif pembuatan tepung ikan yaitu dengan menggunakan ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan tepung ikan sapu-sapu pada pakan komersial terhadap efektivitas pertumbuhan ikan nila nirwana III dan membandingkan perbedaan kandungan pakan ikan komersial dengan pakan campuran alternatif tepung ikan sapu-sapu terhadap pertumbuhan ikan nila nirwana III. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok yang dilakukan dengan 5 perlakuan. Perlakuan A yaitu penambahan tepung ikan sapu-sapu 10%, perlakuan B tepung ikan sapu-sapu 20%, perlakuan C tepung ikan sapu-sapu 30%, perlakuan D tepung ikan sapu-sapu 40%, dan kontrol dengan penambahan tepung ikan sapu-sapu 0%. Hasil penelitian menunjukkan efektifitas dari pemberian pakan terhadap panjang bepengaruh nyata pada konsentrasi 20% penambahan pakan dengan rata-rata panjang 7.39 cm dan pada bobot menunjukkan hasil terbaik pada konsentrasi 30% dengan rata-rata sebesar 9g.    
Sintesis Hijau Nanopartikel Perak menggunakan Ekstrak Eceng Gondok sebagai Agen Bioremediasi Pengolahan Air Limbah Farisi, Salman; Azizah, Enur; Pertiwi, Primasari
KLOROFIL: Jurnal Ilmu Biologi dan Terapan Vol 9, No 1 (2025): KLOROFIL: JURNAL ILMU BIOLOGI DAN TERAPAN
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/kfl:jibt.v9i1.25091

Abstract

Water pollution in Lampung mostly caused by domestic waste. The proposed solution in dealing with these problems is the use of silver nanoparticles (AgNP) as a potential bioremediation agent with water hyacinth. The use water hyacinth in AgNP synthesis can help reduce weed populations and domestic waste contaminants in water that causes eutrophication. The AgNP synthesis process begins with the preparation of water hyacinth which is extracted and filtered using Whatman No. 42. The filtrate is then reacted with 2 mM AgNO3 solution and analyzed with FT-IR and SEM. After AgNP were formed, effectiveness was tested on polluted water with AgNP concentration variations of 1:1, 1:2, 1:3 and 1:4. The effectiveness of AgNP was assessed through pH, BOD5 and TSS. The result of the analysis showed that the higher the concentration of AgNP, the higher decrease in BOD5 and TSS value, as well as the improvement in pH values. These test results were supported by ANOVA analysis which showed a significant effect of AgNP concentration on pH, BOD5 and TSS.
Sintesis Hijau Nanopartikel Perak menggunakan Ekstrak Eceng Gondok sebagai Agen Bioremediasi Pengolahan Air Limbah Farisi, Salman; Azizah, Enur; Pertiwi, Primasari
KLOROFIL: Jurnal Ilmu Biologi dan Terapan Vol 9, No 1 (2025): KLOROFIL: JURNAL ILMU BIOLOGI DAN TERAPAN
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/kfl:jibt.v9i1.25091

Abstract

Water pollution in Lampung mostly caused by domestic waste. The proposed solution in dealing with these problems is the use of silver nanoparticles (AgNP) as a potential bioremediation agent with water hyacinth. The use water hyacinth in AgNP synthesis can help reduce weed populations and domestic waste contaminants in water that causes eutrophication. The AgNP synthesis process begins with the preparation of water hyacinth which is extracted and filtered using Whatman No. 42. The filtrate is then reacted with 2 mM AgNO3 solution and analyzed with FT-IR and SEM. After AgNP were formed, effectiveness was tested on polluted water with AgNP concentration variations of 1:1, 1:2, 1:3 and 1:4. The effectiveness of AgNP was assessed through pH, BOD5 and TSS. The result of the analysis showed that the higher the concentration of AgNP, the higher decrease in BOD5 and TSS value, as well as the improvement in pH values. These test results were supported by ANOVA analysis which showed a significant effect of AgNP concentration on pH, BOD5 and TSS.