Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS SHEAR CONNECTOR PADA JEMBATAN PERKUWEN BERDASARKAN SNI 03-1729-2002 Humaira Afrila; Budi Kurniawan Budi; Intan Safitri; Marlia Adriana; Bima Permadi
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Rekayasa Konstruksi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jrk.v1i1.5

Abstract

Shear Connector (penghubung geser) berfungsi sebagai penahan untuk menghindari terangkatnya slab beton sewaktu dibebani. Karena sedikitnya standar perencanaan khusus untuk struktur jembatan, maka standar perhitungan pada struktur jembatan baik material beton, baja ataupun lainnya merujuk pada standar bangunan Gedung yaitu SNI 03-1729-2002. Berbeda dengan perhitungan pada jurnal Desain Jembatan Sungai Perkuwen Ruas Jalan Long Ikis-Lambakan Kabupaten Paser, Tanah Paser Provinsi Kalimantan Timur”. Perhitungan penghubung geser pada jurnal tersebut membagi jembatan komposit bentang 25 meter tersebut menjadi tiga bagian perhitungan. Oleh karena itu, penulis mencoba untuk menganalisa kembali penghubung geser jembatan perkuwen berdasarkan SNI 03-1729-2002. Analisis penghubung geser yang digunakan pada penelitian ini mengikuti tata aturan yang tertuang pada SNI 03-1729-2002 tentang standar tentang Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan ukuran stud yang digunakan adalah ½ “sebanyak 380 buah dengan jarak antar stud adalah 65 cm. Efisiensi yang didapat sebesar 35% jika menggunakan SNI 03-1729-2002 sebagai dasar perhitungan penghubung geser.
PERENCANAAN MASTERPLAN EMBUNG WISATA DESA KUNYIT KECAMATAN BAJUIN KABUPATEN TANAH LAUT Anton Kuswoyo; Budi Kurniawan Budi; Mufrida Zein; Marlia Adriana; Siti Fitriati
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Rekayasa Konstruksi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jrk.v1i1.8

Abstract

Kunyit Village, Bajuin District, Tanah Laut Regency, South Kalimantan, has the potential to become a tourist village. This is because Kunyit Village is topographically and geographically very supportive to be developed into a tourist village. Kunyit Village Tourism Reservoir is designed to be the only Reservoir in Tanah Laut Regency even in South Kalimantan which has complete facilities for visiting. It is necessary to make an initial stage in the form of planning masterplan to become a guide for the development of the Kunyit Village Tourism Reservoir for the next five years. The method used is a qualitative technique, which is used in identifying the characteristics of tourist objects and formulating a concept. Data collection techniques using primary surveys and secondary surveys. The results of the discussion are regional conditions, existing tourism conditions in the form of SWOT analysis, potential analysis (economic, social, cultural, environmental, educational), and planning analysis masterplan in the form of planning for 16 building facilities at the Kunyit Village Tourism Reservoir.
Pendampingan Monitoring Revitalisasi di Sekolah Menengah Pertama ‎Negeri 5 Takisung pada Rehab Ruang Administrasi dan Ruang UKS: Pengabdian Nurjanah; Amelia Rizyan Nyssa; Muya Ryan Hidayat; Intan Safitri; Marlia Adriana
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4460

Abstract

The Education Unit Revitalization Program aims to modernize and improve the quality of education across Indonesia through infrastructure enhancement, digitalized learning systems, and capacity building for educators. SMPN 5 Takisung is one of the target schools, with construction activities in the administration and health unit rooms, covering work from foundation to roof. Each project stage carries potential risks that require careful supervision regarding time, cost, and quality. The program involves Planning, Supervisory,Organizer , and Facilitators for guidance, monitoring, and educating the school staff. Implementation includes initial assessment, training and mentoring, and evaluation. The outcome is expected to enhance the school’s understanding and ability to manage development projects effectively.