Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Operational Continuity in the Age of Digital Insurance: Evaluating BCP and DRP Readiness in GHN System Simanullang, Ridawati Justina; Sendjaja, Theodorus
Management Research Studies Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Management Research Studies Journal
Publisher : Institut Keuangan-Perbankan Dan Informatika Asia Perbanas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56174/mrsj.v6i2.885

Abstract

The digital transformation in the insurance industry demands high system resilience to ensure continuous service delivery to customers. This study aims to analyze the integration of Business Continuity Planning (BCP) and Disaster Recovery Plan (DRP) within a digital insurance system, using the Generali Hospital Network (GHN) of Generali Indonesia as a case study. Employing a qualitative descriptive approach based on a case study, the primary data is derived from the author's direct experience as a backend developer of the GHN system. The results reveal that an outage in the Kafka cloud broker caused a failure in transmitting inpatient and outpatient registration data from hospitals, disrupting the printing of key documents and hindering claim processes. The incident highlighted the absence of formal RTO/RPO documentation, lack of Kafka failover, and the absence of disaster recovery simulations. However, as part of the recovery effort, the DevOps team has implemented a monitoring system on GCP integrated with Telegram and email alerts. This study concludes that a well-integrated BCP and DRP are essential to maintaining service continuity and mitigating operational disruption in digital insurance environments
Efektivitas Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) dalam Perlindungan Konsumen di Sektor Jasa Keuangan Monica Claudia Erlisa; Sendjaja, Theodorus
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 5 No. 3 (2025): Artikel Riset Nopember 2025
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v5i3.6902

Abstract

Perkembangan layanan keuangan digital di Indonesia menghadirkan peluang sekaligus risiko bagi konsumen, sehingga diperlukan mekanisme perlindungan yang efektif dan adaptif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) sebagai inovasi strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memperkuat perlindungan konsumen pada sektor jasa keuangan. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan pendekatan kualitatif melalui analisis regulasi, laporan resmi OJK, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa APPK memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan aksesibilitas layanan, mempercepat proses penyelesaian pengaduan, dan menghadirkan transparansi yang berdampak pada peningkatan rasa aman serta kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan. Namun, efektivitas APPK masih terkendala oleh rendahnya literasi digital dan keuangan masyarakat, terbatasnya sosialisasi, serta lambatnya respons dari Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK). Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan APPK tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknologi, melainkan juga oleh regulasi yang kuat, kualitas layanan industri, serta konsistensi edukasi. Oleh karena itu, penguatan APPK ke depan perlu diarahkan pada peningkatan literasi digital dan keuangan, penerapan standar layanan minimum bagi PUJK, serta pengembangan sistem yang lebih inklusif.
PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN DAN KEPUASAN PELANGGAN PADA LIVE STREAMING E COMMERCE Nurlisda, Intan Rahayu; Sendjaja, Theodorus
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4634

Abstract

Abstract: The digital transformation of the e-commerce sector has given rise to the phenomenon of live streaming, which integrates real-time interactivity, social presence, and instant transactions. This study explores the role of information technology capabilities in shaping digital service quality and examines their influence on customer satisfaction and behavioral outcomes within live streaming e-commerce. The research employs a systematic literature review with a thematic synthesis approach, analyzing articles sourced from Google Scholar, Semantic Scholar, and other academic databases. The findings indicate that information technology capabilities, including platform architecture, real-time data analytics, recommendation algorithms, transaction security, and interactive features, play a significant role in shaping dimensions of digital service quality such as reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles. These dimensions subsequently affect the quality of live interactions, the sense of social presence, the credibility of streamers, as well as the effectiveness of gamification and scarcity-based promotions. The results suggest that higher levels of service quality foster greater trust and customer engagement, which in turn enhance satisfaction, loyalty, and the intention to repurchase. Furthermore, the study demonstrates that these relationships are moderated by contextual factors such as product type, live streaming format, consumer digital literacy, and the intensity of promotional activities. The overall conclusion emphasizes that information technology capabilities function not only as technical enablers but also as strategic resources for creating superior digital service quality, improving customer satisfaction, and supporting long-term loyalty and business sustainability in the live streaming e-commerce ecosystem. Keyword: Information Technology, Live Streaming E-commerce, Service Quality, Customer Satisfaction, Loyalty Abstrak: Transformasi digital dalam sektor e-commerce telah memunculkan fenomena live streaming yang memadukan interaktivitas secara real-time, kehadiran sosial, dan transaksi instan. Penelitian ini bertujuan menelaah peran kapabilitas teknologi informasi dalam membentuk kualitas layanan digital serta dampaknya terhadap kepuasan dan perilaku pelanggan pada konteks live streaming e-commerce. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan pendekatan thematic synthesis terhadap artikel yang diperoleh dari Google Scholar, Semantic Scholar, dan berbagai database publikasi ilmiah lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa kapabilitas teknologi informasi, meliputi arsitektur platform, analitik data real-time, algoritma rekomendasi, keamanan transaksi, dan fitur interaktif, berperan penting dalam membentuk dimensi kualitas layanan digital, yaitu reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangibles. Dimensi layanan tersebut selanjutnya memengaruhi kualitas interaksi secara langsung, kehadiran sosial, kredibilitas host atau streamer, serta efektivitas promosi berbasis gamifikasi dan kelangkaan. Rangkaian pengaruh ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan akan mendorong terbentuknya kepercayaan dan keterlibatan pelanggan, yang kemudian berkontribusi pada kepuasan, loyalitas, serta kecenderungan untuk melakukan pembelian ulang. Penelitian ini juga menemukan bahwa hubungan antarvariabel tidak bersifat mutlak karena dipengaruhi oleh faktor moderator seperti jenis produk, format live streaming, tingkat literasi digital konsumen, serta intensitas promosi. Temuan ini menegaskan bahwa kapabilitas teknologi informasi tidak hanya berfungsi sebagai penopang teknis, tetapi juga menjadi strategi kunci dalam menciptakan layanan digital yang unggul, meningkatkan kepuasan, serta memperkuat loyalitas dan keberlanjutan bisnis dalam ekosistem live streaming e-commerce. Kata Kunci: Teknologi Informasi, Live Streaming E-commerce, Kualitas Layanan, Kepuasan Pelanggan, Loyalitas
Pengukuran Kepuasan Pengguna Aplikasi SIMAN dengan Persepsi Nilai Sebagai Variabel Intervening Putra, I Putu Surya Sentana; Sendjaja, Theodorus
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai penerapan Sistem Informasi Manajemen Aset Negara (SIMAN) berbasis web di Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam konteks transformasi digital pemerintahan. Fokus utama penelitian ini adalah pada kepuasan pengguna dan persepsi nilai sebagai faktor penentu utama keberhasilan sistem informasi publik. Integrasi antara Information System Success Model (ISSM) dan Technology Acceptance Model (TAM) digunakan untuk memberikan kontribusi konseptual baru dalam literatur pelayanan publik berbasis elektronik, terutama dalam konteks sistem informasi yang penggunaannya bersifat wajib. Data empiris dikumpulkan dari 118 operator SIMAN melalui survei, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi nilai berperan penting sebagai variabel mediasi antara kualitas layanan dan kepuasan pengguna. Sebaliknya, kualitas sistem dan kualitas informasi tidak memiliki pengaruh langsung terhadap persepsi nilai. Integrasi ISSM–TAM menegaskan bahwa keberhasilan sistem informasi publik tidak hanya ditentukan oleh faktor teknis, tetapi juga oleh persepsi nilai dan dukungan layanan yang membentuk pengalaman pengguna. Temuan ini memberikan implikasi strategis terhadap peningkatan efektivitas manajemen aset negara yang transparan, efisien, dan berorientasi pada pengguna.   This study aims to assess the implementation of the web-based State Asset Management Information System (SIMAN) at the Ministry of Marine Affairs and Fisheries within the context of government digital transformation. The main focus of this research is on user satisfaction and perceived value as key determinants of public information system success. The integration of the Information System Success Model (ISSM) and the Technology Acceptance Model (TAM) is used to provide a new conceptual contribution to the literature on e-government, particularly in the context of information systems that are mandatory for use. Empirical data were collected from 118 SIMAN operators through a survey, and then analyzed using the Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) approach. The results show that perceived value plays an important role as a mediating variable between service quality and user satisfaction. Conversely, system quality and information quality do not have a direct effect on perceived value. The model emphasizes that the success of public information systems is determined not only by technical factors, but also by perceived value and service support that shape the user experience. These findings provide strategic implications for improving the effectiveness of state asset management that is transparent, efficient, and user-oriented.  
Analisis Persepsi Pengguna terhadap MFA pada Aplikasi SAKTI Berdasarkan TAM Herman, Grace Anne Sheila; Sendjaja, Theodorus
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1100

Abstract

enelitian ini menganalisis penerimaan Multi-Factor Authentication (MFA) pada aplikasi SAKTI dengan kerangka Technology Acceptance Model (TAM) yang diperluas oleh Perceived Security (PS). Analisis menggunakan PLS-SEM untuk mengevaluasi model pengukuran dan model struktural. Survei potong lintang terhadap 69 pengguna dilakukan sebagai dasar analisis. Hasil menunjukkan PS berpengaruh kuat terhadap Perceived Usefulness (PU) dan Perceived Ease of Use (PEOU), dengan signifikansi tinggi (p < 0,001), sementara PU dan PEOU membentuk sikap terhadap MFA (ATT) secara positif, keduanya signifikan (PU: p = 0,010; PEOU: p = 0,011), sedangkan hubungan langsung PEOU ke PU tidak terbukti (p = 0,870). Temuan ini menegaskan PS sebagai variabel eksternal kunci yang memperkaya penerapan TAM pada konteks penggunaan wajib di sektor publik. Persepsi pengguna menegaskan bahwa MFA dipandang meningkatkan perlindungan akun dan data, namun sebagian masih merasakan kendala penggunaan berupa waktu tambahan, ketergantungan perangkat, serta proses pemulihan yang belum mulus. Untuk meningkatkan penerimaan, kebijakan penguatan keamanan perlu disertai pengurangan kendala penggunaan dan perbaikan pengalaman pemulihan, agar keseimbangan antara keamanan dan kemudahan tercapai sehingga kemanfaatan dan kemudahan yang dirasakan mendorong terbentuknya sikap positif terhadap MFA yang wajib di aplikasi SAKTI.   This study analyzes user acceptance of Multi-Factor Authentication (MFA) in the SAKTI application using the Technology Acceptance Model (TAM) extended with Perceived Security (PS). PLS-SEM was employed to evaluate the measurement and structural models. A cross-sectional survey of 69 users provided the empirical basis. The results show that PS strongly influences Perceived Usefulness (PU) and Perceived Ease of Use (PEOU), with high significance (p < 0.001), while PU and PEOU positively shape attitudes toward MFA (ATT), both significant (PU: p = 0.010; PEOU: p = 0.011). In contrast, the direct relationship from PEOU to PU is not supported (p = 0.870). These findings position PS as a key external variable that enriches the application of TAM in mandatory-use settings within the public sector. User perceptions indicate that MFA is seen as enhancing account and data protection, although some still experience usage constraints such as additional time at login, device dependence, and recovery processes that are not yet seamless. To improve acceptance, security-strengthening policies should be accompanied by reductions in usage constraints and improvements in recovery experience, so that a balance between security and ease is achieved and perceived usefulness and ease foster more positive attitudes toward mandatory MFA in SAKTI.