Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Effects of Discovery Learning Assisted by WebGIS Media on Students’ Critical Thinking Skills Ages Riski Lestari; Nyokro Mukti Wijaya; Novia Fitri Istiawati; Dian Utami
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2238

Abstract

Critical thinking skills are one of the essential competencies needed by students to face the challenges of 21st-century learning, particularly in geography learning, which requires students to analyze, evaluate, and solve various geographical problems. However, the critical thinking skills of students at SMA Negeri 1 Natar are still relatively low, indicating the need for innovative learning models and media to support the learning process. This study aims to determine the influence of the Discovery Learning learning model and WebGIS media on the critical thinking ability of grade XI students of SMA Negeri 1 Natar. This study uses a quantitative approach with a 2×2 factorial quasi experimental design. The research sample consisted of 141 students who were divided into four treatment classes. The instrument used was a multiple-choice test to measure students' critical thinking skills. Data were analyzed using Two-Way ANOVA. The results showed that the Discovery Learning learning model had a significant effect on critical thinking skills with a significance value of 0.000 (<0.05). WebGIS media also had a significant effect with a significance value of 0.000 (<0.05). However, there was no interaction between the learning model and the learning media, with a significance value of 0.706 (>0.05). The R Square value of 0.323 indicates that the learning model and media together contribute 32.3% to students' critical thinking skills. Thus, Discovery Learning and WebGIS are separately effective in improving students' critical thinking skills in geography learning.
Pelatihan Penyusunan Modul Pembelajaran Berbasis Liveworksheets Bagi Guru Sma/ Smk/ Sederajat Kabupaten Lampung Selatan Risma Margaretha Sinaga; Novia Fitri Istiawati; Pujiati Pujiati
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.939

Abstract

: Tuntutan pendidikan abad ke-21 menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital oleh guru dalam merancang pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Kurikulum Merdeka memperkuat urgensi tersebut dengan menekankan pembelajaran berdiferensiasi dan fleksibel. Namun, hasil analisis situasi di sekolah mitra menunjukkan bahwa banyak guru masih mengalami kendala dalam menyusun modul ajar digital yang menarik dan interaktif. Sebagian besar masih menggunakan format konvensional yang kurang mendukung partisipasi aktif siswa. Salah satu solusi potensial adalah pemanfaatan Liveworksheets, sebuah platform yang memungkinkan penyusunan lembar kerja digital interaktif. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun modul ajar berbasis Liveworksheets yang selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan berbasis praktik langsung, pendampingan teknis, diskusi evaluatif, serta penyusunan dan presentasi produk akhir oleh peserta. Kegiatan dilaksanakan bersama guru-guru di [nama sekolah mitra], dengan fokus pada pengembangan keterampilan praktis dan peningkatan literasi teknologi pembelajaran. Hasil kegiatan diharapkan para guru mampu memahami fitur-fitur utama Liveworksheets dan berhasil menghasilkan modul ajar interaktif yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran di kelas. Kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi terhadap keterbatasan media ajar, tetapi juga membangun semangat inovasi di kalangan guru. Harapannya, pelatihan ini dapat menjadi alternatif media bagi profesional guru serta berkontribusi terhadap peningkatan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik.
Pelatihan implementasi democracy class bagi guru SMP untuk menanamkan nilai musyawarah dan keadilan pada siswa Muhammad Mona Adha; Irma Lusi Nugraheni; Nikki Teri Sakung; Novia Fitri Istiawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40771

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menanamkan nilai musyawarah dan keadilan pada peserta didik melalui pelatihan implementasi model pembelajaran Democracy Class bagi 30 guru SMP Negeri 44 Bandar Lampung. Observasi awal menunjukkan pembelajaran masih bersifat teacher centered dan kesempatan partisipasi siswa secara merata masih terbatas. Kegiatan terdiri atas tahap koordinasi, pemberian pretest, pelaksanaan workshop dan pendampingan, pemberian posttest, serta analisis data, dengan instrumen 15 soal pilihan ganda berbasis HOTS pada dimensi musyawarah dan keadilan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 52,43 pada pretest menjadi 84,63 pada posttest, atau kenaikan 32,20 poin, dengan N-Gain rata-rata 0,69 pada kategori sedang dan 16 dari 30 guru mencapai kategori tinggi. Uji Shapiro-Wilk menunjukkan data berdistribusi normal, dan uji t berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest (t = 21,86; p = 0,000). Pelatihan ini meningkatkan kompetensi guru dalam memfasilitasi musyawarah kelas yang adil dan inklusif, menghasilkan instrumen pretest-posttest yang dapat digunakan ulang serta modul implementasi, dan berkontribusi pada penguatan nilai demokrasi di lingkungan sekolah. Kata kunci: democracy class; musyawarah; keadilan; pengabdian kepada masyarakat; pendidikan demokrasi. AbstractThis community service activity aimed to instil deliberation and justice values in junior high school students through training thirty teachers of SMP Negeri 44 Bandar Lampung in the Democracy Class learning model. Preliminary observation indicated that classroom deliberation remained teacher centred and that opportunities for equitable student participation were limited. The activity comprised coordination, a pretest, a workshop with mentoring, a posttest, and data analysis, using a fifteen item higher order thinking skills instrument covering the deliberation and justice dimensions. The mean score rose from 52.43 in the pretest to 84.63 in the posttest, a gain of 32.20 points, with an average N-Gain of 0.69 in the moderate category and sixteen of thirty teachers reaching the high category. Shapiro-Wilk testing indicated normally distributed data, and a paired sample t-test confirmed a statistically significant difference between pretest and posttest scores (t = 21.86, p = 0.000). The training improved teachers competence in facilitating inclusive and fair classroom deliberation, produced a reusable pretest-posttest instrument and an implementation module, and contributed to strengthening democratic values in the school environment. Keywords: democracy class; deliberation; justice; community service; democratic education.
Penguatan digital civility dan positive social interaction dalam edukasi anti-bullying di UPTD SD Negeri 5 Metro Utara Roy Kembar Habibi; Novia Fitri Istiawati; Deviyanti Pangestu; Siti Nuraini; Maya Adina Pratama; Yoga Fernando Rizki; Anisa Nur Sabila
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40306

Abstract

Abstrak Maraknya fenomena perundungan (bullying) di kalangan peserta didik sekolah dasar, baik yang terjadi secara langsung maupun melalui media digital, menjadi permasalahan serius yang berdampak pada kondisi psikologis, sosial, dan akademik siswa. UPTD SD Negeri 5 Metro Utara sebagai mitra kegiatan ini menghadapi tantangan minimnya pemahaman siswa terhadap etika berinternet (digital civility) serta rendahnya kemampuan interaksi sosial yang positif antarwarga sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan pemahaman dan keterampilan digital civility serta positive social interaction sebagai upaya pencegahan perilaku bullying di lingkungan sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2026 di UPTD SD Negeri 5 Metro Utara, Kota Metro, Lampung, dengan melibatkan 68 siswa kelas IV, V, dan VI, serta 12 guru dan tenaga kependidikan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, workshop interaktif, praktik bermain peran (role play), dan monitoring berkala. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi langsung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang digital civility sebesar 72%, peningkatan kemampuan positive social interaction sebesar 68%, dan penurunan kasus bullying yang terlaporkan sebesar 55% selama periode evaluasi. Guru juga menunjukkan peningkatan kapasitas dalam mendeteksi dan menangani kasus bullying secara lebih terstruktur. Kegiatan ini berhasil menciptakan ekosistem sekolah yang lebih aman, inklusif, dan ramah anak berbasis penguatan karakter digital. Kata kunci: anti-bullying; digital civility; pengabdian masyarakat; positive social interaction; sekolah dasar Abstract The phenomenon of bullying among elementary school students, both in direct and digital forms, has become a serious problem affecting the psychological, social, and academic well-being of students. UPTD SD Negeri 5 Metro Utara, as the partner of this activity, faces the challenge of limited student understanding of internet ethics (digital civility) and low capacity for positive social interaction among school community members. This community service activity aims to strengthen the understanding and skills related to digital civility and positive social interaction as a preventive measure against bullying behavior in elementary school settings. The activity was conducted from March to May 2026 at UPTD SD Negeri 5 Metro Utara, Metro City, Lampung, involving 68 students from grades IV, V, and VI, as well as 12 teachers and education staff. Implementation methods included socialization, interactive workshops, role-playing activities, and periodic monitoring. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests as well as direct observation. The results showed a 72% increase in students's understanding of digital civility, a 68% improvement in positive social interaction skills, and a 55% decrease in reported bullying cases during the evaluation period. Teachers also demonstrated enhanced capacity in detecting and handling bullying cases more systematically. This activity successfully created a safer, more inclusive, and child-friendly school ecosystem grounded in digital character development. Keywords: anti-bullying; digital civility; community service; positive social interaction; elementary school