Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

STRATEGI RESILIENSI ARSITEKTUR TRADISIONAL YANG BERKELANJUTAN PADA PERMUKIMAN TRADISIONAL SADE KABUPATEN LOMBOK TENGAH Saptaningtyas, Rini Srikus; Handayani, Teti; Wardi, Liza Hani Saroya; Bachtiar, Jasmine Chanifah Uzdah; Putra, Pascaghana Jayatri; Pamungkas, Rizky Akbar Satrio; Rahmani, Azra Haedah
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5888

Abstract

Dusun Sade sebagai desa wisata adalah bagian dari Desa Rembitan, dimana permukiman tradisional wajib untuk dilestarikan. Dusun Sade sebagai tempat tinggal masyarakat tradisional merupakan masyarakat yang lekat dengan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal. Dimana lingkungan hidup yang bernuansa kearifan lokal memberi peran dalam menjaga kelestarian lingkungan. Seiring waktu, bagaimana budaya luar yang sudah mempengaruhi lingkungan Sade, baik budaya perkotaan, maupun budaya luar/ mancanegara karena arus globalisasi, yang berdampak pada degradasi nilai-nilai budaya daerah. Tetapi dari hasil penelitian kami menunjukkan bahwa kearifan lokal pada hunian masih terjaga. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan program strategi demi peningkatan resiliensi hunian yang berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam pengabdian dengan cara memberi penyuluhan sekaligus FGD (Focus Group Discussion). Adapun hasil yang diharapkan adalah para pemangku adat, pokdarwis, dan masyarakat Dusun Sade bisa menerima materi dengan baik serta dapat memahami pentingnya resiliensi. Dimana strategi resiliensi pengembangan Dusun Sade di masa yang akan datang adalah dengan menggunakan SWOT analisis yang mengacu pada strategi SO (strength – opportunity). Harapan kedepan bisa dijalankan program – program tersebut agar Dusun Sade sebagai desa wisata semakin resiliens dan berkelanjutan
Pendekatan Arsitektur Tropis pada Perancangan Rumah Susun di Kawasan Kumuh Kampung Karanganyar Yogyakarta Haris, Abel Fahreza; Indriani, Ni Ketut Ayu Intan Putri Mentari; Gazalba, Zaedar; Putra, Pascaghana Jayatri; Raissilki, Muhammad Iqbal; Bachtiar, Jasmine Chanifah Hanifah Uzdah; Handayani, Teti
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2024): SADE Oktober 2024
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v3i2.85

Abstract

Pendekatan arsitektur tropis merupakan pendekatan desain yang paling relevan dalam merancang bangunan di iklim tropis. Hal tersebut berkaitan dengan prinsip-prinsip arsitektur tropis yang berupaya untuk mampu beradaptasi dan merespon kondisi cuaca dan iklim. Dengan begitu, ruangan pada bangunan akan kebih nyaman dan sehat karena dirancang sesuai dengan konteks dan kondisi iklim sekitarnya. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk merumuskan solusi terkait permukiman kumuh padat penduduk di perkotaan dengan merancang rumah susun yang ideal untuk masyarakat menggunakan pendekatan arsitektur tropis. Metode yang digunakan dalam penyusunan tulisan ini yaitu melakukan pemetaan potensi dan masalah serta melakukan studi literatur dan kajian terkait prinsip arsitektur tropis. Dengan menerapkan prinsip – prinsip arsitektur tropis, rumah susun diharapkan akan menjadi tempat hunian yang nyaman dan sehat untuk masyarakat sekaligus menyelesaikan masalah permukiman kumuh di perkotaan.
Implementasi Pendekatan Arsitektur Tropis pada Perancangan Rusunawa di Kawasan DAS Jangkuk, Mataram Dikarini, Dian; Handayani, Teti; Indriani, Ni Ketut Ayu Intan Putri Mentari; Putra, Pascaghana Jayatri; Raissilki , Muhammad Iqbal; Anantama, Aldhi Nugraha
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2024): SADE Oktober 2024
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v3i2.89

Abstract

Kepadatan penduduk di Kota Mataram yang terus mengalami peningkatan sebesar 1,69 % - 1.94% (Badan Pusat Statistik, 2023) menjadi salah satu pemicu dari timbulnya permukiman kumuh. Luas kekumuhan yang perlu segera di atasi dan di akomodasi pada tapak perancangan di Kelurahan Banjar, Kawasan DAS Jangkuk yakni sebesar 0,51 Ha dengan jumlah total hunian sebanyak 110 unit. Dalam perancangan yang dilakukan, Rusunawa dianggap menjadi solusi yang paling rasional dalam upaya menata permukiman masyarakat untuk menjadi lebih baik. Adapun, pendekatan desain yang digunakan untuk memaksimalkan perancangan yang dilakukan pada perancangan Rusunawa tersebut yakni dengan menggunakan pendekatan arsitektur tropis. Pendekatan tersebut dianggap sesuai karena mampu memberikan respon terhadap permasalahan yang sering terjadi di wilayah dengan iklim tropis, seperti intensitas matahari, kelembaban yang tinggi, curah hujan, pergerakan angin dan lainnya. Karakter yang akan ditekankan pada perancangan Rusunawa sesuai dengan pendekatan tersebut yaitu perihal orientasi bangunan, isolasi atau pelindung, ventilasi silang, ruang terbuka hijau dan vegetasi, serta material bangunan.
KARAKTERISTIK FASADE BANGUNAN KANTOR PEMERINTAHAN PADA KORIDOR JALAN UTAMA (LANGKO, PEJANGGIK) DI KOTA MATARAM: Facades Characteristics of Government Office Buildings on the Main Road Corridor (Langko, Pejanggik) in Mataram City Jayatri Putra, Pascaghana; Handayani, Teti; Intan Putri Mentari Indriani, Ni Ketut Ayu; Bachtiar, Jasmine Chanifah Uzdah; Raissilski, Muhammad Iqbal
Spektrum Sipil Vol 11 No 2 (2024): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v11i2.375

Abstract

Pola pengembangan pembangunan di Kota Mataram cenderung linier mengikuti pola    jaringan  jalan utama pada sisi kiri dan kanan jalan. Jalan langko dan Jalan Pejanggik di Kota Mataram merupakan salah satu koridor jalan utama yang membelah pusat kota dengan peruntukan fungsi bangunan pada petak lahan sepanjang sisi kanan dan kiri jalan sebagai bangunan pemerintahan,  perkantoran, perdagangan barang dan jasa. Renovasi dan pembangunan baru pada bangunan utama sepanjang koridor ini banyak dilakukan terkait dengan umur layanan bangunan, perubahan fungsi bangunan, penambahan kapasitas ruang dan jumlah lantai, dan perubahan tampilan bangunan, yang secara bertahap merubah citra kawasan pada koridor tersebut dan turut berpengaruh terhadap perubahan citra Kota Mataram kedepannya. Arah perkembangan terkait tampilan bangunan yang membentuk citra kawasan dapat dibentuk dengan regulasi yang mengatur ketentuan fasad bangunan dapat dimulai dari bangunan pemerintahan, sehingga perlu di lakukan identifikasi pada tahap awal terhadap karakteristik fasad Bangunan Kantor Pemerintahan. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana karakteristik fasad bangunan kantor pemerintahan dan bagaimana identitas lokal berpengaruh pada tampilan fasad bangunan pada koridor jalan utama di Kota Mataram. Metode yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif, dengan sumber data survei lapangan, dilakukan identifikasi dan analisis pada tampilan bangunan kantor pemerintahan terhadap 6 komponen fasad bangunan meliputi komposisi, geometri, skala dan proporsi, irama, warna, dan ornamen. Hasil yang didapatkan adalah bangunan kantor pemerintahan di Kota Mataram memiliki karakteristik komposisi yang seimbang dan simetris; geometri bentuk atap pada entrance bangunan yang khas dan unik mengadopsi bentuk gunungan atap lumbung lokal; skala dan proporsi bawah-tengah-atap bangunan ideal; irama berpola pada kolom dan jendela; penggunaan warna cenderung netral atau mewakili instansi tertentu; serta ornamen pada fasad bangunan dengan pola mengarah pada motif-motif lokal.
PERAN LEMBAGA PAUD DALAM MENURUNKAN ANGKA STUNTING DI RW 04 DESA CIMERANG KABUPATEN SUKABUMI Kurniawaty, Lia; Handayani, Teti
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v12i6.10704

Abstract

Stunting pada anak usia dini merupakan masalah kesehatan yang serius di Indonesia, dengan dampak jangka panjang terhadap perkembangan fisik, kognitif, dan sosial anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam upaya penurunan angka stunting, serta mengeksplorasi kontribusi orang tua dan tenaga kesehatan dalam mendukung program-program yang berfokus pada pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang melibatkan wawancara mendalam dengan guru PAUD, orang tua, dan tenaga kesehatan, serta observasi kegiatan di PAUD dan posyandu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAUD berperan penting dalam memberikan edukasi mengenai gizi yang baik dan pentingnya pemantauan kesehatan anak kepada orang tua. Guru PAUD secara aktif memberikan informasi dan melakukan kegiatan pemantauan berat badan dan tinggi badan anak secara rutin. Meskipun demikian, keterbatasan sumber daya dan kurangnya pemahaman orang tua mengenai stunting masih menjadi kendala yang signifikan. Tenaga kesehatan turut berperan dalam memberikan intervensi gizi, seperti pemberian makanan tambahan dan penyuluhan kesehatan, yang bekerja saa dengan PAUD dan posyandu.Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi yang kuat antara PAUD, orang tua, dan tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk mengatasi tantangan dalam pencegahan stunting. Partisipasi aktif orang tua dan dukungan dari berbagai pihak sangat penting untuk memastikan bahwa anak-anak mendapatkan gizi yang cukup dan tumbuh dengan optimal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya penurunan angka stunting di Indonesia melalui peningkatan peran PAUD dan kerjasama lintas sektor.
STRATEGI RESILIENSI ARSITEKTUR TRADISIONAL YANG BERKELANJUTAN PADA PERMUKIMAN TRADISIONAL SADE KABUPATEN LOMBOK TENGAH Saptaningtyas, Rini Srikus; Handayani, Teti; Wardi, Liza Hani Saroya; Bachtiar, Jasmine Chanifah Uzdah; Putra, Pascaghana Jayatri; Pamungkas, Rizky Akbar Satrio; Rahmani, Azra Haedah
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5888

Abstract

Dusun Sade sebagai desa wisata adalah bagian dari Desa Rembitan, dimana permukiman tradisional wajib untuk dilestarikan. Dusun Sade sebagai tempat tinggal masyarakat tradisional merupakan masyarakat yang lekat dengan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal. Dimana lingkungan hidup yang bernuansa kearifan lokal memberi peran dalam menjaga kelestarian lingkungan. Seiring waktu, bagaimana budaya luar yang sudah mempengaruhi lingkungan Sade, baik budaya perkotaan, maupun budaya luar/ mancanegara karena arus globalisasi, yang berdampak pada degradasi nilai-nilai budaya daerah. Tetapi dari hasil penelitian kami menunjukkan bahwa kearifan lokal pada hunian masih terjaga. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan program strategi demi peningkatan resiliensi hunian yang berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam pengabdian dengan cara memberi penyuluhan sekaligus FGD (Focus Group Discussion). Adapun hasil yang diharapkan adalah para pemangku adat, pokdarwis, dan masyarakat Dusun Sade bisa menerima materi dengan baik serta dapat memahami pentingnya resiliensi. Dimana strategi resiliensi pengembangan Dusun Sade di masa yang akan datang adalah dengan menggunakan SWOT analisis yang mengacu pada strategi SO (strength – opportunity). Harapan kedepan bisa dijalankan program – program tersebut agar Dusun Sade sebagai desa wisata semakin resiliens dan berkelanjutan
PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG J (IRMA UTAMA) RSU PROVINSI NTB MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE: Cost and Time Control on Construction Project of NTB Province Public Hospital’s J Building (Irna Utama) using Earned Value Method Warka, I Gede Putu; Handayani, Teti; Asmina, Diana
Spektrum Sipil Vol 2 No 2 (2015): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi memerlukan tindakan pengendalian dari segi biaya dan waktu. Metode Earned value merupakan salah satu alat yang digunakan dalam pengelolaan proyek yang mengintegrasikan biaya dan waktu. Metode Earned value memadukan tiga unsur yaitu jadwal, biaya dan presentasi kerja. Analisa Earned Value ini akan diterapkan pada proyek Pembangunan Gedung J (irna utama) RSU Provinsi NTB. Sebelum dilakukan tindakan pengendalian biaya dan waktu, perlu diketahui terlebih dahulu kinerja proyek yang telah berlangsung. Salah satu cara untuk mengetahui kinerja proyek adalah metode Earned Value. Kinerja proyek dianalisa berdasarkan indeks performansi biaya dan waktu. Perhitungan didasarkan pada nilai Planned Value, nilai Earned Value dan nilai Actual Cost. Pengontrolan performa atau kinerja proyek ditinjau dari minggu ke-17 hingga minggu ke-21. Hasil analisa pada minggu ke-21 menunjukkan bahwa pekerjaan yang dilakukan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan dan biaya yang dikeluarkan lebih rendah dari biaya yang dianggarkan, yang ditunjukkan dengan nilai SPI sampai dengan minggu ke-21 ini adalah 1,171415809 ( SPI > 1 ) dan CPI = 1,0557959 ( CPI > 1 ).Jika performa proyek tetap seperti ini, maka akan terjadi penyimpangan positif dari segi waktu dan biaya pada proyek tersebut.
KUAT TEKAN DAN KUAT GESER BAMBU KOMPOSIT SETEMPAT BERPENGISI PLASTIK DAN SERBUK GERGAJI KAYU: Compressive Strength and Shear Strength of Local Composite Bamboo Filled Plastic and Wood Sawdust Sugiartha, I Wayan; Rofaida, Aryani; Handayani, Teti; Saptaningtyas, Rini S
Spektrum Sipil Vol 8 No 1 (2021): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v8i1.194

Abstract

Bambu merupakan salah satu alternatif bahan bangunan ramah lingkungan,yang dapat menggantikan kayu. Disamping memiliki banyak keunggulan, bambu juga memiliki kelemahan yaitu kuat geser sejajar seratnya rendah. Solusi untuk mengatasi kelemahan tersebut adalah dengan memberikan bahan pengisi pada ruas bambu disekitar sambungan sehingga terjadi komposit setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik (kuat tekan dan kuat geser) bambu komposit setempat berpengisi plastik Polyethylane Terephthalate (PET) dan serbuk gergaji kayu. Lima variasi benda uji dibuat yaitu BK-0 (bambu tanpa pengisi sebagai kontrol), BK-1 (bambu berpengisi plastik PET), BK-2 (bambu berpengisi plastik PET + dilabur perekat), BK-3 (bambu berpengisi plastik PET + serbuk gergaji kayu), BK-4 (bambu berpengisi plastik PET + serbuk gergaji kayu dan dilabur perekat). Hasil pengujian memberikan nilai kuat tekan bambu dari BK-0 sampai dengan BK-4 berturut-turut sebesar 22.7 MPa, 29.4 MPa, 32.7 MPa, 33.2 MPa, 35.7 MPa atau terjadi peningkatan kuat tekan terhadap BK-0 berturut-turut sebesar 30%, 44%, 46%, dan 57%. Sedangkan nilai kuat geser bambu dari BK-0 sampai dengan BK-4 berturut-turut sebesar 4.55 MPa, 5.00 MPa, 5.05 MPa, 5.40 MPa, 5.50 MPa atau terjadi peningkatan kuat geser terhadap BK-0 berturut-turut sebesar 10%, 11%, 19%, dan 21%.