Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

EVALUASI SISTEM PENGELOLAAN PERSAMPAHAN DI KOTA SORONG Baru, Desi Natalia; Poluan, Roosje J.; Moniaga, Ingerid L.
SPASIAL Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Pengelolaan sampah adalah usaha untuk mengatur atau mengelola sampah dan proses pengumpulan, pemisahan, pemindahan, pengangkutan sampai pengelolaan dan pembuangan akhir. Implementasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah telah ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Sorong melalui regulasi atau Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2013 Tentang Pengelolaan Sampah. Tetapi permasalahan pengelolaan persampahan di Kota Sorong belum optimal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 dan Peraturan Daerah Kota Sorong. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi sistem pengelolaan persampahan di Kota Sorong dengan mengunakan penelitian kualitatif. Metode pendekatan kualitatif dilakukan dengan mengunakan analisis skala likert. Hasil hitungan skala likert untuk mengetahui tingkat kamuan dan kemampuan masyarakat melakukan penanganan sampah dengan cara pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengelolaan, pemrosesan akhir.Kata Kunci: Pengelolaan, Sampah, Kota Sorong
PUSAT PELATIHAN KEPEMIMPINAN PEMUDA GMIM (ARSITEKTUR METABOLISME) Kapugu, Rima D. M.; Poluan, Roosje J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i2.6023

Abstract

Adanya issue krisis kepemimpinan di Indonesia merupakan masalah yang berpengaruh bagi kelangsungan kehidupan bernegara. Perlu adanya kesadaran dan rasa tanggung jawab bersama untuk mengatasi dan menyelesaikan krisis kepemimpinan ini, baik dari pihak Pemerintah hingga masyarakat Indonesia. Gereja merupakan bagian dari negara Indonesia, khususnya GMIM yang berkembang di Sulawesi Utara, memiliki rasa tanggung jawab akan kelangsungan kehidupan bernegara, dalam hal ini bagaimana membentuk dan menyiapkan kader-kader pemimpin yang berkarakter. Hal ini sesuai dengan  Garis Besar Program Umum GMIM. Adanya program Latihan Kepemimpinan  Pemuda GMIM merupakan  program  kegiatan tahunan yang dilakukan oleh Komisi Pemuda GMIM, akan tetapi GMIM belum memiliki wadah / tempat khusus untuk pelaksanaan kegiatan tersebut sehingga dalam pelaksanaannya kurang optimal. Oleh karena itu adanya Pusat Pelatihan Kepemimpinan Pemuda GMIM diharapkan dapat mengoptimalisasikan kegiatan Latihan Kepemimpinan Pemuda GMIM dengan menitikberatkan pada kenyamanan pengguna, penataan massa dan fasilitas – fasilitas pendukung lainnya dengan menerapkan konsep Arsitektur Metabolisme pada rancangan bangunan. Kata kunci : Pusat Pelatihan Kepemimpinan, Pemuda GMIM, Arsitektur Metabolisme.  
ANALISIS DAYA DUKUNG LAHAN KAWASAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN LUWUK DAN LUWUK UTARA KABUPATEN BANGGAI Satolom, Andre P.; Tilaar, Sonny; Poluan, Roosje J.
MEDIA MATRASAIN Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of settlements in Luwuk and North Luwuk Subdistricts has an impact on the physical condition of the land so that the demand for residential land needs increases. The purpose of this study is to analyze the carrying capacity of residential areas using the concept of building coverage and to analyze the direction of settlements based on the carrying capacity of residential areas in Luwuk and North Luwuk Districts. The research method used is descriptive quantitative, using a spatial analysis approach with the help of a Geographic Information System (GIS). In data analysis using technical guidelines for analysis of physical and environmental, economic and socio-cultural aspects in the preparation of spatial plans (Minister of Public Works Regulation No.20/PRT/M/2007). The analytical technique used is overlay and scoring analysis for assigning values to each parameter. The results of the analysis of the carrying capacity of residential areas in Luwuk and North Luwuk sub-districts are by establishing a protected area based on the physical condition of the environment. The direction of settlement development in Luwuk District for Class 1 is 20.16 Ha/48% land cover ratio, North Luwuk District 176.60 Ha/42% cover ratio. Class 2 in Luwuk District is 92.13 Ha/19% land cover ratio, North Luwuk District is 3588.01 Ha/50% cover ratio. Class 3 is 168.10 Ha/20% cover ratio, North Luwuk District 1866.62 Ha/20% cover ratio. and Class 4 Luwuk District 5080.15 Ha/0% cover ratio, North Luwuk District 23355.84 Ha/0% cover ratio.
ANALISIS DAYA DUKUNG LAHAN DALAM PENGEMBANGAN PERMUKIMAN DI KOTA TOMOHON Tulung, Dandy F.; Poluan, Roosje J.; Makarau, Vicky H.
MEDIA MATRASAIN Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk kawasan perkotaan di Kota Tomohon mengakibatkan peningkatan kebutuhan masyarakat seperti Kawasan permukiman. Seiring dengan adanya pertumbuhan jumlah penduduk, menyebabkan penambahan jumlah kawasan terbangun, untuk itu perlu diidentifikasi daya dukung lahan di Kota Tomohon. Tujuan penelitian untuk menganalisis daya dukung lahan dan menganalisis arahan pengembangan permukiman berdasarkan daya dukung lahan di Kota Tomohon. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara survey langsung untuk melihat kondisi eksisting dan pengambilan data sekunder di instansi yang berkaitan. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis spasial dan analisis proyeksi geometri guna mendapat hasil proyeksi 20 tahun kedepan. Dari hasil analisis didapatkan hasil daya dukung lahan kelas 1 (kawasan pengembangan) memiliki luas ratio tutupan lahan eksisitng 99.42% atau 535.97 Ha, kelas 2 (kawasan kendala I) 8.48% atau 291.76 Ha, kelas 3 (kawasan kendala II) 7.63% atau 551.52 Ha, kelas 4 untuk ratio tutupan lahannya 0%, ditetapkan sebagai kawasan lindung dan limitasi. Diketahui kebutuhan luas lahan permukiman pada tahun 2039 di Kota Tomohon adalah 48.04 Ha dan luas daya dukung lahan yang masih dapat dikembangkan sebagai kawasan permukiman ada pada kelas 2 dan kelas 3 dengan total luasanya adalah 2320.12 Ha sehingga Kota Tomohon masih dapat memenuhi kebutuhan lahan untuk pengembangan permukiman.
REDESAIN SARANA OLAHRAGA BERKUDA DI TOMPASO, KABUPATEN MINAHASA, Arsitektur Neo-Vernakular Minahasa Nadya Y. Bokau; Roosje J. Poluan; Ricky M.S. Lakat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v10i2.40950

Abstract

Olahraga  adalah suatu  kegiatan  yang  dibutuhkan dalam menigkatkan kualitas sumber daya manusia. Berkuda juga adalah cabang olahraga yang dapat meningkatkan adrenalin dan kekreatifitas manusia. Dari sejak lama Sulawesi utara menjadi salah satu daerah yang selalu mengambil bagian dalam ajang berkuda di Indonesia, yang didalamnya Kecamatan Tompaso adalah salah satu  daerah yang terkenal  dengan olahraga berkuda . Pada saat ini olahraga berkuda memang belum terlalu diminati oleh masyarakat Indonesia, karena juka dibandingan dengan olahraga-olahraga lainnya berkuda masih kurang diminati masyarakat. Hal ini disebabkan antara lain karena penyedian fasilitas/sarana yang berhubungan dengan olahraga berkuda sangat kurang dan sangat belum memadai.  Dibandingkan dengan negara asal  dimana olahraga berkuda ini lahir  yaitu Eropa dan Australia, maka  Indonesia masih jauh tertinggal. Padahal Indonesia memiliki banyak kuda-kuda lokal yang sangat unggul seperti dari daerah Sumba ada Kuda Sandel, dari Jawa Barat ada kuda Poni Priangan, dari Sulawesi Utara ada kuda Poni Minahasa  dan dari Sumatera Barat ada  kuda Sandel Arab. Sebenarnya pada umumnya jenis-jenis kuda yang dikenal ini diberi nama sesuai dengan daerah asal atau asal usul kuda tersebut, Juga dengan seiring perkembangan zaman yang semakin berkembang, kuda banyak dijadikan ternak kesayangan yang bernilai tinggi dan dimiliki oleh komunitas tertentu para pecinta ternak kuda.Kata Kunci: Redesain, Olahraga Berkuda, Neo-Vernakular
KETANGGUHAN WILAYAH DISTRIK SORONG DAN SORONG MANOI DI KOTA SORONG TERHADAP BENCANA BANJIR Ferdinand Sagisolo; Roosje J. Poluan; Esli D. Takumansang
SPASIAL Vol. 10 No. 1 (2023): Volume 10, No.1, Mei 2023
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Sorong merupakan salah satu kota di Papua Barat yang sering menghadapi masalah banjir. Namun, belum ada data mengenai luasan wilayah yang rentan terhadap kondisi ini. Oleh karena itu, perlu dilakukan survei untuk mengetahui sebaran tingkat ketahanan banjir di Sorong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan kuantitatif dengan analisis dan persebaran pola tingkat kerawanan banjir menggunakan teknik analisis data primer dan sekunder berbasis software Arc View 10.4. Akibatnya, tingkat ketahanan banjir di Kabupaten Solon dan Solon Manoi diklasifikasikan menjadi empat rangking ketahanan banjir: kerawanan tinggi, kerawanan rendah, kerawanan rendah, dan tidak kerawanan. 4,53% wilayah metropolitan Solon tergolong sangat rawan banjir, 33,65% tergolong tidak rawan banjir, 33,65%, dan tidak rawan banjir 19,71%. Akan selesai. Perlu diketahui bahwa 38,18% wilayah Sorong Sorong Manoi rawan dan rawan banjir. Daerah ini merupakan pusat pemerintahan dan termasuk daerah padat penduduk. Kata kunci: banjir, ketahanan banjir kabupaten Sorong, Sorong Manoi
PUSAT REHABILITASI KENAKALAN REMAJA DI MANADO. Arsitektur Perilaku Stevenly A. Mamesah; Dwight M. Rondonuwu; Roosje J. Poluan
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24618

Abstract

Pusat Rehabilitasi Kenakalan Remaja adalah suatu fasilitas yang menyediakan suatu sarana bagi para remaja yang memiliki masalah – masalah sosial di masyarakat dimana keadaan sosial di masyarakat terlebih pada kisaran umur remaja di Kota Manado sekarang menjadi suatu masalah yang perlu ditanggapai dan memerlukan suatu fasilitas yang memfasilitasi kegiatan rehabilitasi yang diperlukan bagi masyarakat. Tujuan perancangan Pusat Rehabilitasi Kenakalan Remaja ini adalah untuk mendesain suatu sarana bangunan yang dapat mengubah perilaku sosial para remaja di Kota Manado dengan desain – desain bangunan yang menerapkan konsep tema Arsitektur Perilaku. Dalam melaksanakan tahapan proses perancangan dimulai dari metode pengumpulan data berupa studi literatur dan studi komparasi, lalu dianalisis dan kemudian akan menghasilkan konsep perancangan. Tema yang digunakan sebagai pendekatan perancangan, ditransformasikan sehingga menjadi bentuk massa bangunan dengan proses feedback atau proses adanya suatu tanggapan balik dalam data- data yang diperiksa dan dianalisis sesuai dengan perancangan. Dengan demikian Pusat Rehabilitasi untuk para remaja di Kota Manado sebagai suatu solusi perancangan dalam menanggapi permasalahan sosial yang terjadi di kalangan remaja di Manado dengan hasil akhir penerapan tematik pada konsep dan menghasilkan gambar pra desain berupa siteplan, layout, denah bangunan, tampak bangunan, interior dan eksterior bangunan  yang menerapkan tema arsitektur perilaku pada desain bangunan. Kata Kunci : Pusat Rehabilitasi, Kenakalan Remaja, Arsitektur Perilaku, Manado
REDESAIN PERPUSTAKAAN UMUM PROVINSI SULAWESI UTARA. Arsitektur Hibrida Bella A. C. Korompis; Roosje J. Poluan; Sonny Tilaar
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24623

Abstract

Penduduk Indonesia saat ini mencari suatu informasi apapun sudah langsung menggunakan aplikasi situs pencari seperti Google yang sekali ketik muncul ratusan, ribuan bahkan jutaan hit yang ditemukan. Sehingga membuktikan bahwa masyarakat seolah-olah meninggalkan perpustakaan karena didukung dengan teknologi yang memberikan informasi secara instant dan cepat. Padahal perpustakaan itu sendiri sudah ada dimasing-masing kota di Indonesia, terlebih khusus di Manado. Kota Manado memiliki 2 perpustakaan, salah satunya adalah Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Utara. Namun kondisi eksisting perpustakaan juga tidak memadai dan mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Sehingga dari beberapa faktor tersebut maka diperlukan adanya perancangan kembali terhadap perpustakaan ini, atau disebut juga Redesain Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Utara. Dengan tujuan untuk mampu menghadirkan fungsi baru yaitu perpustakaan digital sehingga akan digabungkan dengan perpustakaan konvensional menjadi perpustakaan hibrida, sehingga memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat serta dapat menarik minat masyarakat milenial dan meningkatkan kualitas membaca sesuai dengan visi dan misi Kota Manado. Kata kunci : Redesain, Perpustakaan Umum, Hibrida, Kota Manado
PERANCANGAN APARTMEN DI AMBON. Arsitektur Kontemporer Brian J. Pattiasina; Roosje J. Poluan; Fela Warouw
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25552

Abstract

Kota ambon pada beberapa tahun ini sedang gencar-gencarnya mengembangkan potensi-potensi yang ada disetiap sektor. Pengembangan di bagian sektor bisnis dan pariwisata bertujuan menarik investor lokal maupun mancanegara untuk menanam modal, hal ini mengakibatkan kota ambon diserbu oleh para pendatang yang jumlahnya terus meningkat disetiap tahun. Jumlah penduduk kota ambon pada tahun 2017 adalah sebanyak 376.152 jiwa dan terkonsentrasi di kecamatan sirimau dengan penduduk sebesar 1.857,64 jiwa/ . Sebagai pusat dari pelabuhan, pariwisata, dan pendidikan, jika dibandingkan dengan jumlah jiwa yang ada luas lahan yang tersisa tidaklah cukup untuk menampung. Maka dari itu perlunya hunian vertical dikota ambon seperti apartemen. Oleh karena itu, dengan pembangunan apertemen ini diharapkan agar dapat menyediakan tempat tinggal yang nyaman, praktis, dan efisien bagi masyarakat. Dengan menggunakan tema arsitektur kontemporer pada bangunan apartemen ini akan bertahan melewati perkembangan zaman karena gaya arsitektur kontemporer menampilkan bentuk yang unik dan komplek. Kata Kunci :   Apartment, Arsitektur Kontemporer, Ambon 
FASHION AND BEAUTY CENTRE DI MANADO. Arsitektur Biomorfik Regina Pattyranie; Roosje J. Poluan; Amanda S. Sembel
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25555

Abstract

Penampilan berbusana adalah hal yang menjadi perhatian khusus bagi setiap orang. Penampilan seseorang pada dasarnya akan mencerminkan pribadi seseorang yang nantinya akan berpengaruh kepada kehidupan seseorang. Kebutuhan wanita dan pria akan fasilitas perawatan kecantikan sekarang ini terus meningkat, karena mereka sudah menyadari begitu pentingnya kesehatan tubuh dan merawatnya agar terlihat lebih baik.Manado merupakan kota yang masyarakatnya tidak lepas dari fenomena tentang pentingnya penampilan diri dalam setiap aktivitasnya. Jika melihat kenyataan yang ada perkembangan mode di Indonesia khususnya di Manado sangat baik dan telah menjadi industri atau peluang bisnis yang baik. Perancanganan Fashion and Beauty Centre di Manado menggunakan konsep Arsitektur Biomorfik yaitu konsep perancangan yang mengambil inspirasi bentuk dan motif dari kehidupan alam. Kata kunci : fashion, perawatan kecantikan, fashion and beauty centre, Kota Manado, Arsitektur Biomorfik